MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 15 September 2017 15:49
Perairan Rawa HSU Rawan Terjadi Konflik, ini Alasannya
POTENSI KONFLIK - Perairan rawa Kabupaten HSU yang berbatasan dengan HST dan HSS rentan memunculkan konflik antar nelayan.

PROKAL.CO, AMUNTAI – Luas perairan rawa yang mencapai 84 persen dari luas daratan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menyimpan potensi ikan air tawar yang bernilai ekonomi tinggi. Namun kelebihan itu seperti menyimpan bom waktu yang dapat meledak kapan saja.

Gesekan antara nelayan 'nakal' dengan Kelompok Pengawas Perikanan atau Pokwasmas mulai meruncing. Tak ingin hal buruk terjadi di wilayah perairan rawa HSU seperti praktik illegal fishing, Dinas Perikanan HSU lebih memilih jalur persuasif.

Tim Pokwasmas pernah menerima ancaman, baik secara verbal maupun fisik. Bahkan sampai berbuntut pada aksi demonstrasi warga pada tahun 2011 lalu.

Kepala Dinas Perikanan H Suryani melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengendalian Perikanan Tangkap HSU Ir Ismarlita, mengatakan, kasus illegal fishing seperti penyetruman ikan di perairan rawa rentan terjadi.

"Kami punya wewenang menangkap dan menyita alat penyetruman yang digunakan. Sebab tim Pokwasmas terdiri dari warga peduli lingkungan, pegawai kami dan aparat Polsek yang ada," katanya pada Radar Banjarmasin baru-baru ini.

Meski ada upaya tegas, Ita juga mengakui bidangnya juga melakukan pendekatan lewat edukasi pada nelayan dengan anjuran untuk menangkap dengan alat ramah ekosistem. Bahkan saat ini, lewat penyuluhan hukum dan peningkatan SDM nelayan, muncul kesadaran untuk tidak melanggar hukum.

"Kabar baiknya konflik antar warga dan petugas Tim Pokwasmas sekarang jarang terjadi," ungkapnya.

Secara terpisah, Agus Heriyadi selaku Kasi Pengendalian Sumber Daya Perikanan HSU mengatakan, selaku pegawai yang membina Pokwasmas di HSU, tidak menampik persoalan konflik antara nelayan dan kelompok yang dibinanya pernah terjadi. Bahkan sempat menimbulkan aksi demonstrasi menuntut rekan mereka (penyetrum) dibebaskan. "Jika kondisinya tidak memungkinkan, keselamatan lebih diutamakan untuk menghindari jatuhnya korban baik dari kedua belah pihak," kata Agus.

Disinggung seputar kejadian konflik perikanan yang pernah ditanganinya, pria yang juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) mengaku pernah menangani konflik yang cukup berat, terjadi pada Mei 2011, di mana saat itu timnya (anggota masyarakat, dinas perikanan dan aparat kepolisian) menangkap pelaku illegal fishing kalau tidak salah di wilayah Kecamatan Babirik.

"Sempat ada demo menuntut rekannya dibebaskan. Namun atas dasar hukum, tuntutan tersebut tidak kami kabulkan dan melanjutkannya ke proses hukum," tegasnya.

Sejak kejadian besar tersebut, aksi penertiban pelaku illegal fishing tak pernah lagi berujung pada aksi warga melawan aparat, tambahnya.

Untuk Red Zone atau Zona Merah kejadian illegal fishing lebih banyak terjadi di sekitar Kecamatan Sungai Pandan (Alabio) Babirik dan Amuntai Selatan. "Desa Durait Hulu dan Hilir yang berbatasan dengan Mentaas Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan perairan rawa Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sangat riskan terjadi. Semoga aksi konflik di Bangkau menandai berakhirnya penyetruman dan kembali menjadi nelayan yang baik yang ramah terhadap ekosistem air," harapannya.

Sebab, ekosistem dan kekayaan hayati yang hidup di perairan rawa baik HSU dan daerah tetangga menjadi warisan bagi anak cucu nantinya, pesannya menutup.

Sementara itu, Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK, mengatakan, bahwa pendekatan jajaran melewati tokoh-tokoh masyarakat dan edukasi aparat kepolisian fungsi Polair dan Bhabinkamtibmas kepada warga untuk tidak melakukan aksi illegal fishing jadi tujuan utama. "Edukasi hukum, nelayan dapat mengetahui apa saja yang boleh dan tidak dilakukan dalam menangkap ikan di perairan ini," singkatnya.

Sementara itu, Ketua DPRD HSU H Sahrujani, menilai upaya pencegahan dan penyelamatan anggota tim Pokwasmas menjadi hal utama. Agar tidak sampai terjadi konflik dan jatuh korban jiwa. Tahun ini melalui anggaran perubahan, Disnan setempat, telah berupaya memasukkan anggaran untuk peningkatan sarana pengawasan yakni pembelian drone.

"Selama berhubungan dengan penyelamatan ekosistem perairan kami. Termasuk masalah keamanan dan kelangsungan warga dalam mencari nafkah di perairan ini, kami akan mendukung pihak Disnan baik produk perda maupun dukungan lainnya," kata Sahrujani. (mar/by/ram)

 


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:40

Temuan Bayi Beralaskan Sejadah, Kapolsek: Kami Akan Cari Orang Tuanya

BANJARBARU - Warga digegerkan penemuan sesosok bayi laki-laki di samping jembatan Jalan Transpol, Komplek…

Senin, 23 Oktober 2017 11:36

Dua Pengedar Zenith Asal Binuang Tak Berkutik

RANTAU - Selain berprofesi sebagai montir sepeda motor,  ternyata Maslan (29) juga nyambi sebagai…

Minggu, 22 Oktober 2017 15:58

DUUAARRR...! Kapal Dagang di Amuntai Meledak dan Terbakar

AMUNTAI - Kesunyian Desa Bitin Kecamatan Danau Panggang Minggu (22/10) sekitar pukul 06:30 wita,…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:42

Adu Banteng Tiga Pria Temui Ajal di Muara Tapus

AMUNTAI - Jalan Brigjend Hasan Basri yang merupakan jalan trans kalimantan di Kabupaten Hulu Sungai…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:11

Dorr.. Spesialis Pembobol Kos Cewek Ditembak, Begini Caranya Beraksi

BANJARBARU - IW bukan spesialis pembobol rumah kosong biasa. Lelaki 38 tahun ini gemar mengincar kos…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:08

Laporan Masyarakat, Pengepul Togel di HSS Diringkus

KANDANGAN – Bukannya memperbanyak amal ibadah di usianya 51 tahun, Kaspul Anwar malah menjadi pengepul…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:03

Enam Orang Pemilik Sabu dan Ineks itu Resmi Tersangka

BANJARMASIN-Enam tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu yang diungkap anggota Buser Polsekta Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:21

28 Napi Banjarmasin Dipindahkan ke Surabaya

BANJARMASIN – Sebanyak 28 Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin dipindahkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:59

Residivis Pembobol Gudang Tertangkap Lagi, Begini Caranya Beraksi

BANJARMASIN - Imam Hanapi (38), warga jalan Belitung Utara,  Gang Teuku Umar Rt 13,  Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:37

Tangkapan Besar, Jaringan Pengedar Sabu Dibongkar

BANJARMASIN - Anggota Buser Polsekta Banjarmasin Timur berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .