MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 22 September 2017 16:15
Merasakan Liputan Mencekam Bentrok di Kantor LBH Jakarta

Batu Menghantam Dada, Mata Ikut Peda

SUDAH KONDUSIF: M Idris Jian Sidik usai meliput bentrokan di Kantor LBH Jakarta, Senin dini hari.

PROKAL.CO, Kericuhan pecah pada Senin (18/9) dini hari di depan Kantor Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) Jakarta, di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Satu wartawan Radar Banjarmasin menyaksikan peristiwa tersebut dari dekat.

-------------------------------------------

M IDRIS JIAN SIDIK, Jakarta.

-------------------------------------------

Saya kebetulan bertugas di Jakarta sekitar tiga bulan ini. Pemred Indopos, grup Radar Banjarmasin, menugasi saya dan rekan dari Kaltim Post Fachrizal Muliawan untuk segera ke LBH Jakarta sekitar 21.30 WIB. Informasinya situasi di depan LBH sedang memanas.

Saat tiba di dekat lokasi sekitar 22.00, Fachrizal Muliawan memarkir motor di tepi jalan. Posisinya tidak jauh dari LBH.

Sedangkan saya, turun lebih dahulu dari motor karena kondisi macet karena aksi demo yang dilakukan massa. Massa yang berkumpul di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat saya lihat sudah berteriak-teriak meminta membubarkan acara yang ada di dalam.

Massa yang awalnya berasal dari Aliansi Mahasiswa Anti Komunis ini menganggap acara di dalam LBH Jakarta merupakan bentuk kembalinya Partai Komunis Indonesia (PKI). "Ada acara PKI di dalam," ucap seorang peserta aksi pengepungan kantor LBH Jakarta tersebut.

Selama pengepungan terjadi, massa berulang kali meneriakkan kalimat takbir. Mereka juga secara serentak dan berulang kali menyanyikan yel yel Ganyang PKI. "Ganyang, Ganyang, Ganyang PKI, Ganyang PKI Sekarang Juga!!!," teriak massa aksi dan lainnya sambil beberapa orang mulai menggoyang-goyangkan pagar kantor LBH Jakarta.

Massa mendesak ingin membubarkan acara yang sedang digelar di dalam gedung itu. Pada Minggu malam, 17 September 2017 LBH Jakarta menggelar acara Seni AsikAsikAksi. Di dalam para aktivis, seniman, dan korban tragedi 1965 menonton beberapa acara seni seperti puisi dan musik.

Isu bahwa LBH Jakarta sedang menggelar kegiatan terkait dengan PKI sangat dahsyat menyebar di media sosial. Lengkap dengan seruan agar mengepung LBH Jakarta.

Polisi berbaris di depan LBH mengadang massa agar tidak masuk. Saya yang tadinya berada di antara massa mengambil posisi di belakang aparat.

Saya lihat seratusan peserta di dalam kantor LBH mulai panik, khawatir tiba-tiba massa aksi di luar menerobos ke dalam dan menyerang mereka. Dalam situasi ini polisi sudah banyak berjaga. Salah satu peserta di dalam kantor LBH itu adalah penyanyi Melanie Subono, yang memilih bertahan di atap kantor LBH.

Tepat pukul 00.00 WIB, massa makin ramai memenuhi Jalan Diponegoro. Bahkan pengendara ojek online juga ikut menyaksikan aksi protes itu.

Kapolda Metro Jaya Idham Azis sempat menyuarakan agar massa mempercayai polisi saja untuk memeriksa gedung itu. "Nanti polisi yang melakukan proses penyelidikan," kata dia di lokasi kejadian.

Begitu pula dengan upaya Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi, dan Dandim Jakarta Pusat Letkol Edwin Adrian yang juga mencoba menenangkan massa yang makin panas berteriak Ganyang PKI.

Keduanya menjelaskan situasi yang sebenarnya. “Kegiatan tadi dilanjutkan aksi seni, bukan aksi seminar. Saya, bapak Kapolda, dan jajaran ada di dalam sana untuk menyaksikan kegiatan tersebut,” ucap Kombes Suyudi. “Mereka khawatir untuk keluar.

Pahami situasi ini, yang penting kegiatan di dalam tidak ada kegiatan yang bernuansa PKI,” tegas Suyudi.

“Bohong!” timpal massa dengan nada tinggi. Akhirnya 30 menit setelah mediasi, bantuan pasukan polisi makin ramai berdatangan. Turut didatangkan juga water canon dan polisi bermotor trail. Situasi mulai memanas tepat pukul 01.22 WIB. Massa mulai melempari gedung LBH Jakarta. Terdengar suara pecahan kaca.

Polisi kemudian bereaksi dengan mencoba melakukan penertiban. Namun, situasi sudah terlanjur tidak kondusif. Bentrokan pun terjadi antara massa aksi dan kepolisian.
Air dari water calon pun ditembakkan, hingga massa mulai agak menjauh, tapi juga makin beringas. Segala macam batu dilemparkan ke arah polisi, termasuk ke arah kantor LBH.
Akibatnya, ada kaca mobil yang parkir di LBH dan kaca kantor pecah. Busyet, lemparan batu juga kena menghantam dada saya. Seketika saya langsung merangsek mundur mengamamankan diri.

Mereka yang berada di dalam LBH mulai menumpuk kursi dan meja di pintu masuk LBH, mencegah massa menerobos ke dalam kantor LBH. Sementara kondisi pagar di kantor LBH sudah bengkok didorong massa.

Polisi terus mendesak massa untuk menjauhi LBH dan membubarkan diri. Tak hanya water canon, juga gas air mata ditembakkan polisi ke arah kerumunan aksi. Massa pun tunggang-langgang. Mata saya ikut pedas terpapar gas air mata.

Nah, saat bentrok itulah motor-motor yang terparkir di pinggir jalan roboh. Tak hanya motor massa, juga ada motor ojek online yang ingin menyaksikan keramaian di depan LBH Jakarta.

Polisi menembakkan gas air mata dalam jumlah banyak. Massa aksi makin tunggang-langgang, meski ada yang masih berupaya melempar batu. Mereka mayoritas terpukul mundur ke arah RSCM.

Ketika bentokan terjadi, kondisi di dalam LBH makin mencekam. Saya bisa masuk ke dalam lewat pintu samping. Setidaknya dua orang wanita pingsan karena suasana yang mencekam tersebut.

Suasana sudah mulai bisa dikendalikan polisi setelah satu jam bentrok dengan massa. Massa perlahan menjauh mulai bubar, tampaklah puluhan motor tergeletak di jalan buntut dari kericuhan. Jalanan juga dipenuhi batu dan botol.

Untungnya motor yang kami parkir juga tidak ikut tergeletak. Saya pun langsung mengamankan helm yang sudah dikunci di jok motor guna mengantisipasi jika ada lemparan selanjutnya. Takutnya menimpa kepala saya.

Suasana di depan LBH Jakarta pun mulai kondusif. Peserta kegiatan di dalam LBH mulai dievakuasi, dikumpulkan di jalan samping kantor LBH. Polisi memeriksa dua orang diduga peserta yang bersekongkol dengan massa.

Sebanyak 3 orang ditangkap polisi diduga provokator. Lalu beberapa orang lainnya juga menyusul ditangkap.

Pukul 02.50 WIB, dua truk polisi dan satu bus polisi mengevakuasi para peserta diskusi LBH Jakarta ke Komnas HAM.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis memberikan keterangan kepada media bahwa Jakarta aman terkendali satu jam kemudian. “Sebanyak 5 provokator ditangkap dan akan diproses hukum, lalu ada 5 polisi yang terluka terkena lemparan batu,” ucap Idham. Tepat 04.20 WIB, suasana Jalan Diponegoro mulai kondusif dan kembali dibuka.(ma/dye)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 10:22

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN - Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan.…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:17

Penjara Tak Membuat Jera, Ucuk Kembali Diciduk Aparat Edarkan Sabu

RANTAU - Rupanya jeruji besi tidak membuat jera Supian alias Ucuk (36),  warga Batu Laki Rt 02…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:53

Senpi dan Peluru Komplotan Mafia Narkoba Dikenakan Undang-undang Darurat

TANJUNG - Temuan satu pucuk senjata api (Senpi) rakitan dan 15 peluru berkaliber 15 mm saat penggerebekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:50

Mafia Narkoba Desa Bongkang Ini Sejak Lama Diintai Selalu Lolos

TANJUNG - Komplotan Mafia Narkoba di Desa Bongkang Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong itu ternyata…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:48

Pengedar Mantan Brimob Itu Salah Satu Komplotan Mafia Narkoba

TANJUNG - Ternyata dua pengedar narkoba yang salah satunya mantan anggota Brimob Polda Kalimantan Selatan…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:28

Dorrr..!! Pengedar Narkoba Pecatan Brimob Dihadiahi Timah Panas

TANJUNG - Dua pengedar narkoba di Kabupaten Tabalong berhasil diamankan jajaran Polres Tabalong. Dari…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:45

Korban Kebakaran di Desa Mawangi Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

KANDANGAN – Pasca kebakaran hebat yang melanda  Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung, …

Kamis, 18 Oktober 2018 09:20

Paman Versus Keponakan di Pengambangan, Celurit Akhirnya Keluar

BANJARMASIN - Perkelahian antara paman dan keponakan terjadi di Simpang Pengambangan, kemarin (17/10)…

Kamis, 18 Oktober 2018 09:04

Rebutan Lahan, Ahmad Tega Tebas Keluarga Sendiri Hingga Tewas

BANJARMASIN - Ahmad (38) sudah sepekan mendekam di balik jeruji sel tahanan Mapolsek Kertak Hanyar,…

Kamis, 18 Oktober 2018 08:52

Biddokkes Polda Kalsel Periksa Kesehatan Personel di SPN

BANJARMASIN-Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel menggelar pemeriksaan kesehatan personel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .