MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Selasa, 24 Oktober 2017 10:40
Ditunda atau Dibatalkan? Kampus IPDN di Kalsel Masih Belum Jelas
Haris Makkie

PROKAL.CO, BANJARBARU - Semasa zaman Gubernur Rudy Ariffin, mencuat rencana pembangunan kampus IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri) di Kalsel. Tak sekadar wacana, pemerintah provinsi menseriusinya dengan menyiapkan lahan di Banjarbaru. Sekian tahun berlalu dan kepala daerah telah berganti, apa kelanjutannya?

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Haris Makkie tampak tak bersemangat ketika disodorkan pertanyaan ini. Ia mengaku sudah menyurati Kementerian Dalam Negeri, menanyakan kapan lumbung kaum birokrat itu direalisasikan.

Hasilnya, tak ada balasan jawaban. Sikap pemerintah pusat ini membuatnya bingung. Apakah rencana itu cuma ditunda atau diam-diam memang sudah dibatalkan, tak ada kepastian.

"Pernah kami tanyakan secara lisan, disurati juga sudah. Namun, hingga sekarang belum ada jawaban," beber Haris, kemarin (23/10) di Aula Aberani Sulaiman, perkantoran gubernur Banjarbaru.

Haris tahu betul rencana ini. Sebab, ketika gagasan itu mencuat ia menjabat sebagai Kabag Humas Setdaprov Kalsel. Pemprov sudah menjajaki rencana ini bersama Kemendagri secara intens. Mengutus orang ke Jakarta hingga menggelar ekspose bersama untuk rencana pembangunan.

Sekretaris Jenderal Kemendagri mengisyaratkan untuk regional Kalimantan bakal ada kampus IPDN kedua (setelah Kalbar). Kalsel dipilih karena lebih dekat dengan tetangga lain seperti Kaltim dan Kalteng. Tak salah jika pemprov menjadi berharap-harap setelah mendengar pernyataan itu.

Pemprov lantas menyediakan lahan seluas 20 hektare di Gunung Kupang, Jalan Mistar Cokro Kusomo Banjarbaru. Dengan taksiran awal keperluan anggaran Rp200 miliar, sumber utama pendanaan dari APBN dengan dibantu APBD.

Pemprov begitu bersemangat mengingat anak-anak Banua yang ingin masuk IPDN harus menempuh jarak jauh dan ongkos yang tak sedikit. Apalagi rencana ini diyakini bisa mendongkrak kuota calon sarjana IPDN asal Kalsel hingga dua kali lipat. Selama ini rata-rata Kalsel hanya mampu mengirim 30 orang per angkatan.

"Intinya, kami sudah menyiapkan lahan sesuai yang diminta kementerian. Tapi tidak ada tindak lanjut! Jadi sekarang pemprov cuma bisa menunggu," pungkas Haris.

Kebetulan, dalam acara serah tugas 29 praja angkatan ke-23 IPDN untuk Kalsel kemarin, hadir Asisten Deputi Perbatasan Darat BNPP (Badan Nasional Pengelola Perbatasan) Anny Juliastini. Berdiri tahun 2010, BNPP adalah lembaga di bawah naungan Kemendagri.

Anny enggan memberi jawaban pasti: ditunda atau dibatalkan. Ia hanya memastikan rencana pembangunan kampus IPDN Kalsel tidak akan terwujud dalam waktu dekat. "Ada perubahan kebijakan di pusat. Sekarang Kemendagri melihat prioritas utama adalah membenahi kampus-kampus IPDN yang ada, bukan menambah jumlah kampus," tegasnya.

Alasan kedua, dan ini yang lebih krusial, Kemendagri merasa berat lantaran APBN yang sedang cekak. "Anda tahu sendirilah bagaimana kondisi keuangan negara sekarang, harus berhemat," imbuh perempuan berkacamata ini.

Anggaran yang ada akan dikonsentrasikan pada perbaikan kurikulum, mutu pengajar, sarana kampus dan jaringan alumni. "Jadi konsentrasinya sekarang menguatkan kampus-kampus yang ada dulu. Kalau semua sudah kuat, mungkin Kalsel bisa dipikirkan lagi," tegas Anny. (fud)


BACA JUGA

Sabtu, 25 November 2017 11:24

Hamli Diberhentikan Dari Ketua Dewan Pengawas PDAM Bandarmasih

BANJARMASIN – Tertanggal 9 November lalu, Sekdako Banjarmasin Hamli Kursani resmi diberhentikan…

Sabtu, 25 November 2017 11:21

DPRD Kota Banjarmasin Hanya Mampu Selesaikan 17 Perda

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin mampu menyelesaikan sebanyak 17 peraturan daerah (Perda) pada…

Jumat, 24 November 2017 14:48

Senin Independen HSS Serahkan Berkas

KANDANGAN – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati H Najmuddin-HM Ridha dari jalur independen…

Jumat, 24 November 2017 14:44

Gara-Gara Aturan, Ekspor Udang Diprediksi Anjlok

BANJARBARU - Aturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengenai aturan pelarangan alat…

Jumat, 24 November 2017 14:39

Palmi Jaya: Ajaran Balian Bukan Hindu Maupun Kaharingan

BANJARBARU – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, Palmi Jaya menegaskan…

Jumat, 24 November 2017 13:24

Berikan Kiat Cara Bekerja Dengan Bahagia

BANJARBARU - Program kelas inspirasi yang digelar oleh General Manager Community Plus (GMC+) bekerja…

Jumat, 24 November 2017 12:59

Jalan A Yani Km 32 Dipasang Videotron, Pengendara: Silau Pak!

BANJARBARU - Di Banjarbaru kini telah tersedia videotron, dipasang di Jalan A Yani Km 32. Sayangnya,…

Jumat, 24 November 2017 11:21

9.537 Orang Sudah Mendapat Penyuluhan

BATULICIN - Ratusan anggota majelis taklim dan pengajian yang ada di Bumi Bersujud, mengikuti sosialisasi…

Jumat, 24 November 2017 11:20

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

BATULICIN - Wabup Tanbu Sudian Noor mengatakan, salah satu indikator bahwa Kabupaten Tanah Bumbu terkenal…

Jumat, 24 November 2017 11:17

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Berkualitas

BATULICIN - Sinergi dengan peningkatan pembangunan sejumlah sarana kesehatan di Kabupaten Tanbu, pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .