MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 14:52
Langka, Aksi Polisi Aribowo “Jinakkan” ODMK

Bawa Pisau, Imis Takluk di Bawah Rayuan Ari

PENGABDIAN: Brigadir Aribowo membujuk Imis, Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang kerap mengganggu warga di Pasar Unggas HSU.

PROKAL.CO, Sepertinya tidak sembarang polisi mampu menjadi Bhabinkamtibmas. Seorang yang serba bisa di samping semangat pengabdian. Tidak cukup hanya bermodal kemampuan mengalahkan penjahat, tapi juga kemampuan membujuk ODMK laiknya seorang psikiater.

-------------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

-------------------------------------------------

AKSI heroik tidak hanya ada di dunia fiksi, yang mengisahkan kehebatan seorang pahlawan super. Kejadian heroik juga tergambar pada sosok Brigadir Aribowo Setyoko yang bertugas di Polsek Sungai Pandan (Alabio).

Aksinya menenangkan Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang kerap meresahkan warga khususnya di Pasar Unggas Kecamatan Amuntai Tengah. Dan itu dilakukannya secara spontan, tanpa persiapan.

Adalah Husni, warga Gang Nangka Palampitan Hilir Kecamatan Amuntai Tengah yang bertetangga dengan polisi sederhana itu, melaporkan adiknya MN alias Imis (38) yang mengalami gangguan kejiwaan.

Cerita Husni, tidak jarang Imis mengamuk di Pasar Unggas yang ramai pedagang dan pembeli sambil membawa senjata tajam. Tidak ingin jatuh korban, kakaknya meminta tolong agar adiknya diamankan dan dibawa ke rumah sakit daerah agar mendapat perawatan. Husni sendiri angkat tangan membujuk adiknya.

Ari kemudian meminta Imis datang ke rumahnya. Mendengar yang mengundang adalah polisi, meski memiliki gangguan mental, Imis langsung menurut dan datang ke rumah Ari dengan pakaian jaket berbahan levis, celana loreng, sepatu laras ala seorang aparat. Semasa kecil, Imis kabarnya memang pernah bercita-cita menjadi seorang tentara.

Brigadir Aribowo kepada penulis menceritakan penilaian, Imis memang sedang mengalami gangguan jiwa. Bahkan saat diajak ngobrol, banyak perbincangan yang tidak nyambung bahkan ngawur. Sebagai aparat Ari tidak mau gegabah atau melakukan tindakan represif pada Imis

Meskipun pihak keluarga telah meminta dirinya memborgol Imis, namun itu tidak sanggup dilakukannya. Sisi kemanusiaan Ari yang muncul. "Hati nurani saya menolak. Saya memilih mengajaknya bicara sambil membujuk. Saya pikir, kalau dia ditekan tentu akan memberontak, Alhamdulillah Imis menurut," ceritanya.

Imis terkena tekanan mental berat, sepulang merantau dari Kalimantan Timur pada tahun 2014 lalu, Menurut cerita sang kakak, Imis selama bekerja bangunan di sana, tidak pernah mendapat upah. Dari situlah adeknya mulai mengalami gangguan jiwa.

Upaya Ari selanjutnya, selain mengamankan pisau milik Imis adalah membujuk dan membawanya ke rumah sakit. Meski memakan waktu, namun Imis akhirnya mau ke rumah sakit dengan dibonceng menggunakan motor.  "Lucu dan takut juga. Tapi namanya tugas dan pengabdian, saya pun membonceng Imis ke RSU Pambalah Batung," ujarnya.

Imis kini sudah melalui serangkaian perawatan dan diinapkan sementara di rumah sakit, sebelum nantinya yang bersangkutan dirujuk ke RS Sambang Lihum di Kota Banjarmasin. "Mudahan Imis bisa membaik dan sehat. Sehingga bisa menjalani hidup yang lebih baik lagi nantinya," harap Ari pada kesembuhan Imis. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…

Senin, 07 Mei 2018 14:17

Mengunjungi Pasar Kajut Edisi ke-IV, Menjual Apa Saja yang Penting Keren

Orang Indonesia mengenal Pasar Kaget. Anak muda Banjarmasin mengenal Pasar Kajut. Inilah wadah banyak…

Sabtu, 05 Mei 2018 19:41

Curahan Lirih dari Pulau Laut: "Mau Tinggal di Mana Kami"

Aksi menolak penambangan batubara di Pulau Laut, Kotabaru, terus dilancarkan. Beragam cara dilakukan…

Sabtu, 05 Mei 2018 12:39

Kisah Mereka yang Ditolak Pulang dari Rumah Singgah Baiman

Rumah Singgah Baiman didirikan untuk menampung ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), pengemis, gelandangan,…

Jumat, 04 Mei 2018 14:17

Mengintip Aktifitas Pelatih Karate Cantik di Banjarmasin

Helda Wahdini punya paras cantik. Tapi di balik kecantikannya orang tidak menduga kalau dia ternyata…

Kamis, 03 Mei 2018 12:27

Eter Nabiring, Penjaga Adat dan Tradisi Suku Dayak Halong

Gelisah akan kemajuan zaman yang menggerus kearifan lokal dan budaya warisan nenek moyang, Eter Nabiring,…

Kamis, 03 Mei 2018 12:03

Hardiknas Berbarengan dengan USBN SLB

Ricky Joevani begitu pendiam. Saat diwawancara, dia lebih banyak mengangguk dan tersenyum. Sesekali…

Rabu, 02 Mei 2018 15:24

Permasalahan Lansia yang Mulai Hantui Kalsel

Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera milik Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan cuma…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .