MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 27 September 2017 15:13
Sosok-sosok Dibalik Kesuksesan Tarian Jajak Sumangat

Tertekan Dipelototi 500 Orang Tua Santri

JAJAK SUMANGAT: Penampilan 491 santri dalam tarian Jajak Sumangat Anak Saleh, kemarin.

PROKAL.CO, Tarian Jajak Sumangat Anak Saleh sukses menghibur Presiden Joko Widodo. Hingga kembali diminta tampil di depan Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarmasin. Ada dua sosok yang berperan vital dalam kesuksesan tarian ini.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------

RATUSAN santri TPA (Taman Pembelajaran Alquran) sekota Banjarmasin tampil penuh percaya diri di depan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kemarin (26/9) dalam peringatan hari jadi kota ke-491 di halaman Balai Kota, Jalan RE Martadinata.

Maklum, sepekan lalu mereka sukses menghibur Presiden Joko Widodo ketika membuka FASI (Festival Anak Saleh Indonesia) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tarian ini unik karena mampu mengkolaborasikan tradisi Banjar dan kesenian Islam. Lagu Ampar-Ampar Pisang menyambung tanpa canggung dengan Salawat Badar. Untuk kemudian ditutup dengan Fathul Jihad, mars milik BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).

Kesuksesan penampilan ini tak bisa dipisahkan dari sosok Suwarjiya, sang koreografer tari. Ia menyusun konsep tarian sekaligus melatih ratusan santri tersebut. "Jauh lebih mudah melatih remaja. Anak-anak bisa asik sendiri, susah diajak fokus," ujarnya.

Latihan memakan waktu sebulan lebih. Berpindah-pindah dari Taman Budaya Kalsel di Jalan Hasan Basri ke halaman Masjid Sabilal Muhtadin. "Tapi kendala paling utama adalah menghadapi pelototan mata 500 orang tua santri selama latihan, saya tertekan dibuatnya," imbuhnya sembari tertawa.

Maklum, tiap orang tua santri berlomba agar anaknya kebagian peran utama. Ketika putra atau putrinya kebagian barisan penari belakang, mereka pun memprotes Suwarjiya. "Semuanya coba mengintervensi. Saya harus kasih penjelasan satu demi satu pada orang tua santri," jelasnya.

Soal inspirasi, ia mengaku mendapat dari banyak tempat. "Kalau Anda perhatikan, disitu ada unsur tarian Hadrah, Japin, Rudat dan lainnya," ulasnya. Ini bukan yang pertama kali Suwarjiya diajak pemko bekerjasama.

Tiga tahun lalu, pada zaman Walikota Muhidin ia juga diminta mementaskan tarian kolosal pada momen harjad kota. "Tapi bedanya dulu itu sendratasik. Tari dan drama. Menceritakan beberapa babak sejarah kota ini," pungkasnya.

Pada penampilan pertama di depan presiden, 500 santri dilibatkan. Kemarin, dikurangi menjadi 491 santri. Sesuai dengan angka usia kota. Tentu bukan perkara mudah mengumpulkan ratusan santri sebanyak itu.

Peran ini diambil Kepala Dinas Kominfo Banjarmasin Hermansyah. "Pertama saya cari TPA-TPA unggulan. Kedua kami upayakan agar ratusan penari ini mewakili lima kecamatan di Banjarmasin. Sebenarnya tak ada seleksi khusus," ungkapnya.

Mengapa diberi nama Jajak Sumangat Anak Saleh, Hermansyah lantas menceritakan sinopsis singkat tarian. "Bagaimana agar anak kita tidak hanya bangga dengan agamanya, tapi juga budaya daerahnya. Tariannya juga harus cepat dan enerjik, menggambarkan semangat khas generasi muda," tukasnya.

Salah seorang santri yang terlibat adalah Maidi, siswa kelas IV SDN Alalak Selatan. Maidi mengaku masih kecewa karena tak sempat berjabat tangan dengan presiden. "Semuanya rebutan, saya tidak sempat. Kali ini harus sempat salaman dengan walikota," ujarnya semangat.

Sementara Aulia, siswi kelas II SDN Sungai Jingah ini mengaku dongkol tak kebagian hadiah sepeda dari presiden. "Jadi kalau sempat ketemu walikota, hari ini saya mau menagih sepeda," celotehnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .