MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37
LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

Tolak Justifikasi Sepihak Sejarah G30S/PKI

PEMUTARAN FILM: LPM Kinday ULM menyenggarakan pemutaran film Jagal.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan. Namun, sebagian pihak menilai film tersebut memerlukan karya pembanding. Tujuannya, agar publik tak memahami peristiwa G30S/PKI dengan hanya sudut pandang belaka.

Untuk menjawab kegundahan tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinday memberanikan diri memutarkan film Jagal: The Act Of Killing. Kemarin (6/10) film tersebut diputarkan di Student Business Center (SBC) Universitas Lambung Mangkurat.

Siti Nurdianti, Pimpinan Umum LPM Kinday menjelaskan, film dokumenter besutan sutradara berkebangsaan Amerika, Joshua Oppenheimer ini menyoroti seperti apa profil pelaku pembunuhan orang-orang Anti-PKI pasca tahun 1965. Lebih dalam lagi, Joshua juga mengajak para pelaku tersebut menggambarkan atau merekonstruksi betapa sadisnya cara-cara mereka membunuh para orang-orang PKI pada masa lampau.

Dalam film tersebut, Joshua mengambil cerita beberapa algojo yang mengeksekusi para kader dan simpatisan PKI. Bahkan, orang-orang yang tanpa embel-embel pergerakan PKI juga diberangus. Anwar Congo, mantan preman serta pimpinan pasukan pembunuh kader-kader dan simpatisan PKI di Kota Medan kala itu menjadi tokoh utama dalam film berdurasi 2 jam 40 menit ini. Seperti yang kita ketahui, pembantaian kader-kader dan simpatisan PKI juga terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kami bukan ingin membuktikan siapa yang benar atau siapa yang salah pada kejadian tersebut. Namun, kami ingin memberikan sejarah alternatif mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965," tegas Dian. Menurutnya, justifikasi sepihak terhadap peristiwa tersebut justru yang bakal mematikan nalar. Kata Dian, kebenaran sejarah tak pernah tunggal dan selalu ada subjektivitas dari sang pembuat sejarah.

Film ini sempat kontroversial dan pernah diputar secara terbatas saat tahun awal rilisnya pada 2012. Namun, setelah mendapatkan penerimaan banyak pihak, akhirnya film tersebut beredar luas. Di kanal Youtube, film Jagal juga bisa dipertontonkan dengan gratis. Ditanya apakah ada pro dan kontra mengenai pemutaran film yang satu ini, Dian mengangguk. "Sempat terjadi peringatan. Datangnya dari orang-orang dekat, mereka bilang, apakah tidak berbahaya memutar film seperti ini di saat lagi maraknya pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI," kata dia.

Namun, terkait adanya tindakan-tindakan represi dari ormas-ormas reaksioner lantaran mengangkat isu-isu mengenai komunisme, Dian mengatakan panitia pelaksana tak menemuinya. "Tapi, ada orang-orang yang mencurigakan. Kurang tahu, apakah dia mata-mata atau bagaimana," ungkapnya. Terlepas dari itu, Dian mengatakan pihaknya memiliki niat baik untuk memberikan perspektif lain terhadap peristiwa yang tiap bulan September selalu hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia ini.

Sejarawan FKIP ULM, Mansyur yang juga memantik diskusi pada pemutaran film tersebut mengatakan memahami ajaran komunisme dan peristiwa Gerakan 30 September sangatlah kompleks. "Pemutaran film Jagal ini sah-sah saja karena tidak mungkin kita menyetujui sejarah dari satu sudut pandang saja. Masyarakat harus memahami peristiwa pada masa lampau dengan berbagai perspektif," kata dia. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 22 November 2017 12:25

Liat Nih.. Demam Tiang Listrik Rambah Banua

BANJARMASIN – Demam tiang listrik yang terjadi sejak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…

Sabtu, 18 November 2017 14:25

Heboh, Video Istri Polisi Grebek Suami di HBI, ini Kata Kapolda

BANJARMASIN - Video amatir berdurasi 23 detik ini menggegerkan jagat media sosial Banua. Seorang istri…

Jumat, 17 November 2017 11:46

Sensasi Sesungguhnya Wisata Susur Sungai di Banjarmasin

Wisata susur sungai gencar dipromosikan Pemko Banjarmasin. Seperti apa sesungguhnya sensasi berwisata…

Kamis, 16 November 2017 12:10

Berawal dari Kreativitas Anak-anak, Komplek Mekatama Makin Indah

BANJARBARU - Terinspirasi keindahan Kampung Pelangi dan Kampung Pejabat, sebagian masyarakat Banjarbaru…

Jumat, 10 November 2017 11:39

Marasnya ai..!! Mau Nikah Malah Batal Karena Positif HIV

BANJARBARU - Menikah mestinya menjadi momen membahagiakan, tapi tidak bagi empat calon pengantin asal…

Kamis, 09 November 2017 11:55

Mahasiswi Bisnis Burung Belibis dengan Omset Jutaan

BANJARBARU - Bisnis kuliner memang bisnis yang menjanjikan jika diseriusi dengan benar.  Pasalnya,…

Rabu, 08 November 2017 12:30

Tambah Keren, Air Mancur Akan Dibangun di Danau Seran

BANJARBARU - Tempat wisata Danau Seran terus berbenah, ada banyak fasilitas baru yang sudah ditambahkan…

Selasa, 07 November 2017 10:36

Belajar di Lereng Merapi

BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama…

Minggu, 05 November 2017 12:35

Taman Ramah Anak di Bawah Jembatan Banua Anyar ini Lagi Ngetren Loh

Taman ramah anak dinamai teknis agak rumit: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Banua Anyar. Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .