MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 04 Oktober 2017 14:33
Hihi.. Saksi Juluki Terdakwa Iray Mak Lampir
GEMUKAN - Dalam sidang kedua yang menghadirkan empat saksi korban, Iray masih sendiri tanpa pengacara.

PROKAL.CO, MARTAPURA - Dua dari empat saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan arisan online bodong ternyata mengenal dekat terdakwa Siti Raihanah alias Iray Kasyfi. Tapi itu dulu, sekarang hubungan pertemanan mereka sudah putus.

Hani bahkan tak sudi memanggil teman lamanya itu dengan nama. Ia lebih nyaman memanggilnya dengan nama julukan dari tokoh Sinetron Gunung Merapi yang booming pada awal tahun 2000-an. "Iya, saya kenal Mak Lampir itu sejak tiga tahun silam," ujarnya.

Perempuan 25 tahun ini memenuhi panggilan Pengadilan Negeri Martapura, kemarin (3/10). Sidang mendakwa Iray Kasfi yang merupakan bandar dari arisan online bodong tersebut. Setidaknya ada 124 nasabah yang Iray tipu dengan nilai kerugian mencapai Rp3 miliar.

Hani sudah lama melakoni bisnis berjualan pakaian via media sosial. Keduanya berkenalan ketika Iray menjadi reseller dagangan Hani. "Tempat tinggal kami juga berdekatan," imbuhnya. Iray tinggal di Jalan Irigasi dan Hani di Jalan Pendidikan.

Perempuan kurus ini pertama kali menyerahkan uang Rp750 ribu pada Januari tadi. Setelah beberapa kali perputaran uang, nilai saldo terakhir mencapai Rp6,6 juta. Tentu saja uang itu sudah hangus.

Namun, yang paling membuat Hani pusing bukanlah uangnya. Melainkan tagihan-tagihan dari nasabahnya. Demi memperoleh untung berlipat ganda, Hani membantu Iray mencarikan nasabah. "Saya sudah keluar Rp18 juta untuk membayar tagihan nasabah," tukasnya.

Saksi lainnya adalah Nisa, 22 tahun, warga Desa Tanjung Rema, Banjar. Ia menanamkan uang sebesar Rp155 juta kepada Iray. Uang sebesar itu ia percayakan karena sudah lama mengenal Iray.

Keduanya rupanya pernah bekerjasama beberapa tahun lalu lewat usaha dagang kecil-kecilan Empek-Empek Palembang. "Celakanya, uang itu saya serahkan sepekan sebelum kasus ini terungkap. Mau sugih (kaya) cepat malah zong," ujarnya.

Sama seperti Hani, Nisa juga punya nasabah pembeli arisan. Ia mengaku sudah merugi Rp20 juta. "Salah satu pembeli saya ternyata istri seorang polisi, takut juga," tambahnya.

Gedung pengadilan pun menjadi ramai. Karena banyak korban Iray berdatangan untuk menonton jalannya sidang. Saking ramainya, satpam sampai berkali-kali harus menegur mereka untuk tak ribut.

Dari segi penampilan, semua tampil seragam. Berdandan maksimal bak sosialita. Tampil wangi dengan alis tertata rapi. Ada yang mengenakan sepatu hak dengan bling-bling. Adapula yang mengenakan celana cutbray warna merah.

Sama seperti sidang perdana, Iray datang sendirian. Alasannya, ia kehabisan duit untuk menyewa jasa pengacara. Iray datang mengenakan kemeja hitam polos, celana jins biru pudar, kerudung abu-abu dan sendal jepit butut yang tampak kebesaran. Mukanya dibiarkan berminyak tanpa make up.

Iray sempat melayani pertanyaan wartawan. "Iya, alhamdulillah sehat," ujarnya singkat. Ketika pertama kali muncul di Polres Banjar, Iray tampak kurus dan kuyu. Kini ia lebih gemukan dan segar.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Agustinus Sangkakala ditemani Hakim Anggota Gatot Raharjo dan Gesang Yoga Madyasto. Saksi pertama yang dihadirkan adalah Tina, 22 tahun, warga Kelurahan Keraton, Banjar.

Kepada hakim, Tina mengaku menyerahkan uang sebesar Rp3 juta pada Mei tadi. Ia dijanjikan pencairan Rp5 juta pada Juni berikutnya. Ia mengenal Iray dari akun Instagramnya @arisaniraykasfi. Yang membuat hakim heran, Tina langsung mengajak Iray bertemu untuk menyerahkan uang. Tanpa menyelidiki lebih jauh bisnis tersebut.

Karena gugup, Tina sempat terpleset omong. Dia memanggil hakim dengan panggilan hangat 'mas', hakim pun dibuatnya tertawa. "Lewat IG saya meminta nomor WhatsApp-nya. Setelah chatting, saya ke rumahnya. Saya serahkan uang tunai lalu dikasih kuitansi, mas hakim," ungkapnya.

Saksi keempat juga mengalami kasus serupa. Ida, 22 tahun, warga Desa Antasan Senor, Banjar. Ida menyerahkan uang Rp350 ribu dan dijanjikan kelipatan Rp500 ribu.

Dalam sidang pertama, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banjar Noorhaniyah mendakwa Iray dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, ditambah Pasal 378 KHUP terkait Tindak Pidana Penipuan. "Ini membuat saya penasaran, kemana larinya semua uang ini, harus dikejar," ungkap Hakim Agustinus.

Iray membuat kehebohan di Kalsel pada pertengahan Juli lalu. Setelah korbannya yang panik ramai-ramai melapor ke kantor polisi. Sempat ditahan di Mapolres Banjar, Iray kini menginap di Lapas Perempuan Martapura. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:04

Sempat Kelabui Petugas, Barang Bukti Akhirnya Ditemukan

BANJARBARU - Isur (32), warga Jalan Perjuangan Rt.11 Rw.03 Kelurahan Sungai Tiung Kecamatan Cempaka…

Sabtu, 17 November 2018 10:44

Asyik Ngelem, Dua Remaja Ini Diamankan Petugas

BANJARBARU - Dua remaja berinisial B, 14,  dan Y, 15, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian…

Sabtu, 17 November 2018 10:17

Bukannya Menolong, Setelah Tabrak Tukang Parkir Ibu Ini Malah Larikan Diri

BANJARMASIN – Brakkk, tukang parkir di Jalan Kuripan Banjarmasin Timur ditabrak mobil Datsun warna…

Sabtu, 17 November 2018 09:42

Pengguna Narkoba Hanya Direhabilitasi Saja!!, Ini Jelas Wisnu Widarto

BANJARMASIN – Tiga hari dilantik, Direktur Serse Narkoba Polda Kalsel yang baru, Komisaris Besar…

Sabtu, 17 November 2018 09:26

Medsos Banyak Pornografi, Awasi Anak-Anak Pemakai Gadget

BANJARMASIN - Media sosial (Medsos) sering disalahgunakan untuk menyebarkan berbagai macam informasi…

Jumat, 16 November 2018 10:31

Tiidak Jera, Pria ini Kembali Lakukan Tindak Kriminal

BANJARMASIN - Untuk kali kedua Azdhar Azyari alias Azhar (36) bakal menjalani hari-harinya dibalik jeruji…

Jumat, 16 November 2018 10:25

AKHIRNYA Spesialis Pencuri Celengan Masjid Dibekuk

BANJARMASIN - Pencuri celengan yang kerap beraksi di beberapa masjid di Banjarmasin akhirnya terungkap.…

Jumat, 16 November 2018 10:16

JANGAN Sembarang Parkir Bisa-Bisa Roda Mobil di Gembok Petugas

BANJARMASIN - Rentetan aksi penggembokan dan penggembosan roda mobil yang parkir di bahu Jalan Veteran…

Jumat, 16 November 2018 10:03

Satpol PP Ungkap Protitusi Online di Martapura

MARTAPURA – SP menutup booking order (BO) malam itu. Pada layar handphonenya, percakapan pada…

Kamis, 15 November 2018 13:30

Operasi Zebra 2018 Berakhir, Ini Yang Terjadi Selama Operasi

KANDANGAN – Operasi Zebra 2018 resmi berakhir di seluruh Indoensia, Senin (12/11) tadi. Selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .