MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 11 September 2017 12:06
Perjuangan Suratman dan Rusmi, Suami Istri Transmigran Batu Ampar

Pernah Berbulan-bulan hanya Makan Singkong

SUKSES: Pasangan suami istri Suratman dan Rusmi yang sukses setelah ikut program Transmigrasi.

PROKAL.CO, Andai mereka menyerahkan dan balik kembali ke daerah asalnya di Tuban, tentulah Tanah Laut tidak mengenal nama Edy Porwanto sebagai Ketua KONI Tala, atau Akhmad Rozi Komisioner KPU Tala. Sebab keduanya merupakan kakak beradik anak pasangan Suratman dan Rusmini, transmigran Desa Tajau Mulya Kecamatan Kecamatan Batu Ampar.

-----------------------------------------------------

ARDIAN HARIYANSYAH, Pelaihari

----------------------------------------------------

MEMUTUSKAN ikut transmigrasi empat puluh tahun silam ke Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalimantan Selatan untuk mengadu nasib, sempat ditentang keluarga. Kehidupan keras di tempat yang baru sempat membuat Suratman dan Rusmi hampir goyah.

Untuk mengunjungi lokasi Desa Tajau Mulya Kecamatan Kecamatan Batu Ampar ini dari Kota Pelaihari tidaklah sulit. Selain bisa diakses dengan menaiki kendaraan roda dua dan empat, pasangan suami istri ini merupakan orang tua dari Ketua KONI Tala Edy Porwanto dan juga sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Tala.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, 74 tahun, dia masih tampak sehat dan memiliki daya ingat yang cukup baik. Terbukti saat penulis meminta dia bercerita ketika mengikuti Transmigrasi pada era Presiden Suharto kala itu, Suratman begitu lancar mengisahkannya.

Dalam penuturannya, saat keinginan pertama kali mengikuti transmigrasi mendapat penentangan dari keluarga, namun sudah menjadi tekad dirinya mengikuti pembekalan dan pelatihan, agar kehidupan dapat berubah dari tempat kelahirannya di Desa Jati Mulya Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jawa Timur. "Kepergian saya bersama Istri dan anak ditangisi," kenangnya.

Ketika menginjakkan kaki di Bumi Kalimantan Selatan, saat itu kawasan yang menjadi pemukiman dirinya ini bernama lokasi Transmigrasi Tajau Pecah Blok B Kecamatan Jorong dan kini berubah menjadi Desa Tajau Mulya, dirinya terkejut apa yang diceritakan oleh pihak keluarga benar adanya, jika Kalimantan itu merupakan hutan dan sulit untuk mengadu nasib. Tetapi, itu tidak mematahkan semangatnya untuk tetap berada di lokasi transmigrasi.

Rombongan transmigrasi yang berjumlah 140 Kepala Keluarga itu menetap dan mendapat tempat tinggal beralas tanah, dan perkarangan serta lahan perladangan. "Dua tahun kami mendapat kebutuhan pokok," jelasnya.

Ternyata, tidak semudah dibayangkan kerja kerasnya sebagai transmigran selama dua tahun itu tidak terlihat perubahan. Sampai akhirnya dirinya bersama istri dan kelima anaknya hanya makan nasi jagung dan singkong selama berbulan-bulan. "Nasi saat itu merupakan makanan yang mewah," tuturnya.

Semangat baja, dan rasa optimis yang tinggi bersama warga transmigrasi lainnya, perubahan mulai terlihat saat lima tahun berjalan, warga transmigrasi sudah mampu merehab rumah. "Saya akhirnya mampu sekolahkan anak-anak," jelasnya.

Tidak berhenti di situ saja, dirinya pun masih bertanggung jawab terhadap kelima anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Di puncak pencapaiannya, Suratman bersama Istri pada tahun 2011 melaksanakan ibadah haji yang merupakan hasil dari kerasnya sebagai seorang transmigran.

Sukses pasangan suami istri ini tidak hanya dinikmati oleh keduanya, tapi juga dirasakan kelima anaknya seperti Akhmad Rokhim, Siti Rofiah, Akhmad Rozi, Rachmad, dan Edy Porwanto. Terbukti, Akhmad Rozi yang mampu menyelesaikan pendidikan S2, juga menjadi Komisioner KPU Tala, dan sebelumnya menjadi Anggota Banwas Tala periode sebelumnya.

Edy Porwanto juga meraih kesuksesan, selain menjadi Manajer Shop Dealer Yamaha Pelaihari, juga sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Tala, Ketua KONI Tala dan Wakil Ketua PMI Provinsi Kalsel. (by/ram)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:40

Ketika Mereka Melawan Kanker dengan Harapan

Besok (4/2) masyarakat dunia memperingati Hari Kanker. Inilah kisah Aisyah dan Burhanuddin, penderita…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…

Kamis, 01 Februari 2018 13:38

Menengok Perajin Ukiran di Pierre Tendean

Orang Banjar pasti tak asing dengan ram angin, les plang, hingga jamang yang terbuat dari kayu ulin.…

Rabu, 31 Januari 2018 14:29

Melukis dengan Kopi di Kedai Hudes

Masih ingat dengan liputan berjudul 'Mengangkat Derajat Kopi Pengaron'? Sang narasumber, pendiri Hudes…

Selasa, 30 Januari 2018 17:45

Ketika Warga "Demo" di Rumah Kepala Dinas Saat Jam Kerja

Entah karena lelah, banyak habis biaya pulang-pergi ke kota, sekelompok warga menumpahkan kekesalannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .