MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 Oktober 2017 14:08
Masih Misteri, Tersangka KDRT Meninggal Mendadak di Tengah Laut

Polisi Periksa Saksi-Saksi

MENYIBAK MISTERI: Suasana penggalian informasi oleh Reskrim Polres Kotabaru kepada para awak kapal, keluarga korban dan anggota Polsek Pulau Sembilan, disaksikan Propam Polres Kotabaru dan Lanal Kotabaru.

PROKAL.CO, KOTABARU - Adnan pemuda paruh baya di Pulau Sembilan tewas di kapal nelayan yang membawanya ke pusat kota. Dia tewas saat dalam perjalanan untuk diperiksa dalam kasus dugaan KDRT di Mapolres Kotabaru.

Tewasnya Adnan menimbulkan misteri. Istri korban, Anti, yang awalnya meminta polisi di Pulau Sembilan mengusut kasus dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya, balik menyerang polisi. Anti dalam status Facebooknya menyebut kalau kematian Adnan diduga karena tindakan oknum polisi.

Kasus ini pun mendapat perhatian serius Mapolres Kotabaru. Jumat (6/10) kemarin, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan mengumpulkan para saksi. Mereka adalah sepupu korban bernama Nanang, awak kapal dan dua oknum polisi Polsek Pulau Sembilan. Pemeriksaan ini disaksikan wartawan, Propam dan Lanal Kotabaru.

"Saya di sini mau supaya semua jelas. Kalau memang anak buah saya salah, saya benam! Tapi kalau tidak, maka ya wajib kami bela karena ini menyangkut nama baik polisi," ujarnya.

Dalam pertemuan itu para saksi mengaku tidak ada tindak kekerasan kepada Adnan selama di kapal. Memang Adnan, menderita luka di kepala yang menurut keterangan mereka akibat berontak sewaktu di Mapolsek dengan cara meloncat ke arah kaca jendela. Ditanya apakah luka di kepala korban parah, Nanang menggeleng.

Sementara dua polisi saat itu mengaku sedang mabuk laut. Korban di taruh di bagian belakang kapal, pada posisi yang nyaman untuk tidur.

Hanya saja korban memang diikat dan dilakban matanya. Pelakunya adalah Nanang. Alasan Nanang melakban mata sepupunya supaya tidak berontak dan terjun ke laut.

Menurut keterangan awak kapal lagi, korban sebelum meninggal sempat meracau mengenai Pokemon dan beberapa serial film laga. "Dari hasil pemeriksaan, Adnan ini memang menderita gangguan jiwa," kata Kasat Reskrim.

Sayang saat ditanya, tidak ada satu pun dapat memastikan apa penyebab kematian Adnan. Korban tiba-tiba saja ditemukan tidak lagi bernyawa. Saat wartawan menanyakan kepada Nanang, yang bersangkutan tidak bisa bersuara dan hanya menangis.

"Sepertinya dia masih terguncang," kata Kasat.

Lalu kenapa Adnan dibawa ke Kotabaru?

Awalnya, Anti, sang istri melaporkan suaminya ke Mapolsek Pulau Sembilan, Selasa 26 September tadi. Anti mengaku mengalami tindak kekerasan oleh suami sendiri."Awalnya karena ini kasus KDRT kami coba mediasi. Tapi Anti meminta tetap proses. Akhirnya anggota di Polsek Pulau Sembilan membawa Adnan diperiksa," kata Kasat Reskrim.

Dari pemeriksaan itu diketahui kalau Adnan mengidap gangguan jiwa. Puncaknya pada Jumat 29 September, Adnan dibawa ke pusat kota karena penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak ada di Polres Kotabaru. Waktu hendak dibawa ke kota, Adnan berontak, karena ingin bertemu dengan anak dan istrinya. Dia sampai meloncat ke jendela kaca, yang membuat kepalanya luka.

Perawat Puskesmas di sana memberikan pertolongan, tapi Adnan terus berontak. Bahkan menolak meminum obat yang diberikan. Akhirnya dia pun dibawa ke kapal nelayan di dermaga. Aksi ini menjadi tontonan warga.

Saat dibawa, polisi memborgol tangan Adnan, namun Nanang juga mengikat dan melakban mata korban. Dengan alasan supaya Adnan tidak berontak lebih hebat lagi. Namun sekitar lima jam di perjalanan Adnan meninggal, kapal pun segera balik ke Pulau Sembilan.

Kejadian ini segera dilaporkan Polsek Pulau Sembilan ke Polres Kotabaru. "Saat itu saya meminta dilakukan visum. Untuk mengetahui apa penyebab kematiannya," kata Kasat Reskrim.

Namun permintaan visum ditolak keluarga. Kasus pun mereda. Hingga akhirnya belum lama tadi, Anti unggah status di Facebook dan menyalahkan polisi. "Coba dari awal visum. Jadi jelas apa sebabnya," keluh Kasat.

Belakangan, sepupu korban lainnya bernama Sunar memberikan keterangan. Dia mengatakan, kalau Nanang juga tidak terlalu normal. Sehingga keterangan bahwa Nanang yang mengikat dan melakban korban dia ragukan. "Dia gak normal orangnya," kata Sunar.

Sunar saat itu mengaku bersama pengacara akan melapor ke Polres Kotabaru, meminta oknum polisi di Pulau Sembilan diperiksa. "Kami minta kasus ini diusut," ujarnya. Wanita itu menduga kematian korban akibat kelalaian polisi. Dia menilai korban sudah diperlakukan tidak manusiawi.

Mengenai visum, Sunar membenarkan keluarga menolak. Karena keluarga percaya kalau mayat harus dimakamkan sebelum lima kali azan berkumandang. "Kan di sini gak ada dokter visum. Kalau mau ya bawa dokternya ke sini," tambahnya.

Terkait tindakan Sunar, Kasat Reskrim mengatakan silakan saja melapor. "Itu hak dia. Kami dalam hal ini profesional saja," tandasnya.

Sekadar diketahui, Pulau Sembilan dapat ditempuh dengan kapal reguler dari pusat kota sekitar 8 jam. Jika menggunakan kapal cepat bisa empat jam, namun dengan kapal speedboat ukuran kecil berisiko gelombang tinggi karena Pulau Sembilan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar. (zal)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 10:12

Tiga Pemuda Sungai Lulut Banjarmasin Meregang Nyawa

BANJARMASIN - Miras oplosan memakan korban.  Tiga orang remaja yang tinggal di Kelurahan Sungai…

Minggu, 25 Februari 2018 10:03

Gara-gara ini, Salon Sahara Ditutup Paksa Satpol PP Banjarbaru

BANJARBARU - Penertiban terhadap tempat hiburan yang melanggar Perda, terus dilakukan oleh jajaran Satpol…

Sabtu, 24 Februari 2018 18:02

Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Pjs Kades Diringkus

PELAIHARI - Akhirnya pelarian Ideris alias Diris,  mantan Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Persiapan, …

Sabtu, 24 Februari 2018 11:20

Penjual Judi Kupon Putih Ditangkap di Pangkalan Ojek

BANJARMASIN - Pangkalan ojek di Jalan Djok Mentaya Banjarmasin Tengah, tempat Wijaya Nata (60) menjual…

Jumat, 23 Februari 2018 12:02

BIADAB..!! Disertai Ancaman Pembunuhan, Guru ini Cabuli Siswi Madrasah Puluhan Kali

MARTAPURA - Entah setan apa yang sudah merasuki Ahmad Turidi. Demi memuaskan hawa nafsunya, guru MIN…

Jumat, 23 Februari 2018 11:13

Duh Miris..! Pelajar Ikut Terlibat Jadi Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Gusti Antung Antawan alias Iwan (40) tega menjerumuskan seorang pelajar inisal MA (17)…

Jumat, 23 Februari 2018 11:04

Jasad Misterius di Desa Sungai Batang itu Diperkirakan Berusia 60 Tahun

BANJARMASIN – Aparat Polres Banjar berupaya keras mengungkap sosok mayat tanpa identitas yang…

Kamis, 22 Februari 2018 12:57

Diduga Timbun Gas, SN Diamankan ke Kantor Polisi

BANJARMASIN - Peringatan bagi pangkalan elpiji. Jangan menimbun gas 3 kilogram! Karena polisi tak segan…

Kamis, 22 Februari 2018 12:40

Kantor MUI HSS Terbakar, TK Pertiwi 1 Kandangan Ikut Kena Imbasnya

KANDANGAN – Sejumlah warga di Jalan Pemuda, Kecamatan Kandangan,  dikejutkan dengan…

Rabu, 21 Februari 2018 10:51

Buat Resah, Warga Jalan Banyiur Laporkan Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Sebuah rumah di Jalan Banyiur Dalam RT 40 Banjarmasin Barat, disinyalir menjadi tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .