MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 11 September 2017 15:22
Penyair Joko Pinurbo Bicara Pajak Penulis di Banjarbaru

Akses Literasi Susah, Makanya Saya Mendukung Ibukota Pindah ke Kalimantan

SERIUS: Joko Pinurbo berbincang santai dengan para penulis Banjarbaru di balkon jembatan gedung kantor Dinas Perpustakaan.

PROKAL.CO, Komunitas Penulis Banjarbaru menghadirkan Penyair Joko Pinurbo ke Banjarbaru. Banyak hal yang dibincangkan terkait isu terkini dunia literasi nasional.

Mengenakan kemeja pendek warna krem bermotif kembang, Joko Pinurbo berbincang santai dengan para penulis Banjarbaru di balkon jembatan gedung kantor Dinas Perpustakaan. Penyair dan satiris yang namanya cukup kesohor ini mengkritik aturan pajak yang dikenakan pemerintah kepada para penulis. "Ini mengancam dunia literasi kita sebenarnya, kalau penulis-penulis itu berhenti, dunia literasi kita juga terancam mundur," ucapnya.

Jokpin - demikian nama populernya -mengatakan sebenarnya memang sudah jengkel mengikuti kabar-kabar tentang adanya pajak penulis ini. "Bayangkan, sudah royalti sedikit, mau diambil pula," ucapnya yang mendesak pemerintah harus memikirkan kembali permasalahan ini. "Harus ada keringanan,kalau bisa royalti ditambahi dan pajak dikurangi."

Bukan apa-apa. Jokpin menggambarkan kemajuan suatu negara bisa dilihat dari banyaknya para penulis dan penyair. Dia mencontohkan seperti negara-negara maju di dunia, misalnya Korea dan Jepang.

Di Indonesia, para penyair memang tumbuh. Tapi adanya pajak yang memangkas pendapatan para penulis dari karyanya ini membuat dunia literasi bisa mandek.

Belum lagi dengan adanya kesenjangan dunia literasi yang masih sangat berkiblat ke ibukota. Menurut Jokpin hal ini juga bahaya untuk pertumbuhan sastra. "Makanya saya mendukung waktu ada isu bahwa ibukota akan dipindah ke Kalimantan."

Jokpin sendiri beberapa waktu ini kerap menghadiri beberapa even literasi di daerah-daerah. Dia menilai sebenarnya karya-karya para penulis di daerah tidak kalah dengan ibukota. Hanya saja, relatif sedikit media yang bisa mengakomodir.

"Indonesia ini baru sebatas geografi," simpulnya ketika melihat belum adanya pemerataan atas akses-akses literasi di daerah-daerah. Kesenjangan akses inilah yang membuat dunia literasi di daerah kurang berkembang. "Semuanya numpuk di Jakarta," katanya.

Karena itu, perlu adanya infrastruktur sosial yang mendukung adanya iklim keberaksaraan yang baik di daerah. Hal ini bisa digerakkan oleh komunitas-komunitas penulisan yang didukung oleh pihak swasta dan pemerintah daerah.

Jokpin sendiri, Minggu (10/9) dihadirkan oleh Komunitas Penulis Banjarbaru untuk menggelar workshop puisi di Perpustakaan Banjarbaru.

Sandi Firly mengatakan Jokpin memang salah satu penulis yang unik yang perlu dihadirkan ke Banjarbaru. "Dia memiliki pengalaman yang bagus untuk para pemula," ucap novelis yang juga jurnalis ini. "Ini bagus untuk tumbuh-kembang dunia literasi kita."

Sekretaris Komunitas Penulis Banjarbaru Rika Hadi mengatakan pihaknya menghadirkan Jokpin untuk pengembangan literasi dan menjembatani kesenjangan antar pusat dan daerah dalam dunia literasi.

"Kita tahu bersama dunia literasi di Banjarbaru sangat bagus. Banyak penulia berbakat di sini, tetapi akses keluar terbatas. Nah, dengan adanya workshop ini, mereka bisa mengatakan ke dunia literasi luar bahwa dunia kepenulisan kita tidak kalah."(ran)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 10:21

Kisah Kehidupan Tak Layak di Kolong Jembatan Antasari

Di bawah kolong Jembatan Antasari, tinggal menetap enam janda dengan keseharian sebagai pengemis. Memiliki…

Rabu, 18 Juli 2018 16:58
Menyaksikan Pementasan Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel di Yogyakarta (3-Habis)

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Selasa, 10 Juli 2018 14:13

Kisah Buruh Kasur Kapuk Pasar Ujung Murung

Di sebuah gudang bekas toko tua, Guriyah (55) tampak sibuk. Duduk berselonjor, tangannya meraih tumpukan…

Senin, 09 Juli 2018 11:19

Cake Decorator Asal Banjarmasin, Beri Pelajaran Gratis untuk Konsumen

Menghias kue biasanya dilakukan oleh kaum hawa. Berani tampil beda, Ahmad (42) menekuni profesi cake…

Sabtu, 07 Juli 2018 16:07

Begini Proses Produksi Gulali Khas Amuntai yang Terkenal

Gula batu atau gulali merupakan permen tradisional khas Amuntai. Untuk membuatnya, diperlukan keterampilan,…

Kamis, 05 Juli 2018 15:06

WOW, Sebulan Paman Odong-Odong Bisa Nabung Rp 9 Juta

Kebahagiaan anak-anak itu sederhana. Cukup bisa naik odong-odong. Kebahagiaan operatornya tidak sesederhana…

Kamis, 05 Juli 2018 14:21

Sulitnya Kesempatan Kerja untuk Penyandang Disabilitas

Merekrut pekerja difabel bukanlah ide beken. Ongkos kerja yang mahal hingga sempitnya wawasan para pemberi…

Senin, 02 Juli 2018 15:06

Gerakan From Zero To Hero, Bina Anak Jalanan dan Pengamen

Membina anak jalanan dan pengamen bukanlah urusan enteng. Namun, sekelompok pemuda terpelajar memilih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .