MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)
Siasati Energi Bosan dengan Membaca
ISI WAKTU: Para napi Lapas Banjarbaru membaca seusai salat Asar di beranda musala. (inzet) Kepala Lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah.

PROKAL.CO, Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari waktu ke waktu mereka melawan kebosanan. Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lapas Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

Pintu besi setebal 5 milimeter itu terbuka. Sipir Lapas tanpa senyum menatap penuh selidik. Siang itu, matahari sudah mulai condong ke barat. Jam besuk napi sudah habis sejak pukul 12.00 WITA.

Begitu mengetahui tujuan Radar Banjarmasin, raut wajahnya sedikit mengendur. Dia mempersilakan masuk. Pintu besi itu kemudian ditutup kembali.

"Itu pengecualian, biasanya semua orang diperiksa, termasuk sipir sekalipun," ucap kepala lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah kyang ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya.

Bukan apa-apa. Lapas selalu rawan dengan penyelundupan. Banyak cara pembesuk untuk menyelundupkan barang-barang terlarang kepada para napi.

"Ada saja yang berusaha begitu," gelak lelaki kelahiran Marabahan ini. Dia mengatakan dengan sarana pendukung keamanan yang minim, tak ada mesin pendeteksi atau alat scanning tertentu, semua orang memang diharuskan untuk dicurigai.

Kesan itu terlihat di seluruh sudut-sudut Lapas. Di setiap pintu pagar dan tembok tulisan unik yang tak mudah dimengerti banyak ditemukan: Jangan, jangan?!"

Ya, dengan rasio jumlah napi dan sipir yang jomplang, kewaspadaan memang selalu ditingkatkan. Di Lapas yang baru dihuni sejak 2015 silam ini, hanya ada 25 sipir yang dibagi dalam empat shift. Dalam setiap shift ada 6 orang sipir yang harus menjaga 7 pos dan 10 blok yang berpenghuni 580 napi penghuni Lapas.

Kerepotan? "Ya, pastilah," ucap Herri yang mengatakan selama ini para sipir memang merangkap pengawas beberapa blok jaga sekaligus. Herri merujuk ke peristiwa 24 Juli 2017 silam. Saat itu, Lapas rusuh. Dua blok napi mengamuk, saling serang dan kemudian berhasil membobol Lapas. Sipir yang menjaga tak bisa apa-apa karena jumlah penjaga yang terbatas. Meski hampir semua napi yang kabur berhasil ditangkap kembali, tetapi memori tragedi itu masih terus membayang.

Karena itu pula untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kepolisian dari Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka dan Polsek Kota menggelar patroli di Lapas yang terletak di kawasan minus pinggiran Banjarbaru itu. Sehari, bisa enam kali datang ke wilayah Bangkal itu untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Jumlah sipir yang sedikit membuat Lapas berusaha bersiasat mengalihkan energi napi yang rentan bosan terkurung. Caranya dengan menggelar banyak kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah membuka perpustakaan khusus penghuni Lapas.

Perpustakaan ini kerjasama dengan Perpustakaan Banjarbaru dan Kalsel. Sekali seminggu, mobil perpustakaan keliling mengantarkan buku-buku untuk dibaca napi. Mereka bisa meminjam satu buku dan kemudian mengembalikan lagi untuk meminjam buku lainnya dalam waktu seminggu.

Buku-buku yang dikembalikan ditaruh di perpustakaan dekat musala Lapas selagi menunggu mobil perpustakaan tiba.
"Mereka antusias, banyak juga yang suka membaca, mungkin karena cuma itu hiburannya," gelak Herri. (ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Jumat, 15 Desember 2017 14:46

Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional

Atlet National Paralympic Committe (NPC) asal Kabupaten Balangan, menjadi buah bibir pada perhelatan…

Rabu, 13 Desember 2017 15:15

Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS

Bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), bercerita secara terbuka tentang penyakit yang dialaminya bukanlah…

Selasa, 12 Desember 2017 14:22

Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura bergabung dalam kursus NATO (Pakta…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .