MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 11 Oktober 2017 14:08
TERKUAK..!! Prostitusi Online di Banua, Open BO Cuma Pas Weekend
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, Di era digital apa-apa serba go online, tak terkecuali prostitusi. Bayangan lelaki hidung belang menyisir lokalisasi atau PSK (Pekerja Seks Komersial) yang termangu di tepi jalan pada tengah malam yang dingin kini terasa begitu kuno.

***

ZA TERBAHAK ketika mendengar teman lamanya yang singgah ke Banjarbaru dari Batulicin meminta diantar ke Pembatuan. "Ia rupanya tidak tahu Pembatuan sudah lama ditutup," ujarnya.

Karena 'mesin' temannya sudah terlanjur panas, ia pun memberi solusi. Via media sosial BeeTalk, ZA mencarikan cewek terdekat yang bisa dibayar untuk percintaan satu malam.

Lewat aplikasi berlogo lebah itu, pengguna bisa menjaring pengguna di sekitarnya dalam jarak tertentu. ZA lalu memilih dan memilah puluhan akun cewek yang semuanya menggunakan nama samaran atau nama panggilan.

Nah, ada beberapa ciri khusus untuk mengetahui mana yang PSK dan yang bukan. Sebab, mereka takkan memajang iklan vulgar sedang menjajakan diri.

"Waktu pertama kali main, saya kena damprat. Melihat fotonya yang seksi, saya kira bisa di-BO. Ternyata dia perempuan baik-baik," kisah lelaki 31 tahun yang tinggal di Kelurahan Guntung Paikat Banjarbaru tersebut.

Ciri paling kentara, si cewek memajang foto-foto syur. Minimal menunjukkan sedikit belahan dada. Jika setelah disapa muncul ajakan semacam 'BO Yuk', 'Ready BO' atau 'BO karaoke boleh hotel juga oke', maka benarlah si cewek bisa dipesan.

BO adalah kepanjangan dari Booking Order, artinya siap dipesan. Istilah lain yang kerap digunakan adalah ST atau Short Time, artinya pesanan untuk sekali bercinta saja. Lalu LT atau Long Time, artinya bisa menemani satu malam penuh. Tak hanya bersedia diajak ngamar, tapi juga mau jalan-jalan ke tempat karaoke atau minum-minum di bar.

"Selain foto seksi, saya biasanya juga ngecek status hubungannya. Jika tertulis rumit, wah kemungkinan besar bisa di-BO," tukasnya.

ZA lalu berhasil mendapatkan cewek yang sesuai dengan selera dan budget temannya. Si cewek memasang tarif Rp700 ribu untuk sekali percintaan dengan uang muka Rp200 ribu. Harga itu sudah termasuk biaya kamar hotel.

Seingat ZA, dari beberapa kali BO, kebanyakan cewek-cewek itu memilih hotel berbintang di tepi Jalan Ahmad Yani di pusat kota Banjarbaru. Alasannya sederhana, bukan cuma soal gengsi. Hotel jelas lebih aman dari razia pekat Satpol PP.

Radar Banjarmasin lantas mencoba aplikasi itu. Ada beberapa akun yang memajang foto-foto syur tanpa status apapun. Salah satunya IR yang tinggal di Kelurahan Guntung Payung Banjarbaru. Ketika disapa dan diajak berkenalan, tanpa basa-basi IR langsung menegaskan BO.

"Jika serius, silakan transfer DP (uang muka). Tarif ST Rp700 ribu dan LT Rp1,4 juta. Ready untuk kawasan Banjarmasin dan Banjarbaru," tegasnya.

Perempuan 26 tahun ini juga bersedia mengirimkan foto terbaru dirinya secara utuh dari kepala sampai kaki. Ini bentuk strategi pemasaran untuk meyakinkan calon konsumennya.

"Wajib pakai kondom. Kalau sudah DP, saya kirim nama hotel dan nomor kamarnya. Kalau sudah sampai di lobi, chat saja," jelasnya. Ketika ditanya apakah layanan oral seks juga tersedia, tanpa basa-basi IR menegaskan iya. "Nanti saya kasih," imbuhnya.

Beralih ke akun lain, yang menggelikan ada beberapa cewek yang sudah menegaskan batasan BO-nya pada awal chatting, "Tidak melayani yang sekadar iseng, cerewet nego harga, anggota polisi apalagi wartawan."

Salah satu cewek berinisial AG kemudian bersedia memberikan nomor WhatsApp-nya. Via chatting ia menegaskan dirinya bukanlah PSK. Ia seorang ibu rumah tangga biasa dengan satu anak yang masih kecil.

"Saya dan suami sudah lama pisah ranjang. Open BO cuma pas weekend, sekadar mencari tambahan penghasilan," ungkap perempuan 24 tahun tersebut.

Tanpa pekerjaan dan nafkah dari suami, AG mengaku tak enak jika terus-menerus meminta kiriman uang dari orang tua di Banjarmasin. AG tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Landasan Ulin Barat Banjarbaru.

Dari curhatnya, AG memang sudah akrab dengan dunia malam sejak masih sekolah. Berdansa di diskotik, menenggak minuman alkohol, atau menelan pil ekstasi sudah pernah ia lakoni. "Kalau mas mau bantu, saya butuh Rp200 ribu, buat beli sepatu baru," pintanya.

Salah seorang penikmat setia layanan prostitusi online ini adalah KN, 34 tahun, tinggal di Karang Anyar Banjarbaru. KN membenarkan cerita di atas. Bahwa kebanyakan dari mereka bekerja sendirian. Tidak menjadikan prostitusi sebagai bisnis utama, sekadar mencari selingan hiburan plus tambahan penghasilan.

"Kebanyakan memang bukan PSK profesional yang dimanajeri seorang mucikari. Mereka ibu rumah tangga, karyawati swasta, dan mahasiswi. Orang-orang yang sehari-harinya tampak biasa saja," ujarnya.

KN rutin memesan cewek via BeeTalk. Minimal sekali dalam sebulan. Namun, KN mengaku mulai jemu. "Kalau cuma BO, transfer lalu ngamar, rasanya tidak menantang lagi," jelasnya.

Ia lebih senang mengincar cewek yang sedang mematut status galau. Tampak manja dan sedikit nakal. Langkah awal, ia menyediakan waktu untuk chatting rutin, tampil sebagai sosok teman yang simpatik dan enak diajak ngobrol apapun.

Langkah kedua, si cewek diajak karaoke di Banjarbaru atau menikmati pertunjukan DJ di Banjarmasin. "Pulang hiburan jangan langsung diajak ngamar, jangan. Ajak having fun saja dulu," imbuhnya.

Langkah ketiga adalah eksekusi. Dalam acara jalan-jalan berikutnya, barulah KN mengajaknya ngamar untuk bercinta. "Tentu setelah pulang tetap saya kasih duit, tapi saya bilang itu cuma uang jajan, bukan bayaran pelayanan seks," bebernya.

Dari segi ongkos, diakuinya modus seperti ini lebih mahal. Tapi sekali lagi, baginya ini soal tantangan dan kepuasan. "Batasannya hanya satu, jangan main perasaan. Kalau sudah begitu, game over namanya," pungkasnya.

Lalu mengapa prostitusi online lebih marak di aplikasi seperti BeeTalk atau WeChat? Seorang penggunanya, AM yang tinggal di Jalan Sekumpul Martapura menjelaskan keduanya lebih terbuka. Pertemanan antar pengguna dimulai dengan pelacakan menggunakan fasilitas GPS. Tinggal klik pencarian khusus akun berjenis kelamin perempuan, dalam satu kota bisa puluhan pengguna terlacak.

"Berbeda misalnya dengan WhatsApp. Dia kan harus ketemuan dulu, tukeran nomor ponsel, baru bisa berteman. Sedangkan di WeChat atau BeeTalk, tinggal klik fitur pelacakan orang sekitar," jelasnya. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:34

Ketua RT di Kotabaru Disangkur Oknum Satpol

KOTABARU – Menjadi Ketua RT di daerah tertentu kadang bertaruh nyawa. Seperti dialami Zamzanie,…

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:11

Dorr.. Spesialis Pembobol Kos Cewek Ditembak, Begini Caranya Beraksi

BANJARBARU - IW bukan spesialis pembobol rumah kosong biasa. Lelaki 38 tahun ini gemar mengincar kos…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:08

Laporan Masyarakat, Pengepul Togel di HSS Diringkus

KANDANGAN – Bukannya memperbanyak amal ibadah di usianya 51 tahun, Kaspul Anwar malah menjadi pengepul…

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:03

Enam Orang Pemilik Sabu dan Ineks itu Resmi Tersangka

BANJARMASIN-Enam tersangka kasus kepemilikan sabu-sabu yang diungkap anggota Buser Polsekta Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 10:21

28 Napi Banjarmasin Dipindahkan ke Surabaya

BANJARMASIN – Sebanyak 28 Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin dipindahkan…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:59

Residivis Pembobol Gudang Tertangkap Lagi, Begini Caranya Beraksi

BANJARMASIN - Imam Hanapi (38), warga jalan Belitung Utara,  Gang Teuku Umar Rt 13,  Banjarmasin…

Jumat, 20 Oktober 2017 09:37

Tangkapan Besar, Jaringan Pengedar Sabu Dibongkar

BANJARMASIN - Anggota Buser Polsekta Banjarmasin Timur berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu…

Kamis, 19 Oktober 2017 14:03

NGERI..! Akibat Bandel Nyetrum Ikan, Serapang Melayang ke Badan

KANDANGAN – Meski telah diperingatkan, tetapi aksi menyetrum ikan di Danau Bangkau kembali terjadi.…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:38

Tengkorak di Dalam Karung itu Ternyata Perempuan Dewasa

BANJARBARU - Fakta baru mulai terungkap dari kerangka manusia yang ditemukan terbungkus karung di tepi…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:10

TERBUKTI..! Trik UCB Memang Manjur Menjaring Para Pengedar Sabu

BANJARMASIN - Proses pengungkapan dengan cara under cover buy (UCB) atau penyamaran ternyata manjur.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .