MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 07 September 2017 14:40
KOK GITU.. Fogging Nyamuk Malah Diprotes Warga
AMBIL GAMBAR: Seorang petugas terlihat mengabadikan aksi temannya yang sedang melakukan fogging dengan kamera handphone.

PROKAL.CO, MARABAHAN – Dalam tiga bulan terakhir ini kasus penyakit demam berdarah marak terjadi di Kabupaten Batola. Khusus di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, penyakit demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) terdapat lima kasus yang mencuat.­­

Penyakit demam dengue yang disebabkan virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini makin merajalela dan sangat berbahaya. Bila terlambat ditangani medis maka penyakit berbahaya yang mengakibat trombosit (keping darah) makin rendah tersebut bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya.

Selasa (5/9) pagi lalu, tim DBD dari Dinas Kesehatan Batola dan petugas Puskesmas Semangat Dalam melakukan fogging di beberapa tempat yang disinyalir terdapat nyamuk demam berdarah. Salah satunya di Kompleks Perumahan Persada Permai Baru 1 RT 31, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak. Tujuan fogging ini untuk membunuh dan memberantas penyebaran nyamuk demam berdarah yang sudah dewasa.

Sayangnya, aksi fogging ini ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari warga.  Ada beberapa warga di kawasan tersebut yang tidak mau rumahnya difogging karena alasan ada binatang piaraan.

Sebaliknya, fogging yang dilakukan tim DBD Dinas Kesehatan Batola ini juga mendapat sorotan berbeda dari masyarakat. Mereka malah protes, mengapa fogging ini hanya dilakukan di beberapa rumah warga yang dekat dengan orang yang terkena DBD.   “Sangat disayangkan hanya di lokasi kasus DBD yaitu jalur 13 saja disemprot. Kita maunya disemprot di lingkungan RT 31 dan sekitarnya,” ujar Ketua RT 31, Andi Hasanuddin Saide.

Ia mempertanyakan kenapa fogging ini dilakukan apabila ada orang yang terkena penyakit DBD saja. Apakah kalau sudah ada yang positif terkena DBD baru dilakukan fogging. Kemudian menunggu korban berikutnya lagi baru dilakukan fogging kembali.

“Kejadian seperti ini ibarat pemadam kebakaran kalau ada api baru bertindak. Apakah pencegahan itu mahal,” ucapnya seraya mengimbau kepada warganya untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal lebih baik dan bersih agar jentik jentik nyamuk tidak berkembang.

Sementara itu, Petugas Surveilans DBD Puskesmas Semangat Dalam, Fahrul Razi mengatakan, di Desa Semangat Dalam terdapat lima kasus DBD yang terjadi di tempat dan waktu berbeda. Dari lima kasus tersebut sudah empat lokasi yang dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan Batola.

Dijelaskannya, fogging ini akan dilakukan berdasarkan usulan dari pihak Puskesmas setempat kepada Dinas Kesehatan Batola setelah mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada yang terkena DBD.

Bila positif, pihaknya akan melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk melihat kondisi pasien. Kemudian akan melihat hasil laboratorium (Lab) bahwa orang tersebut kena penyakit demam berdarah dengan bukti trombosit di bawah 100.

Setelah itu, akan dilakukan survei di lapangan untuk melihat apakah ada ditemukan jentik nyamuk di kawasan sekitar tempat tinggal warga terkena penyakit DBD. Selain itu, laporan pendukung agar dilaksanakan fogging juga harus ada. Diantaranya, adanya kasus tambahan, serta ada gejala penyerta atau warga yang mengalami demam panas tanpa diketahui sebabnya.  “Ada laporan atau kasus kemudian akan saya survei ke lapangan dan periksa ke rumah bila terdapat jentik maka akan kita laporkan ke dinas untuk dilakukan fogging,” terangnya.   

Disinggung kenapa fogging hanya dilakukan di lokasi yang tidak jauh dari warga yang terkena DBD. Fahrul mengatakan, fogging ini ibarat obat nyamuk. Bila terhirup secara terus menerus atau terpapar juga berbahaya bagi warga. Fogging ini dilakukan untuk memberantas dan membunuh nyamuk DBD dewasa dan tidak bisa membunuh jentik nyamuk DBD. Kalau nyamuk demam berdarahnya tidak ada apa yang mau diberantas.

“Misal ada orang kena demam berdarah, ketika dilakukan survei ke lokasi tidak ditemukan nyamuk demam berdarah. Kemudian gejala yang sama di sekitar juga tidak ditemukan maka kemungkinan besar virus DBD tersebut didapat dari luar atau tempat lain,” ujarnya.

Dia berharap agar nyamuk DBD tidak berkembang biak. Perlu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dengan cara menguras dan menutup penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah. (hni/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 19:58
Berita Tabalong

Bupati Anang Syakhfiani Wisuda 1.781 Santri TKA

TANJUNG - Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani beserta istri Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani,…

Rabu, 22 November 2017 13:06

Ini Poin-poin Kesepakatan Taksi Online-Konvensional di Kalsel

BANJARMASIN – Babak baru perselisihan moda transportasi di Banua menemui titik terang. Dalam rapat…

Rabu, 22 November 2017 12:42

AKHIRNYAA.. Angkutan Semen Conch Dilarang Melintas Jalan Tabalong

TANJUNG - Angkutan perusahaan semen dari perusahaan Conch akhirnya dilarang melintasi jalanan Tabalong.…

Rabu, 22 November 2017 12:32

Jalan Nasional Angkinang Longsor

KANDANGAN – Intensitas hujan yang terus menerus mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Rabu, 22 November 2017 12:22

Warga Dibuat Susah, Harga Gas Melebihi HET

BANJARMASIN – Kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram di eceran masih sering terjadi di Banjarmasin.…

Rabu, 22 November 2017 12:17

Dinas PUTR Benahi Jalan Alternatif Banjarmasin-Martapura

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah melakukan…

Rabu, 22 November 2017 12:13

Pilkades di Tala Disinyalir Ada Kecurangan

PELAIHARI – Buntut protes yang dilakukan Calon Kepala Desa Salaman Kecamatan Kintap Kabupaten…

Rabu, 22 November 2017 11:22

BPKP Kalsel Dukung SIMDA Perencanaan

BATULICIN - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalsel mendorong Pemkab Tanbu yang…

Rabu, 22 November 2017 11:20

Mardani Inginkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menyambut baik dengan dilaksanakannya launching SIMDA…

Rabu, 22 November 2017 11:17

HEBAT! Larang Kresek, Pemko Banjarmasin Diapresiasi Dunia

BANJARMASIN – Keberanian Pemko Banjarmasin melarang penyediaan kantong plastik atau kresek di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .