MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 06 Oktober 2017 15:08
Kala Penyandang Difabel Mendapatkan Hak Bekerja

Sering Tidak Sesuai Posisi Pekerjaan

HAK BEKERJA: Zulfikar, tunanetra yang bekerja di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur milik Kementerian Sosial RI.

PROKAL.CO, Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebut kaum difabel memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan dan berwirausaha. Namun, pada praktiknya hak tersebut belum terpenuhi secara optimal. Misalnya, langsung ditolak pada saat pendaftaran atau acap kali ditempatkan pada posisi yang tak tepat.

-----------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarbaru

------------------------------------------------

Radar Banjarmasin kemarin (4/10) siang menemui seorang tuna netra yang bekerja di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur milik Kementerian Sosial RI. Namanya: Zulfikar. Pria berumur 34 tahun kelahiran Kepulauan Riau tahun ini ternyata sudah bertitel S2. Ia bekerja sebagai psikolog untuk memotivasi dan menerima curhat eks penyandang disabilitas mental atau psikotik.

Sehari-harinya, ia memberikan motivasi kepada eks penyandang disabilitas mental yang sedang diselimuti banyak pikiran. "Jadi, saya simpelnya adalah tempat curhat mereka," kata dia. Diceritakannya,  ia acap kali kebanjiran curhat ketika eks penyandang difabel mental di PSBL Budi Luhur sewaktu mereka akan dipulangkan. "Mereka takut ketika pulang, lingkungan mereka menolak. Pada saat itu, saya berperan memberikan motivasi," kata dia.

"Namun, sebenarnya, saya kuliah S1 dan S2 di jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB), namun setelah mendaftarkan diri di Kementerian Sosial, saya diarahkan untuk menjadi psikolog untuk memfasilitasi penyandang disabilitas mental," kata Zulfikar. Padahal, awalnya ia berharap untuk menjadi pembina mental lantaran sesuai dengan jurusan kuliahnya. "Tapi, seiring dengan perkembangan waktu, untungnya saya dapat beradaptasi dan mulai mencintai pekerjaan ini," ujarnya.

Lewat kejadian itu, diceritakan Zulfikar, pemerintah memang sudah menunaikan kewajibannya dengan membuka peluang pekerjaan bagi kaum difabel. Namun, acap kali, pada praktiknya tak sesuai dengan harapan. "Teman-teman saya ada yang ditolak langsung saat pendaftaran. Ada juga yang ditempatkan tidak sesuai pada posisinya," ujarnya.

Hal itu diperkuat dengan pengalamannya pada saat pertama kali mendaftar pekerjaan, ia mengetahui jumlah slot untuk kaum difabel di kementerian atau lembaga di Indonesia ada 300 orang. "Waktu itu, saya ingat ada 200 orang yang mendaftar. Namun, pada hasil akhir cuma 30 orang yang dinyatakan lulus," ungkapnya.

Lanjutnya, Zulfikar bercerita tentang temannya seorang tuna wicara yang ditolak Kementerian Sosial. "Pada saat itu, ia dianggap tak bakal bisa berinteraksi dengan rekan-rekannya yang ada di kantor, hasilnya, ia tak bisa mendapatkan pekerjaan," keluhnya.

Cerita lain, ada pula temannya seorang tuna netra yang dipekerjakan pada panti yang khusus menampung tuna rungu. "Ini juga bermasalah, soalnya mereka bakal sulit untuk berkomunikasi, harusnya mereka yang menempatkan posisi harus lebih jeli terhadap permasalahan ini," ujarnya.

Zulfikar berharap, pemenuhan hak difabel untuk mendapatkan pekerjaan harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya. "Jangan sampai mereka mengalami penolakan, atau diterima, namun ditempatkan pada posisi yang tidak sesuai dengan kemampuannya," kata dia. Selain itu, ia juga berharap bakal lebih banyak lagi kementerian atau lembaga yang membuka lowongan pekerjaan untuk kaum difabel. "Jangan hanya Kementerian Sosial saja," tambahnya. (by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Kamis, 16 November 2017 10:34

Mengenal Lebih Dekat Sosok Pelatih Futsal di Banjarmasin

Sempat membela Yellow Alligator, Peseban Banjarmasin yang kini akan bertarung di babak nasional Liga…

Rabu, 15 November 2017 15:30

Wahyudi, GM Bandara Syamsuddin Noor yang Baru Bertugas

Namanya pendek dan mudah diingat, Wahyudi. Mantan General Manager Bandara El Tari Kupang itu buka-bukaan…

Rabu, 15 November 2017 11:13

Mengenal Komunitas N Gage Lovers Banjarmasin

bentuk yang unik, bak mangkuk yang dibelah, membuat handphone (HP) Jadul berupa N Gage sangat digemari.…

Selasa, 14 November 2017 15:12

Werner Laule - Siti Farida Elyanor, pasangan Jerman-Kelua yang Suka Bertualang

Werner Laule dan Siti Farida Elyanor berlibur di Banua sejak 28 September lalu. Pasangan Jerman-Kelua…

Selasa, 14 November 2017 12:19

Pangeran Muhammad Noor Gagal Lagi Jadi Pahlawan Nasional

Perjuangan Pangeran Muhammad Noor dalam merebut kemerdekaan tak berbeda dengan pahlawan nasional lain…

Selasa, 14 November 2017 11:27

Kelas Inspirasi GMC + di SMP Islam Terpadu Qardhan Hasana

Dono Prasetyo menjadi General Manager sebuah hotel berbintang dalam usia begitu muda. Ia percaya, sukses…

Jumat, 10 November 2017 11:33

Sukiman, Pahlawan Pendidikan dari Wilayah Paminggir

Kalau ikhlas semua jadi enteng dan nyaman. Itu semboyan penguat asa Sukiman dalam menjalani perannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .