MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 13 Oktober 2017 14:10
Melihat Kehidupan di Balik Dinding Penjara (2-Habis)
Ajak Napi Berkebun Agar Tak Sumpek
OLAH TANAH: Napi Lapas Banjarbaru berkebun di lahan Lapas. Hasilnya dinikmati bersama. (kanan) Gajali Rahman.

PROKAL.CO, Menyiasati kesumpekan hidup di penjara, banyak jalan yang dipilih oleh para napi.  Berikut laporan wartawan Radar Banjarmasin MN ALAM M yang berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III di Banjarbaru, Selasa (10/10) tadi.

---

Berbagi satu ruangan dengan 13 napi lain, terkurung dalam tembok tinggi dan terputus dari dunia luar membuat Wellyansyah, napi di Lapas Banjarbaru harus pintar-pintar menjaga pikiran agar tetap positif.

Tentu saja, selalu ada pilihan. Dia bisa bermain domino sebagaimana yang dilakukan para napi lain. Tetapi, hal itu membuatnya sumpek. Pemuda 27 tahun yang dipenjara karena kasus narkoba ini mengatakan ingin mencari aktivitas lain yang lebih produktif. "Di sel, capek," ucapnya pendek.

Beruntung, Staf Pembinaan Lapas Banjarbaru Gajali Rahman jeli melihat kesumpekan napi. Dia kemudian mengajak Wellyansyah bersama dengan napi lain untuk berkebun. Lahan nganggur di dekat musala penjara pun akhirnya penuh dengan tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.

"Saya ajak berkebun, mereka langsung antusias, daripada bosan, "kata Gajali kepada Radar Banjarmasin.

Apalagi, hasil berkebun juga bisa dinikmati bersama. Saat Radar Banjarmasin mengunjungi Lapas Banjarbaru Selasa tadi, para napi baru beberapa hari selesai panen. Ada dua karung sayur-sayuran yang dijual ke dapur Lapas.

Harganya memang tak seberapa. Hanya Rp50.000 perkarung. Jika dibanding dengan jumlah napi yang bekerja, hasilnya tentu saja tak memadai. Tetapi, bagi para napi yang berkebun mereka menerima dengan bahagia.

"Rp100.000 dibelikan wadai (kue) dan rokok, semuanya bagi rata, sebentar saja habis, tetapi semuanya senang," gelak Gajali.

Tanpa aktivitas yang menyita waktu mereka, para napi rentan terlibat kekerasan. Gajali mengatakan perkelahian antara napi sering sekali terjadi. "Sehari bisa sekali ucapnya yang menambahkan para napi yang berulah kerap saling mengintai di penjara yang baru beroperasi tahun 2015 silam itu.

Dengan berkebun mengolah tanah, menyiram dan menunggu hasil yang ditanam berbuah, para napi perlahan belajar tentang kesabaran. Gajali mengatakan hal ini penting bagi ketenteraman hati selama terkurung di penjara.

Demi ketenteraman hati ini juga Gajali yang lulusan pesantren di Liang Anggang itu telaten membimbing para napi untuk berkegiatan di musala. Di waktu-waktu tertentu usai salat, mereka membaca syair habsyi dan mengikuti taklim.

"Yah, ada yang baca syair, ada yang pukul terbang (rebana)," ucap Gajali.

Masrani salah seorang napi mengatakan tinggal di penjara membuat dia bisa dekat dengan hidayah. "Di luar dulu, sepuluh tahun mungkin ada saya gak pernah pakai kopiah, di sini tiap lima waktu, diusahakan datang ke musala," ucapnya. (ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:23

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya,…

Jumat, 15 Desember 2017 14:46

Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional

Atlet National Paralympic Committe (NPC) asal Kabupaten Balangan, menjadi buah bibir pada perhelatan…

Rabu, 13 Desember 2017 15:15

Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS

Bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), bercerita secara terbuka tentang penyakit yang dialaminya bukanlah…

Selasa, 12 Desember 2017 14:22

Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura bergabung dalam kursus NATO (Pakta…

Senin, 11 Desember 2017 13:14

Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan

Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) selain akrab dengan tradisi membawa senjata tajam (sajam)…

Senin, 11 Desember 2017 10:38

Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda

Asam pauh dalima pauh, rama-rama batali banang. Ndiiiiiiih yaaaaaing. Ikam jauh aku jauh, sama-sama…

Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.…

Jumat, 08 Desember 2017 18:37
Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet…

Kamis, 07 Desember 2017 16:27
Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak…

Rabu, 06 Desember 2017 12:05

Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin

Ribuan manusia berjejal di Masjid Nurul Amilin, di Jalan Kelayan B Timur, Kelurahan Haur Kuning, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .