MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37
Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Menengok Kampung KB di Dusun Kali Kunting Pasuruan

KUNJUNGI JATIM: Kepala BKKBN Kalsel, Ina Agustina di dampingi Kabid Advokasi KIE, Penggerakan, Data dan Informasi (ADPIN), Haji Akhmad Sajali berbincang dengan beberapa ibu-ibu dari Dusun Kali Kunting, Desa Tambakan, Kabupaten Pasuruan, Jatim di sela-sela kunjungan ke Jatim, Kamis (12/10).

PROKAL.CO, Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih tergolong sederhana. Penghidupan mereka bergantung pada pertanian dan nelayan.

----------------------------

ENDANG, Pasuruan

---------------------------

Meski letak Dusun Kali Kunting cukup jauh dari ibukota Pasuruan, namun bukan berarti warga di wilayah ini tertinggal untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan program keluarga berencana (KB) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Buktinya Dusun Kali Kunting adalah dusun pertama yang dijadikan pilot proyek sebagai Kampung KB di Pasuruan. Setahun sebelum dicanangkan sebagai Kampung KB tahun 2015, desa tersebut merupakan desa maslahat, desa yang dikelola dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tertinggal dengan memaksimalkan potensi desa.

"Setelah dicanangkan sebagai Kampung KB, mulai terlihat perubahan yang signifikan," kata Kepala Desa Tambakan, Haji Khoiri menjelaskan dihadapan Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ina Agustina ketika berkunjung  ke sana, Kamis (12/10).

Jika sebelumnya masyarakatnya berkeyakinan banyak anak banyak rezeki, sekarang paradigma itu sudah banyak berubah. Begitu pula dengan usia pernikahan para wanita, yang kebanyakan umurnya masih cukup muda. Sehingga belum bisa memahami betul bagaimana berumah tangga.

Untuk memberikan sosialisasi, kita memanfaatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Caranya, melalui ceramah di majelis taklim maupun langsung ke masyarakat. Utamanya terhadap kaum wanita yang usianya di bawah 20 tahun. Mereka diberi pemahaman usia yang paling ideal untuk menikah 21-25.

"Apa yang dilakukan sekarang ini sebenarnya tidak benar, kalau dulu banyak anak banyak rezeki kalau sekarang banyak anak banyak masalah," seloroh Khoiri.

Perlahan namun pasti tahun 2016 kita berhasil menurunkan angka pernikahan hingga tersisa 12,5 persen. Dan di tahun 2017 ini sudah tidak ada lagi alias nol persen. "Jumlah penduduk di Dusun Kali Kunting untuk laki-laki 632 sedangkan 607 wanita," sebutnya.

Keberhasilan Kampung KB Dusun Kali Kunting, Desa Tambakan Pasuruan ini  yang membuat rombongan studi banding BKKBN Provinsi Kalsel terpesona dan berupaya menggali kiat-kiat yang dikerjakan.

Rombongan yang dipimpin langsung Kepala BKKBN Kalsel, Ina Agustina yang didampingi Kabid Latbang BKKBN Jawa Timur, Karnadi Sigit dan Kepala Dinas KB dan PP Pasuruan, Yetti Purwaningsih ketika bertandang ke sana, berharap bisa mencontoh keberhasilan Kampung KB di Desa Tambakan.

Ina salut dengan Kampung KB di Pasuruan yang pencapaian sudah 100 persen sementara di Kalsel baru 94 persen. Kelebihan kampung KB di Pasuruan, pemerintah kabupaten setempat menggandengnya Kampung Maslahat, yaitu kampung yang Maju, Aman Lahir Batin dan Bermartabat.

Visi dan misi terbentuknya Kampung KB antara lain adalah terbentuknya keluarga berkualitas di tahun 2019, meningkatkan pelayanan KB, meningkatkan pendewasaan usia kawin serta meningkatkan jaringan institusi dan peran serta masyarakat.

Dia optimis setelah ini capaian kesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kalsel cepat meningkat. “Untuk MKJP, kita akan lebih mendekati pihak rumah sakit untuk pelaksanaan kontrasepsi MOP (Medis Operasi Pria) dan MOW (Medis Operasi Wanita),” ujarnya. (yn/ram)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:05

Memahami Selera Fashion Leluhur dari Busana Pengantin Banjar Abad 15-19

BANJARMASIN -Mengusung suara dari masa lampau, bukan berarti Kawang Yoedha anti perubahan. Kreasi modern…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:17

Mega Proyek Siring Laut, Jaksa Minta Jangan Curang

KOTABARU - Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Indah Laila, meminta jangan ada yang curang terkait pekerjaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:35

Berkenalan dengan Muhammad Fikri, Pemenang Jamang Award 2018

Di ruang tunggu Bandara Syamsuddin Noor, menemani penumpang menanti panggilan keberangkatan, diputar…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:01

Berikan Materi Cara Senam Otak dan Bahaya Merokok

PT Arutmin Indonesia Rabu (17/10) tadi berkesempatan mengisi Kelas Inspirasi di SMPN 3 Banjarbaru. Diwakili…

Jumat, 12 Oktober 2018 09:39

Sembilan Pengungsi Palu "Terdampar" di Banjarmasin, Begini Nasibnya

Empat hari bertahan hidup tanpa bantuan. Melihat penjarahan di mana-mana. Sembilan pengungsi berlayar…

Kamis, 11 Oktober 2018 10:43

Hasan Senso, Tokoh Kenamaan Karang Intan Berpulang

Hasan Senso meninggal dalam usia 56 tahun siang kemarin di Desa Mandiangin Barat, Kabupaten Banjar.…

Senin, 08 Oktober 2018 13:51

Kisah Maidian yang Mencari Kabar Istri dan Anak di Sulteng

Palu dan Banjarmasin jaraknya jauh sekali. Getaran gempa di Sulawesi Tengah, tak sampai ke kota ini.…

Senin, 01 Oktober 2018 11:17

Nobar Film G30S/PKI, Memahami Sejarah Lewat Film

BANJARMASIN - Mengenang dan memahami sejarah. Itulah misi dari nonton bareng film G30S/PKI yang digelar…

Minggu, 30 September 2018 11:18

Perkantoran Pemprov Kalsel Dijadikan Wisata Edukasi

Menjelang Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, kawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, disulap…

Minggu, 30 September 2018 11:10

Sosok Ummi Maktum Abad Ini (Bagian 2)

Jika tak merasa ditampar oleh cerita ini, artinya iman sedang memerlukan reparasi. Tanpa kedua kaki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .