MANAGED BY:
SENIN
18 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Oktober 2017 14:13
Berkobar Hebat, Api Bermula dari Mesin Nomor 1
HEROIK: Diliputi asap hitam dari buritan pesawat yang terbakar, meski menderita luka, pramugari ini berupaya memapah penumpang. Simulasi kecelakaan pesawat ini digelar kemarin pagi di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pesawat Pergram Air jenis Airbus A320 PK-BDJ terhempas dan terbakar di landasan pacu Bandara Syamsudin Noor, kemarin (12/10) sekitar jam 10 pagi. Dari 121 penumpang dan lima kru, 21 orang dinyatakan tewas.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sekitar 10 mil dari Syamsudin Noor, mesin nomor satu mengalami gangguan teknis dan mengeluarkan kepulan asap hitam. Pilot sudah mengabarkan kerusakan pada petugas tower dan meminta pendaratan darurat.

Ketika mendarat, pesawat melenceng ke arah kiri dan baru berhenti mendekati pagar bandara. Api berkobar hebat pada buritan pesawat. Penumpang pun berlarian keluar dari pintu pesawat untuk menyelamatkan diri. Tim ARRF (Airport Rescue and Fire Fighting) yang sudah dihubungi petugas tower bergegas datang untuk memadamkan api.

Sementara pilot dan pramugari bolak-balik memapah penumpang yang berjatuhan di luar badan pesawat. Adapula yang coba menahan penumpang histeris. Yang hendak berbuat nekat, kembali ke dalam pesawat demi menyelamatkan keluarganya.

Dalam situasi hiruk-pikuk pasca kecelakaan, juru bicara bandara memastikan jumlah korban tewas sebanyak 21 orang, 39 orang menderita luka berat, 35 luka sedang dan 31 luka ringan.

Tragedi ini bukan kejadian sungguhan. Melainkan skenario dalam simulasi PKD (Penanggulangan Kejadian Darurat) Dirgantara Raharja ke-93. Pesawat yang terbakar pun hanyalah miniatur dari bahan kayu lapis.

"Yang penting bukan penyebab kecelakaannya, tapi penanggulangannya ketika musibah terjadi. Bandara harus siap," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro yang ikut menonton simulasi tersebut.

Tidak hanya ditonton masyarakat sekitar, simulasi kecelakaan pesawat terbang itu juga dipantau tim penilai. "Nanti akan ada evaluasi, apa saja yang harus dibenahi. Jadi dalam kondisi riil, bukan simulasi, risiko bisa ditekan," imbuhnya.

Dari simulasi ini pula semua aspek penanganan bencana bisa dikalkulasi. Misal, jarak dan daya tampung rumah sakit terdekat. Lalu seberapa cepat ambulan datang dan seberapa tanggap UGD (Unit Gawat Darurat) menangani korban.

Tak kalah penting adalah penanganan pasca bencana. Terutama bagaimana bandara menghadapi media massa. "Informasi harus satu pintu. Jubir harus mampu memberi informasi yang akurat. Sebab, dalam situasi seperti ini, rawan sekali simpang-siur informasi. Padahal keluarga korban sangat membutuhkannya," pungkas Danang.

Kecelakaan pesawat terbang ini hanyalah satu bagian simulasi. Adapula penanganan kebakaran di terminal kargo bandara. Api dipicu barang berbahaya yang rawan terbakar. Dalam simulasi itu tiga orang jatuh pingsan karena dikepung asap.

Sedangkan simulasi terakhir lebih ditujukan pada kesiapan Avsec (Aviation Security). Petugas keamanan bandara menghadapi 100 pengunjuk rasa lebih. Menyerbu bandara sebagai bentuk protes atas hasil rekrutmen pegawai bandara.

Dibantu Lanud TNI AU Sjamsudin Noor, Avsec dituntut mampu mengendalikan situasi. Ketika pengunjuk rasa mulai mengamuk, memprovokasi dan melempari petugas dengan benda-benda keras.

PTS General Manager Bandara Syamsudin Noor Suriganata mengatakan, sejak 2016 hingga 2017, PT Angkasa Pura I telah menggelar latihan serupa di tujuh bandara berbeda. Yakni Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Juanda Surabaya, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Internasional Lombok dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. (fud)


BACA JUGA

Senin, 18 Desember 2017 14:58

Terduga Kurir Uang Suap PDAM Menghilang

BANJARMASIN – Pagar rumah bercat biru di Blok E RT 13 No 59 Komplek Bunyamin Resident Kabupaten…

Minggu, 17 Desember 2017 17:05

KORUPSI !!! Kasus Suap Alokasi Dana Pusat Rp15 Miliar,

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin Gusti Ridwan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:53

Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai

BARABAI – Warga Barabai Darat Hulu Sungai Tengah Rabu (13/12) malam kemarin sempat dibuat heboh…

Jumat, 15 Desember 2017 15:50

Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM

Terdakwa kasus suap untuk pengesahan Raperda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih, Muslih akhirnya membuka…

Jumat, 15 Desember 2017 15:32

ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS

KANDANGAN –  Merasa tidak puas dengan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten…

Jumat, 15 Desember 2017 15:05

Banjarmasin Bakal Miliki Perda untuk Pil Teler

BANJARMASIN - Sebentar lagi Banjarmasin memiliki perda larangan pil untuk teler. Patut dicatat, pasal…

Jumat, 15 Desember 2017 14:56

Sengketa, Rumah Mewah di Kayutangi Dieksekusi

BANJARMASIN - Sebuah rumah dan lahan kosong yang berlokasi di jalan Hasan Basri Banjarmasin,  Rt…

Kamis, 14 Desember 2017 16:05

Rugikan Negara Rp 1,7 Miliar, Mantan Kadisdik HST Ditahan

BARABAI - Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) HST Dia Udini akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri…

Kamis, 14 Desember 2017 10:43

Satu Tahanan di Rutan Polda Kalsel Terjangkit TBC

BANJARMASIN - Satu orang dari sembilan puluh tahanan di Rutan Polda Kalsel terjangkit  Tubercolosis…

Rabu, 13 Desember 2017 15:37

Waduh..! Bupati Kotabaru Dituntut Rp102 Miliar

KOTABARU - Pernah mendengar pegawai menuntut kepala daerah ganti kerugian jabatan senilai Rp100 miliar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .