MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37
LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

Tolak Justifikasi Sepihak Sejarah G30S/PKI

PEMUTARAN FILM: LPM Kinday ULM menyenggarakan pemutaran film Jagal.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan. Namun, sebagian pihak menilai film tersebut memerlukan karya pembanding. Tujuannya, agar publik tak memahami peristiwa G30S/PKI dengan hanya sudut pandang belaka.

Untuk menjawab kegundahan tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinday memberanikan diri memutarkan film Jagal: The Act Of Killing. Kemarin (6/10) film tersebut diputarkan di Student Business Center (SBC) Universitas Lambung Mangkurat.

Siti Nurdianti, Pimpinan Umum LPM Kinday menjelaskan, film dokumenter besutan sutradara berkebangsaan Amerika, Joshua Oppenheimer ini menyoroti seperti apa profil pelaku pembunuhan orang-orang Anti-PKI pasca tahun 1965. Lebih dalam lagi, Joshua juga mengajak para pelaku tersebut menggambarkan atau merekonstruksi betapa sadisnya cara-cara mereka membunuh para orang-orang PKI pada masa lampau.

Dalam film tersebut, Joshua mengambil cerita beberapa algojo yang mengeksekusi para kader dan simpatisan PKI. Bahkan, orang-orang yang tanpa embel-embel pergerakan PKI juga diberangus. Anwar Congo, mantan preman serta pimpinan pasukan pembunuh kader-kader dan simpatisan PKI di Kota Medan kala itu menjadi tokoh utama dalam film berdurasi 2 jam 40 menit ini. Seperti yang kita ketahui, pembantaian kader-kader dan simpatisan PKI juga terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kami bukan ingin membuktikan siapa yang benar atau siapa yang salah pada kejadian tersebut. Namun, kami ingin memberikan sejarah alternatif mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965," tegas Dian. Menurutnya, justifikasi sepihak terhadap peristiwa tersebut justru yang bakal mematikan nalar. Kata Dian, kebenaran sejarah tak pernah tunggal dan selalu ada subjektivitas dari sang pembuat sejarah.

Film ini sempat kontroversial dan pernah diputar secara terbatas saat tahun awal rilisnya pada 2012. Namun, setelah mendapatkan penerimaan banyak pihak, akhirnya film tersebut beredar luas. Di kanal Youtube, film Jagal juga bisa dipertontonkan dengan gratis. Ditanya apakah ada pro dan kontra mengenai pemutaran film yang satu ini, Dian mengangguk. "Sempat terjadi peringatan. Datangnya dari orang-orang dekat, mereka bilang, apakah tidak berbahaya memutar film seperti ini di saat lagi maraknya pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI," kata dia.

Namun, terkait adanya tindakan-tindakan represi dari ormas-ormas reaksioner lantaran mengangkat isu-isu mengenai komunisme, Dian mengatakan panitia pelaksana tak menemuinya. "Tapi, ada orang-orang yang mencurigakan. Kurang tahu, apakah dia mata-mata atau bagaimana," ungkapnya. Terlepas dari itu, Dian mengatakan pihaknya memiliki niat baik untuk memberikan perspektif lain terhadap peristiwa yang tiap bulan September selalu hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia ini.

Sejarawan FKIP ULM, Mansyur yang juga memantik diskusi pada pemutaran film tersebut mengatakan memahami ajaran komunisme dan peristiwa Gerakan 30 September sangatlah kompleks. "Pemutaran film Jagal ini sah-sah saja karena tidak mungkin kita menyetujui sejarah dari satu sudut pandang saja. Masyarakat harus memahami peristiwa pada masa lampau dengan berbagai perspektif," kata dia. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 16 September 2018 13:37

19 Burung Langka dari Alam Liar di Pamerkan Pegiat Fotografi

BANJARMASIN - Mendengar istilah fotografi alam liar, yang terbayang di benak adalah karya-karya pewarta…

Rabu, 12 September 2018 13:29

Jangan Sepelekan Kurang Tidur, Buruk Akibatnya untuk Kesehatan

Pernah kesulitan tidur? Mata terjaga meski jam memasuki dini hari. Hal tersebut biasa terjadi pada penderita…

Senin, 10 September 2018 09:48

Bingung Kuku Anda Jadi Menguning, Pelajari Sebabnya

Tubuh yang sehat menjadi idaman semua orang. Bahkan hingga bagian terujung pun, kuku juga perlu perawatan.…

Sabtu, 08 September 2018 12:59

Lomba Seru Digelar Sambut Hari Jadi Kota Banjarmasin

KEMERIAHAN perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492 sudah mulai terasa. Kemarin (7/9) pagi di Siring…

Selasa, 04 September 2018 11:16

Beruang Grizzly Mengaum di Banjarmasin

Band asal Bandung ini menjadi satu dari empat penampil utama yang dihadirkan Soundrenaline. Selain White…

Selasa, 04 September 2018 10:59

Anggap Enteng Akurasi Data

ANGGOTA Komisi IV DPRD Banjarmasin, Sri Nurnaningsih tampak gusar. Mengetahui ada ribuan calon penerima…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:31

Kapal Bantu Rumah Sakit Soeharso Berlabuh di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

BANJARMASIN - Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso 990 telah merapatkan tubuhnya di Pelabuhan…

Senin, 27 Agustus 2018 10:55

Serunya Parodi Cinderella dari Seniman Muda Purwacaraka

Bukan Cinderella dan Sepatu Kaca. Merupakan karya drama musikal menggelitik. Dipersembahkan dengan instrumen…

Minggu, 26 Agustus 2018 15:48

Adu Masak di Atas Sungai Festival Budaya Pasar Terapung

BANJARMASIN – Sungai Martapura Banjarmasin terlihat berbeda pagi kemarin. Ada puluhan koki adu…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:08

Salah Pijat Bisa Sebabkan Perut Anda Jadi Kembung

Kembung akan membuat seseorang merasa tak nyaman. Perut terasa membesar dan sakit. Tentu dapat mengganggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .