MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:57
Kasus Sengketa Makam Ulama di HSU, Makam Dibongkar, Nama Diubah
DIBONGKAR: Makam sebelum dibongkar dan kemudian setelah dibongkar (kanan). Nama makam telah berganti menjadi Datu Biha.

PROKAL.CO, Makam tua di depan Masjid Jami Sungai Banar Kecamatan Amuntai Selatan menjadi sengketa warga sekitar. Salah satu pihak mengklaim bahwa makam itu adalah makam milik Datu Kabul, sementara yang lain meyakini  makam Datu Biha. Kisruh yang sudah berlangsung lama ini berujung pada pembongkaran makam pada Minggu (1/10) tadi.

-------------------------------------------

MUHAMMAD AKBAR, Amuntai

--------------------------------------------

Datu Biha ditengarai merupakan tokoh masyarakat dan ulama di sekitar wilayah Kampung Sungai Banar di zamannya. Datu Biha konon sangat aktif melakukan syiar agama dan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Tak terima makam tokoh panutan kampung Sungai Banar itu diklaim sebagai Datu Kabul,  warga melakukan pembongkaran beton makam. 

Wartawan yang mendatangi lokasi tersebut Jumat (6/10) kemarin melihat kubah makam Datu Kabul termasuk fasilitas majelis yang berada di sekitar makam telah  porak-poranda. Alhasil makam yang dulunya ramai peziarah tersebut, kini kosong dan rusak.

Bahkan alkah atau beton semen diatas kubur berlapis marmer milik Datu Kabul sudah tidak ada, dan tergantikan oleh makam baru yang juga berlapis marmer bertuliskan Syekh Muhammad Nordin atau Datu Biha. "Kemarin masih Datu Kabul sekarang sudah menjadi Datu Biha. Apapun itu, kami hanya 

  Muhammad Herman pengurus makam tersebut menyampaikan, pihaknya memilih diam dan tidak mau melawan  aksi warga karena takut terjadi konflik. “Biarlah dulu, masalah ini tenang dan zuriat dari Syekh Abu Bakar berkonsultasi tentang masalah tersebut,” ucapnya yang menyayangkan  aksi perusakan tersebut. “Kan bisa Musyawarah dulu kan jauh lebih baik dan beretika," ucapnya pada Radar Banjarmasin, Jumat kemarin.

Sementara itu, Kapolres HSU AKBP Agus Sudaryatno SIK melalui Kasat Intelkam Iptu Cece Sudrajat pada Radar Banjarmasin mengatakan sesuai surat rekomendasi pembuktian kebenaran makam dari pihak zuriat Datu Biha yang diwakili Khairani, pihak yang meyakini makan Datu Kabul sebenarnya telah diberi waktu  untuk mengumpulkan bukti-bukti kebenaran garis keturunan Datu Kabul.

Pernyataan pencarian bukti yang dituntut oleh pihak Datu Biha kepada zuriat Datu Kabul  juga disaksikan oleh empat desa, yakni Ilir Masjid, Ujung Murung, Teluk Baru dan Jarang Kuantan. 

"Karena tuntutan  penggugat tak direspons, warga pun melakukan pembongkaran. Tak ada aksi anarkis dalam pembongkaran tersebut. Semua berjalan aman. Saat ini pihak Datu Biha yang merasa pemilik makam yang sah. Polisi hanya penengah saja," kata Cece singkat. (mar/yn/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37

Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih…

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)

Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek

Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)

Siasati Energi Bosan dengan Membaca

Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari…

Rabu, 11 Oktober 2017 13:03

Ketika Penggosokan Batu Akik di Cempaka Mulai Langka

Menjadi salah satu wilayah yang memiliki lokasi pendulangan intan. Cempaka selama ini dikenal banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .