MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 11 Oktober 2017 13:44
Kala Ikan Patin Vietnam Diwaspadai Masuk ke Banua

Jangan Khawatir, Lidah Orang Banjar Tak Bisa Dibohongi

DISEBUT BAHAYA: Pekerja mengemas ikan patin Vietnam untuk diimpor ke luar Vietnam. Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal.

PROKAL.CO, Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal. Bukan semata soal perizinan, tapi juga kandungan yang berbahaya bagi kesehatan konsumen setelah ikan impor tersebut menjalani uji laboratorium.


----

Temuan ini menggegerkan Jakarta. Dilaporkan patin Vietnam atau yang biasa disebut ikan Dori mengandung Tripolyphospate alias bahan pemutih hingga tujuh sampai delapan ribu ppm (part per million). Padahal, ambang batas amannya adalah dua ribu ppm.

Dampak awal, kulit konsumen akan terasa gatal-gatal setelah memakannya. Dampak jangka panjang, saking tingginya kandungan bahan pemutih buatan pada ikan tersebut, usus dan lambung konsumen pun bakal memutih.

Lalu, bagaimana dengan pengawasan di Banua? Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Winarno meyakini Dori tak bakal laku. "Lidah orang Banjar tidak bisa dibohongi. Mereka bisa membedakan mana patin lokal dan luar. Tidak bakal laku, rasa dagingnya beda," tegasnya, kemarin (10/10).

Winarno tampak tak terkejut dengan berita nasional tersebut. Lama berkecimpung di dunia perikanan, ikan Vietnam disebutnya masalah klasik sejak era 90-an. Ikan ini menjadi momok karena harganya yang sangat murah. Berpotensi menghancurkan budidaya ikan air tawar lokal.

"Saya sudah lama curiga dengan ikan patin Vietnam atau Thailand. Harganya kok bisa semurah itu? Saya khawatir pakannya aneh-aneh, budidayanya patut dipertanyakan," imbuhnya.

Sebelum ribut-ribut ikan patin impor, harga Dori Rp9-10 ribu per kilogram. Bandingkan dengan ikan patin lokal Banjar yang dihargai Rp17-18 ribu per kilogram. "Jauh sekali kan? Harganya tidak kompetitif," tukasnya.

Maka jangan aneh, jika pasar ikan di Eropa dan Amerika sudah jauh-jauh hari menolak ikan patin Vietnam. "Apalagi pasar luar negeri seperti Eropa yang standar impornya jelas jauh lebih tinggi," ungkap Winarno.

Dari segi setok, budidaya ikan patin Banjar juga masih aman. Petani sudah mampu memenuhi permintaan pasar lokal, selalu laku dan habis terjual. Bahkan sebagian sudah bisa dijual untuk memenuhi permintaan konsumen tetangga dari Kalteng dan Kaltim.

Winarno ingat, budidaya ikan patin lokal menemui masa kejayaannya pada zaman Fadel Muhammad yang memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2009-2011. Fadel menetapkan Kalsel dan Riau sebagai sentra budidaya patin.

Setelah ia datang kemari dan terkagum-kagum melihat sistem budidaya ikan air tawar milik masyarakat Banjar. "Beliau berkali-kali bilang hebat dan milik Vietnam tak ada apa-apanya. Pak Fadel lalu menyetop impor patin dari luar. Tapi namanya politik, berubah lagi kebijakannya," pungkasnya.

Namun, benarkah Dori tak pernah memasuki Kalsel? Sari warga Landasan Ulin mengaku pernah mencicipinya di sebut hotel berbintang di Banjarmasin. "Dagingnya putih banget, tapi tidak seenak patin sungai Banjar, kata teman itu namanya Dori," ujarnya.

Ketika diceritakan terkait kandungan berbahaya Dori, Sari pun kaget dan berjanji takkan pernah lagi memakannya. "Tapi kejadiannya memang sudah cukup lama. Saya tak pernah menemuinya di pasar tradisional," imbuhnya.

Perempuan yang baru menikah itu hanya berharap, Kalsel takkan kecolongan. "Jangan sampai masuk. Kasihan juga pembudidaya patin lokal. Kalau benar harganya semurah itu," tandasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 10:33
Pemko Banjarbaru

Bentuk Dewan dan Tim Pelaksana Smart City

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, baru-baru tadi menghadiri sosialisasi gerakan menuju…

Kamis, 21 Juni 2018 10:26

Gelombang Pasang, Mardani Ingatkan Pengunjung Pantai Waspada

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming mengingatkan kepada seluruh pengunjung yang berlibur di pantai…

Kamis, 21 Juni 2018 10:25

Mardani Ajak Pegawai SOPD di Tanbu Berikan Pelayanan Maksimal

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming mengajak kepada seluruh jajarannya untuk memberikan pelayanan…

Kamis, 21 Juni 2018 10:22

Sekda Tanbu: PNS Masih Bolos Kerja Bakal Disanksi

BATULICIN - Sekda Pemkab Tanbu Rooswandi Salem mengingatkan kepada seluruh pegawai, baik PNS maupun…

Rabu, 20 Juni 2018 15:22

Peningkatan Penumpang H+4 di Bandara Syamsudin Noor Belum Signifikan

BANJARBARU - Memasuki H+4 Lebaran, arus balik di Bandara Syamsudin Noor, Minggu (17/6) kemarin masih…

Rabu, 20 Juni 2018 14:46

KUDET BANGET..!! Petunjuk Arah ini Seharusnya Sudah Lama Diganti

BANJARMASIN - Sejak 2015 lalu, perkantoran Pemprov Kalsel sudah dipindahkan ke Banjarbaru. Kantor eks…

Rabu, 20 Juni 2018 14:28

Kepala Satpol PP: September Kas Kosong, Kami Tak bisa ke Mana-mana Lagi

BANJARMASIN - Raut muka Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Banjarmasin, Hermansyah dibayangi kecemasan.…

Rabu, 20 Juni 2018 13:48

Angsana Tanbu Banjir Lagi, ini Foto-foto Dramatisnya

BATULICIN - Musibah banjir kembali melanda Kecamatan Angsana Kabupaten Tanbu. Beberapa ruas jalan provinsi…

Rabu, 20 Juni 2018 13:31

Pileg 2019, 50 Persen Caleg PPP Wajah Baru

BANJARMASIN – Pemilihan Calon Legislatif tidak lama lagi. Seluruh partai mulai mempersiapkan kadernya…

Rabu, 20 Juni 2018 11:47
Parlementaria

Market Day Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa

BANJARBARU - DPRD Banjarbaru mengapresiasi program market day di sekolah-sekolah yang sudah mulai dijalankan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .