MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 05 Oktober 2017 13:59
Risih Dipanggil Markonah, Peraih Medali APG 2017 Tambah Nama
BANGGA: Markonah (dua dari kanan) kala mendapatkan medali perak di APG IX 2017 Kuala Lumpur.

PROKAL.CO, Paralympian (atlet difabel) Kalsel, Sri Wati mencetak prestasi membanggakan di ajang Asean Para Games (APG) IX 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, September tadi. Di ajang pesta olahraga para paralimpian se-Asia Tenggara itu, Sri Wati mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu. Anehnya, sepulang dari Malaysia, Sri Wati justru lebih menginginkan dirinya dipanggil dengan sebutan Markonah.

----------------------------------------------

Fauzan Ridhani, Banjarmasin

-----------------------------------------------

Markonah, demikian nama panggilan sehari-hari kepada Sri Wati. Walaupun terdengar aneh dan lucu, perempuan 34 tahun itu kini justru senang dengan panggilan tersebut. Bahkan, untuk mempatenkan nama panggilannya itu, Markonah mengadakan acara syukuran tambah nama dengan mengundang keluarga dan rekan-rekan sesama paralimpian. Tak tanggung-tanggung, seekor sapi disembelih untuk seremoni peyematan nama "Markonah" di nama aslinya.

"Nama asli saya adalah Sri Wati Qamariah. Tapi, karena teman-teman sesama atlet paralimpian sering memanggil saya dengan nama Markonah, ya sudah sekalian saya tambahkan saja ke nama asli. Sekarang nama lengkap saya Sri Wati Markonah Qamariah," ujar atlet atletik binaan National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel tersebut.

Markonah menerawang menceritakan nama sebutannya itu. "Yang awal-awal memanggil saya Markonah adalah Warmia, teman sesama atlet atletik di NPC Kalsel. Beliau itu kalau dari jauh memanggil saya dengan teriak Markonah. Saya kira manggil orang lain, ternyata Warmia memanggil saya. Padahal, nama saya Sri Wati, tentu kan jadi malu, karena orang-orang menoleh ke saya," ujarnya.

Karena itulah, kemudian nama Markonah beken di kalangan paralimpian Kalsel. "Kalau dipanggil Sri atau Wati kan sudah banyak yang punya nama itu. Kalau Markonah, ya saya sendiri yang punya. Walaupun risih, tapi lama kelamaan saya jadi terbiasa dipanggil Markonah. Yang lucu itu kalau lagi kenalan dengan orang baru. Ditanya nama, Sri Wati, ditanya panggilan, Markonah. Orang banyak yang ketawa," ujarnya seraya terkekeh.

Lantas, apa alasannya langsung menambahkan nama Markonah sepulang dari Asean Para Games IX Kuala Lumpur, Markonah mengakui sebagai wujud rasa syukur. "Dari Malaysia saya bawa pulang perak dari nomor pertandingan lempar lembing. Dan dua perunggu dari nomor pertandingan lempar cakram serta tolak peluru. Makanya, saya buat syukuran sekaligus tambah nama untuk mematenkan nama panggilan Markonah," cerita ibu dua putera ini.

Markonah sendiri mengaku senang bisa bergabung dengan NPC Kalsel. Dari organisasi yang mewadahi dan membina para atlet difabel tersebut, Markonah bisa bersinar dan punya kebanggaan. "Dulu saya kena kanker tulang di kaki kiri. Karena parah, terpaksa kaki kanan harus diamputasi. Sempat sedih juga, tapi saya harus tetap optimistis. Oleh karena itu, saya mencoba peruntungan jadi atlet lewat ajakan NPC Kalsel," kenangnya.

Tanpa memiliki dasar olahraga samasekali, Markonah manut ketika diminta NPC Kalsel menggeluti cabang olahraga atletik. "Menurut NPC Kalsel, saya punya potensi di nomor pertandingan lempat lembing, lempar cakram, dan tolak peluru. Saya latihan dengan serius, Alhamdulillah sekarang sudah ada hasilnya," ujarnya.

Prestasi terbaiknya ketika tampil di ajang Pekan Paralimpian Nasional (Peparnas) XV 2016 Jabar. Kala itu, Markonah memborong tiga medali emas untuk tiga nomor pertandingan yang digelutinya. Oleh Pemprov Kalsel, Markonah diguyur bonus Rp200 juta untuk tiap keping medali emas yang dihasilkannya. "Jadi, total bonus dapat Rp600 juta saya gunakan untuk renovasi rumah dan membeli tanah. Selebihnya, ada juga saya gunakan untuk memperluas kebun sayur yang saya kelola sehari-hari," sambungnya.

Dari Asean Para Games IX 2017 Kuala Lumpur, Markonah tinggal menunggu kucuran bonus satu perak dan dua perunggu. "Infonya dari Kemenpora RI akan memberikan Rp80 juta untuk medali perak dan Rp40 juta untuk medali perunggu. Mudah-mudahan, bonusnya lekas cair supaya saya bisa gunakan untuk menambah modal membuat usaha rumah kost," ujar istri dari M Alwi ini.

Di sisi lain, Ketua NPC Kalsel, Ahmad Firdaus menyatakan bangga dengan keberhasilan Markonah. "Markonah membuktikan, bahwa difabilitas atau cacat fisik bukan halangan untuk tetap berprestasi. Asalkan optimis, kerja keras, dan berdoa, siapapun bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan," tandasnya.(oza)


BACA JUGA

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .