MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 02 November 2017 14:13
Taufik Noor, Guru Muda Desa yang Produktif Menulis

Sejak SMA Sudah Jual Puisi

INSPIRATIF: Taufik Noor bersama dengan siswa-siswinya di SDN Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

PROKAL.CO, Sempat kesulitan menyambung pendidikannya,   Taufik Noor (33) akhirnya berhasil menjadi guru PNS. Dia kini produktif menulis untuk membagikan perjuangan dan pandangannya tentang profesi pengajar.

--------------------------------------

Ardian Hariyansyah, Jorong.

--------------------------------------

Taufik bertugas di  Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Tala). Dari ibukota Tala, Pelaihari , sekolahnya berjarak sekitar 32 kilometer.  Meski mengajar di sekolah terpencil, Taufik tak patah arang. Dia mampu menjadi guru yang menginspirasi banyak pengajar lainnya lewat tulisan-tulisannya.

Taufik menceritakan  kemampuannya menulis ini sejak di bangku SDN Handil Negara. Dia suka pelajaran mengarang. Saat melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kurau, kemampuannya mulai terasah. Hebatnya, tidak hanya pelajaran Bahasa Indonesia, Taufik juga menyenangi semua pelajaran. Dia dinobatkan sebagai siswa teladan dan berprestasi se Kecamatan Kurau. Dia akhirnya mendapatkan beasiswa ke jenjang sekolah menengah.

Taufik memilih sekolah ke Martapura. Alasannya lantaran  lingkungannya  tidak nyaman untuk pendidikan. Banyak teman-teman dan pemuda di desa tempat tinggalnya mengajak mabuk-mabukan dan bermain judi.

Meski demikian, bersekolah di SMAN 1 Martapura, tak membuat pendidikannya mulus. Sekolah memang teratasi, tetapi untuk hidup sehari-hari, dia kesulitan. Orang tua Madikansyah dan Rusdiana tidak mampu untuk memenuhi keseharian dirinya saat berada di Kota serambi mekah itu. Dari hasil nelayan,  orangtuanya hanya mengumpulkan sekitar Rp1,5 juta perbulan.

 Tetapi, tekad Taufik tidak surut, berbagai cara dilakukan, agar bertahan terus sekolah di luar desanya."Kondisi saya sangat memprihatinkan saat sekolah di Martapura," terangnya.

Dirinya harus rela setiap malam membantu-bantu melayani di  warung seafood atau lalapan pinggir jalan. Dari hasil itu selain dapat makan, uang tambahan sekolah juga didapat. Apalagi, sedikit demi sedikit dia bisa juga mengumpulkan uang dari kepiawaiannya menulis.

“Teman sekolah ada yang suruh membuat makalah, dan terkadang juga diminta untuk membuatkan puisi,” katanya tersipu.   Dari hasil membuat puisi ini, teman-temanya  memberi uang Rp5 ribu. “Bahkan pernah hingga Rp500 ribu,” kenangnya.

Persoalan kembali terjadi. Setelah dinyatakan lulus sekolah tahun 2002 di SMAN 1 Martapura, dirinya kembali ke kampung halaman. Meski bercita-cita ingin kuliah, tetapi Taufik tak bisa memaksakan diri karena terkendala ekonomi. Dia terus berdoa agar dibukakan jalan untuk kembali melanjutkan pendidikan.

Doa Taufik bersambut. Adalah sosok Hamsan, seorang kepala sekolah  di bangku SD-nya yang mengajak Taufik untuk mengajar dan akan memberikan fasilitas gratis berkuliah di Universitas Terbuka. Taufik bersorak. Kesempatan ini tidak disia-siakannya.

Taufik kemudian mulai giat menulis. Tak henti-hentinya dirinya menulis buku dan puisi.   Hasil karyanya kerap juga dimuat di Radar Banjarmasi

Buku-buku yang sudah dihasilkannya yaitu, Ibuku Pahlawanku, Menjadi Guru yang Dirindukan Siswa dan Guru Sang Menantu Idola yang akan diterbitkan. Salah satu bukunya  Guru yang Dirindukan Siswa b diikutkan saat pameran di JCC Provinsi Jakarta tahun 2016 lalu. Tidak itu saja, puluhan artikel dan ratusan puisi sudah dihasilkan dari tangan anak nelayan ini.

Sebagai guru, Taufik mendapatkan banyak penghargaan.   Salah satunya adalah   Juara I Forum Ilmiah guru 2013. Dia juga  langganan sebagai pemateri kepenulisan kepada guru lainnya, tidak hanya di Tala, namun juga di Kabupaten lain.  Bulan Desember mendatang, dia bahkan akan terbang ke Banyuwangi Provinsi Jawa Timur untuk menjadi pemateri.

Sebelum mengakhiri ceritanya, Taufik mengatakan semua karya yang dihasilkan  merupakan pengalaman pribadi yang dibagikannya sebagai manfaat untuk orang lain.  Dan yang terpenting, dalam hidupnya petuah orang tua yang disampaikan. “Jadilah orang yang memberikan manfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Jorong Siti Rafiah Bani mengatakan meski baru 3 bulan menjabat, dia sudah dapat menilai sosok guru kelahiran Kurau 3 April 1984 ini memang sangat kreatif. "Banyak guru yang mengidolakan sosok Pak Taufik, dia sangat inspiratif," pujinya. (ard/ay/ran)


BACA JUGA

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Selasa, 06 Februari 2018 11:43

Penggemar Berat Game Online Bikin Situs Alquran Audio

Enam bulan lalu, Fahreza membangun situs Alquran Audio. Idenya memang tak orisinil, tak juga menyentak.…

Senin, 05 Februari 2018 10:12
Laporan dari Perayaan Hari Kanker Sedunia 2018

Selundupkan Obat Kanker Demi Bertahan Hidup

Vonis kanker ibarat tenggat waktu menuju kematian. Anggapan itulah yang coba dikikis Chalid dan Humaidi.…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:43

Mengunjungi Taman HR Seribu Bunga di Desa Tanah Bangkang

Bagi penikmat pemandangan pegunungan, silakan coba kawasan yang baru saja dibuka di Kabupaten Hulu Sungai…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:40

Ketika Mereka Melawan Kanker dengan Harapan

Besok (4/2) masyarakat dunia memperingati Hari Kanker. Inilah kisah Aisyah dan Burhanuddin, penderita…

Sabtu, 03 Februari 2018 14:18

Kreatif, Hasilkan Uang dari Modifikasi Gundam

Penggemar anime Jepang, pasti tahu dengan Gundam. Tak sebatas hanya di film. Karakternya sudah menjelma…

Jumat, 02 Februari 2018 12:15

Ini Jadinya Kalau Polwan Gabung Pasukan Raimas

Polisi harus siap ditugaskan di mana saja. Termasuk ditunjuk sebagai pasukan pengurai massa. Seperti…

Kamis, 01 Februari 2018 15:31

Kisah Syarif, Warga Sungai Besar yang Terbaring Sakit karena Diabetes

Syarif, warga Komplek Jeruk Raya, Kelurahan Sungai Besar sedang memerlukan bantuan. Pria berusia 40…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .