MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 11 Oktober 2017 14:08
TERKUAK..!! Prostitusi Online di Banua, Open BO Cuma Pas Weekend
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Di era digital apa-apa serba go online, tak terkecuali prostitusi. Bayangan lelaki hidung belang menyisir lokalisasi atau PSK (Pekerja Seks Komersial) yang termangu di tepi jalan pada tengah malam yang dingin kini terasa begitu kuno.

***

ZA TERBAHAK ketika mendengar teman lamanya yang singgah ke Banjarbaru dari Batulicin meminta diantar ke Pembatuan. "Ia rupanya tidak tahu Pembatuan sudah lama ditutup," ujarnya.

Karena 'mesin' temannya sudah terlanjur panas, ia pun memberi solusi. Via media sosial BeeTalk, ZA mencarikan cewek terdekat yang bisa dibayar untuk percintaan satu malam.

Lewat aplikasi berlogo lebah itu, pengguna bisa menjaring pengguna di sekitarnya dalam jarak tertentu. ZA lalu memilih dan memilah puluhan akun cewek yang semuanya menggunakan nama samaran atau nama panggilan.

Nah, ada beberapa ciri khusus untuk mengetahui mana yang PSK dan yang bukan. Sebab, mereka takkan memajang iklan vulgar sedang menjajakan diri.

"Waktu pertama kali main, saya kena damprat. Melihat fotonya yang seksi, saya kira bisa di-BO. Ternyata dia perempuan baik-baik," kisah lelaki 31 tahun yang tinggal di Kelurahan Guntung Paikat Banjarbaru tersebut.

Ciri paling kentara, si cewek memajang foto-foto syur. Minimal menunjukkan sedikit belahan dada. Jika setelah disapa muncul ajakan semacam 'BO Yuk', 'Ready BO' atau 'BO karaoke boleh hotel juga oke', maka benarlah si cewek bisa dipesan.

BO adalah kepanjangan dari Booking Order, artinya siap dipesan. Istilah lain yang kerap digunakan adalah ST atau Short Time, artinya pesanan untuk sekali bercinta saja. Lalu LT atau Long Time, artinya bisa menemani satu malam penuh. Tak hanya bersedia diajak ngamar, tapi juga mau jalan-jalan ke tempat karaoke atau minum-minum di bar.

"Selain foto seksi, saya biasanya juga ngecek status hubungannya. Jika tertulis rumit, wah kemungkinan besar bisa di-BO," tukasnya.

ZA lalu berhasil mendapatkan cewek yang sesuai dengan selera dan budget temannya. Si cewek memasang tarif Rp700 ribu untuk sekali percintaan dengan uang muka Rp200 ribu. Harga itu sudah termasuk biaya kamar hotel.

Seingat ZA, dari beberapa kali BO, kebanyakan cewek-cewek itu memilih hotel berbintang di tepi Jalan Ahmad Yani di pusat kota Banjarbaru. Alasannya sederhana, bukan cuma soal gengsi. Hotel jelas lebih aman dari razia pekat Satpol PP.

Radar Banjarmasin lantas mencoba aplikasi itu. Ada beberapa akun yang memajang foto-foto syur tanpa status apapun. Salah satunya IR yang tinggal di Kelurahan Guntung Payung Banjarbaru. Ketika disapa dan diajak berkenalan, tanpa basa-basi IR langsung menegaskan BO.

"Jika serius, silakan transfer DP (uang muka). Tarif ST Rp700 ribu dan LT Rp1,4 juta. Ready untuk kawasan Banjarmasin dan Banjarbaru," tegasnya.

Perempuan 26 tahun ini juga bersedia mengirimkan foto terbaru dirinya secara utuh dari kepala sampai kaki. Ini bentuk strategi pemasaran untuk meyakinkan calon konsumennya.

"Wajib pakai kondom. Kalau sudah DP, saya kirim nama hotel dan nomor kamarnya. Kalau sudah sampai di lobi, chat saja," jelasnya. Ketika ditanya apakah layanan oral seks juga tersedia, tanpa basa-basi IR menegaskan iya. "Nanti saya kasih," imbuhnya.

Beralih ke akun lain, yang menggelikan ada beberapa cewek yang sudah menegaskan batasan BO-nya pada awal chatting, "Tidak melayani yang sekadar iseng, cerewet nego harga, anggota polisi apalagi wartawan."

Salah satu cewek berinisial AG kemudian bersedia memberikan nomor WhatsApp-nya. Via chatting ia menegaskan dirinya bukanlah PSK. Ia seorang ibu rumah tangga biasa dengan satu anak yang masih kecil.

"Saya dan suami sudah lama pisah ranjang. Open BO cuma pas weekend, sekadar mencari tambahan penghasilan," ungkap perempuan 24 tahun tersebut.

Tanpa pekerjaan dan nafkah dari suami, AG mengaku tak enak jika terus-menerus meminta kiriman uang dari orang tua di Banjarmasin. AG tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Landasan Ulin Barat Banjarbaru.

Dari curhatnya, AG memang sudah akrab dengan dunia malam sejak masih sekolah. Berdansa di diskotik, menenggak minuman alkohol, atau menelan pil ekstasi sudah pernah ia lakoni. "Kalau mas mau bantu, saya butuh Rp200 ribu, buat beli sepatu baru," pintanya.

Salah seorang penikmat setia layanan prostitusi online ini adalah KN, 34 tahun, tinggal di Karang Anyar Banjarbaru. KN membenarkan cerita di atas. Bahwa kebanyakan dari mereka bekerja sendirian. Tidak menjadikan prostitusi sebagai bisnis utama, sekadar mencari selingan hiburan plus tambahan penghasilan.

"Kebanyakan memang bukan PSK profesional yang dimanajeri seorang mucikari. Mereka ibu rumah tangga, karyawati swasta, dan mahasiswi. Orang-orang yang sehari-harinya tampak biasa saja," ujarnya.

KN rutin memesan cewek via BeeTalk. Minimal sekali dalam sebulan. Namun, KN mengaku mulai jemu. "Kalau cuma BO, transfer lalu ngamar, rasanya tidak menantang lagi," jelasnya.

Ia lebih senang mengincar cewek yang sedang mematut status galau. Tampak manja dan sedikit nakal. Langkah awal, ia menyediakan waktu untuk chatting rutin, tampil sebagai sosok teman yang simpatik dan enak diajak ngobrol apapun.

Langkah kedua, si cewek diajak karaoke di Banjarbaru atau menikmati pertunjukan DJ di Banjarmasin. "Pulang hiburan jangan langsung diajak ngamar, jangan. Ajak having fun saja dulu," imbuhnya.

Langkah ketiga adalah eksekusi. Dalam acara jalan-jalan berikutnya, barulah KN mengajaknya ngamar untuk bercinta. "Tentu setelah pulang tetap saya kasih duit, tapi saya bilang itu cuma uang jajan, bukan bayaran pelayanan seks," bebernya.

Dari segi ongkos, diakuinya modus seperti ini lebih mahal. Tapi sekali lagi, baginya ini soal tantangan dan kepuasan. "Batasannya hanya satu, jangan main perasaan. Kalau sudah begitu, game over namanya," pungkasnya.

Lalu mengapa prostitusi online lebih marak di aplikasi seperti BeeTalk atau WeChat? Seorang penggunanya, AM yang tinggal di Jalan Sekumpul Martapura menjelaskan keduanya lebih terbuka. Pertemanan antar pengguna dimulai dengan pelacakan menggunakan fasilitas GPS. Tinggal klik pencarian khusus akun berjenis kelamin perempuan, dalam satu kota bisa puluhan pengguna terlacak.

"Berbeda misalnya dengan WhatsApp. Dia kan harus ketemuan dulu, tukeran nomor ponsel, baru bisa berteman. Sedangkan di WeChat atau BeeTalk, tinggal klik fitur pelacakan orang sekitar," jelasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 08:40

Bisnis Sabu Barito Putra Akhirnya Tercium Polisi

BANJARMASIN - M Barito Putra alias Okta (22),  warga KS Tubun Gang Sekeluarga II RT 01 Kelurahan…

Jumat, 17 Agustus 2018 15:06

Polisi Turun ke Kampus Sosialisasi Tangkal Paham Radikalisme

BANJARMASIN – Paham radikalisme telah lama menjadi momok bagi kehidupan berbangsa. Perlu upaya…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:44

Modus Jadi Pemulung, Pria ini Terciduk Saat Satroni Rumah Warga

BANJARMASIN -Tiga hari sudah  Permadi Saputra alias Intuk (25),   warga Jalan 9 Oktober…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:15

Remisi Kemerdekaan, Empat Napi Marabahan ini Langsung Bebas

MARABAHAN - Kemerdekaan benar-benar dirasakan 119 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) alias narapidana…

Jumat, 17 Agustus 2018 14:11

Forkopimda Sepakati Tujuh Poin Cegah Konflik di Danau Bangkau

KANDANGAN – Untuk mencari solusi permasalahan yang sering  terjadi di Danau Bangkau, Desa…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:05

Lima Pelaku Pencuri Sarang Walet Digulung Aparat Polres Tapin

RANTAU - Polres Tapin berhasil mengungkap sindikat pembobolan sarang burung walet di Desa Sabah, …

Kamis, 16 Agustus 2018 11:59

Polres Tanbu Bekuk 15 Tersangka Narkoba

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu berhasil membekuk 15 tersangka pelaku kejahatan narkotika. Dua diantaranya…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:56

Hasil Operasi Antik Intan 2018, 240 Kasus Diungkap Polda Kalsel

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) nampaknya masih menjadi ladang  bagi para bandar…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:54

Dianggap Tak Layak, Helm Tukang Ojek Ditarik

BANJARMASIN - Hari Polisi Wanita Nasional (Polwan) yang ke 70 sebentar lagi tiba. Biasanya berbagai…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:57

Operasi Antik Polres HSU Ungkap Kasus Sabu-Sabu Senilai Rp 100 Juta

AMUNTAI - Selama operasi antik 2018 yang dimulai dari tanggal 26 Juli sampai 8 Agustus 2018 ini, di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .