MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 12 September 2017 15:55
Hakim Minta Sangkur Dititipkan

PROKAL.CO,  

BANJARBARU - Ruang sidang Pengadilan Negeri Banjarbaru disesaki puluhan anggota TNI, kemarin pagi (11/9). Mereka datang demi mendengar pembacaan tuntutan jaksa. Terkait kasus penusukan yang hampir menewaskan Prada Muklis Dimas Prakoso.

Semua bangku penuh terisi, banyak yang terpaksa berdiri. Tak sedikit yang menunggu di luar pintu ruang sidang. Untuk berjaga-jaga, Hakim Ketua Mochamad Umaryaji sampai-sampai harus mengingatkan agar pistol atau sangkur untuk dititipkan lebih dulu ke panitera sebelum sidang dimulai.

Prada Dimas adalah anggota Batalyon Infanteri 623/BWU yang bermarkas di Sungai Ulin, Banjarbaru Utara. Pemuda 22 tahun itu dikeroyok dua terdakwa pada bulan Ramadan lalu, tepatnya Minggu (18/6) dini hari.

Terdakwa adalah Haris Rahman dan Muhammad Bahrul Ilmi alias Ayul. Berbagi satu borgol, keduanya mengenakan baju koko warna putih. Haris mengenakan peci hitam, sedangkan Bahrul peci putih. Muka pemuda asal Liang Anggang itu tampak kuyu.

Ayul tertangkap tak lama setelah insiden. Sedangkan Haris sempat berhari-hari bersembunyi di rumah pamannya di Asam Asam, Tanah Laut. Saat diringkus Resmob Polda Kalsel, kaki Haris dua kali ditembak polisi karena mencoba kabur.

Dijadwalkan jam 10 pagi, sidang sempat molor satu jam. Sidang sendiri berlangsung singkat, sekitar 15 menit. Hingga Jaksa Penuntut Umum Muhammad Indra rampung membacakan tuntutannya. "Saudara Haris dituntut penjara sembilan tahun dan Bahrul enam tahun," ujarnya.

Kurungan sembilan tahun dalam Pasal 170 KUHP merupakan sanksi maksimal. Terkait tindak pidana pengeroyokan di muka umum yang menyebabkan luka berat. Berbeda dengan tuntutan terdakwa kedua karena jerat Pasal 351 KUHP untuk tindak pidana penganiayaan.

Mengapa jaksa menuntut hukuman maksimal, karena sebelumnya Haris juga pernah ditangkap polisi untuk kasus serupa. "Dalam kasus pengeroyokan sebelumnya, korbannya bahkan tewas. Ini menjadi pertimbangan yang memberatkan saudara terdakwa," ujarnya.

Selisih tuntutan juga karena peran keduanya berbeda. Bahrul bantu memukul, sementara Haris lah yang menusukkan belati sepanjang 17 sentimeter ke tubuh korban. Hingga korban menderita lima luka tusuk yang membahayakan nyawa.  

Ketika diberi hakim kesempatan untuk berbicara, Bahrul dan Haris berbicara dengan pelan dan singkat. "Saya memohon keringanan hukuman," kata Bahrul lirih. "Saya akan membuat pembelaan tertulis," sambung Haris.

Hakim Umaryaji lantas menskors sidang hingga sepekan, memberi kesempatan terdakwa membuat pembelaan. "Saudara punya hak membela diri. Sidang saya skor hingga Senin depan dengan agenda pembacaan tuntutan," kata Umaryaji seraya menjatuhkan palu.

Meski banyak rekan Prada Dimas yang tak puas dengan tuntutan tersebut, mereka bersikap tertib. Hening sepanjang sidang dan keluar begitu palu diketuk. (fud)


 


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 15:24

Begini Suasana Sidang Perdana Kasus Suap PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN –  Mantan Dirut PDAM Muslih dan Manajer Keuangan Trensis disambut keluarga dan…

Jumat, 24 November 2017 15:11

Heboh..!! Tamuan Mayat Tertutup Ranting di HSU

AMUNTAI - Warga Desa Rantau Karau Hulu, Sungai Pandan Hulu Sungai Utara dibuat pusing atas hilangnya…

Jumat, 24 November 2017 14:25

TNI Latihan Kesiapsiagaan Karhutla

BANJARBARU – Korem 101/Antasari selama lima hari, menggelar latihan kesiapsiagaan penanggulangan…

Kamis, 23 November 2017 13:34

BRAAK..! Ditabrak Saat Menyeberang Jalan

KANDANGAN - Tak berhati-hati menyeberang jalan, akibatnya sangat berbahaya. Seperti yang dialami…

Rabu, 22 November 2017 12:46

Besok, Sidang Kasus Suap PDAM Bandarmasih Digelar

BANJARMASIN – Persidangan kasus suap PDAM Bandarmasih yang menghebohkan publik Banua akan segera…

Rabu, 22 November 2017 09:57

Kabel Milik Telkom Diembat, Eh Apes Malah Kepergok

BANJARMASIN - Dua pencuri kabel milik PT Telkom bernasib sial. Mereka tertangkap pekerja lepas perusahan…

Selasa, 21 November 2017 11:23

Satpolair Ringkus Penjual Zenith Spesialis Awak Kapal

MARABAHAN - Jajaran Satpolair Polres Batola berhasil meringkus RU (44), seorang penjual pil koplo yang…

Selasa, 21 November 2017 11:11

Ngeri..!! Anak Dibawah Umur Bawa Samurai, Mau Tawuran?

BANJARMASIN – Seorang remaja tertangkap tangan membawa senjata tajam (Sajam) jenis samurai, Minggu…

Senin, 20 November 2017 12:24

Delapan Remaja Mabuk di Kelurahan Cempaka Diamankan

BANJARBARU - Delapan remaja, Sabtu (18/11) dinihari tadi diamankan aggota Polsek Banjarbaru Timur. Mereka…

Senin, 20 November 2017 11:12

Kasus TKA Conch Terlindas, Sopir Loader Kini Tersangka

TANJUNG - Akhirnya proses penyelidikan Polres Tabalong menetapkan kesimpulan terkait tewasnya tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .