MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 15 September 2017 15:49
Perairan Rawa HSU Rawan Terjadi Konflik, ini Alasannya
POTENSI KONFLIK - Perairan rawa Kabupaten HSU yang berbatasan dengan HST dan HSS rentan memunculkan konflik antar nelayan.

PROKAL.CO, AMUNTAI – Luas perairan rawa yang mencapai 84 persen dari luas daratan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menyimpan potensi ikan air tawar yang bernilai ekonomi tinggi. Namun kelebihan itu seperti menyimpan bom waktu yang dapat meledak kapan saja.

Gesekan antara nelayan 'nakal' dengan Kelompok Pengawas Perikanan atau Pokwasmas mulai meruncing. Tak ingin hal buruk terjadi di wilayah perairan rawa HSU seperti praktik illegal fishing, Dinas Perikanan HSU lebih memilih jalur persuasif.

Tim Pokwasmas pernah menerima ancaman, baik secara verbal maupun fisik. Bahkan sampai berbuntut pada aksi demonstrasi warga pada tahun 2011 lalu.

Kepala Dinas Perikanan H Suryani melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengendalian Perikanan Tangkap HSU Ir Ismarlita, mengatakan, kasus illegal fishing seperti penyetruman ikan di perairan rawa rentan terjadi.

"Kami punya wewenang menangkap dan menyita alat penyetruman yang digunakan. Sebab tim Pokwasmas terdiri dari warga peduli lingkungan, pegawai kami dan aparat Polsek yang ada," katanya pada Radar Banjarmasin baru-baru ini.

Meski ada upaya tegas, Ita juga mengakui bidangnya juga melakukan pendekatan lewat edukasi pada nelayan dengan anjuran untuk menangkap dengan alat ramah ekosistem. Bahkan saat ini, lewat penyuluhan hukum dan peningkatan SDM nelayan, muncul kesadaran untuk tidak melanggar hukum.

"Kabar baiknya konflik antar warga dan petugas Tim Pokwasmas sekarang jarang terjadi," ungkapnya.

Secara terpisah, Agus Heriyadi selaku Kasi Pengendalian Sumber Daya Perikanan HSU mengatakan, selaku pegawai yang membina Pokwasmas di HSU, tidak menampik persoalan konflik antara nelayan dan kelompok yang dibinanya pernah terjadi. Bahkan sempat menimbulkan aksi demonstrasi menuntut rekan mereka (penyetrum) dibebaskan. "Jika kondisinya tidak memungkinkan, keselamatan lebih diutamakan untuk menghindari jatuhnya korban baik dari kedua belah pihak," kata Agus.

Disinggung seputar kejadian konflik perikanan yang pernah ditanganinya, pria yang juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mengaku pernah menangani konflik yang cukup berat, terjadi pada Mei 2011, di mana saat itu timnya (anggota masyarakat, dinas perikanan dan aparat kepolisian) menangkap pelaku illegal fishing kalau tidak salah di wilayah Kecamatan Babirik.

"Sempat ada demo menuntut rekannya dibebaskan. Namun atas dasar hukum, tuntutan tersebut tidak kami kabulkan dan melanjutkannya ke proses hukum," tegasnya.

Sejak kejadian besar tersebut, aksi penertiban pelaku illegal fishing tak pernah lagi berujung pada aksi warga melawan aparat, tambahnya.

Untuk Red Zone atau Zona Merah kejadian illegal fishing lebih banyak terjadi di sekitar Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) Babirik dan Amuntai Selatan. "Desa Durait Hulu dan Hilir yang berbatasan dengan Mentaas Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan perairan rawa Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sangat riskan terjadi. Semoga aksi konflik di Bangkau menandai berakhirnya penyetruman dan kembali menjadi nelayan yang baik yang ramah terhadap ekosistem air," harapannya.

Sebab, ekosistem dan kekayaan hayati yang hidup di perairan rawa baik HSU dan daerah tetangga menjadi warisan bagi anak cucu nantinya, pesannya menutup.

Sementara itu, Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK, mengatakan, bahwa pendekatan jajaran melewati tokoh-tokoh masyarakat dan edukasi aparat kepolisian fungsi Polair dan Bhabinkamtibmas kepada warga untuk tidak melakukan aksi illegal fishing jadi tujuan utama. "Edukasi hukum, nelayan dapat mengetahui apa saja yang boleh dan tidak dilakukan dalam menangkap ikan di perairan ini," singkatnya.

Sementara itu, Ketua DPRD HSU H Sahrujani, menilai upaya pencegahan dan penyelamatan anggota tim Pokwasmas menjadi hal utama. Agar tidak sampai terjadi konflik dan jatuh korban jiwa. Tahun ini melalui anggaran perubahan, Disnan setempat, telah berupaya memasukkan anggaran untuk peningkatan sarana pengawasan yakni pembelian drone.

"Selama berhubungan dengan penyelamatan ekosistem perairan kami. Termasuk masalah keamanan dan kelangsungan warga dalam mencari nafkah di perairan ini, kami akan mendukung pihak Disnan baik produk perda maupun dukungan lainnya," kata Sahrujani. (mar/by/ram)

 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:54
BREAKING NEWS

Waduhh...! Gara-gara Truk ini Handil Bakti Macet Panjang

BANJARMASIN -Pengendara yang melintas di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, dibuat gusar.  Penyebabnya…

Jumat, 21 September 2018 09:20

Demo Lagi, Kali ini Mahasiswa Diadang Pagar Betis Polisi

BANJARMASIN - Gelombang aksi unjuk rasa di kembali terjadi. Massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa…

Jumat, 21 September 2018 08:54

Diduga Cabuli Bocah 9 Tahun, Kai Anggut: Saya Cuma Mengelus Saja

BANJARMASIN - Muhammad biasa disapa Kai Anggut, wajahnya sudah keriput. Begitu pula kulitnya. Janggut…

Jumat, 21 September 2018 08:47

Dibakar Api Cemburu, Pria ini Tarik Rambut Pacarnya Hingga Tercabut

BANJARMASIN - Fariz Landang alias Farid (30) gusar. Warga Jalan Kelayan B Kompleks H Arpan RT 07 Banjarmasin…

Jumat, 21 September 2018 08:44

Jatuh dari Sepeda, Bocah 4 Tahun Tewas Terlindas Pikap

KANDANGAN – Nasib tragis dialami seorang bocah, Syamsuri Ahmad (4,5). Ia tewas mengenaskan setelah…

Jumat, 21 September 2018 08:42

DUH NASIB..!! Maling Motor Jatuh ke Sawah, Pasrah Digebukin, Lihat Tuh Bibirnya, Jeberrrr...!!

BATULICIN - Seorang warga Pagatan yang ketahuan mencuri motor digebuki warga, Rabu (19/9) pagi sekitar…

Jumat, 21 September 2018 08:39

Gelar Razia Roda Dua di Samsat II Kayu Tangi, Puluhan Pemotor Terjaring

BANJARMASIN - Personel Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar razia kendaraan roda dua, Kamis (20/9)…

Rabu, 19 September 2018 12:40

Lapas Kelebihan Kapasitas, Dewan: Pisahkan Bandar Narkoba dan Pengguna

BANJARMASIN - Persoalan kelebihan kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak kunjung bisa diselesaikan.…

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .