MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 12 Oktober 2017 18:48
HADUH AE.. Satpol PP Kesulitan Ungkap Prostitusi Online
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Geliat prostitusi online di Banjarbaru sebenarnya sudah lama diendus Satpol PP. Namun, mereka mengakui tak mudah membongkarnya. Apalagi jika menarget pemain kelas elite yang menumpang di hotel berbintang.

"Saya juga masang BeeTalk di hape, jadi saya tak kaget. Tapi serba salah, dampak setelahnya itu yang berat," kata Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui penyidiknya Yanto Hidayat, kemarin.

Pertama, tak mudah memasuki hotel berbintang. Pemilik hotel pasti melindungi privasi tamunya. Petugas tak bisa ujug-ujug masuk. Apalagi PSK yang stay alias menunggu di kamar tersebut datang layaknya penginap biasa. "Kami sering membahas peluang OTT (Operasi Tangkap Tangan) di hotel, tidak mudah," imbuhnya.

Kedua, jika digebrak bakal memunculkan kontroversi. "Ini terkait investor daerah, pemilik hotel berbintang kan bukan orang sembarangan. Saya juga yakin di balik PSK online ini ada bekingnya. Dampaknya bakal besar sekali, harus hati-hati dan dikaji masak-masak," bebernya.

Januari kemarin, Satpol PP pernah membongkar praktik prostitusi terselubung dari sebuah salon kecantikan di Jalan RO Ulin, Loktabat. Ini rupanya bermula dari chatting di aplikasi berlogo lebah tersebut.

"Setelah chatting sekian lama, anggota mengajak si cewek ini kopi darat. Ternyata si cewek bekerja di salon itu dan ia tidak sendirian. Kami gerebek dan ternyata benar. Ini satu-satunya PSK online yang bisa kami jaring," pungkas Yanto.
Pengamat teknologi informasi dari Politeknik Negeri Banjarmasin Arifin menyebut BeeTalk atau WeChat didesain sebagai aplikasi pesan singkat antar pengguna. Komunikasi dijamin terjaga rahasia. Jadi digunakan untuk apa dan bagaimana kembali lagi pada sang user.

"Walaupun ya, PSK ternyata melirik peluang ini. Smartphone yang semakin murah dan canggih mampu dijejali berbagai aplikasi yang memudahkan pekerjaan mereka," ungkapnya.

Pemerintah dan aparat sebenarnya sudah menyadari sisi gelap dari era digital. Caranya dengan menerbitkan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun, ketika hendak diterapkan di lapangan, ternyata sangatlah sulit.

Apalagi PSK online bekerja secara terselubung. Bisa diungkap dengan operasi penyamaran, tapi hasilnya cenderung insidentil. "Sedangkan untuk pemblokiran, masyarakat yang harus aktif. Melaporkan bahwa beberapa aplikasi rawan diselewengkan. Lalu pemerintah dan aparat yang meminta pemilik aplikasi untuk menutupnya," tegasnya.

Soal pemblokiran, setahunya pemerintah memang belum memiliki peralatan canggih yang mampu memblokir medsos berkonten negatif. Ingat, cara kerja medsos berbeda misalnya dengan situs pornografi.

Dalam pengembangan DNS Nawala Project, blog atau situs penyedia video porno memang bisa ditutup. Pelajar atau anak dibawah umur yang sedang asik berselancar di dunia maya bisa dilindungi. "Tapi kalau aplikasi pesan singkat, setahu saya pemerintah belum punya alat penangkalnya," tukasnya.

Arifin menuntut Komisi Informasi menjadi penengah bagi pembuat aplikasi, penyedia layanan internet dan user. Para guru di sekolah, orang tua di rumah dan tokoh agama di masyarakat juga harus melek dan jangan gaptek (gagap teknologi). Kemaksiatan yang mereka hadapi kian canggih karena mengadopsi teknologi.

"Ujung-ujungnya balik lagi ke user. Iman yang lemah dan ditunjang perangkat yang mumpuni bakal membuat mereka jatuh tergoda," pungkasnya. (fud/mof/ay/ran)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:05

Pembobol Sarang Walet Diringkus

RANTAU - Polres Tapin berhasil mengungkap sindikat pembobolan sarang burung walet di Desa Sabah, …

Kamis, 16 Agustus 2018 12:01

Mekanik Mobil Jual Sabu

BANJARMASIN - Ulah nekat seorang mekanik mobil yang berani menjadi pengedar sabu berujung pahit. Muhammad…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:59

15 Tersangka Narkoba Dibekuk

BATULICIN - Polres Tanah Bumbu berhasil membekuk 15 tersangka pelaku kejahatan narkotika. Dua diantaranya…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:56

240 Kasus Terungkap

BANJARMASIN – Kalimantan Selatan (Kalsel) nampaknya masih menjadi ladang  bagi para bandar…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:57

Operasi Antik Polres HSU Ungkap Kasus Sabu-Sabu Senilai Rp 100 Juta

AMUNTAI - Selama operasi antik 2018 yang dimulai dari tanggal 26 Juli sampai 8 Agustus 2018 ini, di…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:44

Kasus Narkotika di Balangan Meningkat

PARINGIN – Selama masa Operasi Antik Intan 2018 pada 26 Juli – 10 Agustus tadi, Polres Balangan…

Rabu, 15 Agustus 2018 14:39

Polres Tabalong Blender 264,18 Gram Sabu

TANJUNG - Sebanyak 6 kantung dan 55 paket sabu-sabu dengan total berat 264,18 gram hasil tanggapan Polres…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:45

Operasi Antik 2018 di HSS Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Operasi Antik 2018 Menurun Dibandingkan Tahun Lalu KANDANGAN – Dua pekan melakukan Operasi Antik…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

22 Tersangka Pengedar Narkoba Buat Kapolres Tabalong Miris

TANJUNG - Kapolres Tabalong AKBP Hardiono miris terhadap peredaran narkoba di Kabupaten Tabalong. Pasalnya,…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:46

Operasi Antik Polres Tapin, Amankan 17 Pelaku

RANTAU - Selama operasi antik 2018 yang dimulai dari tanggal 26 Juli sampai 8 Agustus, l Polres Tapin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .