MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:25
Kisah Bripka Rahmadani Memediasi Blokade SMPN 4 Sungai Tabuk

"Anggaplah Ini Amal Jariyah Saya"

PENGABDIAN - Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadhani (urutan kedua dari depan) saat meninjau jalan alternatif sekolah yang masih terputus padang rawa bersama lurah dan guru, Kamis (19/10) siang.

PROKAL.CO, Demi mendamaikan warga binaan, Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadani rela memotong uang gaji selama tiga bulan ke depan. Membayar tiga rit tanah uruk sebagai kompensasi agar konflik di SMPN 4 Sungai Tabuk mereda.

--------------------------------------

SYARAFUDDIN, Martapura

--------------------------------------

SEOLAH tak ada hal luar biasa yang terjadi, Kamis (19/10) malam, Bripka Rahmadani dengan menaiki sepeda motornya kembali ke kantor untuk menjalankan tugas piket jaga. Jumat (20/10) pagi, barulah ia bisa pulang ke rumahnya di Kecamatan Gambut untuk berganti pakaian.

"Jadi mohon maaf kalau teleponnya tadi tak terangkat. Sehabis salat Jumat saya ketiduran," ujarnya membuka percakapan kepada Radar Banjarmasin, kemarin via sambungan telepon. Padahal, Bripka Rahma baru saja melakukan hal luar biasa.
Kamis pagi ia dikabari wakil kepala sekolah. Jalan satu-satunya menuju SMPN 4 Sungai Tabuk diblokade warga dengan pagar seng dan batu bata. Hingga memaksa siswa dan siswi menggotong sepeda melewati blokade.

"Pagi-pagi saya ditelepon dan mendapat kabar seperti itu. Kaget sekaligus khawatir. Saya buru-buru berangkat ngantor untuk apel. Dari situ bareng lurah ke sekolah untuk memantau situasi," kisahnya.

Sekolah yang baru diresmikan akhir 2016 itu berada di Jalan Martapura Lama kilometer 6,7, tepatnya di Blok K Kompleks Putra Gemilang Raya. Menyadari suasana pemukiman di sekitar sekolah sudah terasa tak nyaman, Bripka Rahma tak mau mengulur waktu.

Bersama Lurah Sungai Lulut Djamaluddin, wakil kepsek Padlillah dan Ketua RT setempat, diupayakan agar semua pihak yang berselisih bisa berunding pada hari itu juga. Karena masih banyak warga yang bekerja dan belum pulang ke rumah, sambil menunggu ia mengaso. "Syukur masih sempat istirahat," imbuhnya.

Perundingan dimulai sore hari. Tuntutan warga, 20 rit tanah untuk menguruk jalan kompleks. Ditambah hibah kanopi dan peninggian halaman Musala Al Hijrah yang berdampingan dengan sekolah.

Semua itu tuntutan itu sebagai kompensasi atas kerusakan jalan pemukiman akibat lalu-lalang angkutan material proyek untuk pembangunan sekolah tersebut. Kepala sekolah memang pernah menjanjikan ganti rugi. Namun, karena janji itu terus menggantung, warga kecewa hingga akhirnya memblokade jalan sekolah.

"Negosiasi terus, dari 20 rit turun ke angka 10, delapan hingga empat rit," tukas Bripka Rahma. Ternyata, sekolah pun hanya sanggup memberi satu rit batu split untuk peninggian halaman musala.

Merasa tak mungkin lagi menekan warga untuk menyepakati negosiasi yang lebih rendah, Bripka Rahma akhirnya merogoh kantongnya dan menyerahkan Rp450 ribu. Duit segitu cukup untuk membeli tanah satu rit. Diserahkan pada perwakilan warga sebagai cicilan kompensasi.

"Dua rit sisanya nanti saya cicil pada dua bulan gaji berikutnya. Satu rit lagi alhamdulillah ditanggung pak lurah," jelasnya. Aksi Bripka Rahma ini pula yang meluluhkan hati warga. Seusai perundingan, semuanya ramai-ramai menuju sekolah untuk membongkar blokade.

Uang senilai Rp1,3 juta tentu tak sedikit. Namun, Bripka Rahma enggan membahasnya. Ia kelewat merendah, baginya uang segitu tak sepadan dibanding kedamaian masyarakat binaan. "Kada (tidak). Kan disisihkan dari gaji bulanan ulun (saya). Jadi tidak terasa berat. Ya, anggap saja ini amal jariyah untuk musala," ungkapnya.

Lalu, siapa sebenarnya sosok polisi satu ini? Bripka Rahma lahir di Gambut pada 33 tahun silam. Ia memiliki seorang istri dan seorang putri. "Tapi mereka tinggal di Kabupaten Tanah Bumbu, karena istri bertugas sebagai bidan desa di sana," tukasnya.

Ia bergabung dengan Polri tahun 2004. Dua tahun kemudian, ia ditempatkan di Sungai Lulut yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Banjar dan Banjarmasin. Lumayan jauh dari tempat tinggalnya di Gambut. "Karena sejak 2006 sudah bertugas di Sungai Lulut, saya dan masyarakat sudah saling kenal," pungkasnya. (fud)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 14:30

Reza Fahlevi, Kontestan Lida asal Banjarmasin

Nama Reza Fahlevi belakangan menjadi buah bibir. Siswa kelas 3 jurusan IPS di SMAN 4 Banjarmasin itu…

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .