MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 11 Oktober 2017 13:37
LPM Kinday Putar Film Jagal di Kampus

Tolak Justifikasi Sepihak Sejarah G30S/PKI

PEMUTARAN FILM: LPM Kinday ULM menyenggarakan pemutaran film Jagal.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI digelar oleh beragam lapisan masyarakat di Kalimantan Selatan. Namun, sebagian pihak menilai film tersebut memerlukan karya pembanding. Tujuannya, agar publik tak memahami peristiwa G30S/PKI dengan hanya sudut pandang belaka.

Untuk menjawab kegundahan tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kinday memberanikan diri memutarkan film Jagal: The Act Of Killing. Kemarin (6/10) film tersebut diputarkan di Student Business Center (SBC) Universitas Lambung Mangkurat.

Siti Nurdianti, Pimpinan Umum LPM Kinday menjelaskan, film dokumenter besutan sutradara berkebangsaan Amerika, Joshua Oppenheimer ini menyoroti seperti apa profil pelaku pembunuhan orang-orang Anti-PKI pasca tahun 1965. Lebih dalam lagi, Joshua juga mengajak para pelaku tersebut menggambarkan atau merekonstruksi betapa sadisnya cara-cara mereka membunuh para orang-orang PKI pada masa lampau.

Dalam film tersebut, Joshua mengambil cerita beberapa algojo yang mengeksekusi para kader dan simpatisan PKI. Bahkan, orang-orang yang tanpa embel-embel pergerakan PKI juga diberangus. Anwar Congo, mantan preman serta pimpinan pasukan pembunuh kader-kader dan simpatisan PKI di Kota Medan kala itu menjadi tokoh utama dalam film berdurasi 2 jam 40 menit ini. Seperti yang kita ketahui, pembantaian kader-kader dan simpatisan PKI juga terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Kami bukan ingin membuktikan siapa yang benar atau siapa yang salah pada kejadian tersebut. Namun, kami ingin memberikan sejarah alternatif mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965," tegas Dian. Menurutnya, justifikasi sepihak terhadap peristiwa tersebut justru yang bakal mematikan nalar. Kata Dian, kebenaran sejarah tak pernah tunggal dan selalu ada subjektivitas dari sang pembuat sejarah.

Film ini sempat kontroversial dan pernah diputar secara terbatas saat tahun awal rilisnya pada 2012. Namun, setelah mendapatkan penerimaan banyak pihak, akhirnya film tersebut beredar luas. Di kanal Youtube, film Jagal juga bisa dipertontonkan dengan gratis. Ditanya apakah ada pro dan kontra mengenai pemutaran film yang satu ini, Dian mengangguk. "Sempat terjadi peringatan. Datangnya dari orang-orang dekat, mereka bilang, apakah tidak berbahaya memutar film seperti ini di saat lagi maraknya pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI," kata dia.

Namun, terkait adanya tindakan-tindakan represi dari ormas-ormas reaksioner lantaran mengangkat isu-isu mengenai komunisme, Dian mengatakan panitia pelaksana tak menemuinya. "Tapi, ada orang-orang yang mencurigakan. Kurang tahu, apakah dia mata-mata atau bagaimana," ungkapnya. Terlepas dari itu, Dian mengatakan pihaknya memiliki niat baik untuk memberikan perspektif lain terhadap peristiwa yang tiap bulan September selalu hangat diperbincangkan masyarakat Indonesia ini.

Sejarawan FKIP ULM, Mansyur yang juga memantik diskusi pada pemutaran film tersebut mengatakan memahami ajaran komunisme dan peristiwa Gerakan 30 September sangatlah kompleks. "Pemutaran film Jagal ini sah-sah saja karena tidak mungkin kita menyetujui sejarah dari satu sudut pandang saja. Masyarakat harus memahami peristiwa pada masa lampau dengan berbagai perspektif," kata dia. (dom/yn/ram)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 12:52

Menghirup Asap Kembang Api Ternyata Bahasa Bagi Kesehatab

Di beberapa kota sering merayakan perayaan malam hari raya Idulfitri dengan menyalakan kembang api.…

Senin, 18 Juni 2018 12:49

Dampak Membaca Buku Sambil Posisi Rebahan

Apakah Anda termasuk suka membaca buku sambil posisi rebahan ? Jika termasuk, Anda harus meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:14

Mudik Naik Motor? Waspada Efeknya Bagi Kesehatan Anda

Menjelang Lebaran, tradisi mudik tak pernah absen setiap tahun. Membeludaknya jumlah pemudik membuat…

Selasa, 12 Juni 2018 14:05

Jangan Banyak Menyantap Sate Saat Berbuka, ini Resikonya

Menu sate sangat digemari orang Indonesia. Saat bulan Ramadan, sate juga jadi buruan orang-orang untuk…

Selasa, 12 Juni 2018 13:55

Jalan-Jalan ke Pasar Kajut: Konsep Lebih Besar, Jual Puluhan Jenis Kudapan

Pasar Kajut kembali di gelar di Banjarmasin. Karena bertepatan momentum Ramadan, diberi nama Pasar Kajut…

Senin, 11 Juni 2018 09:37

Temu Kangen Alumni SMAN 2 Banjarbaru Angkatan 1999

BANJARBARU - Alunan suara merdu Kamil (12), anak panti asuhan Al-AshoYayasan Hidayatullah Palam,…

Sabtu, 09 Juni 2018 12:01

Hindari Langsung Tidur Saat Rambut Masih Basah

Bagi kaum hawa pasti sangat menjaga kebersihan rambutnya bukan. Bahkan saking memperhatikannya, wanita…

Sabtu, 09 Juni 2018 11:58

Jangan Gunakan Botol Air Kemasan Berulang-ulang, ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Di antara kita semua pasti masih banyak yang menggunakan botol air minum kemasan untuk isi ulang air.…

Jumat, 08 Juni 2018 14:36

Handuk Jarang Dicuci, Awas Jutaan Kuman Bersarang

Handuk kita gunakan setiap hari. Idealnya dua kali dalam sehari setelah mandi. Tapi sayangnya, nasib…

Jumat, 08 Juni 2018 14:35

Makan Sahur dengan Nasi Goreng Sebaiknya Dihindari

Menu makanan sangat menentukan bagaimana antusias seseorang untuk bangun bersahur. Sementara sahur sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .