MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:40
Ditunda atau Dibatalkan? Kampus IPDN di Kalsel Masih Belum Jelas
Haris Makkie

PROKAL.CO, BANJARBARU - Semasa zaman Gubernur Rudy Ariffin, mencuat rencana pembangunan kampus IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri) di Kalsel. Tak sekadar wacana, pemerintah provinsi menseriusinya dengan menyiapkan lahan di Banjarbaru. Sekian tahun berlalu dan kepala daerah telah berganti, apa kelanjutannya?

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Haris Makkie tampak tak bersemangat ketika disodorkan pertanyaan ini. Ia mengaku sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri, menanyakan kapan lumbung kaum birokrat itu direalisasikan.

Hasilnya, tak ada balasan jawaban. Sikap pemerintah pusat ini membuatnya bingung. Apakah rencana itu cuma ditunda atau diam-diam memang sudah dibatalkan, tak ada kepastian.

"Pernah kami tanyakan secara lisan, disurati juga sudah. Namun, hingga sekarang belum ada jawaban," beber Haris, kemarin (23/10) di Aula Aberani Sulaiman, perkantoran gubernur Banjarbaru.

Haris tahu betul rencana ini. Sebab, ketika gagasan itu mencuat ia menjabat sebagai Kabag Humas Setdaprov Kalsel. Pemprov sudah menjajaki rencana ini bersama Kemendagri secara intens. Mengutus orang ke Jakarta hingga menggelar ekspose bersama untuk rencana pembangunan.

Sekretaris Jenderal Kemendagri mengisyaratkan untuk regional Kalimantan bakal ada kampus IPDN kedua (setelah Kalbar). Kalsel dipilih karena lebih dekat dengan tetangga lain seperti Kaltim dan Kalteng. Tak salah jika pemprov menjadi berharap-harap setelah mendengar pernyataan itu.

Pemprov lantas menyediakan lahan seluas 20 hektare di Gunung Kupang, Jalan Mistar Cokro Kusomo Banjarbaru. Dengan taksiran awal keperluan anggaran Rp200 miliar, sumber utama pendanaan dari APBN dengan dibantu APBD.

Pemprov begitu bersemangat mengingat anak-anak Banua yang ingin masuk IPDN harus menempuh jarak jauh dan ongkos yang tak sedikit. Apalagi rencana ini diyakini bisa mendongkrak kuota calon sarjana IPDN asal Kalsel hingga dua kali lipat. Selama ini rata-rata Kalsel hanya mampu mengirim 30 orang per angkatan.

"Intinya, kami sudah menyiapkan lahan sesuai yang diminta kementerian. Tapi tidak ada tindak lanjut! Jadi sekarang pemprov cuma bisa menunggu," pungkas Haris.

Kebetulan, dalam acara serah tugas 29 praja angkatan ke-23 IPDN untuk Kalsel kemarin, hadir Asisten Deputi Perbatasan Darat BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan) Anny Juliastini. Berdiri tahun 2010, BNPP adalah lembaga di bawah naungan Kemendagri.

Anny enggan memberi jawaban pasti: ditunda atau dibatalkan. Ia hanya memastikan rencana pembangunan kampus IPDN Kalsel tidak akan terwujud dalam waktu dekat. "Ada perubahan kebijakan di pusat. Sekarang Kemendagri melihat prioritas utama adalah membenahi kampus-kampus IPDN yang ada, bukan menambah jumlah kampus," tegasnya.

Alasan kedua, dan ini yang lebih krusial, Kemendagri merasa berat lantaran APBN yang sedang cekak. "Anda tahu sendirilah bagaimana kondisi keuangan negara sekarang, harus berhemat," imbuh perempuan berkacamata ini.

Anggaran yang ada akan dikonsentrasikan pada perbaikan kurikulum, mutu pengajar, sarana kampus dan jaringan alumni. "Jadi konsentrasinya sekarang menguatkan kampus-kampus yang ada dulu. Kalau semua sudah kuat, mungkin Kalsel bisa dipikirkan lagi," tegas Anny. (fud)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Juni 2018 14:20

GAWAT! Stok Darah di PMI Banjarmasin Menipis

BANJARMASIN – Ketersediaan darah sehat di Unit Donor Daerah (UDD) PMI Kota Banjarmasin hanya sebanyak…

Sabtu, 23 Juni 2018 13:26

Diduga Money Politik, Paslon Nomor Satu di Tanah Laut Dilaporkan ke Bawaslu

PELAIHARI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menerima aduan dari Badrul…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:26

Ibnu: Lelang Ketiga Proyek RS Sultan Suriansyah Bakal Berhasil

BANJARMASIN - Setelah dua kali proyek lanjutan Rumah Sakit Sultan Suriansyah gagal lelang, Wali Kota…

Sabtu, 23 Juni 2018 11:09

Kinerja Anggaran Pemko Banjarmasin Tak Memuaskan DPRD, ini Pembelaan Ibnu

DPRD tak puas dengan kinerja pemko. Dibanding tahun 2016, kinerja APBD 2017 jauh menurun. Gara-gara…

Sabtu, 23 Juni 2018 10:44

Pemkab Batola Beri Perhatian Serius Bagi ASN yang Mangkir Dihari Pertama Masuk Kerja

MARABAHAN - Kendati memiliki kelonggaran dengan tidak memberlakukan absensi,  seperti apa yang…

Jumat, 22 Juni 2018 15:48

Banjir Diangsana, Perusahaan Tambang Jangan hanya Diam

BATULICIN - Musibah banjir di Kecamatan Angsana, Rabu (20/6), menjadi perhatian serius dari Pemprov…

Jumat, 22 Juni 2018 15:42

HADUH! Hari Pertama Masuk, Masih Banyak PNS di Banua Bolos Kerja

BANJARMASIN - Tahun ini Aparatus Sipil Negara mendapat kenyamanan berlipat-lipat. Mereka diberi libur…

Jumat, 22 Juni 2018 15:33
Pemkab Batola

Lensa Foto Pemkab Balangan

SILATURAHMI : Bupati Balangan Ansharuddin (berdiri) saat menggelar open house pada hari raya Idulfitri…

Jumat, 22 Juni 2018 14:42

Jaring Bacaleg, DPD PDI-P Kalsel Gelar Psikotes Online

BANJARMASIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Selatan,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:56

Arus Balik di Bandara Syamsudin Noor Tembus 14 Ribu Penumpang

BANJARBARU - Jumlah penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Syamsudin Noor mulai mengalami peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .