MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 02 November 2017 16:50
Ketika Listrik Masuk di Pulau Terpencil, Kerayaan Kotabaru

Siswa Tak Lagi Khawatir Belajar di Malam Hari

PERESMIAN: GM PLN Kalselteng, Rustamadji bersama Bupati Kotabaru meresmikan beroperasinya ULD Pulau Kerayaan. | Foto: Rahmat Hidayatullah / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pulau Kerayaan merupakan sebuah pulau atau desa terpencil yang berada di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru. Warga pulau ini sepanjang hidupnya belum mengenal listrik dari PLN. Selama ini mereka menikmati listrik menggunakan genset. Lantas, bagaimana jika listrik sudah masuk desa mereka? Berikut Ceritanya!

---------------------------------------------------------

RAHMAT HIDAYATULLAH, Kotabaru

---------------------------------------------------------

JARUM jam menunjukkan tepat pukul 07.00 Wita. Mobil segera bergegas melaju menuju ke dermaga Tanjung Lalak. Tak mudah jalan yang dilalui menuju dermaga tersebut.

Jalan sepanjang lebih dari 140 kilometer dilewati dalam waktu lebih dari empat jam. Pasalnya, jalan sepanjang itu, hanya 30 persen dalam kondisi baik. Sisanya dapat terlihat dari kondisi pinggul sesampainya di dermaga Tanjung Lalak.

Tak ada waktu untuk istirahat, karena matahari sudah beranjak naik. Terlambat sedikit bakal berharapan dengan gelombang laut. Perjalanan pun dilanjutkan menggunakan perahu kecil yang diisi oleh enam penumpang.

Empat puluh lima menit perjalanan laut ternyata lebih menyenangkan dibandingkan perjalanan darat karena hamparan pemandangan yang luar biasa indah. Gelombang laut cukup bersahabat, puluhan burung camar menemani perjalanan melewati laut jawa tersebut.

Sesampainya di Pulau Kerayaan, ada pemandangan yang aneh. Masyarakat di pulau terpencil dengan luas 2,5 kilo meter persegi tersebut terlihat ramai berkumpul di halaman SDN Rusung Raya bersama para guru dengan raut muka yang ceria. Dari kejauhan juga terlihat juga beberapa panel surya yang dilihat dari bentuknya sepertinya sudah tidak dapat beroperasi.

Informasinya, memang selama beberapa bulan ini PLN bekerja keras untuk mewujudkan mimpi warga Pulau Kerayaan dan pulau tetangganya, Pulau Kerumputan agar dapat menikmati listrik. Beberapa petugas dari PLN Area Kotabaru harus rela menginap di lokasi untuk mendirikan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3,5 kilo meter sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang hampir 1 kilo meter (km).

“Kami telah mendatangkan empat unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas 4x100 Kilo Watt (KW) untuk warga Pulau Kerayaan. Kemudian untuk Pulau Kerumputan, kami juga telah mendatangkan tiga unit mesin PLTD dengan kapasitas 3x100 KW. Total investasi yang PLN keluarkan mencapai 8 miliar rupiah”, ujar General Manager PLN Kalselteng, Rustamadji, Selasa (31/10) sesaat sebelum meresmikan beroperasinya mesin PLTD tersebut.

Sesaat setelah mesin PLTD dioperasikan, gemuruh tepuk tangan menggema di sekolahan tersebut. Ternyata guru dan siswa tadi sudah menunggu ingin menyaksikan peristiwa bersejarah, yakni menyalanya lampu sekolahan menggunakan listrik dari PLN.

Kepala Sekolah SDN Rusung Raya, Lesnusa tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat lampu yang sudah menyala dihadapannya. "Ini merupakan hal yang patut kita syukuri, senang melihat lampu sudah menyala tanpa suara berisik dari genset. Rasanya luar biasa, kami sudah menunggu sejak lama", jelas Lesnusa.

Lebih lanjut Lesnusa juga menceritakan bahwa selama ini dengan mengandalkan genset, biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Per hari ia butuh sekitar 2-3 liter bensin. Sehingga per bulan bisa habis sampai ratusan ribu untuk genset sendiri. Lesnusa pun merasa gembira, dengan menggunakan listrik PLN, biaya yang harus dikeluarkan tentunya lebih murah.

Usai menceritakan pengalamannya mengandalkan genset, dengan nada yang yakin Lesnusa mengatakan masuknya listrik ke Desa Kerayaan ini akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Desa Kerayaan.

"Harapan kami, hadirnya listrik PLN dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kami, seperti penggunaan jaringan komputer dan peralatan lainnya untuk mendukung proses pembelajaran. Saya yakin hari ini merupakan titik balik kemajuan kami", terang Lesnusa.

Salah seorang siswa SDN Rusung Raya, Anang (12) dengan polosnya meloncat bergembira. Ia merasa senang, karena sekarang saat malam hari ia tidak perlu khawatir lagi dengan suara berisik genset di belakang rumahnya.

“Saya sekarang tidak perlu khawatir kalau belajar di malam hari. Terima kasih bapak-bapak PLN”, ujarnya singkat.

Puluhan warga Pulau Kerumputan yang berada di lokasi peresmian ULD terlihat tak sabar untuk segera kembali kerumah untuk mencoba langsung nikmatnya listrik PLN yang tentunya lebih murah dibandingkan biaya mengoperasikan genset.

Apa yang dilakukan petugas PLN Area Kotabaru ini merupakan wujud nyata PLN dalam menghadirkan listrik untuk seluruh warga Indonesia, tak terkecuali pulau terpencil pun. Sepanjang usia Pulau Kerayaan dan Pulau Kerumputan, Selasa (31/10) tadi merupakan peristiwa bersejarah bagi mereka, karena mereka saat ini benar-benar merasa merdeka seperti yang dirasakan warga perkotaan lainnya.

Tak terasa dua jam berada di pulau tersebut, rintik hujan mulai turun. Rombongan pun segera bergegas untuk segera pulang untuk menghindari tingginya gelombang laut. Sebelum meninggalkan warga terdengar Rustamadji berpesan kepada seluruh warga.

“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan listrik untuk kehidupan sehari-hari. Sudah ada petugas kami yang akan bertugas di Desa Kerayaan ini, dan kami siap melayani anda dengan sepenuh hati", pungkasnya. (ema)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:15

Kisah Mengharukan Perjuangan Para Honorer di Desa-Desa Terpencil

Benar kata mereka: Tak habis kisah jika menceritakan para guru honorer. Dengan perjuangan itu, layak…

Kamis, 20 September 2018 09:47

Sebelum Kuliah, Para Tersangka Perusakan Gedung Dewan Lapor Kantor Polisi Dulu

Empat dari tujuh mahasiswa yang menyandang status tersangka mencerutakan pengalaman mereka selepas unjuk…

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .