MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Oktober 2017 14:13
Berkobar Hebat, Api Bermula dari Mesin Nomor 1
HEROIK: Diliputi asap hitam dari buritan pesawat yang terbakar, meski menderita luka, pramugari ini berupaya memapah penumpang. Simulasi kecelakaan pesawat ini digelar kemarin pagi di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pesawat Pergram Air jenis Airbus A320 PK-BDJ terhempas dan terbakar di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor, kemarin (12/10) sekitar jam 10 pagi. Dari 121 penumpang dan lima kru, 21 orang dinyatakan tewas.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sekitar 10 mil dari Syamsudin Noor, mesin nomor satu mengalami gangguan teknis dan mengeluarkan kepulan asap hitam. Pilot sudah mengabarkan kerusakan pada petugas tower dan meminta pendaratan darurat.

Ketika mendarat, pesawat melenceng ke arah kiri dan baru berhenti mendekati pagar bandara. Api berkobar hebat pada buritan pesawat. Penumpang pun berlarian keluar dari pintu pesawat untuk menyelamatkan diri. Tim ARRF (Airport Rescue and Fire Fighting) yang sudah dihubungi petugas tower bergegas datang untuk memadamkan api.

Sementara pilot dan pramugari bolak-balik memapah penumpang yang berjatuhan di luar badan pesawat. Adapula yang coba menahan penumpang histeris. Yang hendak berbuat nekat, kembali ke dalam pesawat demi menyelamatkan keluarganya.

Dalam situasi hiruk-pikuk pasca kecelakaan, juru bicara bandara memastikan jumlah korban tewas sebanyak 21 orang, 39 orang menderita luka berat, 35 luka sedang dan 31 luka ringan.

Tragedi ini bukan kejadian sungguhan. Melainkan skenario dalam simulasi PKD (Penanggulangan Kejadian Darurat) Dirgantara Raharja ke-93. Pesawat yang terbakar pun hanyalah miniatur dari bahan kayu lapis.

"Yang penting bukan penyebab kecelakaannya, tapi penanggulangannya ketika musibah terjadi. Bandara harus siap," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro yang ikut menonton simulasi tersebut.

Tidak hanya ditonton masyarakat sekitar, simulasi kecelakaan pesawat terbang itu juga dipantau tim penilai. "Nanti akan ada evaluasi, apa saja yang harus dibenahi. Jadi dalam kondisi riil, bukan simulasi, risiko bisa ditekan," imbuhnya.

Dari simulasi ini pula semua aspek penanganan bencana bisa dikalkulasi. Misal, jarak dan daya tampung rumah sakit terdekat. Lalu seberapa cepat ambulan datang dan seberapa tanggap UGD (Unit Gawat Darurat) menangani korban.

Tak kalah penting adalah penanganan pasca bencana. Terutama bagaimana bandara menghadapi media massa. "Informasi harus satu pintu. Jubir harus mampu memberi informasi yang akurat. Sebab, dalam situasi seperti ini, rawan sekali simpang-siur informasi. Padahal keluarga korban sangat membutuhkannya," pungkas Danang.

Kecelakaan pesawat terbang ini hanyalah satu bagian simulasi. Adapula penanganan kebakaran di terminal kargo bandara. Api dipicu barang berbahaya yang rawan terbakar. Dalam simulasi itu tiga orang jatuh pingsan karena dikepung asap.

Sedangkan simulasi terakhir lebih ditujukan pada kesiapan Avsec (Aviation Security). Petugas keamanan bandara menghadapi 100 pengunjuk rasa lebih. Menyerbu bandara sebagai bentuk protes atas hasil rekrutmen pegawai bandara.

Dibantu Lanud TNI AU Sjamsudin Noor, Avsec dituntut mampu mengendalikan situasi. Ketika pengunjuk rasa mulai mengamuk, memprovokasi dan melempari petugas dengan benda-benda keras.

PTS General Manager Bandara Syamsudin Noor Suriganata mengatakan, sejak 2016 hingga 2017, PT Angkasa Pura I telah menggelar latihan serupa di tujuh bandara berbeda. Yakni Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Lombok dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (fud)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 10:35

Korsleting Listrik, Beruntung Hanya Plafon Rumah yang Terbakar

BANJARMASIN - Warga Jalan Banyiur Luar, Kelurahan Basirih Barat, Banjarmasin barat saat azan Jum'at…

Sabtu, 23 Juni 2018 09:54

Ditresnarkoba Polda Kalsel Berhasil Menciduk Pesta Sabu di Hotel

BANJARMASIN - Tiga orang pengguna sabu-sabu yang tengah berpesta di kamar 305 salah satu hotel di Jalan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:15

Udin Tak Berdaya saat Polisi Temukan Sabu Dirumahnya

BANJARMASIN - Jajaran Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk seorang pengedar sabu-sabu…

Jumat, 22 Juni 2018 11:08

Tak Cuma Rampas HP, Pemiliknya Ikut Digoyang Pelaku ke Semak-semak

BANJARMASIN - Handphone diembat,  pemiliknya digoyang. Itu yang terjadi menimpa belia berusia 15…

Kamis, 21 Juni 2018 16:18

Mayat Mengapung di Sungai Miai Itu Warga Gang Purnama

BANJARMASIN - Sesosok tubuh manusia yang ditemukan mengapung di Sungai Miai Kelurahan Antasan Banjarmasin…

Kamis, 21 Juni 2018 13:29

Ditolong Warga karena Jatuh dari Motor, Eh Ternyata Jambret

BANJARMASIN – Semula warga mau menolong Muhamad Matholil alias Sodik karena dikira mengalami kecelakaan,…

Kamis, 21 Juni 2018 12:37

Pamit Kerumah Tante, SA Malah 'Digenjot' Pacar di Rumah Kosong

AMUNTAI - Kembali predator anak diamankan jajaran Reksrim Polsek Danau Panggang di Kabupaten Hulu Sungai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:31

Korban Tempat Wisata Bertambah, Kali ini di Loksado dan Pantai Pagatan

KANDANGAN – Jumlah mereka yang mengalami celaka di lokasi wisata bertambah lagi. Kali ini menimpa…

Rabu, 20 Juni 2018 13:07

Tak Bisa Berenang, Warga Kaltim Tenggelam di Pantai Pagatan

BATULICIN - Untuk kesekian kalinya, Pantai Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir,  Kabupaten Tanah Bumbu…

Selasa, 19 Juni 2018 14:30

Ungkap Kematian Wartawan di Sel, Kapolda: Kami Akan Bongkar Kuburannya

BANJARMASIN – Misteri masih membayangi Kematian Muhammad Yusuf. Wartawan salah satu media online…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .