MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Kamis, 12 Oktober 2017 16:23
Puluhan Hektare Sawah Kebanjiran, Terpaksa Panen Lebih Awal
TERENDAM: Di tengah ketinggian air sepinggang orang dewasa, seorang petani berusaha menyelamatkan padinya yang terendam.

PROKAL.CO, TANJUNG – Petani di Desa Madang Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong terpaksa harus berjibaku dengan banjir, di tengah puluhan hektare sawahnya yang padinya tidak lama lagi panen. Kondisi itu membuat warga memanennya lebih dulu.

Tentunya banjir membuat warga rugi. Sebab, selama tiga hari bencana itu merendam sawah tempat bahan pokok makanan mereka diproduksi. Sejak Senin (9/10) lalu hingga Rabu (11/10) kemarin.

Dikatakan Kepala Desa Madang, Suhaimi, untuk padi yang bisa diselamatkan kurang dari separuhnya. “Paling hanya tiga hektare padi yang dipanen, sisanya sekitar 90 hektare terendam,” katanya, ketika diwawancarai Rabu (11/10).

Ia menceritakan, banjir yang melanda sawahnya itu sudah tiga hari lamanya. Dan sampai saat diwawancarai masih bertahan. Kalau pun surut tidak begitu rendah. “Dalamnya sampai satu setengah meter,” cetusnya.

Padahal, padi yang ditanam warga di sana tidak lama lagi panen, dan sudah berusia kurang lebih tiga bulan lamanya. Namun, tidak menuai hasil akibat bencana tersebut. “Itu termasuk sawah saya yang terendam,” katanya.

Terus terang, dia pun belum melaporkan kondisi itu ke Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong. Hanya memberitahukan ke petugas penyuluh lapang (PPL) di desanya. Hasilnya, sudah dilakukan peninjauan ke lokasi banjir.

Dia menyampaikan, saat itu petani di desanya sambil menunggu hasil pantauan PPL, sedikit demi sedikit memanen lebih dulu dari waktu yang ditentukan. Setidaknya untuk mengurangi dampak banjir. “Mudahan banjirnya cepat surut, Dinas Pertanian bisa membantu,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong H Johan Effendi sudah menduga kerugian yang bakal dialami petani di Desa Madang. “Padahal sudah saya anjurkan untuk ikut asuransi, tapi tidak ada yang ikut,” ujarnya.

Walau begitu, dia sudah meminta stafnya untuk melakukan peninjauan lokasi banjir. Untuk data peninjauan sementara, sawah yang terendam di Desa Madang ada seluas 30 hektare. Tapi banjir ternyata juga melanda desa lainnya, salah satunya di Desa Tamunti.

Ia mengatakan, untuk kondisi padi yang dikeluhkan warga, masih akan dipastikan lagi setelah banjir apakah bisa diselamatkan atau tidak. Yang jelas, disampaikannya, jika padi yang terendam sudah matang dan siap panen tidak menjadi masalah. (ibn/yn/ram)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 15:00

Sahbirin Bawa Keluarga Balanting Paring Susuri Sungai Amandit

KANDANGAN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengajak keluarganya menyusuri Sungai Amandit di Loksado,…

Senin, 18 Desember 2017 14:52

MANTAP..!! Sehari, Listrik Padam Tujuh Kali

BANJARBARU - Permasalahan jaringan listrik di Banua tak ada habisnya. Minggu (17/12) kemarin misalnya,…

Senin, 18 Desember 2017 14:46

Dana Desa 2018 untuk Kalsel Akan Dipangkas

BANJARBARU - Jika tahun sebelumnya Kalimantan Selatan mendapat Rp1,4 triliun untuk pengembangan desa,…

Senin, 18 Desember 2017 14:43

Kerbau Rawa HSU Terancam Punah

AMUNTAI – Peternak hadangan atau kerbau rawa di Kecamatan Paminggir sedang risau. Puluhan hewan…

Senin, 18 Desember 2017 14:37

Ini Dia Taman Kedelapan Milik Kota Idaman

BANJARBARU - Kota Banjarbaru punya satu taman baru lagi, dilengkapi dengan peralatan fitnes. Taman itu…

Senin, 18 Desember 2017 14:36

HEBOH! Mobil Terobos Pagar Bandara, ini Pengakuan Sopir

BANJARBARU - Pagar besi Bandara Syamsudin Noor lagi-lagi jadi sasaran kecelakaan lalu lintas. Satu unit…

Senin, 18 Desember 2017 11:01

Walikota Banjarmasin Inginkan JPO di Flyover

BANJARMASIN - Terlepas dari kontroversi jembatan kaca, rupanya masih ada jembatan penyeberangan pejalan…

Senin, 18 Desember 2017 10:52

SPBU: Pasokan Premium Memang Tidak Bisa Ditambah

BANJARMASIN - Sesekali, antrean mengular di SPBU masih jadi pemandangan khas di Banjarmasin. Jelang…

Senin, 18 Desember 2017 10:44

Kontrak Habis, PKL Baiman Harus Bayar Sewa Lahan Sendiri

BANJARMASIN - Sejak 25 Januari 2018, masa penyewaan lahan Kuliner Baiman berakhir. Karena masalah anggaran…

Senin, 18 Desember 2017 10:09

BPK Serahkan LHP Kinerja

MARABAHAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .