MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 Oktober 2017 14:08
Masih Misteri, Tersangka KDRT Meninggal Mendadak di Tengah Laut

Polisi Periksa Saksi-Saksi

MENYIBAK MISTERI: Suasana penggalian informasi oleh Reskrim Polres Kotabaru kepada para awak kapal, keluarga korban dan anggota Polsek Pulau Sembilan, disaksikan Propam Polres Kotabaru dan Lanal Kotabaru.

PROKAL.CO, KOTABARU - Adnan pemuda paruh baya di Pulau Sembilan tewas di kapal nelayan yang membawanya ke pusat kota. Dia tewas saat dalam perjalanan untuk diperiksa dalam kasus dugaan KDRT di Mapolres Kotabaru.

Tewasnya Adnan menimbulkan misteri. Istri korban, Anti, yang awalnya meminta polisi di Pulau Sembilan mengusut kasus dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya, balik menyerang polisi. Anti dalam status Facebooknya menyebut kalau kematian Adnan diduga karena tindakan oknum polisi.

Kasus ini pun mendapat perhatian serius Mapolres Kotabaru. Jumat (6/10) kemarin, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan mengumpulkan para saksi. Mereka adalah sepupu korban bernama Nanang, awak kapal dan dua oknum polisi Polsek Pulau Sembilan. Pemeriksaan ini disaksikan wartawan, Propam dan Lanal Kotabaru.

"Saya di sini mau supaya semua jelas. Kalau memang anak buah saya salah, saya benam! Tapi kalau tidak, maka ya wajib kami bela karena ini menyangkut nama baik polisi," ujarnya.

Dalam pertemuan itu para saksi mengaku tidak ada tindak kekerasan kepada Adnan selama di kapal. Memang Adnan, menderita luka di kepala yang menurut keterangan mereka akibat berontak sewaktu di Mapolsek dengan cara meloncat ke arah kaca jendela. Ditanya apakah luka di kepala korban parah, Nanang menggeleng.

Sementara dua polisi saat itu mengaku sedang mabuk laut. Korban di taruh di bagian belakang kapal, pada posisi yang nyaman untuk tidur.

Hanya saja korban memang diikat dan dilakban matanya. Pelakunya adalah Nanang. Alasan Nanang melakban mata sepupunya supaya tidak berontak dan terjun ke laut.

Menurut keterangan awak kapal lagi, korban sebelum meninggal sempat meracau mengenai Pokemon dan beberapa serial film laga. "Dari hasil pemeriksaan, Adnan ini memang menderita gangguan jiwa," kata Kasat Reskrim.

Sayang saat ditanya, tidak ada satu pun dapat memastikan apa penyebab kematian Adnan. Korban tiba-tiba saja ditemukan tidak lagi bernyawa. Saat wartawan menanyakan kepada Nanang, yang bersangkutan tidak bisa bersuara dan hanya menangis.

"Sepertinya dia masih terguncang," kata Kasat.

Lalu kenapa Adnan dibawa ke Kotabaru?

Awalnya, Anti, sang istri melaporkan suaminya ke Mapolsek Pulau Sembilan, Selasa 26 September tadi. Anti mengaku mengalami tindak kekerasan oleh suami sendiri."Awalnya karena ini kasus KDRT kami coba mediasi. Tapi Anti meminta tetap proses. Akhirnya anggota di Polsek Pulau Sembilan membawa Adnan diperiksa," kata Kasat Reskrim.

Dari pemeriksaan itu diketahui kalau Adnan mengidap gangguan jiwa. Puncaknya pada Jumat 29 September, Adnan dibawa ke pusat kota karena penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak ada di Polres Kotabaru. Waktu hendak dibawa ke kota, Adnan berontak, karena ingin bertemu dengan anak dan istrinya. Dia sampai meloncat ke jendela kaca, yang membuat kepalanya luka.

Perawat Puskesmas di sana memberikan pertolongan, tapi Adnan terus berontak. Bahkan menolak meminum obat yang diberikan. Akhirnya dia pun dibawa ke kapal nelayan di dermaga. Aksi ini menjadi tontonan warga.

Saat dibawa, polisi memborgol tangan Adnan, namun Nanang juga mengikat dan melakban mata korban. Dengan alasan supaya Adnan tidak berontak lebih hebat lagi. Namun sekitar lima jam di perjalanan Adnan meninggal, kapal pun segera balik ke Pulau Sembilan.

Kejadian ini segera dilaporkan Polsek Pulau Sembilan ke Polres Kotabaru. "Saat itu saya meminta dilakukan visum. Untuk mengetahui apa penyebab kematiannya," kata Kasat Reskrim.

Namun permintaan visum ditolak keluarga. Kasus pun mereda. Hingga akhirnya belum lama tadi, Anti unggah status di Facebook dan menyalahkan polisi. "Coba dari awal visum. Jadi jelas apa sebabnya," keluh Kasat.

Belakangan, sepupu korban lainnya bernama Sunar memberikan keterangan. Dia mengatakan, kalau Nanang juga tidak terlalu normal. Sehingga keterangan bahwa Nanang yang mengikat dan melakban korban dia ragukan. "Dia gak normal orangnya," kata Sunar.

Sunar saat itu mengaku bersama pengacara akan melapor ke Polres Kotabaru, meminta oknum polisi di Pulau Sembilan diperiksa. "Kami minta kasus ini diusut," ujarnya. Wanita itu menduga kematian korban akibat kelalaian polisi. Dia menilai korban sudah diperlakukan tidak manusiawi.

Mengenai visum, Sunar membenarkan keluarga menolak. Karena keluarga percaya kalau mayat harus dimakamkan sebelum lima kali azan berkumandang. "Kan di sini gak ada dokter visum. Kalau mau ya bawa dokternya ke sini," tambahnya.

Terkait tindakan Sunar, Kasat Reskrim mengatakan silakan saja melapor. "Itu hak dia. Kami dalam hal ini profesional saja," tandasnya.

Sekadar diketahui, Pulau Sembilan dapat ditempuh dengan kapal reguler dari pusat kota sekitar 8 jam. Jika menggunakan kapal cepat bisa empat jam, namun dengan kapal speedboat ukuran kecil berisiko gelombang tinggi karena Pulau Sembilan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar. (zal)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:40

Temuan Bayi Beralaskan Sejadah, Kapolsek: Kami Akan Cari Orang Tuanya

BANJARBARU - Warga digegerkan penemuan sesosok bayi laki-laki di samping jembatan Jalan Transpol, Komplek…

Senin, 23 Oktober 2017 11:36

Dua Pengedar Zenith Asal Binuang Tak Berkutik

RANTAU - Selain berprofesi sebagai montir sepeda motor,  ternyata Maslan (29) juga nyambi sebagai…

Minggu, 22 Oktober 2017 15:58

DUUAARRR...! Kapal Dagang di Amuntai Meledak dan Terbakar

AMUNTAI - Kesunyian Desa Bitin Kecamatan Danau Panggang Minggu (22/10) sekitar pukul 06:30 wita,…

Minggu, 22 Oktober 2017 14:42

Adu Banteng Tiga Pria Temui Ajal di Muara Tapus

AMUNTAI - Jalan Brigjend Hasan Basri yang merupakan jalan trans kalimantan di Kabupaten Hulu Sungai…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:11

Dorr.. Spesialis Pembobol Kos Cewek Ditembak, Begini Caranya Beraksi

BANJARBARU - IW bukan spesialis pembobol rumah kosong biasa. Lelaki 38 tahun ini gemar mengincar kos…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:08

Laporan Masyarakat, Pengepul Togel di HSS Diringkus

KANDANGAN – Bukannya memperbanyak amal ibadah di usianya 51 tahun, Kaspul Anwar malah menjadi pengepul…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:03

Enam Orang Pemilik Sabu dan Ineks itu Resmi Tersangka

BANJARMASIN-Enam tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu yang diungkap anggota Buser Polsekta Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:21

28 Napi Banjarmasin Dipindahkan ke Surabaya

BANJARMASIN – Sebanyak 28 Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin dipindahkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:59

Residivis Pembobol Gudang Tertangkap Lagi, Begini Caranya Beraksi

BANJARMASIN - Imam Hanapi (38), warga jalan Belitung Utara,  Gang Teuku Umar Rt 13,  Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:37

Tangkapan Besar, Jaringan Pengedar Sabu Dibongkar

BANJARMASIN - Anggota Buser Polsekta Banjarmasin Timur berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .