MANAGED BY:
KAMIS
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 15:12
Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Anak-Anak Bisa Tak Sekolah karena Bosan

TAK BANYAK PILIHAN: Anak-anak Meratus di sebuah sekolah di terpencil di Haruyan Dayak.

PROKAL.CO, Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran beraneka ragam, meliputi media visual, audio, audiovisual dan animasi, serta komputer, di Meratus, tak banyak cara guru dalam mengajar.

-----------------------------------

WAHYUDI, Balangan

-----------------------------------

Anak-anak di Meratus memang terkenal mempunyai semangat tinggi untuk pergi ke sekolah setiap harinya. Meski demikian, sebagian mereka harus menyerah dengan jarak. Anak-anak ini kemudian memilih untuk sehari sekolah sehari libur. Apalagi, jika pengajar tak memiliki cara lain dalam mengajar.

Lelu Dinata, seorang tenaga pengajar di SDN Terpencil di Desa Aniungan Kecamatan Halong menuturkan, tidak jarang ia mendapati kelas kosong, tidak ada satu pun dari tiga murid yang ia ajar masuk kelas."Kadang hanya mengajar satu orang murid, kadang dua, jarang sekali lengkap. Padahal cuma tiga orang murid," katanya.

Tidak dipungkiri Lelu, jarak yang jauh antar rumah muridnya dengan sekolah menjadi alasan utama tiga orang muridnya jarang terkumpul di dalam kelas.

Saat tidak satu pun murid yang datang, maka Lelu hanya sekedar menunaikan kewajiban mengisi absen di sekolah dan selebihnya duduk menganggur di ruang guru. Kalau beruntung, ia mengisi pelajaran di kelas yang gurunya tidak hadir.

Selain jarak, Lelu menilai, anak-anaknya bosan dengan proses pembelajaran yang setiap harinya hanya mendengarkan ceramahnya, tidak ada hal baru.

Untuk masalah ini, Lelu mengeluhkan minimnya sarana prasarana sekolah yang tidak dilengkapi peralatan penunjang proses belajar mengajar seperti laptop, listrik dan lain-lain. Dia harus terus berkreasi agar anak-anak bisa betah di sekolah.

"Kalau ada laptop kan setidaknya bisa memperkenalkan dunia luar kepada murid-murid lewat gambar dan video, untuk menambah motivasi siswa agar lebih giat belajar guna menengok dunia," tukasnya.

Semenjak pertama kali dibangun pada tahun 2007 silam, sampai saat ini 15 Sekolah Dasar Kecil (SDK) tersebar di daerah lereng Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Balangan.

Mulanya, program SDK ini benar-benar diharapkan mampu memberi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok, namun tampaknya tidak demikian.

Lokasi pembangunan SDK berada di tubir pegunungan Meratus. Lokasi ini berdampak pada sulitnya para anak-anak suku Dayak penghuni Meratus untuk menjangkau sekolah.

Bagi mereka yang dengan semangat tinggi tetap ingin mengenal huruf, harus menempuh perjalanan yang teramat jauh menerobos gelapnya hutan saat berangkat ke sekolah di pagi buta, melewati tubir, curamnya jurang dan terjalnya medan jalan setapak.

Melihat kondisi pendidikan di lereng Meratus ini, Wakil Ketua DPRD Balangan M Nor Iswan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di sana."Bahkan harusnya sekolah-sekolah ini jadi prioritas perhatian," tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi, selalu tidak bisa ditemui dan dihubungi via telepon.(ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 15:48

Ngobrol Santai Bareng GM PLN Kalsel-Teng yang Baru

General Manager PLN Kalsel-Teng yang baru, Rustamadji buka-bukaan kepada Radar Banjarmasin. Dari masalah…

Senin, 18 September 2017 15:59

Seminar Nasional Dies Natalis ULM ke-59

Tahun ini, usia Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sudah memasuki ke-59. Menyambut bertambahnya usia…

Sabtu, 16 September 2017 17:32

Menengok Kehidupan Pekerja Sosial di Panti Budi Luhur Banjarbaru

Bagi banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) hari Jumat berarti waktunya pulang lebih cepat. Namun, hal tersebut…

Jumat, 15 September 2017 13:47

Mengenal Peserta Duta Damai Dunia Maya Kalsel

Propaganda dan provokasi untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa melalui dunia maya, saat…

Senin, 11 September 2017 15:22

Penyair Joko Pinurbo Bicara Pajak Penulis di Banjarbaru

Komunitas Penulis Banjarbaru menghadirkan Penyair Joko Pinurbo ke Banjarbaru. Banyak hal yang dibincangkan…

Senin, 11 September 2017 12:06

Perjuangan Suratman dan Rusmi, Suami Istri Transmigran Batu Ampar

Andai mereka menyerahkan dan balik kembali ke daerah asalnya di Tuban, tentulah Tanah Laut tidak mengenal…

Minggu, 10 September 2017 20:43

Berkenalan dengan Komunitas Pecinta Anime di Banua

Setiap tampil di sebuah acara, para cosplayer selalu menjadi pusat perhatian. Kecantikan seperti komik…

Minggu, 10 September 2017 20:38

Bisnis Sawit di Tanbu Kembali Menggeliat

Kabupaten Tanah Bumbu dikenal surganya penambang batu bara. Namun, seiring berjalannya waktu, saat ini…

Sabtu, 09 September 2017 15:40

Semakin Merosotnya Hutan Galam di Kabupaten Batola

Pembuatan pondasi bangunan di lahan rawa membutuhkan batang galam yang tak sedikit. Namun harga galam…

Jumat, 08 September 2017 15:12

Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .