MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 12 Oktober 2017 18:23
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (1)
Siasati Energi Bosan dengan Membaca
ISI WAKTU: Para napi Lapas Banjarbaru membaca seusai salat Asar di beranda musala. (inzet) Kepala Lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah.

PROKAL.CO, Hidup dibatasi dinding tinggi membuat para napi tak punya banyak pilihan untuk menghibur diri. Dari waktu ke waktu mereka melawan kebosanan. Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lapas Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

Pintu besi setebal 5 milimeter itu terbuka. Sipir Lapas tanpa senyum menatap penuh selidik. Siang itu, matahari sudah mulai condong ke barat. Jam besuk napi sudah habis sejak pukul 12.00 WITA.

Begitu mengetahui tujuan Radar Banjarmasin, raut wajahnya sedikit mengendur. Dia mempersilakan masuk. Pintu besi itu kemudian ditutup kembali.

"Itu pengecualian, biasanya semua orang diperiksa, termasuk sipir sekalipun," ucap kepala lapas Banjarbaru Akhmad Herriansyah kyang ditemui Radar Banjarmasin di ruangannya.

Bukan apa-apa. Lapas selalu rawan dengan penyelundupan. Banyak cara pembesuk untuk menyelundupkan barang-barang terlarang kepada para napi.

"Ada saja yang berusaha begitu," gelak lelaki kelahiran Marabahan ini. Dia mengatakan dengan sarana pendukung keamanan yang minim, tak ada mesin pendeteksi atau alat scanning tertentu, semua orang memang diharuskan untuk dicurigai.

Kesan itu terlihat di seluruh sudut-sudut Lapas. Di setiap pintu pagar dan tembok tulisan unik yang tak mudah dimengerti banyak ditemukan: Jangan, jangan?!"

Ya, dengan rasio jumlah napi dan sipir yang jomplang, kewaspadaan memang selalu ditingkatkan. Di Lapas yang baru dihuni sejak 2015 silam ini, hanya ada 25 sipir yang dibagi dalam empat shift. Dalam setiap shift ada 6 orang sipir yang harus menjaga 7 pos dan 10 blok yang berpenghuni 580 napi penghuni Lapas.

Kerepotan? "Ya, pastilah," ucap Herri yang mengatakan selama ini para sipir memang merangkap pengawas beberapa blok jaga sekaligus. Herri merujuk ke peristiwa 24 Juli 2017 silam. Saat itu, Lapas rusuh. Dua blok napi mengamuk, saling serang dan kemudian berhasil membobol Lapas. Sipir yang menjaga tak bisa apa-apa karena jumlah penjaga yang terbatas. Meski hampir semua napi yang kabur berhasil ditangkap kembali, tetapi memori tragedi itu masih terus membayang.

Karena itu pula untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, kepolisian dari Polres Banjarbaru, Polsek Cempaka dan Polsek Kota menggelar patroli di Lapas yang terletak di kawasan minus pinggiran Banjarbaru itu. Sehari, bisa enam kali datang ke wilayah Bangkal itu untuk memastikan semuanya baik-baik saja.

Jumlah sipir yang sedikit membuat Lapas berusaha bersiasat mengalihkan energi napi yang rentan bosan terkurung. Caranya dengan menggelar banyak kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah membuka perpustakaan khusus penghuni Lapas.

Perpustakaan ini kerjasama dengan Perpustakaan Banjarbaru dan Kalsel. Sekali seminggu, mobil perpustakaan keliling mengantarkan buku-buku untuk dibaca napi. Mereka bisa meminjam satu buku dan kemudian mengembalikan lagi untuk meminjam buku lainnya dalam waktu seminggu.

Buku-buku yang dikembalikan ditaruh di perpustakaan dekat musala Lapas selagi menunggu mobil perpustakaan tiba.
"Mereka antusias, banyak juga yang suka membaca, mungkin karena cuma itu hiburannya," gelak Herri. (ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Sabtu, 02 Juni 2018 13:19

Mengenal Transpuan Paling Fotogenik di Tahun 2018

Cap negatif melekat pada diri mereka. Kiky Fadilah, transpuan asal Banjarmasin berusaha semampunya.…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .