MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 13 September 2017 09:52
Kejar Target Pasang Sumur Bor dan Sekat Kanal

Lahan Warga Menjadi Sandungan

RAWAN TERBAKAR: Kebakaran lahan beberapa waktu lalu

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tiga kabupaten di Kalsel akan dipasangi sumur bor dan sekat kanal dalam rangka penanganan lahan gambut di daerah tersebut. Sesuai rencana Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat, tiga kabupaten itu adalah Barito Kuala (Batola), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Di Batola, fasilitas ini akan dipasang di kecamatan Kuripan yang terdiri dari 5 desa, Asia Baru, Jarenang, Kabuau, Jambu dan Desa Baru. Sedangkan di Kabupaten HSS ada di Kecamatan Daha Barat dan Daha Selatan. Di HSU sumur bor dan sekat kanal rencananya akan dikerjakan di Kecamatan Danau Panggang dan Amuntai Selatan.

Jumlah sumur bor yang akan dipasang sebanyak 125 serta 200 sekat kanal. Untuk memasang semua itu, Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ULM, ditarget akhir Desember mendatang harus selesai.

Sosialisasi menjadi permasalahan. Meski telah ditentukan, di beberapa titik daerah yang akan dipasang sumur bor dan sekat kanal tersebut, masih belum dilakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Melihat waktu yang tersisa hanya tinggal 3 bulan ini, realisasi penanganan lahan gambut untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan dengan pemasangan sumur bor serta sekat kanal ini, diragukan tercapai.


Koordinator Pusat Studi Kebencanaan ULM yang ditunjuk oleh LPPM Unlam, Rosalina Kumalawati mengakui, persoalan waktu yang mepet ini dapat membuat pekerjaan ini bisa tak selesai. Menurutnya, titik lahan gambut yang didapat ditetapkan oleh BRG pusat ada yang berada di lahan masyarakat. Pastinya perlu sosialisasi dan izin dari pemilik lahan tersebut.

"Ketika kami survei, lokasi sumur bor dan sekat kanal yang ditetapkan oleh BRG ada beberapa lahan yang masuk di lokasi milik masyarakat. Bahkan, ada yang dibudidayakan di lahan tersebut. Belum tentu mereka bersedia," ungkap Rosliana.

Dia memberi contoh seperti di Desa Kuripan, Batola. Di sana titik pemasangan sekat kanal dan sumur bor ada di lokasi sawit. "Ini yang perlu sosialisasi lebih dahulu sebelum dilakukan pekerjaan," imbuhnya.

Dari tiga kabupaten tersebut, dia membeberkan, hanya Kabupaten Batola dan HSS yang sudah disurvei secara langsung penempatan lokasi sumur bor dan sekat kanal.

Sedangkan di Kabupaten HST, pihaknya masih belum melakukan survei. "Titik di Kabupaten HSU kami masih belum tahu. Soalnya baru Jumat lalu diputuskan lokasinya. Harusnya perlu waktu lama. Permasalahannya soal waktu. Tinggal tiga bulan," sebutnya.

Yang juga menjadi permasalahan adalah dana untuk pembangunan sendiri hingga saat ini belum cair dari pemerintah pusat melalui BRG.

Ketua Tim Badan Restorasi Gambut, Saut Nathan Samosir menerangkan, seusai perbincangan pihaknya dengan deputi BRG belum lama tadi, dana tersebut dijanjikan paling lambat dua minggu sejak awal pekan tadi akan dikucurkan, sehingga dapat dikerjakan program ini demi revitalisasi lahan gambut. "Melihat waktu tinggal tiga bulan, kami yakin saja LPPM ULM dapat menyelesaikan," kata Saut singkat.

Di sisi lain, Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan Kalsel, Kolonel Armed, Syafei Kasno mengingatkan, titik pemasangan sumur bor dan sekat kanal harus tepat sasaran dan dikomunikasikan kepada masyarakat sekitar danaparat yang ada disana.

Sehingga ketika penanganan insiden, masyarakat hingga Satgas Karlahut sudah tahu dimana titiknya. "Kalau tak dikoordinasikan dan malah jauh dari titik api yang sering terjadi kebakaran, malah akan mubazir," ingat Syafei. (mof)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Juli 2018 17:09

Kapolres Kotabaru: Kalau Kami Diam, Akan Terjadi Perang Antar Massa di Pulau Laut

KOTABARU - Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Suhasto menghela nafas panjang. Dia menyayangkan…

Sabtu, 21 Juli 2018 06:49

Modus Tukang Salon, Ternyata Jadi Pengedar Sabu

BANJARMASIN – Nasib Abdul  Hakim alias Hakim (51) berakhir di tangan personel Satresnarkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 14:24

Ratusan Wakar Penunggu Lahan Sengketa Diamankan

KOTABARU - Lahan di kaki Pegunungan Sebatung perbatasan Desa Sungup dan Desa Selaru Kecamatan Pulau…

Jumat, 20 Juli 2018 10:19

Maling Greget..!! Motor Milik Petugas Dishub Diembat, Pelaku Diduga Wanita

BANJARMASIN - Curanmor tak pandang siapa calon korban dan di mana tempat beraksinya. Ada kesempatan,…

Jumat, 20 Juli 2018 10:06

Dewan Setuju Pemilik 20 Kilogram Sabu Dihukum Mati

BANJARMASIN - Ditemukannya 20 kilogram sabu dari tangan dua pelaku yang ditangkap Direktorat Serse Narkoba…

Jumat, 20 Juli 2018 09:50

Belasan Koli Rokok Ilegal Disita Polsek KPL

BANJARMASIN - Sebanyak 14 koli rokok tanpa pita cukai disita aparat  Polsek Kawasan Pelabuhan Laut…

Jumat, 20 Juli 2018 09:46

Maling Komputer di Kantor Bupati HSU Diciduk

AMUNTAI - Entah apa yang terbenak dipikiran MI (21),  warga Desa Jaran Kuantan Rt 04 Kecamatan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:20

Polda Kalsel Lakukan Penyuluhan Larangan Tangkap Ikan Gunakan Setrum

KANDANGAN – Di daerah perdesaan masih sering didengar masyarakat mencari ikan dengan menggunakan…

Kamis, 19 Juli 2018 09:17
BREAKING NEWS

Malang..! Penumpang Kapal Berusia 60 Tahun, Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Penumpang Kapal KM Samudera 1 yang sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, ditemukan…

Rabu, 18 Juli 2018 15:34

Mantan Kades Penyeleweng Dana Desa di Balangan Akhirnya Divonis

BANJARMASIN – Rahmansyah diadili lantaran menyelewengkan anggaran dana desa. Mantan Kepala Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .