MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 04 Oktober 2017 14:33
Hihi.. Saksi Juluki Terdakwa Iray Mak Lampir
GEMUKAN - Dalam sidang kedua yang menghadirkan empat saksi korban, Iray masih sendiri tanpa pengacara.

PROKAL.CO, MARTAPURA - Dua dari empat saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan arisan online bodong ternyata mengenal dekat terdakwa Siti Raihanah alias Iray Kasyfi. Tapi itu dulu, sekarang hubungan pertemanan mereka sudah putus.

Hani bahkan tak sudi memanggil teman lamanya itu dengan nama. Ia lebih nyaman memanggilnya dengan nama julukan dari tokoh Sinetron Gunung Merapi yang booming pada awal tahun 2000-an. "Iya, saya kenal Mak Lampir itu sejak tiga tahun silam," ujarnya.

Perempuan 25 tahun ini memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Martapura, kemarin (3/10). Sidang mendakwa Iray Kasfi yang merupakan bandar dari arisan online bodong tersebut. Setidaknya ada 124 nasabah yang Iray tipu dengan nilai kerugian mencapai Rp3 miliar.

Hani sudah lama melakoni bisnis berjualan pakaian via media sosial. Keduanya berkenalan ketika Iray menjadi reseller dagangan Hani. "Tempat tinggal kami juga berdekatan," imbuhnya. Iray tinggal di Jalan Irigasi dan Hani di Jalan Pendidikan.

Perempuan kurus ini pertama kali menyerahkan uang Rp750 ribu pada Januari tadi. Setelah beberapa kali perputaran uang, nilai saldo terakhir mencapai Rp6,6 juta. Tentu saja uang itu sudah hangus.

Namun, yang paling membuat Hani pusing bukanlah uangnya. Melainkan tagihan-tagihan dari nasabahnya. Demi memperoleh untung berlipat ganda, Hani membantu Iray mencarikan nasabah. "Saya sudah keluar Rp18 juta untuk membayar tagihan nasabah," tukasnya.

Saksi lainnya adalah Nisa, 22 tahun, warga Desa Tanjung Rema, Banjar. Ia menanamkan uang sebesar Rp155 juta kepada Iray. Uang sebesar itu ia percayakan karena sudah lama mengenal Iray.

Keduanya rupanya pernah bekerjasama beberapa tahun lalu lewat usaha dagang kecil-kecilan Empek-Empek Palembang. "Celakanya, uang itu saya serahkan sepekan sebelum kasus ini terungkap. Mau sugih (kaya) cepat malah zong," ujarnya.

Sama seperti Hani, Nisa juga punya nasabah pembeli arisan. Ia mengaku sudah merugi Rp20 juta. "Salah satu pembeli saya ternyata istri seorang polisi, takut juga," tambahnya.

Gedung pengadilan pun menjadi ramai. Karena banyak korban Iray berdatangan untuk menonton jalannya sidang. Saking ramainya, satpam sampai berkali-kali harus menegur mereka untuk tak ribut.

Dari segi penampilan, semua tampil seragam. Berdandan maksimal bak sosialita. Tampil wangi dengan alis tertata rapi. Ada yang mengenakan sepatu hak dengan bling-bling. Adapula yang mengenakan celana cutbray warna merah.

Sama seperti sidang perdana, Iray datang sendirian. Alasannya, ia kehabisan duit untuk menyewa jasa pengacara. Iray datang mengenakan kemeja hitam polos, celana jins biru pudar, kerudung abu-abu dan sendal jepit butut yang tampak kebesaran. Mukanya dibiarkan berminyak tanpa make up.

Iray sempat melayani pertanyaan wartawan. "Iya, alhamdulillah sehat," ujarnya singkat. Ketika pertama kali muncul di Polres Banjar, Iray tampak kurus dan kuyu. Kini ia lebih gemukan dan segar.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Agustinus Sangkakala ditemani Hakim Anggota Gatot Raharjo dan Gesang Yoga Madyasto. Saksi pertama yang dihadirkan adalah Tina, 22 tahun, warga Kelurahan Keraton, Banjar.

Kepada hakim, Tina mengaku menyerahkan uang sebesar Rp3 juta pada Mei tadi. Ia dijanjikan pencairan Rp5 juta pada Juni berikutnya. Ia mengenal Iray dari akun Instagramnya @arisaniraykasfi. Yang membuat hakim heran, Tina langsung mengajak Iray bertemu untuk menyerahkan uang. Tanpa menyelidiki lebih jauh bisnis tersebut.

Karena gugup, Tina sempat terpleset omong. Dia memanggil hakim dengan panggilan hangat 'mas', hakim pun dibuatnya tertawa. "Lewat IG saya meminta nomor WhatsApp-nya. Setelah chatting, saya ke rumahnya. Saya serahkan uang tunai lalu dikasih kuitansi, mas hakim," ungkapnya.

Saksi keempat juga mengalami kasus serupa. Ida, 22 tahun, warga Desa Antasan Senor, Banjar. Ida menyerahkan uang Rp350 ribu dan dijanjikan kelipatan Rp500 ribu.

Dalam sidang pertama, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banjar Noorhaniyah mendakwa Iray dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, ditambah Pasal 378 KHUP terkait Tindak Pidana Penipuan. "Ini membuat saya penasaran, kemana larinya semua uang ini, harus dikejar," ungkap Hakim Agustinus.

Iray membuat kehebohan di Kalsel pada pertengahan Juli lalu. Setelah korbannya yang panik ramai-ramai melapor ke kantor polisi. Sempat ditahan di Mapolres Banjar, Iray kini menginap di Lapas Perempuan Martapura. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…

Selasa, 18 September 2018 10:05

Sebulan Diburu, Jambret ini Akhirnya Berhasil Diringkus

BANJARMASIN - Kerja keras selama sebulan, akhirnya berbuah manis. Personel Opsnal Polsekta Banjarmasin…

Selasa, 18 September 2018 09:58

Hery Sasmita Peluk Erat H Jainuri Saat Pemeriksaan

MARABAHAN - Pengadilan Negeri Marabahan menggelar Pemeriksaan Setempat (PS) kasus pemukulan yang dilakukan…

Senin, 17 September 2018 13:03

NGERII..!! Orang Gila Mengamuk di PAUD, Begini Kejadiannya

BATULICIN - Warga sekitar lingkungan PAUD Ikhlas Membangun di Desa Sungai Danau Kecamatan Satui, mendadak…

Senin, 17 September 2018 12:59

Dibom 31 Kali Setiap Hari, Pilot Heli Sampai Geleng-Geleng

Guntung Damar, Landasan Ulin, Banjarbaru selalu menjadi medan perang antara api dan pemadam. Api tak…

Senin, 17 September 2018 11:53

Asik Mabuk, Tiga Remaja Diamankan

BANJARBARU - Meski masih tergolong anak di bawah umur, ironisnya tiga remaja berinisial AH, 14, NIR,…

Senin, 17 September 2018 10:05

Sisir Jalan Dianggap Rawan, Belasan Pemuda Mabuk Dijaring

BANJARMASIN - Belasan pemuda terjaring operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar jajaran Polsekta…

Senin, 17 September 2018 09:45

Pejabat Polda Kalsel Pantau Personel yang Bertugas di Lombok

BANJARMASIN- Jajaran Polda Kalsel bertolak meninjau langsung personel yang ditugaskan ke Lombok NTB,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .