MANAGED BY:
KAMIS
23 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 12 September 2017 15:22
Lihat Nih.. Perfilman Banua Makin Menggeliat
KENALI ALAT: Peserta mengenali alat-alat dalam pembuatan film seperti kamera DSLR.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Benny Kadarhariarto, praktisi perfilman nasional serta penggagas DSLR Cinematography Indonesia memprediksi, sektor perfilman bakal menjadi masa depan industri kreatif yang bisa membuahkan pendapatan daerah jika diperhatikan dan dikelola dengan baik oleh berbagai pihak.

"Bukannya tanpa alasan, hal ini terlihat dari munculnya penggerak-penggerak film di tingkat lokal yang karyanya bisa diperhitungkan," kata dia.

Menurut Benny, semangat lokalitas yang diusung oleh sineas-sineas di daerah dapat menjadi acuannya. "Kita bisa melihat contoh film Uang Panai yang digagas oleh sineas Makassar," kata dia.

Film Uang Panai sendiri adalah film lokal berlatar belakang kebudayaan daerah yang berhasil tembus dalam Box Office Indonesia. Film ini menceritakan seorang lelaki yang kembali bertemu dengan mantan kekasihnya. Lelaki tersebut kemudian ingin menikahinya.

Namun, niatnya untuk menikahi wanita tersebut terhalang. Sebabnya, pihak orang tua sang wanita memberikan syarat: harus membayar uang panai atau mahar yang tak sedikit.

Menurut Benny, film berlatar belakang kebudayaan daerah seperti Uang Panai dapat menjadi contoh bagi sineas-sineas di Banua untuk memproduksi film dengan semangat lokalitas.

"Tak mesti temanya sama seperti Uang Panai, akan tetapi, lebih dari itu, pasti ada beberapa kebudayaan-kebudayaan daerah yang bisa diangkat dalam sebuah film," ujarnya.

Namun, tentunya pergerakan film di Indonesia, khususnya di Banua harus didukung oleh para pemangku kebijakan setempat. "Para pemangku kebijakan harus lebih jelas memberikan sosialisasi bagaimana pajak untuk perfilman lokal, kementrian atau dinas yang menaunginya juga harus lebih jeli juga memberikan beragam fasilitas kepada sineas-sineas lokal," kata dia.

Dengan cara ini,  tentunya film-film lokal yang ada di daerah bisa bersaing dan dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Senada dengan Benny, akademisi ilmu komunikasi FISIP ULM, Muhammad Alif, sineas-sineas lokal harus mendapat dukungan penuh dari para berbagai pihak.

Khususnya, para sineas yang masih muda seperti kalangan mahasiswa atau pelajar. Menurutnya potensi sineas muda jauh lebih besar untuk bersaing lantaran mereka dapat memberikan berbagai pemikiran-pemikiran baru dalam pengambilan gambar serta ide cerita. (mr-149/by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…

Sabtu, 18 November 2017 14:25

Heboh, Video Istri Polisi Grebek Suami di HBI, ini Kata Kapolda

BANJARMASIN - Video amatir berdurasi 23 detik ini menggegerkan jagat media sosial Banua. Seorang istri…

Jumat, 17 November 2017 11:46

Sensasi Sesungguhnya Wisata Susur Sungai di Banjarmasin

Wisata susur sungai gencar dipromosikan Pemko Banjarmasin. Seperti apa sesungguhnya sensasi berwisata…

Kamis, 16 November 2017 12:10

Berawal dari Kreativitas Anak-anak, Komplek Mekatama Makin Indah

BANJARBARU - Terinspirasi keindahan Kampung Pelangi dan Kampung Pejabat, sebagian masyarakat Banjarbaru…

Jumat, 10 November 2017 11:39

Marasnya ai..!! Mau Nikah Malah Batal Karena Positif HIV

BANJARBARU - Menikah mestinya menjadi momen membahagiakan, tapi tidak bagi empat calon pengantin asal…

Kamis, 09 November 2017 11:55

Mahasiswi Bisnis Burung Belibis dengan Omset Jutaan

BANJARBARU - Bisnis kuliner memang bisnis yang menjanjikan jika diseriusi dengan benar.  Pasalnya,…

Rabu, 08 November 2017 12:30

Tambah Keren, Air Mancur Akan Dibangun di Danau Seran

BANJARBARU - Tempat wisata Danau Seran terus berbenah, ada banyak fasilitas baru yang sudah ditambahkan…

Selasa, 07 November 2017 10:36

Belajar di Lereng Merapi

BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama…

Minggu, 05 November 2017 12:35

Taman Ramah Anak di Bawah Jembatan Banua Anyar ini Lagi Ngetren Loh

Taman ramah anak dinamai teknis agak rumit: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Banua Anyar. Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .