MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:22
LOH..??! Pengusaha Banua Juga Tolak Perppu Ormas

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas terus menuai kritik tajam. Terbaru, sejumlah pengusaha di Kalimantan Selatan yang bergabung dalam komunitas Pengusaha Banua Rindu Syariah menyatakan, penolakan terhadap Perppu ini dalam informal meeting yang digelar di satu rumah makan, di Banjarmasin, Sabtu siang (21/10).

Pujo Nugroho, yang didaulat untuk menyampaikan analisanya berpendapat, walaupun Perppu ini tidak berdampak langsung terhadap dunia usaha, namun ia bersepakat dengan pendapat pakar hukum Tata Negara, Refly Harun yang menolak Perppu ini lantaran dapat membubarkan organisasi apapun tanpa proses pengadilan.

Menurut Pujo, yang bergerak dalam internet marketing ini, pembubaran ormas, termasuk organisasi pengusaha, dapat terjadi lantaran subyektifitas pemerintah. "Bisa saja suatu organisasi dibubarkan karena faktor like and dislike. Seperti Pengusaha Rindu Syariah bisa dibubarkan lantaran sikap kritisnya," jelasnya sebagaimana rilis yang diterima Radar Banjarmasin.

Selanjutnya dalam telaah hukum oleh Deden Koswara SH MH, terungkap berbagai kelemahan dalam Perppu Ormas. Secara konsiderannya banyak kelemahan serta tidak menggambarkan apa yang terjadi sebenarnya.

"Ketika Perppu ini diterbitkan alasannya untuk menyempurnakan UU No 17 tentang Ormas yang dianggap tidak komprehensif. Namun yang terjadi Perppu Ormas malah mengurangi UU yang sudah ada,  bukan menambah atau menyempurnakannya," ungkap dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat ini.

Ia juga mengkritisi tiadanya proses pembuktian oleh pengadilan dalam Perppu ini yang kemudian ditentukan sepihak oleh pemerintah. "Pembuktian bukanlah wewenang pemerintah tapi pengadilan, " tegasnya.

Menurutnya, kasus pembubaran HTI oleh pemerintah tanpa proses pengadilan adalah bentuk kesewenang-wenangan yang melanggar asas hukum.

"Adapun alasan bahwa UU Ormas No 17 Tahun 2013 belum menganut asas cantrarius actus itupun tidak benar karena asas itu pada pasal 61 huruf d, dimana pemerintah dapat mencabut badan hukum ormas setelah adanya keputusan pengadilan, " tambahnya.

Sejumlah pengusaha yang hadir turut mengungkapkan alasan mereka menolak Perppu Ormas. Muhammad Idrus, peternak dan pedagang unggas dari desa Aluh Aluh menyatakan penolakannya terhadap Perppu Ormas karena telah merugikan ormas Islam.

H Saibani, pengusaha di bidang migas, berpendapat bahwa Perppu ini sangat dipaksakan karena tidak ada darurat maupun ancaman. "Perppu ini juga diskriminatif,” ia menambahkan.

"Saya dengan tegas menolak Perppu Ormas karena zalim terhadap ormas Islam, " tegas Raika Sadad, pebisnis kuliner.

Sementara Aywan Nazhan, konsultan IT, berpandangan bahwa Perppu ini tidak hanya berdampak pada dibubarkannya HTI, tapi juga akan berdampak kepada ormas yang lain.

Ahmad Zainuddin, pengusaha Art Glass asal Pelaihari mengatakan, tidak ada kegentingan dalam terbitnya Perppu. "Yang ada adalah pemerintah memaksakan kegentingan," ujarnya mengutip kata-kata dosen filsafat Rocky Gerung. 

"Perppu ini harus kita tolak jangan sampai menjadi Undang-undang", pungkas Sumarsono, pengusaha sayur mayur dari kota Pelaihari.

Di akhir acara semua peserta yang hadir menandatangani petisi penolakan Perppu Ormas yang akan disampaikan sikap itu secara resmi melalui DPRD Kalsel maupun langsung ke DPR RI. (bin/by/ram)

 


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…

Jumat, 24 November 2017 11:02

Atasi Genangan dan Sampah Kiriman, ini yang Dilakukan Pemko

BANJARMASIN – Hujan sering mengguyur Banjarmasin dalam waktu satu bulan terakhir. Mulai dari intensitas…

Kamis, 23 November 2017 15:08

Meski Sudah Ditutup, Pembatuan Masih Hidup

BANJARBARU - Bisnis esek-esek di Pembatuan nampaknya kembali menggeliat. Satpol PP Banjarbaru, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .