MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 19 Oktober 2017 13:44
Dua Dekade Otda Dirundung Sengketa Perbatasan

Tersisa Enam Kasus Tapal Batas

SERAHKAN DESA: Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming meneken penyerahan wilayah Gunung Hatalau Meratus Raya kepada Bupati Banjar Khalilurrahman dengan disaksikan Gubernur Kalsel.

PROKAL.CO, Hampir dua dekade Kalsel menikmati otonomi daerah. Nyatanya ada saja sengketa tapal batas antar kabupaten dan kota yang masih buntu. Maklum, selain ego politik, ini juga perebutan sumber daya alam.

***

Dari kaki pegunungan Meratus yang damai, Desa Mangga Jaya hingga Dusun Aing Bantai ternyata menyimpan potensi konflik. Pemkab Hulu Sungai Tengah dan Kotabaru ternyata sedang bersitegang memperebutkan desa di perbatasan itu.

Secara administrasi, desa itu masuk wilayah Kecamatan Batang Alai Timur HST, tapi warganya terus didekati dan digoda orang pemkab tetangga untuk bergabung. Rumornya desa itu kaya dengan emas. Sang bupati lalu rela mendaki gunung dan menerobos hutan selama tiga hari dari Barabai. Demi menemui dan memastikan warga desanya tak beralih hati.

Rembuk penentuan tapal batas sebenarnya sudah dicoba, tapi ada saja pihak yang mangkir hadir. Singkat cerita perundingan berakhir buntu. Fakta ini disorot media awal tahun tadi. Ini hanyalah satu contoh dari sekian sengketa tapal batas di Kalsel.

Kisah ini diaminkan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Kalsel Akhmad Yani. Diungkapkannya, ada 26 kasus tapal batas di provinsi ini. "Sebagian besar sudah clear, tersisa enam kasus yang menunggu dibereskan," ujarnya.

Meski 'hanya' enam kasus, Yani tak yakin semuanya bisa tuntas dalam hitungan bulan. "Saya punya target pribadi, sebelum masa jabatan pak gubernur habis, enam kasus ini sudah harus tuntas," imbuhnya.

Setidaknya, Yani bisa sedikit lega. Kemarin (18/10) di Gedung Idham Chalid, tiga bupati meneken kesepakatan tapal batas. Antara lain Bupati Banjar Khalilurrahman, Bupati Tanah Bumbu Mardani Maming, dan Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus.

Sebagian besar kasus tapal batas menyangkut Martapura. Wajar, wilayah Banjar yang paling luas, berbatasan dengan sembilan kabupaten dan kota lainnya. "Saking luasnya, saya saja kaget Banjar ternyata berbatasan dengan Kotabaru di ujung sana," tukasnya.

Lantas, apa saja tantangan yang dihadapi pemprov? Langkah macam apa yang terbilang jitu? Jawabnya mengherankan, kebanyakan sengketa menemui solusi setelah didiamkan. "Jujur, saya lebih banyak wait and see," jawabnya.

Argumennya cukup masuk akal. Pada beberapa kasus, sengketa menyangkut ego politik. Ada bupati yang terlampau 'merah' bersengketa dengan tetangga yang 'hijau'. "Nah itu dia! Unsur politis ikut campur, partai anu versus partai anu. Jadi diamkan saja sampai masa jabatan mereka habis," bebernya.

Kasus lain, ini juga menyangkut perebutan potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah). "Contoh kasus Tabalong dan Balangan kemarin. Aktivitas pertambangan Adaro melintasi wilayah keduanya. Gampang, tinggal bagi-bagi saja persennya," ulasnya.

Adapula sengketa yang bisa tuntas tidak dalam forum resmi. Melainkan melalui rentetan pertemuan non formal di belakang layar. Namun, Yani membantah sengit jika ada istilah kompensasi bagi daerah yang mau mengalah. "Tidak ada," bantahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengaku malu jika harus mewariskan masalah sengketa tapal batas kepada penerus setelahnya. "Nanti orang bertanya-tanya, masa sih masalah begini saja tidak sanggup diselesaikan? Mumpung masih hidup, ayo kerjakan," tegasnya.

Sahbirin menyebut dalam waktu dekat ada satu kasus tapal batas yang akan dituntaskan. "Menyangkut tapal batas HSS-HST, drafnya sedang disusun. Mudahan satu bulan kedepan sudah beres," pungkasnya. (fud/ay/ran)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .