MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 06 Oktober 2017 15:08
Kala Penyandang Difabel Mendapatkan Hak Bekerja

Sering Tidak Sesuai Posisi Pekerjaan

HAK BEKERJA: Zulfikar, tunanetra yang bekerja di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur milik Kementerian Sosial RI.

PROKAL.CO, Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebut kaum difabel memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan dan berwirausaha. Namun, pada praktiknya hak tersebut belum terpenuhi secara optimal. Misalnya, langsung ditolak pada saat pendaftaran atau acap kali ditempatkan pada posisi yang tak tepat.

-----------------------------------------------

DONNY MUSLIM, Banjarbaru

------------------------------------------------

Radar Banjarmasin kemarin (4/10) siang menemui seorang tuna netra yang bekerja di Panti Sosial Bina Laras (PSBL) Budi Luhur milik Kementerian Sosial RI. Namanya: Zulfikar. Pria berumur 34 tahun kelahiran Kepulauan Riau tahun ini ternyata sudah bertitel S2. Ia bekerja sebagai psikolog untuk memotivasi dan menerima curhat eks penyandang disabilitas mental atau psikotik.

Sehari-harinya, ia memberikan motivasi kepada eks penyandang disabilitas mental yang sedang diselimuti banyak pikiran. "Jadi, saya simpelnya adalah tempat curhat mereka," kata dia. Diceritakannya,  ia acap kali kebanjiran curhat ketika eks penyandang difabel mental di PSBL Budi Luhur sewaktu mereka akan dipulangkan. "Mereka takut ketika pulang, lingkungan mereka menolak. Pada saat itu, saya berperan memberikan motivasi," kata dia.

"Namun, sebenarnya, saya kuliah S1 dan S2 di jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB), namun setelah mendaftarkan diri di Kementerian Sosial, saya diarahkan untuk menjadi psikolog untuk memfasilitasi penyandang disabilitas mental," kata Zulfikar. Padahal, awalnya ia berharap untuk menjadi pembina mental lantaran sesuai dengan jurusan kuliahnya. "Tapi, seiring dengan perkembangan waktu, untungnya saya dapat beradaptasi dan mulai mencintai pekerjaan ini," ujarnya.

Lewat kejadian itu, diceritakan Zulfikar, pemerintah memang sudah menunaikan kewajibannya dengan membuka peluang pekerjaan bagi kaum difabel. Namun, acap kali, pada praktiknya tak sesuai dengan harapan. "Teman-teman saya ada yang ditolak langsung saat pendaftaran. Ada juga yang ditempatkan tidak sesuai pada posisinya," ujarnya.

Hal itu diperkuat dengan pengalamannya pada saat pertama kali mendaftar pekerjaan, ia mengetahui jumlah slot untuk kaum difabel di kementerian atau lembaga di Indonesia ada 300 orang. "Waktu itu, saya ingat ada 200 orang yang mendaftar. Namun, pada hasil akhir cuma 30 orang yang dinyatakan lulus," ungkapnya.

Lanjutnya, Zulfikar bercerita tentang temannya seorang tuna wicara yang ditolak Kementerian Sosial. "Pada saat itu, ia dianggap tak bakal bisa berinteraksi dengan rekan-rekannya yang ada di kantor, hasilnya, ia tak bisa mendapatkan pekerjaan," keluhnya.

Cerita lain, ada pula temannya seorang tuna netra yang dipekerjakan pada panti yang khusus menampung tuna rungu. "Ini juga bermasalah, soalnya mereka bakal sulit untuk berkomunikasi, harusnya mereka yang menempatkan posisi harus lebih jeli terhadap permasalahan ini," ujarnya.

Zulfikar berharap, pemenuhan hak difabel untuk mendapatkan pekerjaan harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya. "Jangan sampai mereka mengalami penolakan, atau diterima, namun ditempatkan pada posisi yang tidak sesuai dengan kemampuannya," kata dia. Selain itu, ia juga berharap bakal lebih banyak lagi kementerian atau lembaga yang membuka lowongan pekerjaan untuk kaum difabel. "Jangan hanya Kementerian Sosial saja," tambahnya. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .