MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 08 Oktober 2017 14:45
Atlet Kotabaru yang Sempat Disulitkan Penganggaran; Kini Cair, Bingung Gunakan Dana Sumbangan
BERUJUNG MANIS: Atlet Kotabaru saat mengumpulkan sumbangan ke Porprov beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Masih ingat dengan demo atlet Kotabaru terkait anggaran keberangkatan ke Tabalong? Saat itu mereka terancam tidak bisa ikut tanding. Kini mereka sudah berada di Tabalong, setelah ada kejelasan anggaran di APBDP 2017 tadi.

-----------------------------------

Sekretaris KONI Kotabaru, Rony Syafriansyah, kepada Radar Banjarmasin, Sabtu (7/10) kemarin mengatakan, sudah tidak ada kendala untuk keberangkatan para atlet. Total ada 429 atlet yang berlaga untuk 29 Cabor. Kemudian pelatih dan ofisial sebanyak 71 orang. Dan panitia kontingen sebanyak 50 orang. Sehingga jumlah seluruh kontingen Kotabaru sebanyak 550 orang. 

Mereka dilepas secara resmi oleh Wabup Kotabaru Ir H Burhanudin pada 2 Oktober tadi. Sebelum pelepasan sudah ada dua Cabor berangkat, gulat dan sepakbola. Karena jadwal dua laga itu memang di bulan September. "Sekarang total atlet, pelatih dan ofisial yang ada di Tabalong ada 442 orang. Nanti tanggal 10 Oktober menyusuk untuk kempo sebanyak 18 kontingen," jelasnya.

Sementara ini kata Roni, transportasi keberangkatan atlet, makan, penginapan ditanggung oleh dana Porprov melalui Dispora Kotabaru. "Cuma kami gak tahu detailnya. Itu ada sama Dispora," paparnya.
Tim kesehatan juga sudah standby di Tabalong. Totalnya ada 18 orang dipimpin oleh Dr HM Fakhrudin SAns.

"Untuk sementara semua lancar saja. Kami berusaha bisa meraih lima besar," tambahnya.
Nah bagaimana dengan uang sumbangan warga Kotabaru? Roni menjelaskan, uang senilai Rp17 juta lebih itu masih disimpan. Nanti semua Cabor akan rapat, untuk mencari keputusan bersama terkait penggunaan dana sumbangan warga.

Pelatih panjat tebing, Ancah, membenarkan semua proses keberangkatan lancar. Mereka menginap di rumah warga yang disewa. "Makan, dan semuanya oke aja. Makan kami pakai sistem katering," jelasnya.
Ditanya soal uang saku, Ancah mengatakan para atlet dan pelatih dapat. Namun dia mengaku belum menerima dan belum tahu berapa nominalnya.

"Ada sih saya dengar. Cuma belum tahu berapa. Ini masih fokus saja dulu mempersiapkan atlet tanding," kata Ancah.

Manajer Panjat Tebing, Azizah, menjelaskan. Dana keberangkatan dan menginap dipanjarkan oleh Dispora. "Nanti kami bikin pertanggungjawaban. Karena semua pakai sistem SPPD," jelasnya.

Soal uang saku dia mengatakan atlet dan pelatih dapat. "Tapi belum tahu juga berapa nominalnya. Tapi pasti dapat. Dan angkanya pasti sama semua atlet," kata Azizah. Sayang Kadispora Kotabaru, Taufik Rivani, belum memberikan keterangan.

Mengingatkan, para atlet Kotabaru sempat terancam batal ikut ke Porprov X Tabalong karena dana keberangkatan kurang. Pemkab Kotabaru mengalokasikan pendanaan melalui APBD Murni dan APBDP 2017. Sayang pengesahan APBDP 2017 mengalami kelambatan sehingga membuat gamang para atlet dan KONI Kotabaru.

Para atlet sempat menggelar demo beberapa kali. Mereka juga menggalang sumbangan di jalanan. Bahkan puncaknya menyegel kantor bupati. Akhirnya pada tanggal 25 September 2017 tadi, APBDP 2017 disahkan. Namun karena waktu mepet, maka pengadaan alat atlet tidak bisa maksimal. Dampaknya, Cabor Drum Band tidak jadi berangkat, karena alat mereka belum lengkap. (zal/yn/ran/ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .