MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Senin, 25 September 2017 15:39
Transformasi Universitas Lambung Mangkurat Menjadi Universitas Unggulan Nasional

Singkirkan Mitos, Jemput Harapan

IKONIK DAN MEGAH: Para mahasiswa keluar masuk melalui gerbang kampus Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin.

PROKAL.CO, Di awal-awal, memimpin Universitas Lambung Mangkurat, yang pertama dilakukan Sutarto Hadi adalah mengubah akronim Unlam menjadi ULM.  Meski terkesan sepele, tetapi hal itu signifikan mengubah persepsi orang tentang kampus tertua di Kalimantan itu. Kampus yang dulunya sering dipelesetkan sebagai Universitas Lambat Maju itu kini menyongsong harapan baru sebagai universitas unggulan nasional.

Universitas Lambung Mangkurat didirikan pada tanggal 21 September 1958. Kampus yang mengambil nama Mahapatih Kerajaan Negara Dipa ini  diprakarsai para tokoh masyarakat serta pejuang kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Selatan. Rektor pertama adalah Letkol. H. Hasan Basry.

Pada mula berdirinya Universitas Lambung Mangkurat masih berstatus swasta di bawah naungan Yayasan Pendidikan Lambung Mangkurat. Awalnya hanya ada Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Islamologi, serta Kursus-kursus B I dan B II. 

Nanti setelah diresmikan sebagai Universitas Negeri pada tanggal 1 November 1960, barulah Universitas Lambung Mangkurat menambah Fakultas Pertanian. Lalu, seiring dengan waktu perbaikan kualitas dan penambahan fakultas mulai dilakukan.  

Sayangnya, pembangunan Universitas Lambung Mangkurat dinilai kalah cepat. Kampus ini bahkan sempat dianggap ketinggalan disbanding saudara mudanya, Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur.

Meski demikian, anggapan itu telah lampau. Di bawah rektor ke-12, Universitas Lambung Mangkurat yang telah berganti akronim menjadi ULM ini mulai bertransformasi menjadi kampus besar dan berdaya saing di negeri ini. Akronim Unlam diganti menjadi ULM. Beberapa program studi baru yang dulunya tak ada, sekarang tersedia. Sampai di usianya ke-59 tahun ini, ULM memiliki 10 fakultas yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Perikanan, Fakultas Kedokteran, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selain itu, ULM juga memiliki 13 Program Pascasarjana yang terdiri dari Program Magister Manajemen Pendidikan, Program Magister Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Program Magister Ilmu Hukum, Program Magister Manajemen, Program Magister Administrasi Publik, Program Magister Teknik Sipil, Program Magister Agronomi, Program Magister Ilmu Kehutanan, Program Magister Ekonomi Pertanian, Program Magister Pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan, Program Magister Ekonomi Pembangunan, Program Magister Ilmu Perikanan dan Program Magister Sains Administrasi Pembangunan.

Capaian yang tak kalah membanggakan adalah, berdasarkan hasil akreditasi terakhir, untuk pertama kalinya ULM memiliki program studi S3 yang sudah terakreditasi mandiri. Program studi tersebut adalah S3 Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Berbicara tenaga pendidik, jumlah yang dimiliki ULM saat ini terbilang mumpuni. Dari 1.024 tenaga pendidik, dosen yang bergelar doktor jumlahnya mencapai 293 orang. Tak hanya itu, guru besar yang dimiliki ULM saat ini sudah mencapai 38 orang.

Dengan segala keunggulan ini,  mampukah ULM menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing di negeri ini? Rektor ULM, Prof Sutarto Hadi meyakini, untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah perkara sulit. Selagi, semua elemen civitas akademika ULM bersatu padu, serta peran alumnui di luar kampus yang juga memberikan dukungan penuh, tak mustahil ULM akan mampu mewujudkannya. 

 “Sekarang ini kalau melihat tatakelola kampus, dari tahun ke tahun sudah semakin bagus. Bukti nyata adalah ketika saya baru menjabat sebagai rektor, hanya satu program studi yang berakreditasi, sekarang sudah 11, ini menunjukkan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sutarto.

Dia mengungkapkan ULM terus mendorong melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. Entah itu dalam bentuk pendidikan dalam pengajaran maupun penelitian. Salah satunya adalah, ULM terlibat dalam program center for collaborative research bersama beberapa perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri.

Berbicara menghadapi tantangan pasar bebas, Sutarto menerangkan, pihaknya sudah menggagas kerjasama pengiriman mahasiswa ULM untuk mengikuti kuliah di perguruan tinggi lain di luar negeri. Seperti dalam program Sea Teacher Project. Calon guru yang kuliah di ULM dikirim untuk mengajar di sekolah di beberapa kawasan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Filipina. “Ini untuk menambah dan mendapat pengalaman mereka ketika persaingan pasar bebas atau MEA sekarang,” terangnya.

Tak hanya itu, untuk menyiapkan lulusan berdaya saing, dikirim juga mahasiswa ULM ke Taiwan hingga ke Jepang untuk melakukan penelitian disana. “Ini tujuannya adalah menyiapkan lulusan yang berdaya saing dan tak kalah dengan lulusan perguruan tinggi di negeri ini maupun di Asean. Paling tidak kita tak kalah dengan mereka,” imbuhnya.

Sutarto menegaskan, menuju ULM sebagai kampus terkemuka dan berdaya saing sudah di depan mata. Dia memberi contoh pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Di mana peminat untuk kuliah di ULM terus mengalami peningkatan. Tak hanya di dominasi oleh warga Kalsel sendiri. Namun, juga dari calon mahasiswa dari luar Pulau Kalimantan.

“Dari tiga jalur penerimaan lalu, jumlah peminat yang masuk ke ULM mencapai 56 ribu orang. Ini artinya ULM semakin dikenal oleh masyarakat luas. Ini juga tak terlepas dari kiprah alumni ULM yang sukses berkiprah di tengah masyarakat,” tandasnya. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 24 Januari 2018 12:55

Kalsel Harus Mencari Sumber Energi Alternatif untuk Gantikan Batu Bara

Batubara menjadi pilihan termudah bagi sumber energi karena melimpah di alam Indonesia dan siap diangkut.…

Rabu, 24 Januari 2018 12:50

CIEE.. Ada yang Demo Dukung Tambang

KOTABARU - Setelah tiga kali diguncang unjuk rasa tolak tambang Pulau Laut, Selasa (23/1) kemarin unjuk…

Rabu, 24 Januari 2018 12:46

Besok, ESDM Kalsel Datangi Kementerian, Pertanyakan Soal Tambang

BANJARBARU - Gelombang penolakan rencana penambangan batubara di kawasan Meratus, Kabupaten HST terus…

Rabu, 24 Januari 2018 12:16

14 Calon Haji Banjarbaru Batal Berangkat, ini Sebabnya

BANJARBARU - Belasan calon jemaah haji (CJH) 2018 asal Kota Banjarbaru batal berangkat ke Tanah Suci.…

Rabu, 24 Januari 2018 12:12

2018, Pemko Banjarbaru Fokus Siring Tiga Sungai

BANJARBARU - Setelah 2017 fokus melakukan pembenahan drainase di beberapa kawasan, tahun ini Pemerintah…

Rabu, 24 Januari 2018 12:10

Aplikasi E-Kinerja Mengawasi Kinerja Pegawai

MARABAHAN - Untuk memberikan apresiasi dan pengakuan atas kinerja pegawai, Pemerintah Kabupaten Batola…

Rabu, 24 Januari 2018 11:56

Gubernur dan Walikota Banjarbaru Hadiri HUT SMAN 2

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Jumat (19/1) tadi menghadiri acara jalan santai dalam…

Rabu, 24 Januari 2018 11:46

Perwira Polres Batola Kembali Dirombak

MARABAHAN - Jajaran Polres Batola kembali melakukan mutasi perwira. Selasa (23/1) pagi,  dilaksanakan…

Rabu, 24 Januari 2018 11:43

Pengurus IKMA Tanbu Dilantik

BATULICIN - Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa Tanah Bumbu (IKMA Tanbu) Kalsel Periode 2017-2018 dilaksanakan…

Rabu, 24 Januari 2018 11:42

Pemkab Tanbu Memberhentikan 22 PTT

BATULICIN - Pemkab Tanbu melakukan pemberhentian kerja kepada 22 Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .