MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)
Siasati Energi Bosan dengan Membaca
ISI WAKTU: Para napi Lapas Banjarbaru membaca seusai salat Asar di beranda musala. (inzet) Kepala Lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah.

PROKAL.CO, Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari waktu ke waktu mereka melawan kebosanan. Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lapas Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

Pintu besi setebal 5 milimeter itu terbuka. Sipir Lapas tanpa senyum menatap penuh selidik. Siang itu, matahari sudah mulai condong ke barat. Jam besuk napi sudah habis sejak pukul 12.00 WITA.

Begitu mengetahui tujuan Radar Banjarmasin, raut wajahnya sedikit mengendur. Dia mempersilakan masuk. Pintu besi itu kemudian ditutup kembali.

"Itu pengecualian, biasanya semua orang diperiksa, termasuk sipir sekalipun," ucap kepala lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah kyang ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya.

Bukan apa-apa. Lapas selalu rawan dengan penyelundupan. Banyak cara pembesuk untuk menyelundupkan barang-barang terlarang kepada para napi.

"Ada saja yang berusaha begitu," gelak lelaki kelahiran Marabahan ini. Dia mengatakan dengan sarana pendukung keamanan yang minim, tak ada mesin pendeteksi atau alat scanning tertentu, semua orang memang diharuskan untuk dicurigai.

Kesan itu terlihat di seluruh sudut-sudut Lapas. Di setiap pintu pagar dan tembok tulisan unik yang tak mudah dimengerti banyak ditemukan: Jangan, jangan?!"

Ya, dengan rasio jumlah napi dan sipir yang jomplang, kewaspadaan memang selalu ditingkatkan. Di Lapas yang baru dihuni sejak 2015 silam ini, hanya ada 25 sipir yang dibagi dalam empat shift. Dalam setiap shift ada 6 orang sipir yang harus menjaga 7 pos dan 10 blok yang berpenghuni 580 napi penghuni Lapas.

Kerepotan? "Ya, pastilah," ucap Herri yang mengatakan selama ini para sipir memang merangkap pengawas beberapa blok jaga sekaligus. Herri merujuk ke peristiwa 24 Juli 2017 silam. Saat itu, Lapas rusuh. Dua blok napi mengamuk, saling serang dan kemudian berhasil membobol Lapas. Sipir yang menjaga tak bisa apa-apa karena jumlah penjaga yang terbatas. Meski hampir semua napi yang kabur berhasil ditangkap kembali, tetapi memori tragedi itu masih terus membayang.

Karena itu pula untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kepolisian dari Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka dan Polsek Kota menggelar patroli di Lapas yang terletak di kawasan minus pinggiran Banjarbaru itu. Sehari, bisa enam kali datang ke wilayah Bangkal itu untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Jumlah sipir yang sedikit membuat Lapas berusaha bersiasat mengalihkan energi napi yang rentan bosan terkurung. Caranya dengan menggelar banyak kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah membuka perpustakaan khusus penghuni Lapas.

Perpustakaan ini kerjasama dengan Perpustakaan Banjarbaru dan Kalsel. Sekali seminggu, mobil perpustakaan keliling mengantarkan buku-buku untuk dibaca napi. Mereka bisa meminjam satu buku dan kemudian mengembalikan lagi untuk meminjam buku lainnya dalam waktu seminggu.

Buku-buku yang dikembalikan ditaruh di perpustakaan dekat musala Lapas selagi menunggu mobil perpustakaan tiba.
"Mereka antusias, banyak juga yang suka membaca, mungkin karena cuma itu hiburannya," gelak Herri. (ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Senin, 09 Oktober 2017 14:47

Kala Warga Berjuang Selamatkan Bekantan yang Terjebak di Pohon

Seekor Bekantan (Nasalis Larvatus) terkulai lemah di rumah salah satu warga di Komplek Berlian 4, Keluarahan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:57

Kasus Sengketa Makam Ulama di HSU, Makam Dibongkar, Nama Diubah

Makam tua di depan Masjid Jami Sungai Banar Kecamatan Amuntai Selatan menjadi sengketa warga sekitar.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:44

Usaha Merebut Hati Masyarakat Melalui Bhabinkamtibmas

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas jadi andalan kepolisian…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:08

Kala Penyandang Difabel Mendapatkan Hak Bekerja

Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebut kaum difabel memiliki hak untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .