MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 30 Oktober 2017 16:31
SDN Kayuh Abang II, Kena Wilayah Rawan Bencana, Warga Pindah, Sekolah Tutup
KOKOH: Walaupun sudah tidak difungsikan lagi, bangunan SDN Kayuh Abang II masih kokoh.

PROKAL.CO, Dulu SDN Kayuh Abang II memiliki ratusan sisa. Kini sekolah di Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut itu kini sudah tinggal nama.

------------------------------------------------------------

ARDIAN HAIRIANSYAH, Tambang Ulang

-----------------------------------------------------------

Untuk menemukan sekolah ini tidak terlalu sulit. Dari Kota Pelaihari jarak sekitar 25 Kilometer ke arah Kecamatan Kurau. Akses jalan cukup baik. Jalan ke sekolah bahkan baru diaspal.

Penulis mendatangi sekolah tersebut, kemarin (28/10 melihat pemandangan yang membuat trenyuh. Sekolah yang dulunya berisi sekitar ratusan murid itu kini hanya menyisakan bangunan tua yang dikelilingi  ilalang.   Bangunan sekolah relatif masih tampak baik, bahkan tiang bendera masih berdiri kokoh.

Tidak itu saja, dinding dan lantai yang terbuat dari kayu ulin masih sangat kuat. Begitu juga dengan kursi dan meja belajar, tidak mengalami kerusakan. Papan kelas yang terpasang di atas pintu kelas pun masih bagus.  Papan nama sekolahpun masih berdiri, walaupun tulisan nama sekolah tidak terlihat dengan baik.

Untuk mendapatkan informasi secara jelas, penulis menemui Sugiono penjaga sekolah SDN Kayuh Abang I yang tak jauh dari SDN Kayuh Abang II. Dia mengatakan SDN Kayuh Abang II sudah tidak berfungsi setelah pada tahun ajaran 2016 ada 11 murid dipindahkan ke SDN Kayuh Abang I.

Dirinya menceritakan, SD yang berada di kawasan transmigrasi itu berdiri sekitar tahun 1998 dengan jumlah murid mencapai 200 anak. Namun, dari tahun k etahun, murid-murid itu selain lulus juga pindah, lantaran mengikuti orang tua untuk mengadu nasib dikehidupan layak."Dulu ratusan anak bermain dan belajar disini, kini sudah tidak ada aktivitas lagi," tuturnya.

Hal ini disebabkan peserta transmigrasi tidak dapat bertahan lama hidup di atas tanah yang dipersiapkan di era zaman Pemerintah Orde Baru itu."Mereka banyak meninggalkan lahan tersebut, dan anak-anak juga ikut orang tua pergi meninggalkan lokasi itu," jelasnya.

Di saat musim penghujan kondisi lahan   selalu digenangi air. Membutuhkan tiga bulan waktu genangan air itu dapat surut.  Bencana lainnya,  angin puting beliung juga selalu mengancam  lokasi ini.

Kini pemerintah, terus berupaya membuat kawasan itu diperbaiki. Pemerintah membangun saluran air, dan jalan menuju sekolah. Pendopo dan masjid dibangun. Hal ini dilakukan, agar warga transmigran dapat kembali pulang di Bumi Tuntung Pandang.

Sugiono juga berharap pemerintah dapat memperhatikan secara serius lokasi ini, agar kehidupan warga   layak seperti daerah lain.

  Wakil Bupati Tala Sukamta sendiri mengaku sudah mengetahui lokasi transmigrasi tersebut.  Dia mengaku saat bertugas di Dinas Kehutanan tahun 1995, memang sudah tidak merekomendasikan transmigran  berada di lokasi tersebut. Lantaran, lokasi di kawasan tersebut di daerah rawa dan rawan banjir. "Saat saya bertugas di Dinas, sudah ada rekemondasi lokasi tersebut tidak layak," jelasnya yang mengatakan meski demikian,   keputusan tetap berada di Kantor Wilayah Transmigrasi saat itu.

Pemkab sendiri sudah berusaha maksimal untuk membuat wilayah tersebut berdenyut hidup.  Pemerintah berupaya membuatkan saluran air, bahkan memperbaiki sarana jalan  hingga ke Masjid. Ini dilakukan sembari berharap  para transmigran bisa kembali pulang dan memanfaatkan sarana tersebut dengan baik.

Dia sendiri mengatakan persoalan sekolah, tidak bermasalah.  Murid-murid yang tersisa sudah dipindahkan ke SDN Kayuh Abang I yang tidak jauh dari lokasi transmigrasi. “Kedepan, jika lokasi transmigrasi ini ramai kembali oleh masyarakat, tidak menutup kemungkinan sekolah akan dibuka kembali,” pungkasnya. (ard/ay/ran) 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 09:55

Berawal Ketiadaan Toilet Buat Kencing, Berdirilah Galeri Unik Ini

Apa yang dilakukan oleh warga RT 05 RW 02 Kelurahan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:46

Moses Sulap Puing Kayu Menjadi Seni Bernilai Tinggi

Beri Moses Foresto puing-puing kayu, dia bisa menjadikannya apa saja.…

Kamis, 13 Desember 2018 13:20

Bekali Santri Keterampilan Untuk Hadapi Tantangan Zaman

Nyantri bukan melulu tentang ngaji. Di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin,…

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .