MANAGED BY:
JUMAT
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 07 September 2017 14:40
KOK GITU.. Fogging Nyamuk Malah Diprotes Warga
AMBIL GAMBAR: Seorang petugas terlihat mengabadikan aksi temannya yang sedang melakukan fogging dengan kamera handphone.

PROKAL.CO, MARABAHAN – Dalam tiga bulan terakhir ini kasus penyakit demam berdarah marak terjadi di Kabupaten Batola. Khusus di Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, penyakit demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) terdapat lima kasus yang mencuat.­­

Penyakit demam dengue yang disebabkan virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus ini makin merajalela dan sangat berbahaya. Bila terlambat ditangani medis maka penyakit berbahaya yang mengakibat trombosit (keping darah) makin rendah tersebut bisa menimbulkan kematian bagi penderitanya.

Selasa (5/9) pagi lalu, tim DBD dari Dinas Kesehatan Batola dan petugas Puskesmas Semangat Dalam melakukan fogging di beberapa tempat yang disinyalir terdapat nyamuk demam berdarah. Salah satunya di Kompleks Perumahan Persada Permai Baru 1 RT 31, Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak. Tujuan fogging ini untuk membunuh dan memberantas penyebaran nyamuk demam berdarah yang sudah dewasa.

Sayangnya, aksi fogging ini ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari warga.  Ada beberapa warga di kawasan tersebut yang tidak mau rumahnya difogging karena alasan ada binatang piaraan.

Sebaliknya, fogging yang dilakukan tim DBD Dinas Kesehatan Batola ini juga mendapat sorotan berbeda dari masyarakat. Mereka malah protes, mengapa fogging ini hanya dilakukan di beberapa rumah warga yang dekat dengan orang yang terkena DBD.   “Sangat disayangkan hanya di lokasi kasus DBD yaitu jalur 13 saja disemprot. Kita maunya disemprot di lingkungan RT 31 dan sekitarnya,” ujar Ketua RT 31, Andi Hasanuddin Saide.

Ia mempertanyakan kenapa fogging ini dilakukan apabila ada orang yang terkena penyakit DBD saja. Apakah kalau sudah ada yang positif terkena DBD baru dilakukan fogging. Kemudian menunggu korban berikutnya lagi baru dilakukan fogging kembali.

“Kejadian seperti ini ibarat pemadam kebakaran kalau ada api baru bertindak. Apakah pencegahan itu mahal,” ucapnya seraya mengimbau kepada warganya untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal lebih baik dan bersih agar jentik jentik nyamuk tidak berkembang.

Sementara itu, Petugas Surveilans DBD Puskesmas Semangat Dalam, Fahrul Razi mengatakan, di Desa Semangat Dalam terdapat lima kasus DBD yang terjadi di tempat dan waktu berbeda. Dari lima kasus tersebut sudah empat lokasi yang dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan Batola.

Dijelaskannya, fogging ini akan dilakukan berdasarkan usulan dari pihak Puskesmas setempat kepada Dinas Kesehatan Batola setelah mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada yang terkena DBD.

Bila positif, pihaknya akan melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk melihat kondisi pasien. Kemudian akan melihat hasil laboratorium (Lab) bahwa orang tersebut kena penyakit demam berdarah dengan bukti trombosit di bawah 100.

Setelah itu, akan dilakukan survei di lapangan untuk melihat apakah ada ditemukan jentik nyamuk di kawasan sekitar tempat tinggal warga terkena penyakit DBD. Selain itu, laporan pendukung agar dilaksanakan fogging juga harus ada. Diantaranya, adanya kasus tambahan, serta ada gejala penyerta atau warga yang mengalami demam panas tanpa diketahui sebabnya.  “Ada laporan atau kasus kemudian akan saya survei ke lapangan dan periksa ke rumah bila terdapat jentik maka akan kita laporkan ke dinas untuk dilakukan fogging,” terangnya.   

Disinggung kenapa fogging hanya dilakukan di lokasi yang tidak jauh dari warga yang terkena DBD. Fahrul mengatakan, fogging ini ibarat obat nyamuk. Bila terhirup secara terus menerus atau terpapar juga berbahaya bagi warga. Fogging ini dilakukan untuk memberantas dan membunuh nyamuk DBD dewasa dan tidak bisa membunuh jentik nyamuk DBD. Kalau nyamuk demam berdarahnya tidak ada apa yang mau diberantas.

“Misal ada orang kena demam berdarah, ketika dilakukan survei ke lokasi tidak ditemukan nyamuk demam berdarah. Kemudian gejala yang sama di sekitar juga tidak ditemukan maka kemungkinan besar virus DBD tersebut didapat dari luar atau tempat lain,” ujarnya.

Dia berharap agar nyamuk DBD tidak berkembang biak. Perlu kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dengan cara menguras dan menutup penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah. (hni/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 21 September 2017 16:04

Nasib Sopir Taksi Terminal Pal 6, Bisa Ngantre Sampai 25 Hari

Terminal pal enam kini tampil mentereng. Tentu sayang jika gedung miliaran rupiah itu hanya jadi tempat…

Kamis, 21 September 2017 15:47

Mensos Ngaji ke Guru Danau di Tabalong

TANJUNG – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/9) sore kemarin mengunjungi…

Kamis, 21 September 2017 15:43

Proyek Jalan Handil Bakti, Pembebasan Lahan Masih Bermasalah

MARABAHAN – Setelah sempat terhenti beberapa bulan, proyek pelebaran Jalan SP Handil Bakti (SP…

Kamis, 21 September 2017 15:13

Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Sudah 15 Persen

BANJARBARU - Proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor terus digenjot, saat ini tahapan yang dilakukan…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Konsisten Mendidik Kaum Muda Berkarakter

BATULICIN - Ribuan anggota pramuka se-Provinsi Kalsel mengikuti upacara Hari Pramuka ke-36 Kwartir Daerah…

Kamis, 21 September 2017 14:27

Sungai Loban Juara Turnamen Bola Voli Bupati Tanah Bumbu Cup 2017

BATULICIN - Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Polisi Rachmat Mulyana dan Bupati Tanah Bumbu Mardani…

Kamis, 21 September 2017 14:24

Harus Konsisten dan Semangat

BATULICIN - Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Koperasi dan Usaha Mikro Tanbu, menggelar Workshop Pengembangan…

Kamis, 21 September 2017 12:23

Lagi, Rehab Jembatan ini Terkendala Anggaran Pembebasan Lahan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki dua buah jembatan di jalan nasional yang berada…

Rabu, 20 September 2017 16:21

Setahun Muncul Enam Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Kalsel

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut 54 korban pasung di Kalsel berhasil dibebaskan sepanjang…

Rabu, 20 September 2017 15:07

Korem 101/Antasari Ajak Nonbar Film G30S/PKI

BANJARMASIN – Penayangan dan rencana nonton bareng film G30S/PKI ramai diperbincangkan akhir-akhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .