MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BISNIS

Sabtu, 14 Oktober 2017 14:59
Ananda Sabil, Pemuda Banua Pakar Social Marketing

Ingin Jadi Guru Besar di Usia Muda

Ananda Sabil Hussein

PROKAL.CO, Terlahir 34 tahun lalu, tepatnya di Surabaya, 19 Maret 1983, dari pasangan Bapak Robensjah Sjachran dan Ibu Hani asli Banjarmasin. Ia berhasil lulus sebagai doktor bidang marketing di New Zealand pada usia yang terbilang muda, yakni 30 tahun.

--------------------------------------

TIA LALITA, Banjarmasin

--------------------------------------

Ananda Sabil Hussein yang pada hari ini (14/10), berbicara tentang metode penelitian bisnis dan manajemen dalam kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat(ULM), tak lain adalah salah satu putra daerah yang berhasil menempuh studi lebih cepat dibanding mahasiswa pada umumnya.

Setelah lulus di SMPN 2 Banjarmasin tahun 1998 silam, Sabil, panggilan akrabnya, memutuskan untuk bersekolah di SMAN 8 Malang dan lanjut ke strata I Universitas Brawijaya (UB) Malang. Jurusan Manajemen dipilihnya. Dengan waktu tempuh studi yang cukup singkat, yakni 3,2 tahun dengan IPK 3,51 (Cumlaude). Sebuah pencapaian yang bahkan ia sendiri hampir tak memercayainya.

“Kuncinya pada kesungguhan belajar dan persiapan. Skripsi saya kerjakan lebih dulu sebelum SKS itu saya ambil. Memasuki masa bimbingan, saya datang dengan skripsi yang terbilang matang. Perlu waktu dua minggu untuk mencari data kemudian mengolahnya dan saya pun siap untuk ujian,” kenangnya.

Ya, awal tahun 2005, Sabil menjadi satu-satunya mahasiswa lulus tercepat di antara teman kuliah seangkatannya. Tak cukup sampai di situ, Sabil kembali melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi lagi. University Of Wollongong Australia menjadi pilihannya.

 Kampus tersebut menurutnya adalah pilihan yang tepat untuk menggali ilmu stategi pemasaran. “Saya keluar dari jalur lantaran ingin memperluas wawasan dengan mempelajari Strategic Marketing dan Alhamdulillah diterima,” ucapnya. Lagi-lagi Sabil berhasil menyelesaikan studi lebih cepat dari mahasiswa S2 pada umumnya.

Ya, jika normalnya program magister ditempuh selama dua tahun, sabil berhasil menyelesaikannya hanya dengan satu setengah tahun saja. Barulah kemudian ia pulang ke Indonesia  dan bergabung menjadi tenaga pengajar di FEB UB tahun 2007 lalu.

Dua tahun berselang tepatnya 2009, ia memutuskan kembali menempuh studi. Kali ini kajian Social Marketing S3 di Lincoln University, New Zealand ia pilih. Menurutnya, kajian tersebut belum banyak dimiliki oleh doktor di Indonesia. “Bukan prospek kerja lagi yang saya pikirkan, melainkan saya ingin menjadi ahlinya pada bidang tersebut,” ujarnya.

Lincoln University diisi oleh mahasiswa dari berbagai belahan dunia. Berbaur dengan banyak orang baru dengan kultur yang berbeda menjadi kesempatan emas bagi Sabil. “Selain menggali ilmu, saya juga ingin membangun relasi. Setahu saya kampus itu banyak orang asingnya, sangat tepat untuk menjalin pertemanan lintas negara. Terbukti sampai sekarang. Jika butuh Visitting Professor Saya tinggal hubungi saja,” tuturnya.

Menurut Sabil, atmosfir akademik di luar negeri begitu terasa. Terlebih soal kedisiplinan waktu dan pemikiran kritis mahasiswa. “Konsistensinya tinggi. Jika perjanjian dosen mengajarnya tiga jam, mau sampai terkantuk-kantuk pun mahasiswanya ya tetap tiga jam,” ucap Sabil. “Pemikiran mereka yang kritis dalam mendalami materi memacu semangat saya untuk melakukan hal serupa dan menerapkannya di Indonesia,” tambahnya.

Beberapa kejadian pernah ia alami ketika tiga tahun tinggal di New Zealand. Sebut saja seperti gempa bumi dan kecelakaan berkendara. “Bukan soal pendidikan, saya justru terkendala dengan keadaan,” ujarnya. Ya, gempa berkekuatan tujuh skala richter dan tertabrak motor gede hingga menyebabkan tulang kakinya retak pernah ia alami.

Setelah merasa mampu mencapai target waktu studi di beberapa tingkatan, Ketua Program Studi Kewirausahaan Jurusan Manajemen FEB UB itupun kembali menyusun rencana. Ia menargetkan diri menjadi guru besar sebelum usianya 40 tahun. “Saya yakin saya bisa dan membanggakan orang tua dengan pencapaian itu,” ucapnya.

Langkah utama yang ia jalani untuk itu adalah melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seiring waktu, pengajaran dan pengabdian ia jalani. Sabil juga melakukan tinjauan kembali pada lima artikel internasional.

 “Saya sedang berusaha memformulasikan bagaimana karya ilmiah kita bisa dipublikasikan ke tingkat internasional. Jika kelima artikel internasional yang saya review tembus, kemungkinan tiga tahun lagi saya bisa jadi guru besar,” harapnya.

Ia juga aktif di berbagai kegiatan organisasi semasa  kuliahnya. Sebut saja seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Manajemen, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penelitian dan berbagai perhimpunan mahasiswa Indonesia di Australia dan New Zealand. “Saya paling aktif di UKM Penelitian. Beberapa karya tulis ilmiah saya pernah juara walaupun hanya tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Sabil berharap Indonesia menjadi maju dengan keberadaan pemuda-pemudinya. Untuk itu ia menghimbau agar pemuda Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi. Terlebih soal pendidikan. “Kuasailah bahasa-bahasa internasional karena pada jenjang perkuliahan, kesempatan menggali ilmu di berbagai negara banyak sekali. Dengan begitu wawasan kita akan semakin terbuka,” sarannya.

Berbicara soal perekonomian, Sabil menilai Indonesia sedang mengalami situasi yang kurang bergairah. Stagnannya daya konsumsi masyarakat menyebabkan daya produksi turut berada di posisi yang sama. “Intinya kalau daya beli masyarakat tinggi, otomatis produksinya akan meningkat pula,” ujarnya.

Berkaca dari potensi ekonomi Kota Batu, Malang, Sabil berharap Kalsel bisa menerapkan strategi serupa. Menjadikan apel sebagai salah satu komoditas utama ditambah pembuatan sarana wisata membuat kota itu dikenal banyak orang.

“Dibaur dengan sektor pariwisata, saya rasa Kalsel perlu menentukan ke mana arah branding-nya agar menarik minat wisatawan. Perlahan sektor ekonomi kita akan berkembang jika ini berhasil dijalankan. Apalagi dengan memanfaatkan kekuatan media saat ini,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:52

Menjanjikan, Ekowisata Bekantan Terus Dikembangkan

BANJARMASIN - Saat ini wisata kehidupan liar (Wildlife Tourisme) adalah wisata yang sangat besar dan…

Kamis, 23 November 2017 11:54
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Lesu, Pajak Hotel dan Restoran Digenjot

BANJARMASIN - Di tengah lesunya ekonomi dalam waktu dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Banjarmasin…

Jumat, 17 November 2017 14:31

Ikan Kalsel Sasar Pasar Uni Eropa

BANJARMASIN – Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) adalah salah satu syarat ekspor produk perikanan…

Kamis, 16 November 2017 08:40

Nasi Rantang Membangkitkan Kenangan Ala Dafam

BANJARBARU - Rantang adalah simbol kenangan masa kecil. Hampir semua orang punya kisah tersendiri…

Jumat, 10 November 2017 11:31

Ssstt.. Kawasan Gambut Sekarang Makin Mahal Loh

BANJARMASIN - Masyarakat Profesii Penilai Indonesia (MAPPI) Kalselteng menilai kawasan Gambut Kabupaten…

Selasa, 07 November 2017 12:03

Walikota Apresiasi Program CSR PLN KalselTeng

BANJARBARU - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng)…

Senin, 06 November 2017 11:15

Dafam Good Sleep Hanya Dibulan November

BANJARBARU -  Menjadi seorang Therapist adalah salah satu bidang yang saat ini banyak di tekuni. Dari…

Sabtu, 04 November 2017 14:17

Bikin Malu Wajib Pajak Nakal

BANJARBARU - Pemko mengirim sinyal keras pada semua wajib pajak. Penunggak pajak atau wajib pajak yang…

Rabu, 01 November 2017 19:41

PLN KalselTeng Sukses Terangi Sebamban Lama Panyiputan

TANAH BUMBU - Penantian panjang warga Desa Sebamban Lama Panyiputan, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten…

Selasa, 31 Oktober 2017 17:09

Promo PLN, Diskon Biaya Sambungan

BANJARBARU -  Melengkapi kemeriahan perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 yang diperingati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .