MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 15:12
Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Anak-Anak Bisa Tak Sekolah karena Bosan

TAK BANYAK PILIHAN: Anak-anak Meratus di sebuah sekolah di terpencil di Haruyan Dayak.

PROKAL.CO, Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran beraneka ragam, meliputi media visual, audio, audiovisual dan animasi, serta komputer, di Meratus, tak banyak cara guru dalam mengajar.

-----------------------------------

WAHYUDI, Balangan

-----------------------------------

Anak-anak di Meratus memang terkenal mempunyai semangat tinggi untuk pergi ke sekolah setiap harinya. Meski demikian, sebagian mereka harus menyerah dengan jarak. Anak-anak ini kemudian memilih untuk sehari sekolah sehari libur. Apalagi, jika pengajar tak memiliki cara lain dalam mengajar.

Lelu Dinata, seorang tenaga pengajar di SDN Terpencil di Desa Aniungan Kecamatan Halong menuturkan, tidak jarang ia mendapati kelas kosong, tidak ada satu pun dari tiga murid yang ia ajar masuk kelas."Kadang hanya mengajar satu orang murid, kadang dua, jarang sekali lengkap. Padahal cuma tiga orang murid," katanya.

Tidak dipungkiri Lelu, jarak yang jauh antar rumah muridnya dengan sekolah menjadi alasan utama tiga orang muridnya jarang terkumpul di dalam kelas.

Saat tidak satu pun murid yang datang, maka Lelu hanya sekedar menunaikan kewajiban mengisi absen di sekolah dan selebihnya duduk menganggur di ruang guru. Kalau beruntung, ia mengisi pelajaran di kelas yang gurunya tidak hadir.

Selain jarak, Lelu menilai, anak-anaknya bosan dengan proses pembelajaran yang setiap harinya hanya mendengarkan ceramahnya, tidak ada hal baru.

Untuk masalah ini, Lelu mengeluhkan minimnya sarana prasarana sekolah yang tidak dilengkapi peralatan penunjang proses belajar mengajar seperti laptop, listrik dan lain-lain. Dia harus terus berkreasi agar anak-anak bisa betah di sekolah.

"Kalau ada laptop kan setidaknya bisa memperkenalkan dunia luar kepada murid-murid lewat gambar dan video, untuk menambah motivasi siswa agar lebih giat belajar guna menengok dunia," tukasnya.

Semenjak pertama kali dibangun pada tahun 2007 silam, sampai saat ini 15 Sekolah Dasar Kecil (SDK) tersebar di daerah lereng Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Balangan.

Mulanya, program SDK ini benar-benar diharapkan mampu memberi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok, namun tampaknya tidak demikian.

Lokasi pembangunan SDK berada di tubir pegunungan Meratus. Lokasi ini berdampak pada sulitnya para anak-anak suku Dayak penghuni Meratus untuk menjangkau sekolah.

Bagi mereka yang dengan semangat tinggi tetap ingin mengenal huruf, harus menempuh perjalanan yang teramat jauh menerobos gelapnya hutan saat berangkat ke sekolah di pagi buta, melewati tubir, curamnya jurang dan terjalnya medan jalan setapak.

Melihat kondisi pendidikan di lereng Meratus ini, Wakil Ketua DPRD Balangan M Nor Iswan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di sana."Bahkan harusnya sekolah-sekolah ini jadi prioritas perhatian," tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi, selalu tidak bisa ditemui dan dihubungi via telepon.(ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .