MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Rabu, 27 September 2017 15:13
Sosok-sosok Dibalik Kesuksesan Tarian Jajak Sumangat

Tertekan Dipelototi 500 Orang Tua Santri

JAJAK SUMANGAT: Penampilan 491 santri dalam tarian Jajak Sumangat Anak Saleh, kemarin.

PROKAL.CO, Tarian Jajak Sumangat Anak Saleh sukses menghibur Presiden Joko Widodo. Hingga kembali diminta tampil di depan Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarmasin. Ada dua sosok yang berperan vital dalam kesuksesan tarian ini.

------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarmasin

------------------------------------------

RATUSAN santri TPA (Taman Pembelajaran Alquran) sekota Banjarmasin tampil penuh percaya diri di depan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kemarin (26/9) dalam peringatan hari jadi kota ke-491 di halaman Balai Kota, Jalan RE Martadinata.

Maklum, sepekan lalu mereka sukses menghibur Presiden Joko Widodo ketika membuka FASI (Festival Anak Saleh Indonesia) di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.

Tarian ini unik karena mampu mengkolaborasikan tradisi Banjar dan kesenian Islam. Lagu Ampar-Ampar Pisang menyambung tanpa canggung dengan Salawat Badar. Untuk kemudian ditutup dengan Fathul Jihad, mars milik BKPRMI (Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia).

Kesuksesan penampilan ini tak bisa dipisahkan dari sosok Suwarjiya, sang koreografer tari. Ia menyusun konsep tarian sekaligus melatih ratusan santri tersebut. "Jauh lebih mudah melatih remaja. Anak-anak bisa asik sendiri, susah diajak fokus," ujarnya.

Latihan memakan waktu sebulan lebih. Berpindah-pindah dari Taman Budaya Kalsel di Jalan Hasan Basri ke halaman Masjid Sabilal Muhtadin. "Tapi kendala paling utama adalah menghadapi pelototan mata 500 orang tua santri selama latihan, saya tertekan dibuatnya," imbuhnya sembari tertawa.

Maklum, tiap orang tua santri berlomba agar anaknya kebagian peran utama. Ketika putra atau putrinya kebagian barisan penari belakang, mereka pun memprotes Suwarjiya. "Semuanya coba mengintervensi. Saya harus kasih penjelasan satu demi satu pada orang tua santri," jelasnya.

Soal inspirasi, ia mengaku mendapat dari banyak tempat. "Kalau Anda perhatikan, disitu ada unsur tarian Hadrah, Japin, Rudat dan lainnya," ulasnya. Ini bukan yang pertama kali Suwarjiya diajak pemko bekerjasama.

Tiga tahun lalu, pada zaman Walikota Muhidin ia juga diminta mementaskan tarian kolosal pada momen harjad kota. "Tapi bedanya dulu itu sendratasik. Tari dan drama. Menceritakan beberapa babak sejarah kota ini," pungkasnya.

Pada penampilan pertama di depan presiden, 500 santri dilibatkan. Kemarin, dikurangi menjadi 491 santri. Sesuai dengan angka usia kota. Tentu bukan perkara mudah mengumpulkan ratusan santri sebanyak itu.

Peran ini diambil Kepala Dinas Kominfo Banjarmasin Hermansyah. "Pertama saya cari TPA-TPA unggulan. Kedua kami upayakan agar ratusan penari ini mewakili lima kecamatan di Banjarmasin. Sebenarnya tak ada seleksi khusus," ungkapnya.

Mengapa diberi nama Jajak Sumangat Anak Saleh, Hermansyah lantas menceritakan sinopsis singkat tarian. "Bagaimana agar anak kita tidak hanya bangga dengan agamanya, tapi juga budaya daerahnya. Tariannya juga harus cepat dan enerjik, menggambarkan semangat khas generasi muda," tukasnya.

Salah seorang santri yang terlibat adalah Maidi, siswa kelas IV SDN Alalak Selatan. Maidi mengaku masih kecewa karena tak sempat berjabat tangan dengan presiden. "Semuanya rebutan, saya tidak sempat. Kali ini harus sempat salaman dengan walikota," ujarnya semangat.

Sementara Aulia, siswi kelas II SDN Sungai Jingah ini mengaku dongkol tak kebagian hadiah sepeda dari presiden. "Jadi kalau sempat ketemu walikota, hari ini saya mau menagih sepeda," celotehnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .