MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 06 Oktober 2017 13:31
Lima Tahun Kabur, DPO Korupsi di Tapin Menyerah
BURON: ST, koruptor yang sempat buron selama lima tahun, saat diperiksa aparat di Polres Tapin.

PROKAL.CO, RANTAU - Setelah hampir lima tahun melarikan diri,  akhirnya seorang DPO kasus korupsi yang terjadi di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Tapin, bisa diringkus oleh aparat Polres Tapin.

Pelaku yang berinisial ST (43) diringkus oleh Sat Reskrim Polres Tapin dengan didukung aparat Polda Kalsel dan Polres Jember, di Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji,  Kabupaten Jember,  Provinsi Jawa Timur, Selasa (3/10) sekitar pukul 19.20 Wita.

Kasus korupsi ini terjadi pada tahun 2012 di Dishutbun Kabupaten Tapin,  yang saat itu mengadakan lelang pekerjaan pengembangan karet dengan kontraktor pelaksana dari CV Nusantara Asri dengan direkturnya berinisial JN.

Saat itu JN menyerahkan pekerjaan sepenuhnya kepada ST yang bertindak sebagai ketua panitia pengadaan, lalu membagikan bibit karet kepada petani. Tetapi volume bibit yang diterima petani tidak sesuai dengan kontrak.

Kapolres Tapin AKBP Zulkifli Ismail melalui Kasat Reskrim Polres Tapin AKP Dodi Harianto, membenarkan bahwa pihaknya telah meringkus DPO kasus korupsi pada tahun 2012 lalu.

"Benar kami telah mengamankan seorang DPO korupsi, dan sekarang ia sudah berada di Mapolres Tapin untuk dilakukan pemeriksaan dan penahanan," katanya, Kamis (5/10).

Ia juga mengatakan bahwa pelaku melakukan korupsi pengadaan bibit karet pada tahun 2012 lalu, dan baru ketahuan pada tahun 2014,  setelah aparat Dishutbun melakukan penghitungan ulang bibit karet tersebut.

"Waktu itu ia melakukan korupsi pengadaan bibit karet yang datang sekitar 193.500,  tetapi yang disalurkan kepada masyarakat hanya sekitar 188.500 dan sebanyak 5000 bibit diambilnya," katanya. 

Kasat juga mengatakan bahwa ketika pelaku lari pada tahun 2012 lalu, ia meninggalkan istrinya di Rantau. Setelah beberapa tahun baru menyuruh istrinya untuk balik ke Jember.

"Ia sempat lari ke Jakarta dan bekerja sebagai supir, lalu lari lagi ke Sidoarjo kemudian kembali pulang ke kampung halamannya di Jember," ucapnya.

Adapun pengakuan pelaku ketika diwawancarai mengatakan bahwa status PNS-nya sudah dicopot dari tahun 2013 lalu. "Saya diberhentikan secara tidak hormat setelah bekerja selama 13 tahun," jelasnya.

Ia juga mengakui kesalahannya bahwa mengadakan lelang tidak sesuai prosedur. "Memang benar saya sebagai ketua tim pengadaan dan melakukan penyelewengan bibit karet," ucapnya kepada Radar Banjarmasin. (dly)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Jumat, 15 Desember 2017 15:05

Banjarmasin Bakal Miliki Perda untuk Pil Teler

BANJARMASIN - Sebentar lagi Banjarmasin memiliki perda larangan pil untuk teler. Patut dicatat, pasal…

Jumat, 15 Desember 2017 14:56

Sengketa, Rumah Mewah di Kayutangi Dieksekusi

BANJARMASIN - Sebuah rumah dan lahan kosong yang berlokasi di jalan Hasan Basri Banjarmasin,  Rt…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…

Rabu, 13 Desember 2017 15:11

Polisi Razia Knalpot Blong ke Sekolah

BANJARBARU - Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang masih adanya balapan liar dan penggunaan knalpot…

Rabu, 13 Desember 2017 14:32

KNKT Investigasi Kapal Karam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menginvestigasi insiden karamnya…

Selasa, 12 Desember 2017 12:30

Dua Pengedar Sabu Kena Jebak Polisi

BANJARMASIN - Dua sekawan Zainal Aqli alias Dhana dan Maulana alias Lana,   memang bernasib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .