MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 14 Oktober 2017 15:37
Dulu Banyak Anak Banyak Rezeki, Sekarang Tidak Lagi

Menengok Kampung KB di Dusun Kali Kunting Pasuruan

KUNJUNGI JATIM: Kepala BKKBN Kalsel, Ina Agustina di dampingi Kabid Advokasi KIE, Penggerakan, Data dan Informasi (ADPIN), Haji Akhmad Sajali berbincang dengan beberapa ibu-ibu dari Dusun Kali Kunting, Desa Tambakan, Kabupaten Pasuruan, Jatim di sela-sela kunjungan ke Jatim, Kamis (12/10).

PROKAL.CO, Warga di Desa Tambakan tepatnya di Dusun Kali Kunting, Kecamatan Tambakan, Kabupaten Pasuruan masih tergolong sederhana. Penghidupan mereka bergantung pada pertanian dan nelayan.

----------------------------

ENDANG, Pasuruan

---------------------------

Meski letak Dusun Kali Kunting cukup jauh dari ibukota Pasuruan, namun bukan berarti warga di wilayah ini tertinggal untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan program keluarga berencana (KB) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Buktinya Dusun Kali Kunting adalah dusun pertama yang dijadikan pilot proyek sebagai Kampung KB di Pasuruan. Setahun sebelum dicanangkan sebagai Kampung KB tahun 2015, desa tersebut merupakan desa maslahat, desa yang dikelola dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tertinggal dengan memaksimalkan potensi desa.

"Setelah dicanangkan sebagai Kampung KB, mulai terlihat perubahan yang signifikan," kata Kepala Desa Tambakan, Haji Khoiri menjelaskan dihadapan Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ina Agustina ketika berkunjung  ke sana, Kamis (12/10).

Jika sebelumnya masyarakatnya berkeyakinan banyak anak banyak rezeki, sekarang paradigma itu sudah banyak berubah. Begitu pula dengan usia pernikahan para wanita, yang kebanyakan umurnya masih cukup muda. Sehingga belum bisa memahami betul bagaimana berumah tangga.

Untuk memberikan sosialisasi, kita memanfaatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Caranya, melalui ceramah di majelis taklim maupun langsung ke masyarakat. Utamanya terhadap kaum wanita yang usianya di bawah 20 tahun. Mereka diberi pemahaman usia yang paling ideal untuk menikah 21-25.

"Apa yang dilakukan sekarang ini sebenarnya tidak benar, kalau dulu banyak anak banyak rezeki kalau sekarang banyak anak banyak masalah," seloroh Khoiri.

Perlahan namun pasti tahun 2016 kita berhasil menurunkan angka pernikahan hingga tersisa 12,5 persen. Dan di tahun 2017 ini sudah tidak ada lagi alias nol persen. "Jumlah penduduk di Dusun Kali Kunting untuk laki-laki 632 sedangkan 607 wanita," sebutnya.

Keberhasilan Kampung KB Dusun Kali Kunting, Desa Tambakan Pasuruan ini  yang membuat rombongan studi banding BKKBN Provinsi Kalsel terpesona dan berupaya menggali kiat-kiat yang dikerjakan.

Rombongan yang dipimpin langsung Kepala BKKBN Kalsel, Ina Agustina yang didampingi Kabid Latbang BKKBN Jawa Timur, Karnadi Sigit dan Kepala Dinas KB dan PP Pasuruan, Yetti Purwaningsih ketika bertandang ke sana, berharap bisa mencontoh keberhasilan Kampung KB di Desa Tambakan.

Ina salut dengan Kampung KB di Pasuruan yang pencapaian sudah 100 persen sementara di Kalsel baru 94 persen. Kelebihan kampung KB di Pasuruan, pemerintah kabupaten setempat menggandengnya Kampung Maslahat, yaitu kampung yang Maju, Aman Lahir Batin dan Bermartabat.

Visi dan misi terbentuknya Kampung KB antara lain adalah terbentuknya keluarga berkualitas di tahun 2019, meningkatkan pelayanan KB, meningkatkan pendewasaan usia kawin serta meningkatkan jaringan institusi dan peran serta masyarakat.

Dia optimis setelah ini capaian kesertaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kalsel cepat meningkat. “Untuk MKJP, kita akan lebih mendekati pihak rumah sakit untuk pelaksanaan kontrasepsi MOP (Medis Operasi Pria) dan MOW (Medis Operasi Wanita),” ujarnya. (yn/ram)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 16:58

Tak Ada Standar Harga

Pasar Kangen menjadi salah satu daya tarik gelaran Seni Tradisi yang digagas Taman Budaya Yogyakarta.…

Rabu, 18 Juli 2018 16:24

Kriya Ketupat Sungai Baru, Banjir Orderan, Berdayakan Single Parent

Kreativitas tak mengenal batas. Kain sisa pun dapat disulap menjadi karya. Ini dilakukan Elisa R Suryanah…

Selasa, 17 Juli 2018 13:36

Belajar Otodidak, Menangis Melihat Bulan Purnama

Tanggal 1 Desember mendatang, umurnya genap 10 tahun. Umar Ikhsan, menjadi satu-satunya anggota paling…

Senin, 16 Juli 2018 15:52

Perkenalkan Seni Banua dengan Kritik Eksploitasi Lingkungan

Menampilkan seni tari, musik dan teater, Tim Kesenian Taman Budaya Kalsel tampil di panggung sederhana…

Senin, 16 Juli 2018 14:46

Sisi Lain Raries Wijayanti, Pendiri Ikut Berbagi Community (IBC)

Kesadaran membantu sesama dimiliki Raries Wijayanti (28). Seorang Bidan di Puskesmas Pemurus Dalam.…

Senin, 16 Juli 2018 12:00

Mengunjungi Pengayuan, Kampung yang Warganya Hidup dari Kayu Galam

Di sisi kanan kiri Jln A Yani Km 26 Liang Anggang arah Pelaihari, banyak tumpukan dan olahan kayu galam…

Jumat, 13 Juli 2018 14:03

Membuat Olahan Bunga Berbahan Dasar Kain Jilbab

Bisnis crafting buket bunga kian berkembang di Banjarmasin. Tak melulu dari bunga segar atau olahan…

Kamis, 12 Juli 2018 16:09

Zainul Kirom, Penjual Cappucino Cincau yang Berhasil Jadi Sarjana

Zainul Kirom. Mahasiswa Fakultas Pertanian. Mengambil Program Studi Agronomi Universitas Lambung Mangkurat…

Kamis, 12 Juli 2018 15:40

Melihat Bisnis Kerajinan Tangan Ibel Toys di Banjarmasin

Usaha kerajinan tangan boneka bukanlah ide bisnis populer. Di Banjarmasin, pengusahanya masih bisa dihitung…

Rabu, 11 Juli 2018 15:05

Cerita Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar di Banjarmasin

Sebelum menjadi yayasan, Rumah Kreatif dan Pintar dulunya komunitas biasa. Dibentuk oleh pemuda asli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .