MANAGED BY:
SABTU
21 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)
Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek
OLAH TANAH: Napi Lapas Banjarbaru berkebun di lahan Lapas. Hasilnya dinikmati bersama. (kanan) Gajali Rahman.

PROKAL.CO, Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

---

Berbagi satu ruangan dengan 13 napi lain, terkurung dalam tembok tinggi dan terputus dari dunia luar membuat Wellyansyah, napi di Lapas Banjarbaru harus pintar-pintar menjaga pikiran agar tetap positif.

Tentu saja, selalu ada pilihan. Dia bisa bermain domino sebagaimana yang dilakukan para napi lain. Tetapi, hal itu membuatnya sumpek. Pemuda 27 tahun yang dipenjara karena kasus narkoba ini mengatakan ingin mencari aktivitas lain yang lebih produktif. "Di sel, capek," ucapnya pendek.

Beruntung, Staf Pembinaan Lapas Banjarbaru Gajali Rahman jeli melihat kesumpekan napi. Dia kemudian mengajak Wellyansyah bersama dengan napi lain untuk berkebun. Lahan nganggur di dekat musala penjara pun akhirnya penuh dengan tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.

"Saya ajak berkebun, mereka langsung antusias, daripada bosan, "kata Gajali kepada Radar Banjarmasin.

Apalagi, hasil berkebun juga bisa dinikmati bersama. Saat Radar Banjarmasin mengunjungi Lapas Banjarbaru Selasa tadi, para napi baru beberapa hari selesai panen. Ada dua karung sayur-sayuran yang dijual ke dapur Lapas.

Harganya memang tak seberapa. Hanya Rp50.000 perkarung. Jika dibanding dengan jumlah napi yang bekerja, hasilnya tentu saja tak memadai. Tetapi, bagi para napi yang berkebun mereka menerima dengan bahagia.

"Rp100.000 dibelikan wadai (kue) dan rokok, semuanya bagi rata, sebentar saja habis, tetapi semuanya senang," gelak Gajali.

Tanpa aktivitas yang menyita waktu mereka, para napi rentan terlibat kekerasan. Gajali mengatakan perkelahian antara napi sering sekali terjadi. "Sehari bisa sekali ucapnya yang menambahkan para napi yang berulah kerap saling mengintai di penjara yang baru beroperasi tahun 2015 silam itu.

Dengan berkebun mengolah tanah, menyiram dan menunggu hasil yang ditanam berbuah, para napi perlahan belajar tentang kesabaran. Gajali mengatakan hal ini penting bagi ketenteraman hati selama terkurung di penjara.

Demi ketenteraman hati ini juga Gajali yang lulusan pesantren di Liang Anggang itu telaten membimbing para napi untuk berkegiatan di musala. Di waktu-waktu tertentu usai salat, mereka membaca syair habsyi dan mengikuti taklim.

"Yah, ada yang baca syair, ada yang pukul terbang (rebana)," ucap Gajali.

Masrani salah seorang napi mengatakan tinggal di penjara membuat dia bisa dekat dengan hidayah. "Di luar dulu, sepuluh tahun mungkin ada saya gak pernah pakai kopiah, di sini tiap lima waktu, diusahakan datang ke musala," ucapnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25

Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji…

Kamis, 19 Oktober 2017 13:24

Polres dan PN Barabai Bikin Terobosan Surat Penggeledahan-Penyitaan Online

Surat penggeledahan atau penyitaan kini tak rumit lagi, Petugas bisa mendapatkannya lewat online. -------------------------------------…

Rabu, 18 Oktober 2017 12:51

Wen Xianyou, Warga Negara Asing yang Tertangkap jadi Pedagang Kaki Lima di Banjarbaru

KISAH Wen Xianyou menjadi unik karena ia memilih menjadi PKL (Pedagang Kaki Lima). -------------------------------------------…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:12

Innalillah, Pencipta Lagu 'Mars Kayuh Baimbai' Tutup Usia

Syarifuddin MS meninggal dunia pada usia 63 tahun. Anak, sahabat dan rekan musisi bersedia berbagi cerita…

Senin, 16 Oktober 2017 12:01

Kunjungi SD Swasta Milik PT DMS Kebun Barat

Dua bulan berlalu. Namun peristiwa tragis yang menimpa dua murid SDS PT DMS di Desa Damit Kecamatan…

Jumat, 13 Oktober 2017 09:49

Lihat Nih, Cara Unik KONI Banjarbaru Semangati Atlet Porprov

KONI Banjarbaru punya cara unik untuk menyemangati para atletnya yang berlaga di Porprov X Kalsel 2017…

Senin, 09 Oktober 2017 14:47

Kala Warga Berjuang Selamatkan Bekantan yang Terjebak di Pohon

Seekor Bekantan (Nasalis Larvatus) terkulai lemah di rumah salah satu warga di Komplek Berlian 4, Keluarahan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:57

Kasus Sengketa Makam Ulama di HSU, Makam Dibongkar, Nama Diubah

Makam tua di depan Masjid Jami Sungai Banar Kecamatan Amuntai Selatan menjadi sengketa warga sekitar.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:44

Usaha Merebut Hati Masyarakat Melalui Bhabinkamtibmas

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas jadi andalan kepolisian…

Jumat, 06 Oktober 2017 15:08

Kala Penyandang Difabel Mendapatkan Hak Bekerja

Undang-Undang No.8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebut kaum difabel memiliki hak untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .