MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Oktober 2017 14:13
Berkobar Hebat, Api Bermula dari Mesin Nomor 1
HEROIK: Diliputi asap hitam dari buritan pesawat yang terbakar, meski menderita luka, pramugari ini berupaya memapah penumpang. Simulasi kecelakaan pesawat ini digelar kemarin pagi di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pesawat Pergram Air jenis Airbus A320 PK-BDJ terhempas dan terbakar di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor, kemarin (12/10) sekitar jam 10 pagi. Dari 121 penumpang dan lima kru, 21 orang dinyatakan tewas.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sekitar 10 mil dari Syamsudin Noor, mesin nomor satu mengalami gangguan teknis dan mengeluarkan kepulan asap hitam. Pilot sudah mengabarkan kerusakan pada petugas tower dan meminta pendaratan darurat.

Ketika mendarat, pesawat melenceng ke arah kiri dan baru berhenti mendekati pagar bandara. Api berkobar hebat pada buritan pesawat. Penumpang pun berlarian keluar dari pintu pesawat untuk menyelamatkan diri. Tim ARRF (Airport Rescue and Fire Fighting) yang sudah dihubungi petugas tower bergegas datang untuk memadamkan api.

Sementara pilot dan pramugari bolak-balik memapah penumpang yang berjatuhan di luar badan pesawat. Adapula yang coba menahan penumpang histeris. Yang hendak berbuat nekat, kembali ke dalam pesawat demi menyelamatkan keluarganya.

Dalam situasi hiruk-pikuk pasca kecelakaan, juru bicara bandara memastikan jumlah korban tewas sebanyak 21 orang, 39 orang menderita luka berat, 35 luka sedang dan 31 luka ringan.

Tragedi ini bukan kejadian sungguhan. Melainkan skenario dalam simulasi PKD (Penanggulangan Kejadian Darurat) Dirgantara Raharja ke-93. Pesawat yang terbakar pun hanyalah miniatur dari bahan kayu lapis.

"Yang penting bukan penyebab kecelakaannya, tapi penanggulangannya ketika musibah terjadi. Bandara harus siap," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro yang ikut menonton simulasi tersebut.

Tidak hanya ditonton masyarakat sekitar, simulasi kecelakaan pesawat terbang itu juga dipantau tim penilai. "Nanti akan ada evaluasi, apa saja yang harus dibenahi. Jadi dalam kondisi riil, bukan simulasi, risiko bisa ditekan," imbuhnya.

Dari simulasi ini pula semua aspek penanganan bencana bisa dikalkulasi. Misal, jarak dan daya tampung rumah sakit terdekat. Lalu seberapa cepat ambulan datang dan seberapa tanggap UGD (Unit Gawat Darurat) menangani korban.

Tak kalah penting adalah penanganan pasca bencana. Terutama bagaimana bandara menghadapi media massa. "Informasi harus satu pintu. Jubir harus mampu memberi informasi yang akurat. Sebab, dalam situasi seperti ini, rawan sekali simpang-siur informasi. Padahal keluarga korban sangat membutuhkannya," pungkas Danang.

Kecelakaan pesawat terbang ini hanyalah satu bagian simulasi. Adapula penanganan kebakaran di terminal kargo bandara. Api dipicu barang berbahaya yang rawan terbakar. Dalam simulasi itu tiga orang jatuh pingsan karena dikepung asap.

Sedangkan simulasi terakhir lebih ditujukan pada kesiapan Avsec (Aviation Security). Petugas keamanan bandara menghadapi 100 pengunjuk rasa lebih. Menyerbu bandara sebagai bentuk protes atas hasil rekrutmen pegawai bandara.

Dibantu Lanud TNI AU Sjamsudin Noor, Avsec dituntut mampu mengendalikan situasi. Ketika pengunjuk rasa mulai mengamuk, memprovokasi dan melempari petugas dengan benda-benda keras.

PTS General Manager Bandara Syamsudin Noor Suriganata mengatakan, sejak 2016 hingga 2017, PT Angkasa Pura I telah menggelar latihan serupa di tujuh bandara berbeda. Yakni Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Lombok dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (fud)


BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 14:42

Tersenggol Pagar, Terjatuh, Abbas Akhirnya Bisa Diringkus

BANJARMASIN – Mencari rejeki sebagai buruh angkut rupanya belum cukup bagi Hariyadi. Demi uang…

Selasa, 20 Februari 2018 13:46

Ditinggal Salat Magrib, Motor Lenyap Digondol Maling

TANJUNG - Jangan pernah meninggalkan kunci sepeda motor ketika sedang parkir. Hal itu menjadi peluang…

Selasa, 20 Februari 2018 13:37

Bawa Kabur Mobil Rental ke Kutai Barat, Pelaku Akhirnya Diciduk

BANJARMASIN - Kurang lebih dua pekan memburu pelaku pembawa mobil rental, Tim Gabungan Unit Reskrim…

Senin, 19 Februari 2018 14:42

Heboh Berita Orang Mengamuk di Masjid Amuntai, Ternyata Begini Kejadiannya

AMUNTAI - Kabar yang beredar tentang orang yang mengusir jemaah termasuk Imam di Masjid At-Taqwa, Amuntai,…

Senin, 19 Februari 2018 13:20

Tak Bisa Berenang, Pelajar SMP Tenggelam di Pantai Pagatan

BATULICIN - Keluarga besar SMPN 2 Kusan Hilir berduka. Salah satu pelajarnya, Fahrul Rozi (14), ditemukan…

Minggu, 18 Februari 2018 00:48

Kapok! Pemko Banjarbaru Laporkan Pria Hidung Belang ke Istrinya

BANJARBARU - Permasalahan praktik prostitusi di Banjarbaru tak ada habisnya. Meski Lokalisasi Pembatuan…

Sabtu, 17 Februari 2018 18:00

HEBOH! Aktivis Kotabaru Diserang, Pelaku Diduga Sudah Lama Mengintai

KOTABARU – Warga Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, mendadak geger, Jumat (16/2) pagi. Aktivis terkenal…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:37

GEGER..! Mayat Pria Mengapung Ditemukan di Sungai Anyar

TANJUNG - Pria berjaket hitam dan celana panjang hitam ditemukan meninggal dunia karena tenggelam…

Jumat, 16 Februari 2018 17:04

Mayat Pria Tenggelam di Benua Lawas Tabalong

TANJUNG - Pria berjaket dan celana panjang hitam ditemukan mengambang tak bernyawa di sungai di…

Jumat, 16 Februari 2018 15:07

Wadoh..!! 13 Remaja Kepergok Ngelem di Kawasan KS Tubun

BANJARMASIN - Enam belas orang remaja tanggung diamankan Polsek Banjarmasin Selatan. Tertua berusia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .