MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 01 November 2017 13:52
Haul Jamak Pahlawan Pertempuran 9 November 1945
RUMAH PERJUANGAN: Rumah di Jalan DI Panjaitan ini menjadi tempat untuk pelaksanaan Haul Jamak Syuhada Pejuang 9 November 1945 yang akan dilaksanakan, Kamis (9/10) sekitar pukul 13.00 Wita

PROKAL.CO, Masyarakat Banjarmasin tentu sudah banyak yang tahu mengenai sejarah prasasti yang dibangun di pojok kanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin di Jalan DI Panjaitan, Banjarmasin Tengah.

--------

Prasasti itu merupakan penanda perjuangan rakyat Banjarmasin dalam mempertahankan kemerdekaan. Dalam peperangan Jumat, 9 November 1945 itu sembilan pejuang gugur. Mereka adalah Badran, Badrun, Utuh, Taim, Sepa, Dulah, Umar, Pamarup dan Jumain.

Untuk mengenang jasa mereka inilah keluarga para pejuang yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Pejuang (Sikap) mereka berencana akan menggelar Haul Jamak dan Ziarah ke Tugu Syuhada Pahlawan 9 November 1945.

“Haul sekaligus ziarah ini merupakan pesan dari almarhum M Amin Efendi, bapak saya yang saat itu ikut berjuang saat itu,” kata Formatur Sikap, Alimun Hakim, Selasa (31/10).

Acaranya akan dilaksanakan Kamis, 9 November 2017 pukul 13.00 Wita sampai selesai. Tempatnya di rumah pejuang 9 November. Karena itu kami mengundang warga Banjarmasin agar dapat hadir dalam acara tersebut.

Tujuannya selain memberitahukan mengenai pejuang dari Kalimantan sekaligus mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam medan pertempuran pada zaman itu. Pengorbanan yang dilakukan oleh para pejuang adalah untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia.

“Kita ingin masyarakat juga tahu atas perjuangan para pahlawan dari Kalimantan dalam melawan penjajah, makanya kita undang masyarakat dan mahasiswa,” jelasnya.

Alimun menceritakan kenapa setiap tanggal bersejarah itu selalu diadakan haul, karena awalnya ketika pertempuran 9 November 1945 ada sembilan rekan mereka yang gugur. Para korban dibawa ke rumah perjuangan yang letaknya tidak jauh dari tugu 9 November di Jalan DI Panjaitan. Kebetulan abah (sebutan ayah) adalah sebagai Panglima Laskar Barisan Pemberontak Republik Indonesia Kalimantan (BPRIK).

“Untuk mengenang perjuangan pejuang yang meninggal ayah yang selalu melakukan haul mengundang santri dari pesantren, hingga 2011 ayah meninggal di usia 92 tahun, beliau pesan agar anak-anaknya meneruskan kebiasaan ini, mengirim doa dan membacakan tahlil bagi para arwah,” tuturnya.

Saya dan beberapa saudara pun berinisiatif melanjutkan yang sudah dipesan oleh ayah hingga sekarang. “Biasanya ada sejumlah veteran yang sampai sekarang masih hidup juga hadir dalam haul nanti,” ujarnya. (gmp/by/ram)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .