MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:30
Warga Minta Video Blokade Sekolah di IG Dihapus
KORBAN KONFLIK - Siswa Kelas VII SMPN 4 Sungai Tabuk menengok dari jendela kelasnya, melihat blokade yang menutup akses jalan sekolahnya, Kamis (19/10) tadi. Foto Syarafuddin/Radar Banjarmasin 

PROKAL.CO, MARTAPURA - Warga akhirnya ramai-ramai membongkar pagar yang memblokade akses jalan SMPN 4 Sungai Tabuk, Kamis (19/10) malam. Ini menyusul perundingan alot dengan kesepakatan yang bisa diterima semua pihak.

Perundingan dimediasi Polsek Sungai Tabuk dan Lurah Sungai Lulut di kantor kelurahan, mempertemukan tokoh masyarakat dan kepala sekolah. Pangkal masalah, masyarakat protes dengan angkutan material proyek sekolah yang disebut merusak jalan kompleks.

Diresmikan November 2016, sekolah di Jalan Martapura Lama kilometer 6,7 Kabupaten Banjar itu dihuni 110 pelajar dan 15 guru. Setelah diprotes, kepsek menjanjikan ganti rugi pada warga berupa hibah kanopi dan tanah uruk untuk meninggikan halaman musala dekat sekolah.

Janji yang tak kunjung dilunasi dan angkutan material yang tetap melintasi jalan Kompleks Putra Gemilang Raya itulah yang akhirnya membuat warga memblokade jalan sekolah. "Walau tak semua tuntutan dipenuhi, masyarakat mengalah. Kami kada purun (tak tega) ngotot dengan kawan-kawan polsek dan kelurahan," kata Ketua Pengurus Musala Al Hijrah Rahmat Khairuddin, kemarin (20/10) kepada Radar Banjarmasin via telepon.

Rahmat ditunjuk sebagai perwakilan warga kompleks. Ia menyayangkan berita ini terlanjur menyebar di media sosial dengan informasi ala kadarnya. "Sekarang, kami memohon pengunggah video di Instagram segera menghapusnya. Orang yang tidak tahu duduk perkara akhirnya ikut menghakimi," imbuhnya.

Ia menegaskan, warga tidak menyimpan dendam. Apa yang terjadi murni perselisihan terkait kepentingan fasilitas umum. "Saya ikhlas. Ini tinggal urusan sekolah dengan Allah. Musala kan rumah Tuhan, bukan rumah saya," tegasnya.
Yang menarik adalah kesepakatan kompensasi. Bhabinkamtibmas Sungai Lulut Bripka Rahmadhani menceritakan,

negosiasi awal adalah 20 rit tanah uruk ditambah perbaikan kerusakan jalan. "Tapi sekolah tetap tidak sanggup. Nego-nego lalu turun hingga akhirnya sepakat empat rit," jelasnya.

Ternyata, menyediakan tanah uruk sebanyak empat rit pun membuat sekolah kepayahan. Hingga Bripka Rahmadani dan Lurah Sungai Lulut Djamaluddin bersedia menambal kekurangannya. Pembagiannya, tiga rit tanah disumbang Bhabinkamtibmas dan satu rit tanah oleh lurah. Sedangkan sekolah menyumbang satu rit batu split. Semua ditujukan untuk peninggian halaman musala.

Sementara itu, wakil kepala sekolah Padlillah bersyukur atas perdamaian ini. "Iya, alhamdulillah sudah clear setelah rembuk, besok anak-anak bisa kembali sekolah," ujarnya. Ia bahkan dengan girangnya menunjukkan foto pencopotan blokade. Tampak pihak sekolah, warga dan aparat desa mengacungkan jempol ke arah kamera.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Gusti Ruspan Noor menegaskan dana pembangunan sekolah tak boleh diotak-atik, apapun alasannya. "Masyarakat kurang paham, minta perbaikan jalan atau musala ke sekolah itu jelas keliru. Sekolah adalah fasilitas umum yang dibiayai negara," tegasnya.

Jika toh ada kompensasi, silakan dengan syarat diambil dari uang pribadi. "Tapi kalau mau membantu dari uang pribadi sah-sah saja. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkas Gusti. (fud/tof)


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada…

Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN – Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis…

Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung…

Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Clean Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi

BATULICIN - RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan…

Jumat, 15 Desember 2017 15:14

Bangun Rumah Tahfiz di Tiap Desa

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor mengatakan untuk mencegah kerusakan mental generasi…

Jumat, 15 Desember 2017 15:13

Penyandang Disabilitas Berat Terima Bantuan

BATULICIN - Penyandang disabilitas berat di Kabupaten Tanah Bumbu mendapat perhatian penuh dari pemerintah.…

Kamis, 14 Desember 2017 16:00

Marasnya..!! Pariwisata Kalsel Tak Dilirik Kemenpar

BANJARMASIN – Tak ada pariwisata Kalsel dalam 18 tujuan wisata unggulan 2018 yang dirilis Kementerian…

Kamis, 14 Desember 2017 15:58

Walikota Banjarmasin Membantah Akan Bangun Jembatan Kaca

BANJARMASIN - Jika Anda sudah membayangkan Banjarmasin bakal memiliki jembatan kaca, maka bersiaplah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .