MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30
Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus
KORBAN KONFLIK - Siswa Kelas VII SMPN 4 Sungai Tabuk menengok dari jendela kelasnya, melihat blokade yang menutup akses jalan sekolahnya, Kamis (19/10) tadi. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin 

PROKAL.CO, MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk, Kamis (19/10) malam. Ini menyusul perundingan alot dengan kesepakatan yang bisa diterima semua pihak.

Perundingan dimediasi Polsek Sungai Tabuk dan Lurah Sungai Lulut di kantor kelurahan, mempertemukan tokoh masyarakat dan kepala sekolah. Pangkal masalah, masyarakat protes dengan angkutan material proyek sekolah yang disebut merusak jalan kompleks.

Diresmikan November 2016, sekolah di Jalan Martapura Lama kilometer 6,7 Kabupaten Banjar itu dihuni 110 pelajar dan 15 guru. Setelah diprotes, kepsek menjanjikan ganti rugi pada warga berupa hibah kanopi dan tanah uruk untuk meninggikan halaman musala dekat sekolah.

Janji yang tak kunjung dilunasi dan angkutan material yang tetap melintasi jalan Kompleks Putra Gemilang Raya itulah yang akhirnya membuat warga memblokade jalan sekolah. "Walau tak semua tuntutan dipenuhi, masyarakat mengalah. Kami kada purun (tak tega) ngotot dengan kawan-kawan polsek dan kelurahan," kata Ketua Pengurus Musala Al Hijrah Rahmat Khairuddin, kemarin (20/10) kepada Radar Banjarmasin via telepon.

Rahmat ditunjuk sebagai perwakilan warga kompleks. Ia menyayangkan berita ini terlanjur menyebar di media sosial dengan informasi ala kadarnya. "Sekarang, kami memohon pengunggah video di Instagram segera menghapusnya. Orang yang tidak tahu duduk perkara akhirnya ikut menghakimi," imbuhnya.

Ia menegaskan, warga tidak menyimpan dendam. Apa yang terjadi murni perselisihan terkait kepentingan fasilitas umum. "Saya ikhlas. Ini tinggal urusan sekolah dengan Allah. Musala kan rumah Tuhan, bukan rumah saya," tegasnya.
Yang menarik adalah kesepakatan kompensasi. Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadhani menceritakan,

negosiasi awal adalah 20 rit tanah uruk ditambah perbaikan kerusakan jalan. "Tapi sekolah tetap tidak sanggup. Nego-nego lalu turun hingga akhirnya sepakat empat rit," jelasnya.

Ternyata, menyediakan tanah uruk sebanyak empat rit pun membuat sekolah kepayahan. Hingga Bripka Rahmadani dan Lurah Sungai Lulut Djamaluddin bersedia menambal kekurangannya. Pembagiannya, tiga rit tanah disumbang Bhabinkamtibmas dan satu rit tanah oleh lurah. Sedangkan sekolah menyumbang satu rit batu split. Semua ditujukan untuk peninggian halaman musala.

Sementara itu, wakil kepala sekolah Padlillah bersyukur atas perdamaian ini. "Iya, alhamdulillah sudah clear setelah rembuk, besok anak-anak bisa kembali sekolah," ujarnya. Ia bahkan dengan girangnya menunjukkan foto pencopotan blokade. Tampak pihak sekolah, warga dan aparat desa mengacungkan jempol ke arah kamera.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Gusti Ruspan Noor menegaskan dana pembangunan sekolah tak boleh diotak-atik, apapun alasannya. "Masyarakat kurang paham, minta perbaikan jalan atau musala ke sekolah itu jelas keliru. Sekolah adalah fasilitas umum yang dibiayai negara," tegasnya.

Jika toh ada kompensasi, silakan dengan syarat diambil dari uang pribadi. "Tapi kalau mau membantu dari uang pribadi sah-sah saja. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkas Gusti. (fud/tof)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 16:27
Berita Tabalong

Ribuan Warga Meriahkan HUT TNI ke-73

TANJUNG - Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke 73 dimeriahkan ribuan masyarakat…

Minggu, 21 Oktober 2018 09:21

Hermansyah: Dewan Harus Ngebut

BANJARMASIN -Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah menuntut DPRD Banjarmasin untuk tancap gas. Mengingat…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:02

Penggodokan Raperda Lingkungan Hidup, Pansus Bolak-Balik Ganti Judul

BANJARMASIN — Rancangan peraturan daerah tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:52

Usulan Juru Sembelih Halal Mencuat di DPRD

BANJARMASIN - Dewan sedang menggodok raperda untuk melindungi masyarakat dari wabah penyakit yang ditularkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:39

BK Bersidang, Terlapor Malah ke Bali

Kasus dugaan pelanggaran kode etik DPRD Banjarmasin berlanjut. Kemarin (19/10), Badan Kehormatan (BK)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:33

Khawatir Anak Autis Dikeluarkan

BANJARMASIN – Orang tua yang memiliki anak penyandang autis jangan bersedih. Biasanya dikaruniai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:31

Tak Bakal Sia-Sia, Lokasi HPS di Batola Jadi Wisata Edukasi

BATOLA - Lahan persawahan di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) bukan hanya sebagai program pemerintah…

Sabtu, 20 Oktober 2018 09:13

BPK Tarsan 2 Dibentuk Amankan Pasar Sentra Antasari

BANJARMASIN – Pasar Sentra Antasari menjadi ikon pusat kawasan perekonomian wilayah Kalimantan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:41

Hebat! Kontingen Tanbu Raih Prestasi Kalsel

BATULICIN - Kontingen Kabupaten Tanah Bumbu meraih prestasi sebagai juara umum IV pada Pekan Keterampilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 08:39

Senam Sehat Bersama Radar Banjarmasin Minggu ini

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria kembali akan digelar Minggu (21/10) pagi di Ruang Terbuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .