MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)
Siasati Energi Bosan dengan Membaca
ISI WAKTU: Para napi Lapas Banjarbaru membaca seusai salat Asar di beranda musala. (inzet) Kepala Lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah.

PROKAL.CO, Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari waktu ke waktu mereka melawan kebosanan. Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lapas Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

Pintu besi setebal 5 milimeter itu terbuka. Sipir Lapas tanpa senyum menatap penuh selidik. Siang itu, matahari sudah mulai condong ke barat. Jam besuk napi sudah habis sejak pukul 12.00 WITA.

Begitu mengetahui tujuan Radar Banjarmasin, raut wajahnya sedikit mengendur. Dia mempersilakan masuk. Pintu besi itu kemudian ditutup kembali.

"Itu pengecualian, biasanya semua orang diperiksa, termasuk sipir sekalipun," ucap kepala lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah kyang ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya.

Bukan apa-apa. Lapas selalu rawan dengan penyelundupan. Banyak cara pembesuk untuk menyelundupkan barang-barang terlarang kepada para napi.

"Ada saja yang berusaha begitu," gelak lelaki kelahiran Marabahan ini. Dia mengatakan dengan sarana pendukung keamanan yang minim, tak ada mesin pendeteksi atau alat scanning tertentu, semua orang memang diharuskan untuk dicurigai.

Kesan itu terlihat di seluruh sudut-sudut Lapas. Di setiap pintu pagar dan tembok tulisan unik yang tak mudah dimengerti banyak ditemukan: Jangan, jangan?!"

Ya, dengan rasio jumlah napi dan sipir yang jomplang, kewaspadaan memang selalu ditingkatkan. Di Lapas yang baru dihuni sejak 2015 silam ini, hanya ada 25 sipir yang dibagi dalam empat shift. Dalam setiap shift ada 6 orang sipir yang harus menjaga 7 pos dan 10 blok yang berpenghuni 580 napi penghuni Lapas.

Kerepotan? "Ya, pastilah," ucap Herri yang mengatakan selama ini para sipir memang merangkap pengawas beberapa blok jaga sekaligus. Herri merujuk ke peristiwa 24 Juli 2017 silam. Saat itu, Lapas rusuh. Dua blok napi mengamuk, saling serang dan kemudian berhasil membobol Lapas. Sipir yang menjaga tak bisa apa-apa karena jumlah penjaga yang terbatas. Meski hampir semua napi yang kabur berhasil ditangkap kembali, tetapi memori tragedi itu masih terus membayang.

Karena itu pula untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kepolisian dari Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka dan Polsek Kota menggelar patroli di Lapas yang terletak di kawasan minus pinggiran Banjarbaru itu. Sehari, bisa enam kali datang ke wilayah Bangkal itu untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Jumlah sipir yang sedikit membuat Lapas berusaha bersiasat mengalihkan energi napi yang rentan bosan terkurung. Caranya dengan menggelar banyak kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah membuka perpustakaan khusus penghuni Lapas.

Perpustakaan ini kerjasama dengan Perpustakaan Banjarbaru dan Kalsel. Sekali seminggu, mobil perpustakaan keliling mengantarkan buku-buku untuk dibaca napi. Mereka bisa meminjam satu buku dan kemudian mengembalikan lagi untuk meminjam buku lainnya dalam waktu seminggu.

Buku-buku yang dikembalikan ditaruh di perpustakaan dekat musala Lapas selagi menunggu mobil perpustakaan tiba.
"Mereka antusias, banyak juga yang suka membaca, mungkin karena cuma itu hiburannya," gelak Herri. (ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…

Senin, 27 Agustus 2018 11:20

Melihat Eksistensi Komunitas MGR Pasca Ganti Presiden

Meski telah ditinggalkan presiden sekaligus pendirinya Fitri Zamzam, yang telah berpulang pada November…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .