MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 15:12
Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Anak-Anak Bisa Tak Sekolah karena Bosan

TAK BANYAK PILIHAN: Anak-anak Meratus di sebuah sekolah di terpencil di Haruyan Dayak.

PROKAL.CO, Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran beraneka ragam, meliputi media visual, audio, audiovisual dan animasi, serta komputer, di Meratus, tak banyak cara guru dalam mengajar.

-----------------------------------

WAHYUDI, Balangan

-----------------------------------

Anak-anak di Meratus memang terkenal mempunyai semangat tinggi untuk pergi ke sekolah setiap harinya. Meski demikian, sebagian mereka harus menyerah dengan jarak. Anak-anak ini kemudian memilih untuk sehari sekolah sehari libur. Apalagi, jika pengajar tak memiliki cara lain dalam mengajar.

Lelu Dinata, seorang tenaga pengajar di SDN Terpencil di Desa Aniungan Kecamatan Halong menuturkan, tidak jarang ia mendapati kelas kosong, tidak ada satu pun dari tiga murid yang ia ajar masuk kelas."Kadang hanya mengajar satu orang murid, kadang dua, jarang sekali lengkap. Padahal cuma tiga orang murid," katanya.

Tidak dipungkiri Lelu, jarak yang jauh antar rumah muridnya dengan sekolah menjadi alasan utama tiga orang muridnya jarang terkumpul di dalam kelas.

Saat tidak satu pun murid yang datang, maka Lelu hanya sekedar menunaikan kewajiban mengisi absen di sekolah dan selebihnya duduk menganggur di ruang guru. Kalau beruntung, ia mengisi pelajaran di kelas yang gurunya tidak hadir.

Selain jarak, Lelu menilai, anak-anaknya bosan dengan proses pembelajaran yang setiap harinya hanya mendengarkan ceramahnya, tidak ada hal baru.

Untuk masalah ini, Lelu mengeluhkan minimnya sarana prasarana sekolah yang tidak dilengkapi peralatan penunjang proses belajar mengajar seperti laptop, listrik dan lain-lain. Dia harus terus berkreasi agar anak-anak bisa betah di sekolah.

"Kalau ada laptop kan setidaknya bisa memperkenalkan dunia luar kepada murid-murid lewat gambar dan video, untuk menambah motivasi siswa agar lebih giat belajar guna menengok dunia," tukasnya.

Semenjak pertama kali dibangun pada tahun 2007 silam, sampai saat ini 15 Sekolah Dasar Kecil (SDK) tersebar di daerah lereng Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Balangan.

Mulanya, program SDK ini benar-benar diharapkan mampu memberi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok, namun tampaknya tidak demikian.

Lokasi pembangunan SDK berada di tubir pegunungan Meratus. Lokasi ini berdampak pada sulitnya para anak-anak suku Dayak penghuni Meratus untuk menjangkau sekolah.

Bagi mereka yang dengan semangat tinggi tetap ingin mengenal huruf, harus menempuh perjalanan yang teramat jauh menerobos gelapnya hutan saat berangkat ke sekolah di pagi buta, melewati tubir, curamnya jurang dan terjalnya medan jalan setapak.

Melihat kondisi pendidikan di lereng Meratus ini, Wakil Ketua DPRD Balangan M Nor Iswan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di sana."Bahkan harusnya sekolah-sekolah ini jadi prioritas perhatian," tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi, selalu tidak bisa ditemui dan dihubungi via telepon.(ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 12:04

Kelas Inspirasi di Tiga Sekolah Sekaligus

BANJARBARU - Kelas Inspirasi, Selasa (21/11) kemarin diisi oleh tiga pimpinan perusahaan sekaligus di…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…

Kamis, 16 November 2017 14:12

Bripka Ronny Setiadi, Polisi yang Jual Tanah demi Beli Mobil Ambulans

Menolong seorang wanita hamil yang hampir tak dapat tumpangan ke rumah sakit, membuat Bripka Ronny Setiadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .