MANAGED BY:
SENIN
23 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 25 September 2017 15:39
Transformasi Universitas Lambung Mangkurat Menjadi Universitas Unggulan Nasional

Singkirkan Mitos, Jemput Harapan

IKONIK DAN MEGAH: Para mahasiswa keluar masuk melalui gerbang kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin.

PROKAL.CO, Di awal-awal, memimpin Universitas Lambung Mangkurat, yang pertama dilakukan Sutarto Hadi adalah mengubah akronim Unlam menjadi ULM.  Meski terkesan sepele, tetapi hal itu signifikan mengubah persepsi orang tentang kampus tertua di Kalimantan itu. Kampus yang dulunya sering dipelesetkan sebagai Universitas Lambat Maju itu kini menyongsong harapan baru sebagai universitas unggulan nasional.

Universitas Lambung Mangkurat didirikan pada tanggal 21 September 1958. Kampus yang mengambil nama Mahapatih Kerajaan Negara Dipa ini  diprakarsai para tokoh masyarakat serta pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan. Rektor pertama adalah Letkol. H. Hasan Basry.

Pada mula berdirinya Universitas Lambung Mangkurat masih berstatus swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat. Awalnya hanya ada Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Islamologi, serta Kursus-kursus B I dan B II. 

Nanti setelah diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960, barulah Universitas Lambung Mangkurat menambah Fakultas Pertanian. Lalu, seiring dengan waktu perbaikan kualitas dan penambahan fakultas mulai dilakukan.  

Sayangnya, pembangunan Universitas Lambung Mangkurat dinilai kalah cepat. Kampus ini bahkan sempat dianggap ketinggalan disbanding saudara mudanya, Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.

Meski demikian, anggapan itu telah lampau. Di bawah rektor ke-12, Universitas Lambung Mangkurat yang telah berganti akronim menjadi ULM ini mulai bertransformasi menjadi kampus besar dan berdaya saing di negeri ini. Akronim Unlam diganti menjadi ULM. Beberapa program studi baru yang dulunya tak ada, sekarang tersedia. Sampai di usianya ke-59 tahun ini, ULM memiliki 10 fakultas yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selain itu, ULM juga memiliki 13 Program Pascasarjana yang terdiri dari Program Magister Manajemen Pendidikan, Program Magister Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Program Magister Ilmu Hukum, Program Magister Manajemen, Program Magister Administrasi Publik, Program Magister Teknik Sipil, Program Magister Agronomi, Program Magister Ilmu Kehutanan, Program Magister Ekonomi Pertanian, Program Magister Pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan, Program Magister Ekonomi Pembangunan, Program Magister Ilmu Perikanan dan Program Magister Sains Administrasi Pembangunan.

Capaian yang tak kalah membanggakan adalah, berdasarkan hasil akreditasi terakhir, untuk pertama kalinya ULM memiliki program studi S3 yang sudah terakreditasi mandiri. Program studi tersebut adalah S3 Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Berbicara tenaga pendidik, jumlah yang dimiliki ULM saat ini terbilang mumpuni. Dari 1.024 tenaga pendidik, dosen yang bergelar doktor jumlahnya mencapai 293 orang. Tak hanya itu, guru besar yang dimiliki ULM saat ini sudah mencapai 38 orang.

Dengan segala keunggulan ini,  mampukah ULM menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing di negeri ini? Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi meyakini, untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah perkara sulit. Selagi, semua elemen civitas akademika ULM bersatu padu, serta peran alumnui di luar kampus yang juga memberikan dukungan penuh, tak mustahil ULM akan mampu mewujudkannya. 

 “Sekarang ini kalau melihat tatakelola kampus, dari tahun ke tahun sudah semakin bagus. Bukti nyata adalah ketika saya baru menjabat sebagai rektor, hanya satu program studi yang berakreditasi, sekarang sudah 11, ini menunjukkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sutarto.

Dia mengungkapkan ULM terus mendorong melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Entah itu dalam bentuk pendidikan dalam pengajaran maupun penelitian. Salah satunya adalah, ULM terlibat dalam program center for collaborative research bersama beberapa perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri.

Berbicara menghadapi tantangan pasar bebas, Sutarto menerangkan, pihaknya sudah menggagas kerjasama pengiriman mahasiswa ULM untuk mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain di luar negeri. Seperti dalam program Sea Teacher Project. Calon guru yang kuliah di ULM dikirim untuk mengajar di sekolah di beberapa kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Filipina. “Ini untuk menambah dan mendapat pengalaman mereka ketika persaingan pasar bebas atau MEA sekarang,” terangnya.

Tak hanya itu, untuk menyiapkan lulusan berdaya saing, dikirim juga mahasiswa ULM ke Taiwan hingga ke Jepang untuk melakukan penelitian disana. “Ini tujuannya adalah menyiapkan lulusan yang berdaya saing dan tak kalah dengan lulusan perguruan tinggi di negeri ini maupun di Asean. Paling tidak kita tak kalah dengan mereka,” imbuhnya.

Sutarto menegaskan, menuju ULM sebagai kampus terkemuka dan berdaya saing sudah di depan mata. Dia memberi contoh pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Di mana peminat untuk kuliah di ULM terus mengalami peningkatan. Tak hanya di dominasi oleh warga Kalsel sendiri. Namun, juga dari calon mahasiswa dari luar Pulau Kalimantan.

“Dari tiga jalur penerimaan lalu, jumlah peminat yang masuk ke ULM mencapai 56 ribu orang. Ini artinya ULM semakin dikenal oleh masyarakat luas. Ini juga tak terlepas dari kiprah alumni ULM yang sukses berkiprah di tengah masyarakat,” tandasnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:34

Pilkada Empat Kabupaten di Kalsel, Golkar Pilih Pertahana

BANJARMASIN – Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat kabupaten tahun 2018 mendatang,…

Senin, 23 Oktober 2017 13:30

Sahbirin: Kader Golkar Tak Boleh Minta Proyek Macam-Macam

BANJARMASIN – Penangkapan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali harus dijadikan pelajaran…

Senin, 23 Oktober 2017 13:23

Titik Api Turun Dibandingkan Tahun Lalu

KANDANGAN – Meski status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan…

Senin, 23 Oktober 2017 12:08

800 Penghapal Alquran Rumah Tahfidz se-Kalsel Diwisuda

BANJARBARU - Sebanyak 800 penghapal Alquran dari berbagai rumah tahfidz yang tersebar di Kalsel Minggu…

Senin, 23 Oktober 2017 12:03

Sedikit Lagi, Jalan ke Sungai Gampa Nyaris Rampung

BANJARMASIN – Perintisan jalan di Jalan Sungai Gampa RT 22, RW 05, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:57

Ayo ke Disdukcapil Banjarmasin, 6 Ribu Blangko E-KTP Sudah Datang

BANJARMASIN – Percetakan KTP-el kembali bisa dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Senin, 23 Oktober 2017 09:31

Pemkab Batola Gelar Peringatan Wafatnya Pahlawan Pangeran Antasari

MARABAHAN - Pangeran Antasari selain dikenal sebagai sosok yang berani, gigih, dan ahli strategi perang…

Senin, 23 Oktober 2017 09:24

Kadis Kesehatan Tanbu: Begini Deteksi Dini Penyakit Malaria

BATULICIN - Dinkes Tanbu bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit…

Senin, 23 Oktober 2017 09:17

Resmikan Asrama Ponpes Azzikra DDI Tanbu

BATULICIN - Yayasan DDI (Darud Da’wah Wal Irsyad) Tanah Bumbu menggelar Milad Ponpes Azzikra…

Senin, 23 Oktober 2017 09:13
Kabar Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Lantik 50 Kepala Desa

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming melantik dan mengambil sumpah 50 kepala desa terpilih hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .