MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:10
DLHD Kalsel Bakal Bentuk Tim Satgas Penanggulangan Merkuri
RENTAN MERKURI - Kawasan pertambangan emas ilegal biasanya rentan dengan pemakaian merkuri yang bakal merusak lingkungan. Lokasi foto di pertambangan emas ilegal Riam Adungan, Tanah Laut.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Presiden Joko Widodo menyebut pada tahun 2018 aktivitas pertambangan emas skala kecil bakal bebas dari penggunaan merkuri.

Pasalnya, akses mendapatkan merkuri di Indonesia sangat mudah. Padahal, penggunaan merkuri pada pertambangan emas bakal membawa dampak lingkungan yang signifikan, misalnya, pencemaran terhadap kualitas perairan yang berada dekat lingkungan pertambangan.

Ucapan orang nomor satu di Indonesia tersebut ditindaklanjuti dengan instruksi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Merkuri di masing-masing daerah.

Di Kalimantan Selatan, Radar Banjarmasin mendapatkan info dari Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Kalsel telah membentuk satgas ini.

"Ya, kita sudah melakukan rapat untuk pembentukan tim satgas penanggulangan merkuri. Leading sector dari satgas ini berada di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalsel," kata Endang Camsudin, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHD Provinsi Kalsel saat ditemui Radar Banjarmasin di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Endang, satgas ini nantinya bakal diisi oleh berbagai pihak SKPD Provinsi. "Artinya, orang-orangnya berasal dari lintas sektor," tambah Endang.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Hanif Faisol Nurofiq membenarkan rencana pembentukan satgas ini. "Betul, saya sendiri terpilih sebagai ketua harian untuk satgas ini," kata Hanif yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel ini.

Namun, kata Hanif, satgas yang satu ini belum disahkan oleh gubernur. Tim satgas masih menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Dijelaskan Hanif lebih lanjut, tim satgas nantinya bakal terbagi menjadi tiga. "Ada tim inti untuk mengkoordinir anggota yang ada, ada juga tim sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak penggunaan merkuri.

Ada pula tim khusus untuk melakukan penindakan atau penangkapan kepada warga-warga yang masih berani melakukan aktivitas pertambangan emas dengan merkuri," jelasnya.

Kata Hanif, dengan adanya tim sosialisasi ke masyarakat, risiko terjadinya konflik antara masyarakat dan pemerintah selaku leading sector satgas ini bakal diminimalisasi dengan baik. "Apabila masih berani menggunakan, kita akan lakukan tindakan tegas," ujarnya.

Untuk meminimalisasi penyebaran merkuri, Hanif mengatakan, tim satgas juga melibatkan pihak Bea Cukai untuk menangkal penyebaran merkuri pada bagian pintu masuk di Kalimantan Selatan. "Jadi, tidak cuma menindak para pelaku, tapi juga menangkal penyebarannya sampai pada titik awal masuknya barang tersebut," pungkasnya.

Disinggung soal anggaran, Hanif menerangkan pada tahun 2018 mendatang Satgas Penanggulangan Merkuri akan mendapatkan dana Rp1,5 miliar untuk operasionalisasi selama satu tahun. "Kita tunggu saja SK dari gubernur, secepatnya," tuntasnya. (dom/tof)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:28

9 Desember, UAS di Martapura

MARTAPURA – Kabar gembira kembali datang dari Pemerintah Kabupaten Banjar. Ustaz Abdul Somad rencananya…

Sabtu, 17 November 2018 12:55

Abdul Latif Mundur, Partai Pengusung Siap-siap Tentukan Wakil

BARABAI – Hening dan tampak haru, begitulah suasana ruang sidang paripurna DPRD Hulu Sungai Tengah,…

Sabtu, 17 November 2018 12:46

Dan Terjadi Lagi!!, Ratusan Meter Jalan Amblas di HSU

AMUNTAI - Kejadian longsor di tepian sungai di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jadi momok tahunan.…

Sabtu, 17 November 2018 11:54

Berlatih Sabar dan Tekun, Bangun Miniatur dari Stik Es Krim

Banyak orang berpandangan, mantan narapidana itu tidak akan berguna saat kembali ke tengah masyarakat.…

Sabtu, 17 November 2018 11:09

WOW...!! Dulu Kumuh, Kini Gang Ini Disulap Jadi Penuh Warna

BANJARBARU - Gang Keluarga di RT 12 RW 03 Sungai Besar sebelumnya agak kumuh. Jalanan gang belum ada…

Sabtu, 17 November 2018 11:00

Satu-satunya Peraih Natamukti Nindya di Kalsel

BANJARBARU - Kota Banjarbaru berhasil meraih penghargaan Natamukti Nindya dari Indonesia Council of…

Sabtu, 17 November 2018 10:57

Sempat Kesulitan Cari Sirap untuk Mes L

BANJARBARU - Proyek perbaikan mes L sudah berjalan selama satu bulan lebih. Saat ini bentuk bangunan…

Sabtu, 17 November 2018 10:37

Teladani Akhlak Rasulullah

BATULICIN - Bupati Tanbu H Sudian Noor mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki arti…

Sabtu, 17 November 2018 10:34

Ini Yang Dilakukan Pemkab Tanbu Untuk Tingkatkan Keterampilan Masyarakat

BATULICIN – Pemkab Tanbu melalui Diskominfo terus berupaya meningkatkan wawasan serta pengetahuan…

Sabtu, 17 November 2018 10:31

Enam Puskesmas Terima Sertifikat Akreditasi FKTP

BATULICIN - Sebanyak enam puskesmas menerima Sertifikat Akreditasi FKTP pada Peringatan Hari Kesehatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .