MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 05 Oktober 2017 13:59
Risih Dipanggil Markonah, Peraih Medali APG 2017 Tambah Nama
BANGGA: Markonah (dua dari kanan) kala mendapatkan medali perak di APG IX 2017 Kuala Lumpur.

PROKAL.CO, Paralympian (atlet difabel) Kalsel, Sri Wati mencetak prestasi membanggakan di ajang Asean Para Games (APG) IX 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, September tadi. Di ajang pesta olahraga para paralimpian se-Asia Tenggara itu, Sri Wati mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu. Anehnya, sepulang dari Malaysia, Sri Wati justru lebih menginginkan dirinya dipanggil dengan sebutan Markonah.

----------------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Markonah, demikian nama panggilan sehari-hari kepada Sri Wati. Walaupun terdengar aneh dan lucu, perempuan 34 tahun itu kini justru senang dengan panggilan tersebut. Bahkan, untuk mempatenkan nama panggilannya itu, Markonah mengadakan acara syukuran tambah nama dengan mengundang keluarga dan rekan-rekan sesama paralimpian. Tak tanggung-tanggung, seekor sapi disembelih untuk seremoni peyematan nama "Markonah" di nama aslinya.

"Nama asli saya adalah Sri Wati Qamariah. Tapi, karena teman-teman sesama atlet paralimpian sering memanggil saya dengan nama Markonah, ya sudah sekalian saya tambahkan saja ke nama asli. Sekarang nama lengkap saya Sri Wati Markonah Qamariah," ujar atlet atletik binaan National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel tersebut.

Markonah menerawang menceritakan nama sebutannya itu. "Yang awal-awal memanggil saya Markonah adalah Warmia, teman sesama atlet atletik di NPC Kalsel. Beliau itu kalau dari jauh memanggil saya dengan teriak Markonah. Saya kira manggil orang lain, ternyata Warmia memanggil saya. Padahal, nama saya Sri Wati, tentu kan jadi malu, karena orang-orang menoleh ke saya," ujarnya.

Karena itulah, kemudian nama Markonah beken di kalangan paralimpian Kalsel. "Kalau dipanggil Sri atau Wati kan sudah banyak yang punya nama itu. Kalau Markonah, ya saya sendiri yang punya. Walaupun risih, tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dipanggil Markonah. Yang lucu itu kalau lagi kenalan dengan orang baru. Ditanya nama, Sri Wati, ditanya panggilan, Markonah. Orang banyak yang ketawa," ujarnya seraya terkekeh.

Lantas, apa alasannya langsung menambahkan nama Markonah sepulang dari Asean Para Games IX Kuala Lumpur, Markonah mengakui sebagai wujud rasa syukur. "Dari Malaysia saya bawa pulang perak dari nomor pertandingan lempar lembing. Dan dua perunggu dari nomor pertandingan lempar cakram serta tolak peluru. Makanya, saya buat syukuran sekaligus tambah nama untuk mematenkan nama panggilan Markonah," cerita ibu dua putera ini.

Markonah sendiri mengaku senang bisa bergabung dengan NPC Kalsel. Dari organisasi yang mewadahi dan membina para atlet difabel tersebut, Markonah bisa bersinar dan punya kebanggaan. "Dulu saya kena kanker tulang di kaki kiri. Karena parah, terpaksa kaki kanan harus diamputasi. Sempat sedih juga, tapi saya harus tetap optimistis. Oleh karena itu, saya mencoba peruntungan jadi atlet lewat ajakan NPC Kalsel," kenangnya.

Tanpa memiliki dasar olahraga samasekali, Markonah manut ketika diminta NPC Kalsel menggeluti cabang olahraga atletik. "Menurut NPC Kalsel, saya punya potensi di nomor pertandingan lempat lembing, lempar cakram, dan tolak peluru. Saya latihan dengan serius, Alhamdulillah sekarang sudah ada hasilnya," ujarnya.

Prestasi terbaiknya ketika tampil di ajang Pekan Paralimpian Nasional (Peparnas) XV 2016 Jabar. Kala itu, Markonah memborong tiga medali emas untuk tiga nomor pertandingan yang digelutinya. Oleh Pemprov Kalsel, Markonah diguyur bonus Rp200 juta untuk tiap keping medali emas yang dihasilkannya. "Jadi, total bonus dapat Rp600 juta saya gunakan untuk renovasi rumah dan membeli tanah. Selebihnya, ada juga saya gunakan untuk memperluas kebun sayur yang saya kelola sehari-hari," sambungnya.

Dari Asean Para Games IX 2017 Kuala Lumpur, Markonah tinggal menunggu kucuran bonus satu perak dan dua perunggu. "Infonya dari Kemenpora RI akan memberikan Rp80 juta untuk medali perak dan Rp40 juta untuk medali perunggu. Mudah-mudahan, bonusnya lekas cair supaya saya bisa gunakan untuk menambah modal membuat usaha rumah kost," ujar istri dari M Alwi ini.

Di sisi lain, Ketua NPC Kalsel, Ahmad Firdaus menyatakan bangga dengan keberhasilan Markonah. "Markonah membuktikan, bahwa difabilitas atau cacat fisik bukan halangan untuk tetap berprestasi. Asalkan optimis, kerja keras, dan berdoa, siapapun bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan," tandasnya.(oza)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43

Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:40

Ketika Mereka Melawan Kanker dengan Harapan

Besok (4/2) masyarakat dunia memperingati Hari Kanker. Inilah kisah Aisyah dan Burhanuddin, penderita…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…

Kamis, 01 Februari 2018 13:38

Menengok Perajin Ukiran di Pierre Tendean

Orang Banjar pasti tak asing dengan ram angin, les plang, hingga jamang yang terbuat dari kayu ulin.…

Rabu, 31 Januari 2018 14:29

Melukis dengan Kopi di Kedai Hudes

Masih ingat dengan liputan berjudul 'Mengangkat Derajat Kopi Pengaron'? Sang narasumber, pendiri Hudes…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .