MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 02 November 2017 14:13
Taufik Noor, Guru Muda Desa yang Produktif Menulis

Sejak SMA Sudah Jual Puisi

INSPIRATIF: Taufik Noor bersama dengan siswa-siswinya di SDN Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

PROKAL.CO, Sempat kesulitan menyambung pendidikannya,   Taufik Noor (33) akhirnya berhasil menjadi guru PNS. Dia kini produktif menulis untuk membagikan perjuangan dan pandangannya tentang profesi pengajar.

--------------------------------------

Ardian Hariyansyah, Jorong.

--------------------------------------

Taufik bertugas di  Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Tala). Dari ibukota Tala, Pelaihari , sekolahnya berjarak sekitar 32 kilometer.  Meski mengajar di sekolah terpencil, Taufik tak patah arang. Dia mampu menjadi guru yang menginspirasi banyak pengajar lainnya lewat tulisan-tulisannya.

Taufik menceritakan  kemampuannya menulis ini sejak di bangku SDN Handil Negara. Dia suka pelajaran mengarang. Saat melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kurau, kemampuannya mulai terasah. Hebatnya, tidak hanya pelajaran Bahasa Indonesia, Taufik juga menyenangi semua pelajaran. Dia dinobatkan sebagai siswa teladan dan berprestasi se Kecamatan Kurau. Dia akhirnya mendapatkan beasiswa ke jenjang sekolah menengah.

Taufik memilih sekolah ke Martapura. Alasannya lantaran  lingkungannya  tidak nyaman untuk pendidikan. Banyak teman-teman dan pemuda di desa tempat tinggalnya mengajak mabuk-mabukan dan bermain judi.

Meski demikian, bersekolah di SMAN 1 Martapura, tak membuat pendidikannya mulus. Sekolah memang teratasi, tetapi untuk hidup sehari-hari, dia kesulitan. Orang tua Madikansyah dan Rusdiana tidak mampu untuk memenuhi keseharian dirinya saat berada di Kota serambi mekah itu. Dari hasil nelayan,  orangtuanya hanya mengumpulkan sekitar Rp1,5 juta perbulan.

 Tetapi, tekad Taufik tidak surut, berbagai cara dilakukan, agar bertahan terus sekolah di luar desanya."Kondisi saya sangat memprihatinkan saat sekolah di Martapura," terangnya.

Dirinya harus rela setiap malam membantu-bantu melayani di  warung seafood atau lalapan pinggir jalan. Dari hasil itu selain dapat makan, uang tambahan sekolah juga didapat. Apalagi, sedikit demi sedikit dia bisa juga mengumpulkan uang dari kepiawaiannya menulis.

“Teman sekolah ada yang suruh membuat makalah, dan terkadang juga diminta untuk membuatkan puisi,” katanya tersipu.   Dari hasil membuat puisi ini, teman-temanya  memberi uang Rp5 ribu. “Bahkan pernah hingga Rp500 ribu,” kenangnya.

Persoalan kembali terjadi. Setelah dinyatakan lulus sekolah tahun 2002 di SMAN 1 Martapura, dirinya kembali ke kampung halaman. Meski bercita-cita ingin kuliah, tetapi Taufik tak bisa memaksakan diri karena terkendala ekonomi. Dia terus berdoa agar dibukakan jalan untuk kembali melanjutkan pendidikan.

Doa Taufik bersambut. Adalah sosok Hamsan, seorang kepala sekolah  di bangku SD-nya yang mengajak Taufik untuk mengajar dan akan memberikan fasilitas gratis berkuliah di Universitas Terbuka. Taufik bersorak. Kesempatan ini tidak disia-siakannya.

Taufik kemudian mulai giat menulis. Tak henti-hentinya dirinya menulis buku dan puisi.   Hasil karyanya kerap juga dimuat di Radar Banjarmasi

Buku-buku yang sudah dihasilkannya yaitu, Ibuku Pahlawanku, Menjadi Guru yang Dirindukan Siswa dan Guru Sang Menantu Idola yang akan diterbitkan. Salah satu bukunya  Guru yang Dirindukan Siswa b diikutkan saat pameran di JCC Provinsi Jakarta tahun 2016 lalu. Tidak itu saja, puluhan artikel dan ratusan puisi sudah dihasilkan dari tangan anak nelayan ini.

Sebagai guru, Taufik mendapatkan banyak penghargaan.   Salah satunya adalah   Juara I Forum Ilmiah guru 2013. Dia juga  langganan sebagai pemateri kepenulisan kepada guru lainnya, tidak hanya di Tala, namun juga di Kabupaten lain.  Bulan Desember mendatang, dia bahkan akan terbang ke Banyuwangi Provinsi Jawa Timur untuk menjadi pemateri.

Sebelum mengakhiri ceritanya, Taufik mengatakan semua karya yang dihasilkan  merupakan pengalaman pribadi yang dibagikannya sebagai manfaat untuk orang lain.  Dan yang terpenting, dalam hidupnya petuah orang tua yang disampaikan. “Jadilah orang yang memberikan manfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Jorong Siti Rafiah Bani mengatakan meski baru 3 bulan menjabat, dia sudah dapat menilai sosok guru kelahiran Kurau 3 April 1984 ini memang sangat kreatif. "Banyak guru yang mengidolakan sosok Pak Taufik, dia sangat inspiratif," pujinya. (ard/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…

Jumat, 01 Juni 2018 11:25

Serunya Sahur Sembari Menyaksikan Mamanda Bersama Taman Budaya Kalsel

Sang Putri dari Kerajaan Malinggam Cahaya tak hanya terkenal cantik, namun juga fasih dalam melantunkan…

Rabu, 30 Mei 2018 15:00
Perayaan Waisak di Banjarmasin

Pesan Jaga Keharmonisan, Panjatkan Doa Untuk Negeri

Winda terlihat penuh hati-hati meletakkan dana makan ke mangkok yang dibawa oleh para Bikhu di Vihara…

Selasa, 29 Mei 2018 15:35

Seniman Clay Dari Banjarmasin

Menyerupai tanah liat, namun kaya warna. Adonan khusus itu kalis dan bisa dibentuk. Itulah clay. Dian…

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .