MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:40
Ditunda atau Dibatalkan? Kampus IPDN di Kalsel Masih Belum Jelas
Haris Makkie

PROKAL.CO, BANJARBARU - Semasa zaman Gubernur Rudy Ariffin, mencuat rencana pembangunan kampus IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri) di Kalsel. Tak sekadar wacana, pemerintah provinsi menseriusinya dengan menyiapkan lahan di Banjarbaru. Sekian tahun berlalu dan kepala daerah telah berganti, apa kelanjutannya?

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Haris Makkie tampak tak bersemangat ketika disodorkan pertanyaan ini. Ia mengaku sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri, menanyakan kapan lumbung kaum birokrat itu direalisasikan.

Hasilnya, tak ada balasan jawaban. Sikap pemerintah pusat ini membuatnya bingung. Apakah rencana itu cuma ditunda atau diam-diam memang sudah dibatalkan, tak ada kepastian.

"Pernah kami tanyakan secara lisan, disurati juga sudah. Namun, hingga sekarang belum ada jawaban," beber Haris, kemarin (23/10) di Aula Aberani Sulaiman, perkantoran gubernur Banjarbaru.

Haris tahu betul rencana ini. Sebab, ketika gagasan itu mencuat ia menjabat sebagai Kabag Humas Setdaprov Kalsel. Pemprov sudah menjajaki rencana ini bersama Kemendagri secara intens. Mengutus orang ke Jakarta hingga menggelar ekspose bersama untuk rencana pembangunan.

Sekretaris Jenderal Kemendagri mengisyaratkan untuk regional Kalimantan bakal ada kampus IPDN kedua (setelah Kalbar). Kalsel dipilih karena lebih dekat dengan tetangga lain seperti Kaltim dan Kalteng. Tak salah jika pemprov menjadi berharap-harap setelah mendengar pernyataan itu.

Pemprov lantas menyediakan lahan seluas 20 hektare di Gunung Kupang, Jalan Mistar Cokro Kusomo Banjarbaru. Dengan taksiran awal keperluan anggaran Rp200 miliar, sumber utama pendanaan dari APBN dengan dibantu APBD.

Pemprov begitu bersemangat mengingat anak-anak Banua yang ingin masuk IPDN harus menempuh jarak jauh dan ongkos yang tak sedikit. Apalagi rencana ini diyakini bisa mendongkrak kuota calon sarjana IPDN asal Kalsel hingga dua kali lipat. Selama ini rata-rata Kalsel hanya mampu mengirim 30 orang per angkatan.

"Intinya, kami sudah menyiapkan lahan sesuai yang diminta kementerian. Tapi tidak ada tindak lanjut! Jadi sekarang pemprov cuma bisa menunggu," pungkas Haris.

Kebetulan, dalam acara serah tugas 29 praja angkatan ke-23 IPDN untuk Kalsel kemarin, hadir Asisten Deputi Perbatasan Darat BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan) Anny Juliastini. Berdiri tahun 2010, BNPP adalah lembaga di bawah naungan Kemendagri.

Anny enggan memberi jawaban pasti: ditunda atau dibatalkan. Ia hanya memastikan rencana pembangunan kampus IPDN Kalsel tidak akan terwujud dalam waktu dekat. "Ada perubahan kebijakan di pusat. Sekarang Kemendagri melihat prioritas utama adalah membenahi kampus-kampus IPDN yang ada, bukan menambah jumlah kampus," tegasnya.

Alasan kedua, dan ini yang lebih krusial, Kemendagri merasa berat lantaran APBN yang sedang cekak. "Anda tahu sendirilah bagaimana kondisi keuangan negara sekarang, harus berhemat," imbuh perempuan berkacamata ini.

Anggaran yang ada akan dikonsentrasikan pada perbaikan kurikulum, mutu pengajar, sarana kampus dan jaringan alumni. "Jadi konsentrasinya sekarang menguatkan kampus-kampus yang ada dulu. Kalau semua sudah kuat, mungkin Kalsel bisa dipikirkan lagi," tegas Anny. (fud)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 12:18

Kampus Tertua Kalsel, ULM Banjarmasin Targetkan Akreditasi A

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin terus meningkatkan akreditasi…

Minggu, 16 Desember 2018 12:12

Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100…

Minggu, 16 Desember 2018 11:46

Antusias, Ratusan Masyarakat Datang Untuk Saksikan Peringatan Hari Juang ke-73

BANJARBARU - Lapangan Murjani, Sabtu (15/12) kemarin tampak meriah. Ratusan…

Minggu, 16 Desember 2018 11:17

Ternyata, Kecamatan Martapura Kota Kasus Tertinggi HIV/AIDS

MARTAPURA - Menjadi daerah berjuluk Serambi Makkah, ternyata tak membuat…

Minggu, 16 Desember 2018 11:03

AIMI Tekankan Pentingnya ASI

BANJARMASIN-Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Wilayah Kalimantan Selatan kembali menggelar…

Minggu, 16 Desember 2018 10:54

Ilung Warnai Festival Jukung, Warga : Jukungnya malah balap-balapan dengan ilung

BANJARMASIN - Festival Jukung 2018 dirundung pampangan enceng gondok. Meski…

Minggu, 16 Desember 2018 10:33

Jengah Dengan Pampangan, Ibnu Buka Sayembara

BANJARMASIN - Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina jengah melihat sampah…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:17

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:09

Tantangan Sebenarnya Larangan Kantong Plastik Ada di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin mulai melarang penyediaan kantong plastik di…

Sabtu, 15 Desember 2018 14:00

Pembeli Bingung, Habis Belanja Bawanya Gimana!!

Pemko Banjarbaru dalam beberapa pekan terakhir mulai menjalankan kebijakan pengurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .