MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 09 Oktober 2017 14:34
Ulah Penambangan, Kawasan Hutan Lindung Sultan Adam Jadi Rusak
RUSAK: Kondisi kerusakan hutan yang terjadi akibat adanya aktivitas penambangan.

PROKAL.CO, PELAIHARI – Aktivitas penambangan emas di Kawasan Hutan Lindung Sultan Adam Wilayah Riam Adungan RT 6 Kilometer 29 Kecamatan Kintap kian menjadi-jadi. Terlihat dari banyak gubuk-gubuk milik penambang bertumbuhan di tempat tersebut.

Dari pemantauan di lapangan, akhir pekan tadi, gubuk yang berdiri di sekitar lokasi tambang tersebut untuk bermalam dan juga sebagai tempat untuk memasak serta beristirahat.

Tentu saja kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Dampaknya terlalu besar karena limbah logam jenis merkuri dari aktivitas tambang emas sulit ditoleransi lingkungan. Apalagi kini aktivitas penambang mulai memasuki kawasan hutan lindung Tahura Sultan Adam. Sehingga, pohon-pohon yang berusia puluhan tahun bertumbangan, ditebangi untuk memudah penambang melakukan aktivitasnya. "Mereka ini sudah cukup lama di sini," cerita salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Cerita sukses para penambang yang berhasil memperoleh pendapatan besar malah menarik perhatian penambang lain untuk melakukan aktivitas di sini.  "Ini sudah semakin bertambah, bahkan banyak juga yang datang dari luar wilayah Desa ini," ungkapnya.

Dirinya berharap Pemerintah segera mengambil tindakan dan mencegah aktivitas itu, agar pencemaran dan kerusakan hutan lindung dapat diminimalisasi.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala Ir Riyadi MA Cd saat ditemui Radar Banjarmasin mengatakan, pihaknya akan segera bersikap terkait laporan adanya aktivitas penambangan emas ilegal, bahkan berada di kawasan Kawasan Tahura Sultan Adam di Desa Riam Adungan RT 6 Kilometer 29. "Akan kami sikapi informasi ini dengan melakukan koordinasi pihak camat, dan Kepala Desa setempat," jelasnya.

Riyadi juga akan berkoordinasi dengan peneliti bank dunia, karena sebelumnya sudah melakukan penelitian bahaya merkuri terhadap aktivitas penambangan emas di Kecamatan Bajuin. "Kecamatan Bajuin sudah, nanti akan kami datangi lagi di Riam Adungan itu," tegasnya.

Apalagi penelitian Bank Dunia ini menunjuk Kalsel sebagai pilot project. Dengan ada informasinya ini peneliti kandungan merkuri dan pencemaran logam akan diarahkan menuju ke ujung Kecamatan di Tala ini. "Kami melakukan ini supaya tidak terjadi seperti Bajuin membawa korban," ungkapnya.

Biaya penelitian kandungan merkuri ini dibiayai sepenuhnya Bank Dunia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel di Pelaihari, Ahmad Rafiki mengatakan, berdasarkan Undang-undang 23 tentang kehutanan, KPH Tala hanya unit pelaksana dari Dinas Provinsi Kalsel. Dinas Kehutanan Provinsi lah yang membawahi UPT dan Balai.

Untuk kawasan Tahura Sultan Adam sendiri, sudah ada yang bertanggungjawab terhadap kawasan ini. "Kawasan Tahura Sultan Adam berkantor di Banjarbaru," terangnya.

Namun demikian, secara umum pihaknya menyayangkan adanya aktivitas penebangan kayu secara ilegal di area kawasan hutan lindung atau produksi di kawasan Tahura Sultan Adam. "Jika itu masuk areal hutan produksi, maka masyarakat kelompok tani akan diarahkan pada kegiatan perhutanan sosial," tutupnya. (ard/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 15:14
Pemkab Balangan

Jemaah Haji Balangan Tiba di Banua

PARINGIN – Penyambutan jemaah haji Balangan Rabu (19/9) kemarin  berlangsung haru. Ratusan…

Kamis, 20 September 2018 15:07
Pemkab Balangan

Bupati Balangan Reshuffle Sejumlah Pejabat

PARINGIN – Bupati Balangan H Ansharuddin telah resmi melakukan reshuffle kabinetnya. Pelantikan…

Kamis, 20 September 2018 10:24
Berita Tabalong

PKK Tabalong Dapat 13 Piala di Jambore PKK Kalsel

TANJUNG - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tabalong sukses besar…

Kamis, 20 September 2018 09:42

Jaringan Narkotika Internasional Masuk dengan KTP Palsu

BANJARBARU - Jaringan narkotika Pekanbaru-Banjarmasin ternyata telah mempersiapkan diri dengan baik.…

Kamis, 20 September 2018 09:31

Total 328 Formasi CPNS di Kalsel, Guru Matematika Paling Banyak Dicari

BANJARBARU – Pemprov Kalsel secara resmi merilis kualifikasi formasi penerimaan calon pegawai…

Kamis, 20 September 2018 09:26

Fikry Lanjutkan Program, Arifin ingin Bikin Jalan, Sukamta Beri Pinjaman

BANJARMASIN – Suara tabuhan drum band mengiringi langkah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tapin,…

Kamis, 20 September 2018 09:00

Ibnu Terperangah, di Pusat Kota Masih Ada Pemukiman Seperti ini

WALI Kota Banjarmasin, Ibnu Sina terperangah ketika mengunjungi rumah milik Slamet di Gang Kembang Jalan…

Kamis, 20 September 2018 08:58

Kelamaan Menunggu Diangkat PNS, Honorer: Keburu Kami Jadi Almarhum

Formasi honorer K2 untuk Banjarmasin cuma dijatah tiga orang. Forum guru honorer bereaksi. Mengadu ke…

Kamis, 20 September 2018 08:55

Festival Pasar Rakyat Angkat Derajat Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pasar tradisional merupakan jantung perekonomian masyarakat. Sayang sekali, keberadaannya…

Kamis, 20 September 2018 08:50

Tak Cuma Jadi Bandar, Asbullah Juga Sediakan Tempat Hisab Sabu

BANJARMASIN - Bisnis terlarang Asbullah (45) terendus polisi. Pria ini selain menjadi pengedar, juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .