MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 10 Oktober 2017 11:31
Feature
Menyimak Sisi Lucu dan Rahasia dari Database Pengaduan Kasus KPK

Hape Jadul Anti Sadap KPK, Fakta atau Mitos?

BLAK-BLAKAN: Koordinator Unit Politik Deputi Pencegahan KPK Alfi Rachman Waluyo (kanan) dan Staf Ahli Gubernur Kalsel Wing Ariansyah dalam konferensi pers kemarin pagi di Banjarbaru. | Foto: Syarafuddin/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Per tahun KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) rata-rata menerima enam ribu aduan kasus. Setengahnya tak keruan, kocak dan membuat penyidik geleng-geleng kepala.

------------------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

------------------------------------------------

KETIKA berkunjung ke daerah-daerah, Alfi Rachman Waluyo selalu menyempatkan diri untuk mempromosikan cara melaporkan kasus ke KPK. Itu pula yang dilakukan Alfi ketika tiba di Banjarbaru kemarin (9/10).

"Laporan bisa via email atau klik kws.kpk.go.id, mudah banget, semudah main Facebook," kata Koordinator Unit Politik Deputi Pencegahan KPK tersebut.

Dalam setahun, rata-rata KPK menerima enam ribu aduan. Semuanya dipelototi satu demi satu. Tapi hanya setengahnya yang layak diselidiki lebih jauh. Sisanya berbau fitnah, lucu-lucu, atau tak jelas pengirimnya siapa.

"Kadang kami merenung, masyarakat ini rupanya tak lagi punya tempat mengadu. Sampai-sampai istri kena tampar suami atau anak-anak berebut harta warisan pun melapor ke KPK," ujar alumni Universitas Indonesia tersebut.

Tapi yang sering dihadapinya adalah panggilan telepon mendadak tanpa nama. "Pas diangkat, dengan menggebu-gebu si penelepon cerita kalau sekarang ada transaksi suap miliaran rupiah di daerah si bupati anu," imbuhnya. Padahal, Alfi bekerja di divisi pencegahan, bukan penindakan.

Lalu, bagaimana dengan Kalsel? Apalagi belum lama ini Banua dihebohkan dengan OTT (Operasi Tangkap Tangan) kasus suap yang melibatkan Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali dan Direktur Utama PDAM Bandarmasih Muslih.

Alfi blak-blakan menyebut Kalsel sebagai daerah yang rendah sekali tingkat pengaduannya ke KPK. "Kalau melihat angka rata-rata nasional, Kalsel rendah sekali. Apakah masyarakat di sini kurang peduli dengan pemberantasan korupsi atau takut melapor, saya kurang tahu," jelasnya.

Mengutip data Anti-Corruption Clearing House, sejak 2004 hingga 2017, Kalsel baru mencatatkan satu perkara korupsi dan 11 laporan kasus gratifikasi. Bandingkan misalnya dengan Kaltim yang mencatatkan 11 perkara korupsi dan 25 laporan kasus gratifikasi.

Setelah aduan kasus diterima, KPK akan berembuk. Ada tiga pertimbangan yang dipakai. Pelakunya siapa, kelas teri atau kelas kakap. Lalu berapa taksiran nilai kerugian negaranya, ratusan juta atau miliran rupiah. Dan terakhir, bagaimana dampaknya terhadap publik jika kasus itu diungkap.

"KPK memang didesain untuk mengungkap grand corruption. Yang kecil-kecil biasanya kami kasih ke lembaga lain," tegasnya. Jika ketiga ukuran itu terpenuhi, barulah KPK mengirim tim lapangan dari Jakarta. Mengintai pergerakan target, menyadap, hingga menggelar penangkapan.

Lalu kapan KPK memutuskan untuk menyadap? Alfi menegaskan tak berwenang menjawab pertanyaan tersebut. Sama juga ketika ditanyai apakah benar ponsel jadul non Android bisa lolos dari penyadapan atau tidak, Alfi enggan menjawabnya.

"Iya, sering saya mendengarnya. Hape jadul bukan smartphone katanya mampu lolos dari penyadapan. Apakah itu fakta atau mitos, jawabnya itu rahasia kami," ujarnya tersenyum.

Pastinya, KPK menjamin identitas si pelapor. Nama mereka akan disimpan rapat-rapat penyidik. Jika belakangan nyawa sang whistleblower terancam, KPK menyediakan fasilitas program perlindungan saksi. KPK kebetulan sudah menjalin kerjasama dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Namun, yang membuat KPK heran, begitu kasusnya heboh, si pembocor malah dengan bangganya berkoar-koar. "Begitu pulang ke daerah, si pembocor malah menggelar jumpa pers. Motifnya untuk melapor jadi patut dipertanyakan. Kami beberapa kali mendapati kasus seperti itu," pungkasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .