MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 07 September 2017 15:08
Hasil Riset Walhi Kalsel, Pertambangan Batubara Ternyata Menghapus Desa

PROKAL.CO, BANJARBARU - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Rabu (6/9) kemarin melaunching hasil riset aksi partisipatif mereka bersama masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Juai, Balangan.

Bertempat di Hotel Montana Syariah, Walhi Kalsel memaparkan apa saja hasil riset mereka mengenai nasib masyarakat di daerah pertambangan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, dari hasil riset mereka Banua telah dikuasai segelintir orang yang mengatasnamakan kepentingan untuk melakukan pembangunan. "Namun, masyarakat yang menjadi korban dengan dalih pembangunan itu, cerita pilu kehilangan tanah dan air terjadi di berbagai tempat di Kalsel," katanya.

Dia menuturkan, dari 37.530,52 km persegi luas Kalsel setengahnya telah dibebani perizinan industri ekstraktif perkebunan kelapa sawit dan pertambangan batubara.

Melalui analisa tumpang tindih izin tambang dengan penggunaan lahan di Kalsel, dari total izin tambang seluas 1.183.430,90 hektar. 8.777,38 hektarnya berada di wilayah pemukiman. Lalu 251.726,03 hektar berada di wilayah pertanian dan perikanan. 464.921,00 hektar masuk di kawasan hutan. Dan seluas 46.789, 00 hektar izin tambang berada di Wilayah Adat.

Pria yang akrab disapa Cak Kis ini mengungkapkan, izin-izin tersebut berada di atas ruang hidup masyarakat yang kebanyakan dari mereka menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian.

Izin pertambangan diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam bentuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), Kontrak Karya (KK), dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Perusahaan skala besar mampu melakukan apa saja yang membuat masyarakat kehilangan tanah dan air. Penguasaan ruang yang timpang akhirnya membuat masyarakat kehilangan sumber-sumber kehidupan mereka.

Satu dari banyak peristiwa penderitaan rakyat akibat pertambangan batubara di Kalimantan Selatan ini terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan. Terjadinya penghancuran ruang hidup rakyat oleh aktivitas pertambangan batubara membuat warga semakin kebingungan akan masa depan mereka.

Hampir semua penduduk yang tersisa tidak lagi memiliki tanah dan rumah karena dirampas untuk ditambang. "Batubara telah menghapus desa," ujar Kisworo.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel Hanif Faisol melalui Kasi Minerba Gunawan Guhardjo menuturkan, pertambangan memang banyak permasalahan dengan desa. Namun, dalam setiap masalah tidak bisa melihat dalam satu pihak saja. "Terkadang perusahaan mengaku sudah membebaskan tanah dengan ganti rugi, tapi warga mengaku belum," ujarnya.

Menurutnya, hal itu terjadi karena maraknya mafia tanah. Di mana mereka menjual tanah ke perusahaan tanpa sepengetahuan pemilik. "Pemilik tak tahu tanah mereka sudah dibayar, karena uang telah diambil oleh para mafia," pungkasnya. (ris/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 16:21

Setahun Muncul Enam Ribu Penderita Gangguan Jiwa di Kalsel

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut 54 korban pasung di Kalsel berhasil dibebaskan sepanjang…

Rabu, 20 September 2017 14:55

BAHAYA NIH.. Ratusan Pengidap HIV di Banjarbaru Belum Terdeteksi

BANJARBARU - Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banjarbaru, pada tahun 2012 Kementerian…

Rabu, 20 September 2017 11:37

Wabup Sambut Jemaah Haji

BATULICIN - Jemaah Haji asal Kabupaten Tanah Bumbu tiba di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Jumat…

Rabu, 20 September 2017 11:37

Anggota DPR Serahkan Alsintan

BATULICIN - Anggota Komisi IV DPR RI H Dardiansyah menyerahkan sejumlah Alat Mesin Pertanian (Alsintan)…

Rabu, 20 September 2017 11:05

Selamat! M Iqbal Terpilih Sebagai Duta Lingkungan Hidup Banjarmasin

BANJARMASIN - Suara tepuk tangan serta teriakan dukungan, terdengar riuh di Himalaya Ball Room, Hotel…

Rabu, 20 September 2017 11:03

Ini Dia Pengganti Muslih di PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN – Menyusul ditetapkannya Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih dan Manajer Keuangan…

Rabu, 20 September 2017 10:58

Marasnya..!! Festival Jukung Hias Sepi Pendaftar

BANJARMASIN - Setiap puncak peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin, Dinas Pariwisata menjadikan Festival…

Selasa, 19 September 2017 16:05

MUI Hulu Sungai Utara: Kai Harum Bukan Wali

AMUNTAI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) telah menerbitkan fatwa…

Selasa, 19 September 2017 15:41

Ini Perkembangan Terbaru Pembangunan Jalur Kereta Api di Kalsel

BANJARMASIN – Pembangunan jalur kereta api di Kalsel terus dilakukan. Di Kalsel, proyek ini mempunyai…

Selasa, 19 September 2017 15:33

Kehilangan Masa Jayanya, Jumlah Angkot di Banjarmasin Terus Menyusut

BANJARMASIN - Alih-alih mengalami peningkatan secara kualitas dan kuantitas, angkutan kota (angkot)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .