MANAGED BY:
SELASA
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Rabu, 11 Oktober 2017 13:44
Kala Ikan Patin Vietnam Diwaspadai Masuk ke Banua

Jangan Khawatir, Lidah Orang Banjar Tak Bisa Dibohongi

DISEBUT BAHAYA: Pekerja mengemas ikan patin Vietnam untuk diimpor ke luar Vietnam. Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal.

PROKAL.CO, Balai karantina memperingatkan masuknya ikan patin Vietnam ke Indonesia secara ilegal. Bukan semata soal perizinan, tapi juga kandungan yang berbahaya bagi kesehatan konsumen setelah ikan impor tersebut menjalani uji laboratorium.


----

Temuan ini menggegerkan Jakarta. Dilaporkan patin Vietnam atau yang biasa disebut ikan Dori mengandung Tripolyphospate alias bahan pemutih hingga tujuh sampai delapan ribu ppm (part per million). Padahal, ambang batas amannya adalah dua ribu ppm.

Dampak awal, kulit konsumen akan terasa gatal-gatal setelah memakannya. Dampak jangka panjang, saking tingginya kandungan bahan pemutih buatan pada ikan tersebut, usus dan lambung konsumen pun bakal memutih.

Lalu, bagaimana dengan pengawasan di Banua? Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Winarno meyakini Dori tak bakal laku. "Lidah orang Banjar tidak bisa dibohongi. Mereka bisa membedakan mana patin lokal dan luar. Tidak bakal laku, rasa dagingnya beda," tegasnya, kemarin (10/10).

Winarno tampak tak terkejut dengan berita nasional tersebut. Lama berkecimpung di dunia perikanan, ikan Vietnam disebutnya masalah klasik sejak era 90-an. Ikan ini menjadi momok karena harganya yang sangat murah. Berpotensi menghancurkan budidaya ikan air tawar lokal.

"Saya sudah lama curiga dengan ikan patin Vietnam atau Thailand. Harganya kok bisa semurah itu? Saya khawatir pakannya aneh-aneh, budidayanya patut dipertanyakan," imbuhnya.

Sebelum ribut-ribut ikan patin impor, harga Dori Rp9-10 ribu per kilogram. Bandingkan dengan ikan patin lokal Banjar yang dihargai Rp17-18 ribu per kilogram. "Jauh sekali kan? Harganya tidak kompetitif," tukasnya.

Maka jangan aneh, jika pasar ikan di Eropa dan Amerika sudah jauh-jauh hari menolak ikan patin Vietnam. "Apalagi pasar luar negeri seperti Eropa yang standar impornya jelas jauh lebih tinggi," ungkap Winarno.

Dari segi setok, budidaya ikan patin Banjar juga masih aman. Petani sudah mampu memenuhi permintaan pasar lokal, selalu laku dan habis terjual. Bahkan sebagian sudah bisa dijual untuk memenuhi permintaan konsumen tetangga dari Kalteng dan Kaltim.

Winarno ingat, budidaya ikan patin lokal menemui masa kejayaannya pada zaman Fadel Muhammad yang memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2009-2011. Fadel menetapkan Kalsel dan Riau sebagai sentra budidaya patin.

Setelah ia datang kemari dan terkagum-kagum melihat sistem budidaya ikan air tawar milik masyarakat Banjar. "Beliau berkali-kali bilang hebat dan milik Vietnam tak ada apa-apanya. Pak Fadel lalu menyetop impor patin dari luar. Tapi namanya politik, berubah lagi kebijakannya," pungkasnya.

Namun, benarkah Dori tak pernah memasuki Kalsel? Sari warga Landasan Ulin mengaku pernah mencicipinya di sebut hotel berbintang di Banjarmasin. "Dagingnya putih banget, tapi tidak seenak patin sungai Banjar, kata teman itu namanya Dori," ujarnya.

Ketika diceritakan terkait kandungan berbahaya Dori, Sari pun kaget dan berjanji takkan pernah lagi memakannya. "Tapi kejadiannya memang sudah cukup lama. Saya tak pernah menemuinya di pasar tradisional," imbuhnya.

Perempuan yang baru menikah itu hanya berharap, Kalsel takkan kecolongan. "Jangan sampai masuk. Kasihan juga pembudidaya patin lokal. Kalau benar harganya semurah itu," tandasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 23 Oktober 2017 13:34

Pilkada Empat Kabupaten di Kalsel, Golkar Pilih Pertahana

BANJARMASIN – Menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) di empat kabupaten tahun 2018 mendatang,…

Senin, 23 Oktober 2017 13:30

Sahbirin: Kader Golkar Tak Boleh Minta Proyek Macam-Macam

BANJARMASIN – Penangkapan mantan Ketua DPRD Kota Banjarmasin Iwan Rusmali harus dijadikan pelajaran…

Senin, 23 Oktober 2017 13:23

Titik Api Turun Dibandingkan Tahun Lalu

KANDANGAN – Meski status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan…

Senin, 23 Oktober 2017 12:08

800 Penghapal Alquran Rumah Tahfidz se-Kalsel Diwisuda

BANJARBARU - Sebanyak 800 penghapal Alquran dari berbagai rumah tahfidz yang tersebar di Kalsel Minggu…

Senin, 23 Oktober 2017 12:03

Sedikit Lagi, Jalan ke Sungai Gampa Nyaris Rampung

BANJARMASIN – Perintisan jalan di Jalan Sungai Gampa RT 22, RW 05, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan…

Senin, 23 Oktober 2017 11:57

Ayo ke Disdukcapil Banjarmasin, 6 Ribu Blangko E-KTP Sudah Datang

BANJARMASIN – Percetakan KTP-el kembali bisa dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)…

Senin, 23 Oktober 2017 09:31

Pemkab Batola Gelar Peringatan Wafatnya Pahlawan Pangeran Antasari

MARABAHAN - Pangeran Antasari selain dikenal sebagai sosok yang berani, gigih, dan ahli strategi perang…

Senin, 23 Oktober 2017 09:24

Kadis Kesehatan Tanbu: Begini Deteksi Dini Penyakit Malaria

BATULICIN - Dinkes Tanbu bekerjasama dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit…

Senin, 23 Oktober 2017 09:17

Resmikan Asrama Ponpes Azzikra DDI Tanbu

BATULICIN - Yayasan DDI (Darud Da’wah Wal Irsyad) Tanah Bumbu menggelar Milad Ponpes Azzikra…

Senin, 23 Oktober 2017 09:13
Kabar Tanah Bumbu

Bupati Tanbu Lantik 50 Kepala Desa

BATULICIN - Bupati Tanbu Mardani H Maming melantik dan mengambil sumpah 50 kepala desa terpilih hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .