MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Jumat, 08 September 2017 10:00
Ikan Predator, Tren Baru Pengganti Ikan Hias di Akuarium

Punya Tampilan Gagah dan Sangar

Ikanm Piranha

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Lazimnya, ikan-ikan di akuarium diisi oleh beragam jenis ikan hias. Namun, bagaimana jadinya apabila akuarium di rumah Anda diisi oleh ikan-ikan pemangsa atau istilah lainnya disebut ikan-ikan predator? Tentunya, hal ini bakal menjadi sebuah pemandangan yang baru dan juga menarik.

Budi Manto Wongso, pegiat hewan-hewan reptil dan eksotis memprediksi tren memelihara ikan-ikan predator akan mencuat di Kalimantan Selatan. Khususnya, Kota Banjarmasin. Sebab, ikan-ikan ini memiliki karakteristik yang unik.

Bagi Anda yang sudah bosan memandang ikan-ikan hias pada umumnya, ikan-ikan predator bisa menjadi pilihan alternatif.

"Sebenarnya Kota Banjarmasin mengalami ketertinggalan terhadap tren memelihara ikan predator. Para pegiat ikan di kota-kota besar lain di pulau Jawa sudah lama ramai menggeluti tren yang satu ini," jelas pemilik toko hewan-hewan reptil ini.

Dijelaskan Budi, ikan-ikan predator memiliki karakteristik utama yaitu memangsa ikan-ikan yang ada di sekitarnya.

"Biasanya mereka menyambar ikan-ikan yang berbeda dari ukurannya. Jadi, apabila ada hewan yang ukurannya lebih kecil, siap-siap saja disantapnya," tuturnya.

Hal yang perlu diluruskan kepada publik tentang ikan-ikan predator adalah sifat mereka yang bisa berbahaya bagi pemeliharanya. Menurut Budi, pendapat umum tersebut tidaklah benar dan berdasar. "Ikan-ikan ini hanya menyambar ikan-ikan," paparnya.

Lebih lanjut, anggapan tersebut menurut Budi berasal dari tayangan-tayangan atau informasi yang beredar di media massa. Ikan-ikan predator acapkali ditampilkan sebagai ikan yang berbahaya bagi orang-orang yang mendekatinya.

Soal hal yang membuat ikan-ikan ini menjadi menarik untuk dipelihara, Budi memaparkan ada beberapa alasan.

Pertama, ikan-ikan pemangsa bakal terlihat menarik dalam akuarium jika sudah diberi pakan. "Sensasi orang-orang yang melihat ikan predator memangsa ikan lain dalam akuarium yang bakal menjadi menarik," paparnya.

Pakan ikan-ikan predator umumnya hanya bersifat alami. Artinya, mereka bakal kesulitan menerima pakan-pakan khusus. "Intinya harus dari ikan-ikan juga makannya. Atau, ada beberapa ikan predator yang bisa diberi asupan seperti jangkrik, ulat hongkong, atau jentik-jentik," jelasnya.

Alasan kedua, ikan-ikan predator memiliki tampilan yang gagah dan cenderung sangar. Bagi orang-orang yang sudah bosan memelihara ikan-ikan hias, tampilan ikan-ikan pemangsa yang gahar bakal menjadi pengalaman yang unik dan berbeda dari biasanya.

Umumnya, ikan-ikan predator terbagi menjadi dua bagian. Ada yang berasal dari lokal. Ada juga yang berasal dari hasil impor.

"Dari lokal, biasanya ikan-ikan sungai seperti Toman dan Arwana," ujarnya. Ikan-ikan predator lokal ini biasanya dapat ditemui di sungai-sungai besar di Indonesia. Misalnya, sungai Kapuas bagian Kalimantan Barat.

Sementara itu, ikan-ikan predator dari hasil impor berasal dari sungai-sungai besar di benua Amerika. "Misalnya, yang paling populer dan banyak orang yang menganggapnya berbahaya adalah ikan piranha," kata dia.

Soal peminat, khusus di Banjarmasin, Budi memaparkan pembelinya berasal dari kalangan remaja yang memiliki ketertarikan terhadap sesuatu yang baru. "Ada juga orang-orang dewasa yang beli," ujarnya.

Budi memaparkan, bakal ada bentukan komunitas yang fokus terhadap edukasi perawatan ikan-ikan predator. "Soalnya agak sedikit susah perawatannya jika tidak memahami kondisi ikan ini," tuntasnya. (mr-149)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 16:42

Menembus Gugusan Pulau dengan Inovasi Layanan ECC

      Kreatif dan inovatif adalah kunci kesuksesan menghadapi globalisasi dan perubahan…

Minggu, 17 September 2017 16:34

Pelancong Malaysia Berwisata ke Tahura Sultan Adam

MARTAPURA - Nama Tahura Sultan Adam mulai dikenal oleh negara tetangga, Jumat (15/9) tadi rombongan…

Minggu, 17 September 2017 16:28

Forum Komunikasi Ulama dan Tokoh Banjarbaru Tolak Perpu Pembubaran Ormas

BANJARBARU - Sejumlah ulama dan tokoh umat Kota Banjarbaru menggelar mudzakarah di kediaman salah seorang…

Jumat, 15 September 2017 15:28

Menara di Taman Van Der Pijl Tonjolkan Motif Sasirangan

BANJARBARU - Dilukis sejak pertengahan Agustus tadi, kini menara PDAM di Taman Van Der Pijl sudah mulai…

Senin, 11 September 2017 14:04

Beruang Madu Magnet Baru Tahura Sultan Adam

BANJAR - Pesona wisata alam di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, terletak di Desa Mandiangin, Kecamatan…

Jumat, 08 September 2017 10:00

Ikan Predator, Tren Baru Pengganti Ikan Hias di Akuarium

BANJARMASIN - Lazimnya, ikan-ikan di akuarium diisi oleh beragam jenis ikan hias. Namun, bagaimana jadinya…

Rabu, 06 September 2017 10:38

Sekarang, Ospek Tak Lagi Menyeramkan, Gak Percaya ?

BANJARMASIN -Lapangan Open Space  Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menguning. Pasalnya,…

Rabu, 06 September 2017 10:35

Lestarikan Kebudayaan Tionghoa di Banjarmasin

BANJARMASIN - Halaman Klenteng Sutji Nurani dipenuhi dengan kudapan-kudapan serta berbagai minuman. …

Minggu, 03 September 2017 12:17

Festival Pasar Terapung Berhasil Sedot 14.000 Pengunjung

BANJARMASIN -Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Heriansyah menyatakan, gelaran Festival Budaya…

Kamis, 31 Agustus 2017 11:31

Memanusiakan Jiwa, Mencapai Kesalehan Sosial

Maswi dan Fatimah, dua kakak beradik asal Balangan yang kisah hidupnya menjadi viral, tiba-tiba menghenyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .