MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 11 Oktober 2017 13:44
Kala Ikan Patin Vietnam Diwaspadai Masuk ke Banua

Jangan Khawatir, Lidah Orang Banjar Tak Bisa Dibohongi

DISEBUT BAHAYA: Pekerja mengemas ikan patin Vietnam untuk diimpor ke luar Vietnam. Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal.

PROKAL.CO, Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal. Bukan semata soal perizinan, tapi juga kandungan yang berbahaya bagi kesehatan konsumen setelah ikan impor tersebut menjalani uji laboratorium.


----

Temuan ini menggegerkan Jakarta. Dilaporkan patin Vietnam atau yang biasa disebut ikan Dori mengandung Tripolyphospate alias bahan pemutih hingga tujuh sampai delapan ribu ppm (part per million). Padahal, ambang batas amannya adalah dua ribu ppm.

Dampak awal, kulit konsumen akan terasa gatal-gatal setelah memakannya. Dampak jangka panjang, saking tingginya kandungan bahan pemutih buatan pada ikan tersebut, usus dan lambung konsumen pun bakal memutih.

Lalu, bagaimana dengan pengawasan di Banua? Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Winarno meyakini Dori tak bakal laku. "Lidah orang Banjar tidak bisa dibohongi. Mereka bisa membedakan mana patin lokal dan luar. Tidak bakal laku, rasa dagingnya beda," tegasnya, kemarin (10/10).

Winarno tampak tak terkejut dengan berita nasional tersebut. Lama berkecimpung di dunia perikanan, ikan Vietnam disebutnya masalah klasik sejak era 90-an. Ikan ini menjadi momok karena harganya yang sangat murah. Berpotensi menghancurkan budidaya ikan air tawar lokal.

"Saya sudah lama curiga dengan ikan patin Vietnam atau Thailand. Harganya kok bisa semurah itu? Saya khawatir pakannya aneh-aneh, budidayanya patut dipertanyakan," imbuhnya.

Sebelum ribut-ribut ikan patin impor, harga Dori Rp9-10 ribu per kilogram. Bandingkan dengan ikan patin lokal Banjar yang dihargai Rp17-18 ribu per kilogram. "Jauh sekali kan? Harganya tidak kompetitif," tukasnya.

Maka jangan aneh, jika pasar ikan di Eropa dan Amerika sudah jauh-jauh hari menolak ikan patin Vietnam. "Apalagi pasar luar negeri seperti Eropa yang standar impornya jelas jauh lebih tinggi," ungkap Winarno.

Dari segi setok, budidaya ikan patin Banjar juga masih aman. Petani sudah mampu memenuhi permintaan pasar lokal, selalu laku dan habis terjual. Bahkan sebagian sudah bisa dijual untuk memenuhi permintaan konsumen tetangga dari Kalteng dan Kaltim.

Winarno ingat, budidaya ikan patin lokal menemui masa kejayaannya pada zaman Fadel Muhammad yang memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2009-2011. Fadel menetapkan Kalsel dan Riau sebagai sentra budidaya patin.

Setelah ia datang kemari dan terkagum-kagum melihat sistem budidaya ikan air tawar milik masyarakat Banjar. "Beliau berkali-kali bilang hebat dan milik Vietnam tak ada apa-apanya. Pak Fadel lalu menyetop impor patin dari luar. Tapi namanya politik, berubah lagi kebijakannya," pungkasnya.

Namun, benarkah Dori tak pernah memasuki Kalsel? Sari warga Landasan Ulin mengaku pernah mencicipinya di sebut hotel berbintang di Banjarmasin. "Dagingnya putih banget, tapi tidak seenak patin sungai Banjar, kata teman itu namanya Dori," ujarnya.

Ketika diceritakan terkait kandungan berbahaya Dori, Sari pun kaget dan berjanji takkan pernah lagi memakannya. "Tapi kejadiannya memang sudah cukup lama. Saya tak pernah menemuinya di pasar tradisional," imbuhnya.

Perempuan yang baru menikah itu hanya berharap, Kalsel takkan kecolongan. "Jangan sampai masuk. Kasihan juga pembudidaya patin lokal. Kalau benar harganya semurah itu," tandasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:09

Raih Predikat Kota Pintar Tapi Masih Banyak yang Buta Huruf

BANJARMASIN - Menyandang predikat kota pintar, penduduk Kota Banjarmasin masih ada yang buta huruf.…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Anang: Pemko Memancing Kami Memasuki Zona Perang

BANJARMASIN - Sidang sengketa informasi publik antara Pemko Banjarmasin versus warga berlanjut. Komisi…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Baru Dibangun 2017, Siring dan Jalan Beton di Desa Dalam Pagar Ulu Ambruk

MARTAPURA – Jalan cor beton dan siring di Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten…

Jumat, 21 September 2018 08:36
Pemko Banjarbaru

Gelar Pawai Budaya Islami Menyambut Tahun Baru Islam

BANJARBARU – Masih dalam momen menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1440 H, Pemerintah Kota Banjarbaru…

Jumat, 21 September 2018 08:34
Pemko Banjarbaru

Gelar Deklarasi Damai Pemilu 2019

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani bersama Ketua DPRD Banjarbaru AR Iwansyah, Kapolres Banjarbaru…

Jumat, 21 September 2018 08:33
Parlementaria

Proyek Trotoar Tematik Harus Diselaraskan

BANJARBARU - Proyek trotoar hias atau tematik di depan Taman Van Der Pijl Banjarbaru memang menarik.…

Jumat, 21 September 2018 08:27
Pemkab Tanah Bumbu

Gandeng Pengusaha Cegah Anak Stunting

BATULICIN - Dalam rangka pencegahan anak stunting, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjalin kerja sama…

Jumat, 21 September 2018 08:26
Pemkab Tanah Bumbu

Tanbu Peringati Harhubnas

BATULICIN - Pemkab Tanbu memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas)  dengan menggelar upacara…

Jumat, 21 September 2018 08:24
Pemkab Tanah Bumbu

Ratusan Jemaah Hadiri Haul Dato Lattako

BATULICIN - Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Tanbu H Ambo Sakka menghadiri Haul Akbar Dato Latakko…

Kamis, 20 September 2018 15:14
Pemkab Balangan

Jemaah Haji Balangan Tiba di Banua

PARINGIN – Penyambutan jemaah haji Balangan Rabu (19/9) kemarin  berlangsung haru. Ratusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .