MANAGED BY:
SENIN
20 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 10 September 2017 20:47
WOW! di Kalsel 161 Kebakaran Terjadi dalam Satu Hari

Penanganan Karhutla Kurang Koordinasi

Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalsel, Kolonel Armed, Syafei Kasni mengakui penanganan Karhutla masih kurang maksimal. Hal ini karena kurangnya koordinasi antar instansi satu dengan instansi lain. Khususnya dalam melakukan tindakan preventif.

Sejatinya, ketika koordinasi berjalan maksimal dan duduk bersama serta tak mengedapankan ego sektoral. Maka upaya menekan Kahutla di daerah ini akan berjalan optimal.

Syafei menyebut, seperti Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) yang tidak masuk dalam struktur Satgas ini. Padahal, kehadiran TRGD ini menurutnya, sangat berperan dalam penanganan Karhutla. "Upaya pencegahan harusnya tak setengah-setengah, harus terkoordinir dengan bagus untuk menangani dan mencegah Karhutla. Tak masuknya TRGD dalam Satgas ini ada satu yang terlompati," katanya saat lokakarya bersama TRGD Kalsel di Mercure, Banjarmasin, Sabtu (9/9) kemarin.

TRGD sendiri memiliki beberapa program dalam tindakan pencegahan Karhutla. Seperti, pembuatan sumur bor hingga pembangunan sekat kanal di beberapa titik lahan gambut di daerah ini. Nah, ketika pembuatan sumut bor dan pembangunan sekat kanal ini, ketika TRGD masuk dalam tim Satgas, maka ketika melakukan pekerjaan dapat berkoordinasi sehingga tepat sasaran.

"Ini yang terlompati. Kan tak mungkin TRGD jalan sendiri. Titik mana saja yang harus dibuat sumur bor dan sekat kanal. Ketika dilakukan koordinasi, upaya ini pun akan tepat sasaran. Hal ini agar pada saat penanganan insiden, petugas sudah tahu di mana ada sumur bor tersebut," tukasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 101/Antasari itu mengungkapkan, hingga Kamis (7/9) tadi, sudah terjadi 161 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalsel. Karhutla yang paling banyak terjadi ada di Kabupaten Tanah Laut, yakni sebanyak 42 kejadian. Disusul Kabupaten Banjar sejumlah 25 kejadian, Kabupaten Tapin 19 kejadian dan Kota Banjarbaru dengan 19 kejadian.

Dia menekankan, sumur bor ini memang diprioritaskan di wilayah Banjarbaru khususnya kawasan Bandara. Pasalnya, Bandara adalah titik vital yang harus dijaga seperti untuk menopang ekonomi di Kalsel hingga Kalteng. "Ketika terjadi kebakaran lahan dan hutan. Maka tak menutup kemungkinan muncul kabut asap yang berujung pada terganggunya penerbangan. Ini yang harus dihindari," tegasnya.

Di sisi lain, Danrem menyebutkan, kebakaran lahan di Liang Anggang Jumat (8/9) tadi, diduga lahan tersebut sengaja dibakar. "Titik itu paling sering. Motivasinya banyak, ada yang iseng ada yang memanfaatkan untuk pertanian. Tapi saya katakan itu akibat ulah manusia. Padahal kami sudah sering melakukan patroli, tapi ada saja ada yang melakukan," ujarnya.

Sementara, TRGD sendiri dikejar target 150 sumur bor hingga bulan Desember 2017 mendatang. Sumur bor ini harus terpasang untuk menopang lahan gambut menjadi hidup dan tidak kering. Sayangnya, dana untuk pembuatan sumur bor dan sekat kanal sendiri hingga kini belum cair dari pemerintah pusat.

"Kami optimis dapat diselesaikan oleh LPPM ULM sebelum akhir tahun. Dan dalam waktu dekat, pemerintah pusat sudah menjanjikan akan mencairkan dana untuk pembuatan sumur bor dan sekat kanal ini," terang Ketua Tim Badan Restorasi Gambut, Saut Nathan Samosir.

Untuk tindakan preventif di Bandara Syamsudin Noor, Saut menerangkan, tahun ini akan ditambah sumur bor sebanyak 50 sumur bor dan lagi. Bahkan, jumlah tersebut diyakini akan bertambah melalui donor. "Sebelumnya Pemko Banjarbaru mengajukan 250 sumur bor. Tapi, yang disanggupi baru 50 oleh deputi II TRGD Pusat. Tapi akan kami upayakan melengkapinya melalui donor," ujarnya. (mof/ay/ran)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 19 November 2017 10:42

Sopir Pingsan, Truk Kontainer Lompati Median Jalan

BANJARBARU - Pengguna jalan yang melintas di Jalan A Yani Km 23, Sabtu (18/11) kemarin dihebohkan…

Minggu, 19 November 2017 10:33

Ya Ampun, Tingginya Transaksi Narkoba di Serambi Mekkah

MARTAPURA - Kabupaten Banjar adalah penyangga Kota Banjarmasin, efeknya tentu beragam. Salah satunya…

Sabtu, 18 November 2017 13:12

Peti Kemas Berisi Rokok Dibobol Maling, Ratusan Juta Lenyap

BANJARMASIN - Rokok senilai ratusan juta rupiah di peti kemas area kawasan pelabuhan Trisakti Banjarmasin,…

Sabtu, 18 November 2017 13:09

Buron Satu Tahun, Akhirnya Penganiaya Fatmila Diringkus

RANTAU - Setelah hampir satu tahun lebih melarikan diri, akhirnya seorang pelaku penganiayaan berhasil…

Sabtu, 18 November 2017 13:04

Rumah Pengedar Sabu di Kuin Selatan Digerebek

BANJARMASIN - Lagi-lagi anggota Buser Polsekta Banjarmasin  Barat berhasil menangkap seorang …

Jumat, 17 November 2017 15:37

Razia Lagi di Eks Pembatuan, Dikira PSK, Ternyata Pelajar

BANJARBARU - Gadis 15 tahun hampir saja dibawa Satpol PP. Andai sang nenek, Sutirah tidak mati-matian…

Jumat, 17 November 2017 15:30

ASTAGFIRULLAH..!! Ayah Haus Seks, Anak Kandung Ditiduri, Kini Hamil 2 Bulan

KOTABARU - Jika sampai Melati akhirnya mengadukan ayahnya, artinya habis sudah kesabarannya. Selama…

Jumat, 17 November 2017 13:49

Digelar Dua Pekan, Operasi Zebra di Banjarbaru Jaring Ribuan Pengendara

BANJARBARU - Digelar selama dua pekan, operasi Zebra Intan 2017 Selasa (14/11) tadi telah berakhir.…

Jumat, 17 November 2017 11:40

Resahkan Warga Jalan Simpang Anem, Penjual Sabu Diringkus

BANJARMASIN - Ardian Noor (31) tak bisa berkutik saat tertangkap tangan membawa sabu oleh anggota Polsekta…

Jumat, 17 November 2017 11:27

Kaca Mobil Dipalu, Uang Pak Kades Rp100 Juta Raib

RANTAU - Warga desa Pematang Karangan Hulu,  kecamatan Tapin Tengah,  dikagetkan peristiwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .