MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Kamis, 02 November 2017 16:50
Ketika Listrik Masuk di Pulau Terpencil, Kerayaan Kotabaru

Siswa Tak Lagi Khawatir Belajar di Malam Hari

PERESMIAN: GM PLN Kalselteng, Rustamadji bersama Bupati Kotabaru meresmikan beroperasinya ULD Pulau Kerayaan. | Foto: Rahmat Hidayatullah / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pulau Kerayaan merupakan sebuah pulau atau desa terpencil yang berada di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru. Warga pulau ini sepanjang hidupnya belum mengenal listrik dari PLN. Selama ini mereka menikmati listrik menggunakan genset. Lantas, bagaimana jika listrik sudah masuk desa mereka? Berikut Ceritanya!

---------------------------------------------------------

RAHMAT HIDAYATULLAH, Kotabaru

---------------------------------------------------------

JARUM jam menunjukkan tepat pukul 07.00 Wita. Mobil segera bergegas melaju menuju ke dermaga Tanjung Lalak. Tak mudah jalan yang dilalui menuju dermaga tersebut.

Jalan sepanjang lebih dari 140 kilometer dilewati dalam waktu lebih dari empat jam. Pasalnya, jalan sepanjang itu, hanya 30 persen dalam kondisi baik. Sisanya dapat terlihat dari kondisi pinggul sesampainya di dermaga Tanjung Lalak.

Tak ada waktu untuk istirahat, karena matahari sudah beranjak naik. Terlambat sedikit bakal berharapan dengan gelombang laut. Perjalanan pun dilanjutkan menggunakan perahu kecil yang diisi oleh enam penumpang.

Empat puluh lima menit perjalanan laut ternyata lebih menyenangkan dibandingkan perjalanan darat karena hamparan pemandangan yang luar biasa indah. Gelombang laut cukup bersahabat, puluhan burung camar menemani perjalanan melewati laut jawa tersebut.

Sesampainya di Pulau Kerayaan, ada pemandangan yang aneh. Masyarakat di pulau terpencil dengan luas 2,5 kilo meter persegi tersebut terlihat ramai berkumpul di halaman SDN Rusung Raya bersama para guru dengan raut muka yang ceria. Dari kejauhan juga terlihat juga beberapa panel surya yang dilihat dari bentuknya sepertinya sudah tidak dapat beroperasi.

Informasinya, memang selama beberapa bulan ini PLN bekerja keras untuk mewujudkan mimpi warga Pulau Kerayaan dan pulau tetangganya, Pulau Kerumputan agar dapat menikmati listrik. Beberapa petugas dari PLN Area Kotabaru harus rela menginap di lokasi untuk mendirikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3,5 kilo meter sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang hampir 1 kilo meter (km).

“Kami telah mendatangkan empat unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 4x100 Kilo Watt (KW) untuk warga Pulau Kerayaan. Kemudian untuk Pulau Kerumputan, kami juga telah mendatangkan tiga unit mesin PLTD dengan kapasitas 3x100 KW. Total investasi yang PLN keluarkan mencapai 8 miliar rupiah”, ujar General Manager PLN Kalselteng, Rustamadji, Selasa (31/10) sesaat sebelum meresmikan beroperasinya mesin PLTD tersebut.

Sesaat setelah mesin PLTD dioperasikan, gemuruh tepuk tangan menggema di sekolahan tersebut. Ternyata guru dan siswa tadi sudah menunggu ingin menyaksikan peristiwa bersejarah, yakni menyalanya lampu sekolahan menggunakan listrik dari PLN.

Kepala Sekolah SDN Rusung Raya, Lesnusa tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat lampu yang sudah menyala dihadapannya. "Ini merupakan hal yang patut kita syukuri, senang melihat lampu sudah menyala tanpa suara berisik dari genset. Rasanya luar biasa, kami sudah menunggu sejak lama", jelas Lesnusa.

Lebih lanjut Lesnusa juga menceritakan bahwa selama ini dengan mengandalkan genset, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Per hari ia butuh sekitar 2-3 liter bensin. Sehingga per bulan bisa habis sampai ratusan ribu untuk genset sendiri. Lesnusa pun merasa gembira, dengan menggunakan listrik PLN, biaya yang harus dikeluarkan tentunya lebih murah.

Usai menceritakan pengalamannya mengandalkan genset, dengan nada yang yakin Lesnusa mengatakan masuknya listrik ke Desa Kerayaan ini akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Desa Kerayaan.

"Harapan kami, hadirnya listrik PLN dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, seperti penggunaan jaringan komputer dan peralatan lainnya untuk mendukung proses pembelajaran. Saya yakin hari ini merupakan titik balik kemajuan kami", terang Lesnusa.

Salah seorang siswa SDN Rusung Raya, Anang (12) dengan polosnya meloncat bergembira. Ia merasa senang, karena sekarang saat malam hari ia tidak perlu khawatir lagi dengan suara berisik genset di belakang rumahnya.

“Saya sekarang tidak perlu khawatir kalau belajar di malam hari. Terima kasih bapak-bapak PLN”, ujarnya singkat.

Puluhan warga Pulau Kerumputan yang berada di lokasi peresmian ULD terlihat tak sabar untuk segera kembali kerumah untuk mencoba langsung nikmatnya listrik PLN yang tentunya lebih murah dibandingkan biaya mengoperasikan genset.

Apa yang dilakukan petugas PLN Area Kotabaru ini merupakan wujud nyata PLN dalam menghadirkan listrik untuk seluruh warga Indonesia, tak terkecuali pulau terpencil pun. Sepanjang usia Pulau Kerayaan dan Pulau Kerumputan, Selasa (31/10) tadi merupakan peristiwa bersejarah bagi mereka, karena mereka saat ini benar-benar merasa merdeka seperti yang dirasakan warga perkotaan lainnya.

Tak terasa dua jam berada di pulau tersebut, rintik hujan mulai turun. Rombongan pun segera bergegas untuk segera pulang untuk menghindari tingginya gelombang laut. Sebelum meninggalkan warga terdengar Rustamadji berpesan kepada seluruh warga.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan listrik untuk kehidupan sehari-hari. Sudah ada petugas kami yang akan bertugas di Desa Kerayaan ini, dan kami siap melayani anda dengan sepenuh hati", pungkasnya. (ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 12:57

Kisah Andra Fathur Rahman, Desainer Spesialis Gaun di Banjarmasin

Gaun menjuntai. Dengan sematan payet dan beberapa ornamen khas kain tile. Pemakainya sudah pasti memesona.…

Rabu, 23 Mei 2018 14:59

Menengok Jumat Kelabu Lewat Kliping Koran

23 Mei 1997. Setelah salat Jumat, Tajuddin hendak menuju Lapangan Kamboja. Mengikuti puncak kampanye…

Senin, 21 Mei 2018 12:56

Ini Dia Sosok Dibalik Bubur Sabilal yang Melegenda

Bubur ayam sudah menjadi ciri khas Ramadan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Ribuan porsi disiapkan bagi…

Sabtu, 19 Mei 2018 10:38

Menengok Kelahiran Kampung Mural di Jalan Tunjung Maya

Seusai salat tarawih hingga tibanya waktu sahur, warga dan pelukis berkumpul. Membawa teko kopi dan…

Senin, 14 Mei 2018 15:15

Cerita Ketua MUI Tanbu KH Fadli Muis Mendirikan Pondok Pesantren Zaadul Muttaqiin

Saat ini, pondok pesantren mulai digandrungi anak muda putra dan putri. Pondok pesantren (ponpes) mulai…

Minggu, 13 Mei 2018 05:50

Surat Terakhir Erik Petersen Pria Keturunan Bangsa Viking di Banua Anyar

Erik Petersen adalah keturunan Bangsa Viking. Yang memilih meninggal dunia di Banua Anyar. Warisan Erik,…

Sabtu, 12 Mei 2018 14:14

Menengok Kehidupan di Ponpes Dalam Pagar Kandangan

Santri; terpisah dari keluarga, belajar agama atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Kalau dibayangan…

Jumat, 11 Mei 2018 16:00

Kala Petani Keluhkan Sawah Mereka yang Mengering karena Irigasi Berubah Fungsi

Kejadian yang cukup langka  terjadi di Kampung Handil Buluan, Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai…

Jumat, 11 Mei 2018 15:56

Kisah Purnawirawan TNI yang Menjadi Relawan Penyeberangan Pejalan Kaki

Kopral Effendie sedang menyeberangkan pejalan kaki. Truk tentara melintas. Sejenak dia terdiam. Tangan…

Kamis, 10 Mei 2018 18:57

Kisah Nelayan Pulau Laut yang Menolak Keras Pertambangan

Sama seperti hari cerah lainnya, Ari si pemancing ikan gabus, beberapa hari lalu dapat puluhan kilogram…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .