MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 20 September 2017 15:48
Ngobrol Santai Bareng GM PLN Kalsel-Teng yang Baru

Anak Muda Jangan Idamkan Promosi Cepat

JEBOLAN BOSTON: GM PLN Kalsel-Teng Rustamadji berpose untuk Radar Banjarmasin di ruang kerjanya, kemarin.

PROKAL.CO, General Manager PLN Kalsel-Teng yang baru, Rustamadji buka-bukaan kepada Radar Banjarmasin. Dari masalah yang dihadapi PLTU Asam Asam hingga jatuh cintanya pada masakan ikan sungai khas Banjar.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

------------------------------------------

RUSTAMADJI baru saja pulang dari tur menyusuri masalah listrik Kalteng ketika bertemu penulis, kemarin (19/9) siang. Ia sedang menikmati kudapan sederhana. Berupa sepiring kecil kurma dan kacang Arab di samping laptop yang sedang menyala.

"Saya mulai kerasan di sini. Kulinernya enak. Saya kebetulan penggemar ikan," ujarnya membuka percakapan. "Lais, haruan, papuyu, patin, saya suka semua," imbuh pria kelahiran Bandung tahun 1966 tersebut.

Rustam resmi menjabat GM PLN Kalsel-Teng sejak akhir Agustus tadi. Sebelumnya ia GM PLN Kaltim-Ra. Sebelumnya lagi di Bangka Belitung. Paling lama bertugas di kantor pusat PLN di Jakarta.

Diminta membandingkan antara masalah kelistrikan Kalsel-Teng dan Kaltim-Ra, Rustam menyebut Balikpapan sebenarnya lebih seram. "Daerah pelosoknya berbatasan dengan Malaysia. Rawan sekali disorot, aspek politisnya tinggi," kisahnya.

Jika warga perbatasan sampai mengambil listrik dari negeri seberang, kinerja PLN sudah pasti disorot publik. Bisa runyam ketika dikait-kaitan dengan isu nasionalisme. Namun, bukan berarti masalah listrik di sini tak kalah menantang, Rustamadji sudah merasakannya.

Tepat pada malam takbiran Idul Adha, listrik padam berjam-jam. Netizen ramai-ramai menyudutkan PLN di media sosial. Pangkal masalah, gangguan jaringan listrik antara Barikin dan Rantau. PLN lantas memangkas ratusan pohon yang mengganggu kabel di sepanjang jalur itu.

"Berat mengungkitnya, itu momen yang sangat tidak mengenakkan. Pas malam takbiran malah biarpet. Tapi percayalah, PLN saat itu berjibaku untuk memulihkan listrik, tak peduli siang dan malam," ujarnya.

Hal paling pertama yang ia lakukan di sini adalah mengunjungi PLTU Asam Asam. Pembangkit di Kabupaten Tanah Laut itu vital dan sering dituding sebagai biang kerok masalah listrik di Banua.

Kesimpulannya, Rustam menyebut Asam Asam sebagai korban situasi. "Asam Asam ini ibaratnya pelari sprint tapi dipaksa berpacu di jarak maraton. Sudah pasti tidak benar," tukasnya.

Namun, ia bisa tersenyum ketika melihat rencana pembangunan listrik 2017-2026. Salah satunya pembangunan PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) di Bangkanai, Kalteng. Suplai listriknya bisa menjadi solusi, Asam Asam tak perlu lagi diporsir hingga semaput.

"Bangkanai bakal menyelamatkan kita. Kabar terakhir, pemenang lelangnya sudah ketemu," tambahnya mantap.

Disinggung budaya kerja, Rustam mengaku tak pernah memikirkan bagaimana mestinya ia tampil di tengah jajarannya. "Saya mau tampil seperti sosok apa, jujur tak terpikir.

Yang penting, ada even saya wajib ikut. Misal senam pagi bareng pegawai PLN. Rasa kebersamaan itu penting," ungkapnya. Mengenai kehidupan pribadi, Rustam memiliki seorang istri dan dua anak perempuan.

Salah satunya sudah kuliah di jurusan teknik mesin. "Iya, jurusannya maskulin sekali," ujarnya tertawa.

Rustam sendiri jebolan ITB (Institut Teknologi Bandung). Lalu melanjutkan kuliah ke Singapura dan Boston, Amerika Serikat. Ia menulis tesis tentang bagaimana strategi manajemen sebuah perusahaan dalam ketatnya persaingan bisnis.

Kepada bawahan, ia selalu mendengungkan pesan yang sama. Anak muda jangan mengharapkan promosi cepat. Apalagi mengidam-idamkan penarikan tugas ke kantor pusat. "Jakarta selalu dibayangkan sebagai lambang kemapanan yang bergengsi," ujarnya.

Ia yakin, anak muda mestinya menghabiskan masa mudanya untuk bertugas di unit-unit operasional. Bukan malah di belakang meja yang dibebani tetek-bengek manajerial. "Mereka yang lama di lapangan, sensenya pasti beda. Mengerti kebutuhan pelanggan PLN. Tidak mengandalkan informasi katanya dan katanya," pungkasnya. (fud/tof)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…

Senin, 27 Agustus 2018 10:48

Avani, Pemain Biola yang Raih Penghargaan di Asian Pasific Arts Festival

Berawal dari rasa penasaran terhadap instrumen musik, Avani Galuh Zaneta terjun menggeluti alat gesek…

Sabtu, 25 Agustus 2018 12:40

Serba-Serbi Festival Budaya Pasar Terapung 2018

Rakyat Indonesia menamainya Serabi. Orang Banjar menyebutnya Apam Batil. Namanya mungkin terdengar tidak…

Jumat, 24 Agustus 2018 14:24

BAKAL CANTIK..!! Bantaran Sungai Martapura akan Ditata

MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjar membangun Talud di Sisi kiri dan kanan Jembatan…

Jumat, 24 Agustus 2018 11:08

Disodori Buku Berbahasa Inggris, Incar Generasi milenial

Indonesia punya Najwa Shihab. Kalsel punya Eka Chandra Dewi. Dua-duanya punya kesamaan: dinobatkan menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .