MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 27 September 2017 15:13
Sosok-sosok Dibalik Kesuksesan Tarian Jajak Sumangat

Tertekan Dipelototi 500 Orang Tua Santri

JAJAK SUMANGAT: Penampilan 491 santri dalam tarian Jajak Sumangat Anak Saleh, kemarin.

PROKAL.CO, Tarian Jajak Sumangat Anak Saleh sukses menghibur Presiden Joko Widodo. Hingga kembali diminta tampil di depan Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarmasin. Ada dua sosok yang berperan vital dalam kesuksesan tarian ini.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------

RATUSAN santri TPA (Taman Pembelajaran Alquran) sekota Banjarmasin tampil penuh percaya diri di depan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kemarin (26/9) dalam peringatan hari jadi kota ke-491 di halaman Balai Kota, Jalan RE Martadinata.

Maklum, sepekan lalu mereka sukses menghibur Presiden Joko Widodo ketika membuka FASI (Festival Anak Saleh Indonesia) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tarian ini unik karena mampu mengkolaborasikan tradisi Banjar dan kesenian Islam. Lagu Ampar-Ampar Pisang menyambung tanpa canggung dengan Salawat Badar. Untuk kemudian ditutup dengan Fathul Jihad, mars milik BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).

Kesuksesan penampilan ini tak bisa dipisahkan dari sosok Suwarjiya, sang koreografer tari. Ia menyusun konsep tarian sekaligus melatih ratusan santri tersebut. "Jauh lebih mudah melatih remaja. Anak-anak bisa asik sendiri, susah diajak fokus," ujarnya.

Latihan memakan waktu sebulan lebih. Berpindah-pindah dari Taman Budaya Kalsel di Jalan Hasan Basri ke halaman Masjid Sabilal Muhtadin. "Tapi kendala paling utama adalah menghadapi pelototan mata 500 orang tua santri selama latihan, saya tertekan dibuatnya," imbuhnya sembari tertawa.

Maklum, tiap orang tua santri berlomba agar anaknya kebagian peran utama. Ketika putra atau putrinya kebagian barisan penari belakang, mereka pun memprotes Suwarjiya. "Semuanya coba mengintervensi. Saya harus kasih penjelasan satu demi satu pada orang tua santri," jelasnya.

Soal inspirasi, ia mengaku mendapat dari banyak tempat. "Kalau Anda perhatikan, disitu ada unsur tarian Hadrah, Japin, Rudat dan lainnya," ulasnya. Ini bukan yang pertama kali Suwarjiya diajak pemko bekerjasama.

Tiga tahun lalu, pada zaman Walikota Muhidin ia juga diminta mementaskan tarian kolosal pada momen harjad kota. "Tapi bedanya dulu itu sendratasik. Tari dan drama. Menceritakan beberapa babak sejarah kota ini," pungkasnya.

Pada penampilan pertama di depan presiden, 500 santri dilibatkan. Kemarin, dikurangi menjadi 491 santri. Sesuai dengan angka usia kota. Tentu bukan perkara mudah mengumpulkan ratusan santri sebanyak itu.

Peran ini diambil Kepala Dinas Kominfo Banjarmasin Hermansyah. "Pertama saya cari TPA-TPA unggulan. Kedua kami upayakan agar ratusan penari ini mewakili lima kecamatan di Banjarmasin. Sebenarnya tak ada seleksi khusus," ungkapnya.

Mengapa diberi nama Jajak Sumangat Anak Saleh, Hermansyah lantas menceritakan sinopsis singkat tarian. "Bagaimana agar anak kita tidak hanya bangga dengan agamanya, tapi juga budaya daerahnya. Tariannya juga harus cepat dan enerjik, menggambarkan semangat khas generasi muda," tukasnya.

Salah seorang santri yang terlibat adalah Maidi, siswa kelas IV SDN Alalak Selatan. Maidi mengaku masih kecewa karena tak sempat berjabat tangan dengan presiden. "Semuanya rebutan, saya tidak sempat. Kali ini harus sempat salaman dengan walikota," ujarnya semangat.

Sementara Aulia, siswi kelas II SDN Sungai Jingah ini mengaku dongkol tak kebagian hadiah sepeda dari presiden. "Jadi kalau sempat ketemu walikota, hari ini saya mau menagih sepeda," celotehnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature

Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .