MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 27 September 2017 15:13
Sosok-sosok Dibalik Kesuksesan Tarian Jajak Sumangat

Tertekan Dipelototi 500 Orang Tua Santri

JAJAK SUMANGAT: Penampilan 491 santri dalam tarian Jajak Sumangat Anak Saleh, kemarin.

PROKAL.CO, Tarian Jajak Sumangat Anak Saleh sukses menghibur Presiden Joko Widodo. Hingga kembali diminta tampil di depan Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarmasin. Ada dua sosok yang berperan vital dalam kesuksesan tarian ini.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------

RATUSAN santri TPA (Taman Pembelajaran Alquran) sekota Banjarmasin tampil penuh percaya diri di depan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kemarin (26/9) dalam peringatan hari jadi kota ke-491 di halaman Balai Kota, Jalan RE Martadinata.

Maklum, sepekan lalu mereka sukses menghibur Presiden Joko Widodo ketika membuka FASI (Festival Anak Saleh Indonesia) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tarian ini unik karena mampu mengkolaborasikan tradisi Banjar dan kesenian Islam. Lagu Ampar-Ampar Pisang menyambung tanpa canggung dengan Salawat Badar. Untuk kemudian ditutup dengan Fathul Jihad, mars milik BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).

Kesuksesan penampilan ini tak bisa dipisahkan dari sosok Suwarjiya, sang koreografer tari. Ia menyusun konsep tarian sekaligus melatih ratusan santri tersebut. "Jauh lebih mudah melatih remaja. Anak-anak bisa asik sendiri, susah diajak fokus," ujarnya.

Latihan memakan waktu sebulan lebih. Berpindah-pindah dari Taman Budaya Kalsel di Jalan Hasan Basri ke halaman Masjid Sabilal Muhtadin. "Tapi kendala paling utama adalah menghadapi pelototan mata 500 orang tua santri selama latihan, saya tertekan dibuatnya," imbuhnya sembari tertawa.

Maklum, tiap orang tua santri berlomba agar anaknya kebagian peran utama. Ketika putra atau putrinya kebagian barisan penari belakang, mereka pun memprotes Suwarjiya. "Semuanya coba mengintervensi. Saya harus kasih penjelasan satu demi satu pada orang tua santri," jelasnya.

Soal inspirasi, ia mengaku mendapat dari banyak tempat. "Kalau Anda perhatikan, disitu ada unsur tarian Hadrah, Japin, Rudat dan lainnya," ulasnya. Ini bukan yang pertama kali Suwarjiya diajak pemko bekerjasama.

Tiga tahun lalu, pada zaman Walikota Muhidin ia juga diminta mementaskan tarian kolosal pada momen harjad kota. "Tapi bedanya dulu itu sendratasik. Tari dan drama. Menceritakan beberapa babak sejarah kota ini," pungkasnya.

Pada penampilan pertama di depan presiden, 500 santri dilibatkan. Kemarin, dikurangi menjadi 491 santri. Sesuai dengan angka usia kota. Tentu bukan perkara mudah mengumpulkan ratusan santri sebanyak itu.

Peran ini diambil Kepala Dinas Kominfo Banjarmasin Hermansyah. "Pertama saya cari TPA-TPA unggulan. Kedua kami upayakan agar ratusan penari ini mewakili lima kecamatan di Banjarmasin. Sebenarnya tak ada seleksi khusus," ungkapnya.

Mengapa diberi nama Jajak Sumangat Anak Saleh, Hermansyah lantas menceritakan sinopsis singkat tarian. "Bagaimana agar anak kita tidak hanya bangga dengan agamanya, tapi juga budaya daerahnya. Tariannya juga harus cepat dan enerjik, menggambarkan semangat khas generasi muda," tukasnya.

Salah seorang santri yang terlibat adalah Maidi, siswa kelas IV SDN Alalak Selatan. Maidi mengaku masih kecewa karena tak sempat berjabat tangan dengan presiden. "Semuanya rebutan, saya tidak sempat. Kali ini harus sempat salaman dengan walikota," ujarnya semangat.

Sementara Aulia, siswi kelas II SDN Sungai Jingah ini mengaku dongkol tak kebagian hadiah sepeda dari presiden. "Jadi kalau sempat ketemu walikota, hari ini saya mau menagih sepeda," celotehnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 13:06

Kisah Haru Pedagang BBM Eceran Tunanetra di Banjarmasin

Kebutaan tak menghalangi ayah satu anak ini mencari nafkah. Nistam Juhansyah (66) mengais rejeki dengan…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:12

Kiprah Youtuber Banua Meraih Silver Play Button dan Sukses dari Youtube

Di era digital sekarang, dunia maya tidak hanya menjadi tempat memanjakan mata, melainkan juga bisa…

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .