MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 13 September 2017 09:56
Nah Lo.. Gugatan 13 ASN Kotabaru Dikabulkan

Melawan, Bupati Kotabaru Pilih Banding

PERJUANGAN PANJANG: Para pejabat sujud syukur usai hakim PTUN Banjarmasin mengabulkan tuntutan 13 pejabat Pemkab Kotabaru.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Ini peringatan bagi kepala daerah. Jangan sembarangan memindah-mindah pegawai. Jika pegawai tak puas, dia bisa menggugat keputusan kepala daerah melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan bisa menang!

Setidaknya itulah nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang difungsionalkan oleh Bupati Kotabaru Sayed Jafar. Gugatan yang dilakukan 13 ASN Kotabaru di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin akhirnya dimenangkan oleh penggugat.

Sontak keputusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim Alponteri Sagala SH dan dua hakim anggota Luthfi Ardhian sH dan Slamet Riyadi SH pada Selasa (12/9) menjadi kabar yang menggembirakan para ASN. Bahkan mereka melakukan sujud syukur di dalam ruang sidang.

Dalam keputusannya hakim mengabulkan gugatan penggugat, yaitu membatalkan SK Bupati Nomor 824/001/BKPPD tertanggal 4 Januari 2017. Kemudian menghukum tergugat untuk merehabilitasi nama baik dan kedudukan penggugat seperti semula dan menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara Rp260.100.

“Dengan hasil putusan itu artinya, bupati wajib mengembalikan jabatan ke 12 ASN seperti semula dan mengembalikan semua fasilitas yang menjadi haknya,” tandas kuasa hukum penggugat Bujino A Salan.

Bujino berharap hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pejabat yang mengeluarkan suatu kebijakan, agar lebih berhati hati. Karena dalam suatu pemerintahan itu tentu ada aturan dan ketentuan yang tidak boleh dilanggar.

Setelah adanya keputusan ini, lanjut Bujino, bisa saja pihak tergugat merasa keberatan dengan hasil putusan dan melakukan upaya hukum banding. “Tapi menurut saya alangkah baiknya bupati melaksanakan putusan hakim, sehingga tidak berkepanjangan, karena ini juga untuk kepentingan Pemerintah Kabupaten Kotabaru agar dapat berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Salah satu ASN yang menggugat, Sugianoor meminta agar marwah dan martabat ASN kembali dipulihkan. "Sebab kemenangan kami ini bukan hanya untuk 13 ASN saja tapi kemenangan seluruh ASN yang sudah dizalimi oleh pimpinan daerah," ucapnya.

Sugianoor menilai apa yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kotabaru karena pemimpin daerah tidak memiliki wawasan terkait pemerintahan. Karena itu dia berharap ke depan apabila ada pimpinan pemerintahan harus dilihat terlebih dahulu bagaimana latar belakangnya.

“Kami meminta apabila ada pimpinan pemerintah harus dilihat uji kompetensi terhadap pemerintahan, latar belakang pendidikan, pengalaman berorganisasi dan pengalaman bidang pemerintahan,” tegasnya.

Humas PTUN Banjarmasin, Slamet Riyadi SH mengatakan upaya hukum masih terbuka. "Bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan keputusan pengadilan tingkat pertama silahkan melakukan upaya hukum sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, itu hak semua orang yang tidak bisa kita batasi. Mereka dapat mengajukan banding ke PTUN Jakarta, karena kita di wilayah mereka,” tambahnya.

Sekda Kotabaru Said Akhmad mengatakan Bupati Kotabaru memang berencana banding soal putusan itu. "Saya baru ditelepon Kabag Hukum tentang itu," ucapnya seraya mengatakan keputusan sidang PTUN belum bisa dijalankan karena masih ada upaya hukum. "Kan begitu? Karena masih mau banding lagi. Jadi bisa dibilang belum final," ujarnya.

Said Akhmad mengatakan jika pun kalah nanti, pihaknya akan terus melawan melalui jalur hukum. "Kalau di sana (PTUN Jakarta) kalah juga maka masih ada banding lagi ke MA. Nah kalau di MA kalah baru final," tambahnya.

Mengenai rencana itu, salah seorang ASN fungsional, Cipta Waspada, mengatakan, mereka tidak masalah jika bupati banding. "Kan memang masih ada peluang itu. Kami ya taat saja sama hukum. Silakan saja jalankan mekanismenya," kata Cipta.

Namun Cipta menyanggah ucapan Sekda kalau banding bisa ke MA. "Kami sudah koordinasi sama pengacara banding bisa sekali saja, dan itu pun paling lama 3 bulan waktunya. Karena PTUN ini beda dengan pidana. Materinya tetap saja, tidak berubah, saksinya ya itu-itu saja," akunya. (zal/gmp/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:13

MABUK BANG? Korban Kecelakaan ini Ditolong Warga Malah Ngamuk

BANJARMASIN - Telah terjadi Laka lantas tunggal di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jalan Brigjen…

Rabu, 13 Juni 2018 12:51

Warga Kelayan Dihebohkan Temuan Mayat Mengapung Disungai

BANJARMASIN – Warga Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan tiba-tiba heboh. Penyebabnya, ditemukan…

Selasa, 12 Juni 2018 13:36

Diduga Karena ini Karyawan Ritel Indomaret Nekat Curi Uang dengan Sajam

BANJARBARU - Menjelang lebaran, aksi kriminal di Kota Banjarbaru patut diwaspadai. Kemarin (11/6) pagi,…

Senin, 11 Juni 2018 15:41

Buruh PLTU di Tabalong Terciduk Edarkan Sabu

Buruh PLTU di Tabalong Ketangkap Ngedar Sabu TANJUNG - Puasa-puasa begini masih saja ada orang yang…

Senin, 11 Juni 2018 12:22

Gak Malu-Malu Lagi, Ada Carnophen di Platform Jual Beli Online

Peredaran narkotika jenis Carnophen punya gaya baru. Jauh lebih gila, para pengedarnya mulai nekat terang-terangan…

Senin, 11 Juni 2018 11:56

Puluhan Pembalap Liar di Perkantoran Pemprov Kalsel Diamankan

BANJARBARU - Hingga menjelang Lebaran, aktivitas balapan liar ternyata masih belum habis. Sabtu (9/6)…

Senin, 11 Juni 2018 11:27

Kasihannya..! Sering Sakit-sakitan, Wartawan ini Akhirnya Meninggal di Lapas

KOTABARU - Masih ingat dengan pewarta Yusuf yang ditahan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik?…

Senin, 11 Juni 2018 11:09

Sering Memasak untuk Masjid, Pelaku Dikenal Baik Oleh Warga

BANJARMASIN - Zen, pemilik rumah tempat Riyad tinggal mengatakan dia meminjamkan rumah untuk ditinggali…

Senin, 11 Juni 2018 11:00

Riyad Tega Membunuh Istrinya Diduga Terpengaruh 'Obat Jin'

BANJARMASIN - Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya bisa meringkus pelaku pembunuhan Linda.…

Senin, 11 Juni 2018 10:41

Ironis..!! Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Box itu Suaminya Sendiri

MARTAPURA – Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk  heboh. Ratusan warga mendatangi  Musala Al…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .