MANAGED BY:
SABTU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 11 September 2017 15:22
Penyair Joko Pinurbo Bicara Pajak Penulis di Banjarbaru

Akses Literasi Susah, Makanya Saya Mendukung Ibukota Pindah ke Kalimantan

SERIUS: Joko Pinurbo berbincang santai dengan para penulis Banjarbaru di balkon jembatan gedung kantor Dinas Perpustakaan.

PROKAL.CO, Komunitas Penulis Banjarbaru menghadirkan Penyair Joko Pinurbo ke Banjarbaru. Banyak hal yang dibincangkan terkait isu terkini dunia literasi nasional.

Mengenakan kemeja pendek warna krem bermotif kembang, Joko Pinurbo berbincang santai dengan para penulis Banjarbaru di balkon jembatan gedung kantor Dinas Perpustakaan. Penyair dan satiris yang namanya cukup kesohor ini mengkritik aturan pajak yang dikenakan pemerintah kepada para penulis. "Ini mengancam dunia literasi kita sebenarnya, kalau penulis-penulis itu berhenti, dunia literasi kita juga terancam mundur," ucapnya.

Jokpin - demikian nama populernya -mengatakan sebenarnya memang sudah jengkel mengikuti kabar-kabar tentang adanya pajak penulis ini. "Bayangkan, sudah royalti sedikit, mau diambil pula," ucapnya yang mendesak pemerintah harus memikirkan kembali permasalahan ini. "Harus ada keringanan,kalau bisa royalti ditambahi dan pajak dikurangi."

Bukan apa-apa. Jokpin menggambarkan kemajuan suatu negara bisa dilihat dari banyaknya para penulis dan penyair. Dia mencontohkan seperti negara-negara maju di dunia, misalnya Korea dan Jepang.

Di Indonesia, para penyair memang tumbuh. Tapi adanya pajak yang memangkas pendapatan para penulis dari karyanya ini membuat dunia literasi bisa mandek.

Belum lagi dengan adanya kesenjangan dunia literasi yang masih sangat berkiblat ke ibukota. Menurut Jokpin hal ini juga bahaya untuk pertumbuhan sastra. "Makanya saya mendukung waktu ada isu bahwa ibukota akan dipindah ke Kalimantan."

Jokpin sendiri beberapa waktu ini kerap menghadiri beberapa even literasi di daerah-daerah. Dia menilai sebenarnya karya-karya para penulis di daerah tidak kalah dengan ibukota. Hanya saja, relatif sedikit media yang bisa mengakomodir.

"Indonesia ini baru sebatas geografi," simpulnya ketika melihat belum adanya pemerataan atas akses-akses literasi di daerah-daerah. Kesenjangan akses inilah yang membuat dunia literasi di daerah kurang berkembang. "Semuanya numpuk di Jakarta," katanya.

Karena itu, perlu adanya infrastruktur sosial yang mendukung adanya iklim keberaksaraan yang baik di daerah. Hal ini bisa digerakkan oleh komunitas-komunitas penulisan yang didukung oleh pihak swasta dan pemerintah daerah.

Jokpin sendiri, Minggu (10/9) dihadirkan oleh Komunitas Penulis Banjarbaru untuk menggelar workshop puisi di Perpustakaan Banjarbaru.

Sandi Firly mengatakan Jokpin memang salah satu penulis yang unik yang perlu dihadirkan ke Banjarbaru. "Dia memiliki pengalaman yang bagus untuk para pemula," ucap novelis yang juga jurnalis ini. "Ini bagus untuk tumbuh-kembang dunia literasi kita."

Sekretaris Komunitas Penulis Banjarbaru Rika Hadi mengatakan pihaknya menghadirkan Jokpin untuk pengembangan literasi dan menjembatani kesenjangan antar pusat dan daerah dalam dunia literasi.

"Kita tahu bersama dunia literasi di Banjarbaru sangat bagus. Banyak penulia berbakat di sini, tetapi akses keluar terbatas. Nah, dengan adanya workshop ini, mereka bisa mengatakan ke dunia literasi luar bahwa dunia kepenulisan kita tidak kalah."(ran)


BACA JUGA

Kamis, 18 Januari 2018 18:57

Dibalik Kegagalan Rumah Sakit Idaman Meraih Akreditasi Bintang Lima

Dua spanduk besar bertuliskan "RSID Kita Semua, RSID Paripurna, RSID Yes! Yes! Yes!" terpasang di lobi…

Sabtu, 13 Januari 2018 15:10

Kisah Perajin Purun di Bahalayung, Rumput Tergusur Kelapa Sawit

Perajin  topi purun  masih bertahan,  meski bahan baku rumput mulai langka akibat tergusur…

Minggu, 07 Januari 2018 06:53
Featute

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 2)

KETIKA Hudes Coffee baru dibuka, Syam mengaku keteteran. Kini ia dibantu Ari Wahyu Fatikha Krisna, 23…

Minggu, 07 Januari 2018 06:46

Hudes, Kedai Pertama yang Menjual Kopi Asli Kalsel (Bagian 1)

Kafe manapun yang dimasuki, pertanyaannya selalu sama. Dari papan menu ada pilihan Kopi Aceh, Gayo,…

Sabtu, 06 Januari 2018 14:25

Pegiat Fan Art di Banjarmasin, Awalnya Hobi, Kini Jadi Bisnis

Pernah mendengar istilah fan art? Yap, seni menggambar yang tergolong anti mainstream. Hasil karya tak…

Jumat, 05 Januari 2018 11:46

Bripda Anna Meirina, Polwan yang Aktif di Dunia Olahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam hidup manusia. Pastinya bikin sehat jasmani dan rohani. Lebih dari…

Rabu, 03 Januari 2018 12:40

Serunya Menikmati Satu Jam Naik Bajaj Terbaru

“Bremm bremmm”… Itulah suara mesin bajaj yang baru beroperasi sepekan di Banjarmasin.…

Selasa, 02 Januari 2018 14:36

Cerita Sukses Psikolog Muda, Sekolah Psikolog Untuk Bantu Orang Sakit

Untuk mencapai kesuksesan tak harus menunggu tua. Kerja keras! Itu menjadi kunci utama. Hal itulah yang…

Jumat, 29 Desember 2017 15:40

Kisah-Kisah di Balik Penerjemahan Alquran Berbahasa Banjar

Bolehkah memakai kata ganti sidin untuk Allah? Apakah maha punya padanan kata dalam Bahasa Banjar? Pertanyaan-pertanyaan…

Jumat, 29 Desember 2017 15:23

Ini Pesan Buya Yahya di Masjid Agung Al Munawwarah

Masjid Agung Al Munawwarah, Kamis (28/12) kemarin dipadati ratusan jemaah. Kedatangan mereka untuk mendengarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .