MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 08 September 2017 15:12
Guru Sekolah Terpencil Keluhkan Minimnya Media Pembelajaran di Meratus

Anak-Anak Bisa Tak Sekolah karena Bosan

TAK BANYAK PILIHAN: Anak-anak Meratus di sebuah sekolah di terpencil di Haruyan Dayak.

PROKAL.CO, Daerah pedalaman tetap sulit untuk mendapatkan keadilan pemerataan pendidikan. Jika di kota, media pembelajaran beraneka ragam, meliputi media visual, audio, audiovisual dan animasi, serta komputer, di Meratus, tak banyak cara guru dalam mengajar.

-----------------------------------

WAHYUDI, Balangan

-----------------------------------

Anak-anak di Meratus memang terkenal mempunyai semangat tinggi untuk pergi ke sekolah setiap harinya. Meski demikian, sebagian mereka harus menyerah dengan jarak. Anak-anak ini kemudian memilih untuk sehari sekolah sehari libur. Apalagi, jika pengajar tak memiliki cara lain dalam mengajar.

Lelu Dinata, seorang tenaga pengajar di SDN Terpencil di Desa Aniungan Kecamatan Halong menuturkan, tidak jarang ia mendapati kelas kosong, tidak ada satu pun dari tiga murid yang ia ajar masuk kelas."Kadang hanya mengajar satu orang murid, kadang dua, jarang sekali lengkap. Padahal cuma tiga orang murid," katanya.

Tidak dipungkiri Lelu, jarak yang jauh antar rumah muridnya dengan sekolah menjadi alasan utama tiga orang muridnya jarang terkumpul di dalam kelas.

Saat tidak satu pun murid yang datang, maka Lelu hanya sekedar menunaikan kewajiban mengisi absen di sekolah dan selebihnya duduk menganggur di ruang guru. Kalau beruntung, ia mengisi pelajaran di kelas yang gurunya tidak hadir.

Selain jarak, Lelu menilai, anak-anaknya bosan dengan proses pembelajaran yang setiap harinya hanya mendengarkan ceramahnya, tidak ada hal baru.

Untuk masalah ini, Lelu mengeluhkan minimnya sarana prasarana sekolah yang tidak dilengkapi peralatan penunjang proses belajar mengajar seperti laptop, listrik dan lain-lain. Dia harus terus berkreasi agar anak-anak bisa betah di sekolah.

"Kalau ada laptop kan setidaknya bisa memperkenalkan dunia luar kepada murid-murid lewat gambar dan video, untuk menambah motivasi siswa agar lebih giat belajar guna menengok dunia," tukasnya.

Semenjak pertama kali dibangun pada tahun 2007 silam, sampai saat ini 15 Sekolah Dasar Kecil (SDK) tersebar di daerah lereng Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Balangan.

Mulanya, program SDK ini benar-benar diharapkan mampu memberi pemerataan pendidikan di seluruh pelosok, namun tampaknya tidak demikian.

Lokasi pembangunan SDK berada di tubir pegunungan Meratus. Lokasi ini berdampak pada sulitnya para anak-anak suku Dayak penghuni Meratus untuk menjangkau sekolah.

Bagi mereka yang dengan semangat tinggi tetap ingin mengenal huruf, harus menempuh perjalanan yang teramat jauh menerobos gelapnya hutan saat berangkat ke sekolah di pagi buta, melewati tubir, curamnya jurang dan terjalnya medan jalan setapak.

Melihat kondisi pendidikan di lereng Meratus ini, Wakil Ketua DPRD Balangan M Nor Iswan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang ada di sana."Bahkan harusnya sekolah-sekolah ini jadi prioritas perhatian," tandasnya.

Sayangnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Sulaiman Kurdi, selalu tidak bisa ditemui dan dihubungi via telepon.(ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .