MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 07 Oktober 2017 14:08
Masih Misteri, Tersangka KDRT Meninggal Mendadak di Tengah Laut

Polisi Periksa Saksi-Saksi

MENYIBAK MISTERI: Suasana penggalian informasi oleh Reskrim Polres Kotabaru kepada para awak kapal, keluarga korban dan anggota Polsek Pulau Sembilan, disaksikan Propam Polres Kotabaru dan Lanal Kotabaru.

PROKAL.CO, KOTABARU - Adnan pemuda paruh baya di Pulau Sembilan tewas di kapal nelayan yang membawanya ke pusat kota. Dia tewas saat dalam perjalanan untuk diperiksa dalam kasus dugaan KDRT di Mapolres Kotabaru.

Tewasnya Adnan menimbulkan misteri. Istri korban, Anti, yang awalnya meminta polisi di Pulau Sembilan mengusut kasus dugaan kekerasan yang dilakukan suaminya, balik menyerang polisi. Anti dalam status Facebooknya menyebut kalau kematian Adnan diduga karena tindakan oknum polisi.

Kasus ini pun mendapat perhatian serius Mapolres Kotabaru. Jumat (6/10) kemarin, Kasat Reskrim AKP Suria Miftah Irawan mengumpulkan para saksi. Mereka adalah sepupu korban bernama Nanang, awak kapal dan dua oknum polisi Polsek Pulau Sembilan. Pemeriksaan ini disaksikan wartawan, Propam dan Lanal Kotabaru.

"Saya di sini mau supaya semua jelas. Kalau memang anak buah saya salah, saya benam! Tapi kalau tidak, maka ya wajib kami bela karena ini menyangkut nama baik polisi," ujarnya.

Dalam pertemuan itu para saksi mengaku tidak ada tindak kekerasan kepada Adnan selama di kapal. Memang Adnan, menderita luka di kepala yang menurut keterangan mereka akibat berontak sewaktu di Mapolsek dengan cara meloncat ke arah kaca jendela. Ditanya apakah luka di kepala korban parah, Nanang menggeleng.

Sementara dua polisi saat itu mengaku sedang mabuk laut. Korban di taruh di bagian belakang kapal, pada posisi yang nyaman untuk tidur.

Hanya saja korban memang diikat dan dilakban matanya. Pelakunya adalah Nanang. Alasan Nanang melakban mata sepupunya supaya tidak berontak dan terjun ke laut.

Menurut keterangan awak kapal lagi, korban sebelum meninggal sempat meracau mengenai Pokemon dan beberapa serial film laga. "Dari hasil pemeriksaan, Adnan ini memang menderita gangguan jiwa," kata Kasat Reskrim.

Sayang saat ditanya, tidak ada satu pun dapat memastikan apa penyebab kematian Adnan. Korban tiba-tiba saja ditemukan tidak lagi bernyawa. Saat wartawan menanyakan kepada Nanang, yang bersangkutan tidak bisa bersuara dan hanya menangis.

"Sepertinya dia masih terguncang," kata Kasat.

Lalu kenapa Adnan dibawa ke Kotabaru?

Awalnya, Anti, sang istri melaporkan suaminya ke Mapolsek Pulau Sembilan, Selasa 26 September tadi. Anti mengaku mengalami tindak kekerasan oleh suami sendiri."Awalnya karena ini kasus KDRT kami coba mediasi. Tapi Anti meminta tetap proses. Akhirnya anggota di Polsek Pulau Sembilan membawa Adnan diperiksa," kata Kasat Reskrim.

Dari pemeriksaan itu diketahui kalau Adnan mengidap gangguan jiwa. Puncaknya pada Jumat 29 September, Adnan dibawa ke pusat kota karena penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak ada di Polres Kotabaru. Waktu hendak dibawa ke kota, Adnan berontak, karena ingin bertemu dengan anak dan istrinya. Dia sampai meloncat ke jendela kaca, yang membuat kepalanya luka.

Perawat Puskesmas di sana memberikan pertolongan, tapi Adnan terus berontak. Bahkan menolak meminum obat yang diberikan. Akhirnya dia pun dibawa ke kapal nelayan di dermaga. Aksi ini menjadi tontonan warga.

Saat dibawa, polisi memborgol tangan Adnan, namun Nanang juga mengikat dan melakban mata korban. Dengan alasan supaya Adnan tidak berontak lebih hebat lagi. Namun sekitar lima jam di perjalanan Adnan meninggal, kapal pun segera balik ke Pulau Sembilan.

Kejadian ini segera dilaporkan Polsek Pulau Sembilan ke Polres Kotabaru. "Saat itu saya meminta dilakukan visum. Untuk mengetahui apa penyebab kematiannya," kata Kasat Reskrim.

Namun permintaan visum ditolak keluarga. Kasus pun mereda. Hingga akhirnya belum lama tadi, Anti unggah status di Facebook dan menyalahkan polisi. "Coba dari awal visum. Jadi jelas apa sebabnya," keluh Kasat.

Belakangan, sepupu korban lainnya bernama Sunar memberikan keterangan. Dia mengatakan, kalau Nanang juga tidak terlalu normal. Sehingga keterangan bahwa Nanang yang mengikat dan melakban korban dia ragukan. "Dia gak normal orangnya," kata Sunar.

Sunar saat itu mengaku bersama pengacara akan melapor ke Polres Kotabaru, meminta oknum polisi di Pulau Sembilan diperiksa. "Kami minta kasus ini diusut," ujarnya. Wanita itu menduga kematian korban akibat kelalaian polisi. Dia menilai korban sudah diperlakukan tidak manusiawi.

Mengenai visum, Sunar membenarkan keluarga menolak. Karena keluarga percaya kalau mayat harus dimakamkan sebelum lima kali azan berkumandang. "Kan di sini gak ada dokter visum. Kalau mau ya bawa dokternya ke sini," tambahnya.

Terkait tindakan Sunar, Kasat Reskrim mengatakan silakan saja melapor. "Itu hak dia. Kami dalam hal ini profesional saja," tandasnya.

Sekadar diketahui, Pulau Sembilan dapat ditempuh dengan kapal reguler dari pusat kota sekitar 8 jam. Jika menggunakan kapal cepat bisa empat jam, namun dengan kapal speedboat ukuran kecil berisiko gelombang tinggi karena Pulau Sembilan berbatasan langsung dengan Laut Jawa dan Selat Makassar. (zal)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:54
BREAKING NEWS

Waduhh...! Gara-gara Truk ini Handil Bakti Macet Panjang

BANJARMASIN -Pengendara yang melintas di Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti, dibuat gusar.  Penyebabnya…

Jumat, 21 September 2018 08:54

Diduga Cabuli Bocah 9 Tahun, Kai Anggut: Saya Cuma Mengelus Saja

BANJARMASIN - Muhammad biasa disapa Kai Anggut, wajahnya sudah keriput. Begitu pula kulitnya. Janggut…

Jumat, 21 September 2018 08:47

Dibakar Api Cemburu, Pria ini Tarik Rambut Pacarnya Hingga Tercabut

BANJARMASIN - Fariz Landang alias Farid (30) gusar. Warga Jalan Kelayan B Kompleks H Arpan RT 07 Banjarmasin…

Jumat, 21 September 2018 08:44

Jatuh dari Sepeda, Bocah 4 Tahun Tewas Terlindas Pikap

KANDANGAN – Nasib tragis dialami seorang bocah, Syamsuri Ahmad (4,5). Ia tewas mengenaskan setelah…

Jumat, 21 September 2018 08:42

DUH NASIB..!! Maling Motor Jatuh ke Sawah, Pasrah Digebukin, Lihat Tuh Bibirnya, Jeberrrr...!!

BATULICIN - Seorang warga Pagatan yang ketahuan mencuri motor digebuki warga, Rabu (19/9) pagi sekitar…

Jumat, 21 September 2018 08:39

Gelar Razia Roda Dua di Samsat II Kayu Tangi, Puluhan Pemotor Terjaring

BANJARMASIN - Personel Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar razia kendaraan roda dua, Kamis (20/9)…

Rabu, 19 September 2018 12:40

Lapas Kelebihan Kapasitas, Dewan: Pisahkan Bandar Narkoba dan Pengguna

BANJARMASIN - Persoalan kelebihan kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakat (Lapas) tak kunjung bisa diselesaikan.…

Selasa, 18 September 2018 15:52

Duel Adu Kuat dengan Adik Ipar, Ilyas Akhirnya Terkapar Bersimbah Darah

BANJARMASIN-M Ilyas (40) akhirnya meregang nyawa setelah duel satu lawan satu dengan Fazri (43) warga…

Selasa, 18 September 2018 10:53

Ibnu Minta Satpol PP Back Up BNN Berantas Narkoba

SATUAN polisi pamong praja dituntut untuk membantu aparat. Apakah itu kepolisian atau BNN (Badan Narkotika…

Selasa, 18 September 2018 10:08

Pencari Barang Bekas Temukan Mayat Tinggal Tengkorak di Bibir Pantai

PELAIHARI - Tak Disangka, berniat ingin mencari barang bekas di sekitar bibir pantai, Jamal alias Rambo…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .