MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 01 November 2017 13:52
Haul Jamak Pahlawan Pertempuran 9 November 1945
RUMAH PERJUANGAN: Rumah di Jalan DI Panjaitan ini menjadi tempat untuk pelaksanaan Haul Jamak Syuhada Pejuang 9 November 1945 yang akan dilaksanakan, Kamis (9/10) sekitar pukul 13.00 Wita

PROKAL.CO, Masyarakat Banjarmasin tentu sudah banyak yang tahu mengenai sejarah prasasti yang dibangun di pojok kanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin di Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin Tengah.

--------

Prasasti itu merupakan penanda perjuangan rakyat Banjarmasin dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam peperangan Jumat, 9 November 1945 itu sembilan pejuang gugur. Mereka adalah Badran, Badrun, Utuh, Taim, Sepa, Dulah, Umar, Pamarup dan Jumain.

Untuk mengenang jasa mereka inilah keluarga para pejuang yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Pejuang (Sikap) mereka berencana akan menggelar Haul Jamak dan Ziarah ke Tugu Syuhada Pahlawan 9 November 1945.

“Haul sekaligus ziarah ini merupakan pesan dari almarhum M Amin Efendi, bapak saya yang saat itu ikut berjuang saat itu,” kata Formatur Sikap, Alimun Hakim, Selasa (31/10).

Acaranya akan dilaksanakan Kamis, 9 November 2017 pukul 13.00 Wita sampai selesai. Tempatnya di rumah pejuang 9 November. Karena itu kami mengundang warga Banjarmasin agar dapat hadir dalam acara tersebut.

Tujuannya selain memberitahukan mengenai pejuang dari Kalimantan sekaligus mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam medan pertempuran pada zaman itu. Pengorbanan yang dilakukan oleh para pejuang adalah untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Kita ingin masyarakat juga tahu atas perjuangan para pahlawan dari Kalimantan dalam melawan penjajah, makanya kita undang masyarakat dan mahasiswa,” jelasnya.

Alimun menceritakan kenapa setiap tanggal bersejarah itu selalu diadakan haul, karena awalnya ketika pertempuran 9 November 1945 ada sembilan rekan mereka yang gugur. Para korban dibawa ke rumah perjuangan yang letaknya tidak jauh dari tugu 9 November di Jalan DI Panjaitan. Kebetulan abah (sebutan ayah) adalah sebagai Panglima Laskar Barisan Pemberontak Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK).

“Untuk mengenang perjuangan pejuang yang meninggal ayah yang selalu melakukan haul mengundang santri dari pesantren, hingga 2011 ayah meninggal di usia 92 tahun, beliau pesan agar anak-anaknya meneruskan kebiasaan ini, mengirim doa dan membacakan tahlil bagi para arwah,” tuturnya.

Saya dan beberapa saudara pun berinisiatif melanjutkan yang sudah dipesan oleh ayah hingga sekarang. “Biasanya ada sejumlah veteran yang sampai sekarang masih hidup juga hadir dalam haul nanti,” ujarnya. (gmp/by/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 11:45

Tidak Mudah, Honorer Ini Pantau CCTV di Menara Pandang Hingga Larut Malam

Di depan layar monitor yang lebarnya tak lebih lebar dari…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:03
Kisah Bocah-bocah Penjual Buku Mewarnai di Banjarmasin

Demi Sesuap Nasi Mereka Sampai Dikejar-Kejar Satpol PP

Mobil partoli Satpol PP Kota Banjarmasin melintas di perempatan Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:31

Jejak Laskar Pelangi di Banua (2)

Belajar di gudang kecil kadang membuat siswa SD Dusun Munggu…

Kamis, 06 Desember 2018 13:02

Jejak Laskar Pelangi di Banua

Hanya 12 siswa dan satu gedung kecil. Tapi mereka semangat…

Rabu, 05 Desember 2018 12:25

Gol A Gong Berbagi Motivasi ke Penulis Muda Balangan

Yang mengalami masa remaja di era 80’ dan 90’ an,…

Rabu, 05 Desember 2018 10:10

Wahh!! Rabiul Awal Jadi Bulan Rezeki Pengrajin Mahar Pernikahan

Rabiul Awal atau bulannya Maulid Nabi pada penanggalan Hijriah, menjadi…

Senin, 03 Desember 2018 12:33

Dianggap Terlalu Cepat, DE Walhi Khawatirkan Muncul Masalah Baru

BANJARMASIN – Pegunungan Meratus sudah resmi menjadi Geopark Nasional. Pemerintah…

Minggu, 02 Desember 2018 12:43

Kamu Harus Tahu!! Sejarah Mess L Yang di Anggap Angker

Dulu, Mes L seperti rumah hantu yang berada di tengah-tengah…

Sabtu, 01 Desember 2018 13:11

Perjuangan Ibu Dua Anak yang Hidup Bersama HIV/AIDS

Fenomena diskriminasi para Orang Dengan HIV/AIDS sering terjadi. Kurangnya pemahaman…

Kamis, 29 November 2018 08:58

Inspirasi, Amat Pemuda Yang Tidak Pernah Menyerah Dengan Pendidikan

Namanya singkat: Ahmad. Panggilannya lebih sederhana lagi: Amat. Namun kegigihannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .