MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Minggu, 05 November 2017 12:30
Bincang Santai di Sela-Sela Pengerjaan Rumah Jomblo Reborn

Tukang Lebih Takut Ditembak Petir

TANPA PENGAMAN : Sukri, 50 tahun, tanpa rasa takut memaku rangka atap Rumah Jomblo, kemarin. Diperkirakan ikon selfie milik Banjarbaru itu rampung dikerjakan sepekan lagi.

PROKAL.CO, Roboh diterjang angin puting beliung, Rumah Jomblo di Gunung Kupang kembali dibangun. Tukang kayu yang mengerjakannya adalah ayah dan anak asli Cempaka.

---------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

---------------------------------------

DARI kejauhan, bentuk Rumah Jomblo sudah mulai terlihat. Dari empat sisi, tiga dinding sudah tersusun. Lantainya juga sudah bisa diinjak. Sekarang, Muhammad Sukri dan putranya Sofwan sedang sibuk mengerjakan bagian atap.

Ketika melihat penulis memotret dari bawah, Sukri rupanya tak sampai hati. Ia menurunkan dua jenjang tangga kayu darurat dan mengajak naik ke atas. Bahkan, bersedia memegangi ujung tangga begitu menyadari kaki penulis yang gemetaran karena takut ketinggian.

"Naik saja, dijamin aman 100 persen. Kapan lagi bisa motret Rumah Jomblo dari atas? Begitu rampung, nanti tidak boleh lagi naik kemari," kata Sukri dengan setengah berteriak.

Rumah Jomblo ambruk pada Rabu siang (25/10), ketika Banjarbaru diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua jam. Pengembang perumahan tempat Rumah Jomblo berada lalu bertekad membangun ulang. Alasannya, banyak yang merasa kehilangan, mengingat Rumah Jomblo sudah menjadi ikon selfie di Banjarbaru.

Sukri lah yang dihubungi developer dan ditawari pekerjaan itu. Ia mulai mengerjakannya sejak Ahad tadi (29/10). "Karena risikonya tinggi, saya hanya berani mengajak anak," kisahnya.

Pekerjaan ini memang ekstrem. Rumah Jomblo berdiri di atas gundukan tanah yang curam dan menjulang setinggi delapan meter. Permukaan tanah di puncaknya hanya seukuran 4x5 meter. Sementara rumah yang dibangun berukuran 3x4 meter. Praktis, tanah di sekeliling rumah yang bisa dipijak tersisa satu meter.

Jika tergelincir dan jatuh ke bawah, cukup untuk mematahkan tulang leher manusia. Tanpa alat pengaman, keduanya bekerja tanpa rasa takut. Memanjat, memaku dan menggergaji di ruang sempit.

"Saya hanya mengerjakan pesanan rumah pribadi untuk ditinggali. Belum pernah mengerjakan gedung atau ruko," imbuhnya.

Sukri, 50 tahun, tinggal di Kertak Baru Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Pria hitam legam ini asli orang Cempaka. Menjadi tukang kayu selama 15 tahun terakhir. "Sofwan anak kedua dari lima bersaudara. Semuanya lelaki, makanya saya pengen punya satu anak perempuan," ujarnya.

Sofwan sendiri tak tamat SD, tapi ia bisa membaca, menulis dan berhitung. Umurnya sekarang 19 tahun dan sedang kasmaran. "Belum menikah, tapi saya sudah punya pacar," ujarnya sembari tertawa.

Pagi itu, Sukri mengenakan kemeja hijau khas Hansip. Dengan topi butut berlogo R&R, singkatan dari Rudy dan Ruzaidin. Topi baseball itu hasil pembagian atribut kampanye beberapa tahun silam. Sedangkan Sofwan mengenakan kemeja Sasirangan yang sebenarnya lebih cocok dibawa kondangan.

Ada satu pantangan yang mereka terapkan. Mereka anti bekerja pada hari Jumat. Bagi penganut Islam yang saleh, Jumat adalah hari raya kecil, waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. "Jumat wajib libur," tegas Sukri.

Ditanya kapan Rumah Jomblo rampung, Sukri memperkirakan setidaknya butuh waktu satu pekan lagi. Tidak mudah, mengingat jika hujan mereka pasti turun. Terlalu nekat jika memaksa bekerja dalam kondisi cuaca buruk. Jika sedang sial bisa diterpa angin kencang atau permukaan tanah mendadak longsor karena guyuran air hujan.

"Sudah terbiasa bekerja di ketinggian, awalnya saja yang gemetaran. Tapi yang paling saya takuti adalah kalau ditembak petir. Makanya kalau mendung gelap, kami pasti turun," tukas Sukri.

Sementara Sofwan, menyebut yang paling sulit dari proyek ini adalah mengangkut material ke atas. Ia harus memegangi tangga dengan satu tangan sementara tangan lainnya memanggul batangan ulin atau bilahan papan.

Sebagian material Rumah Jomblo memang diambil dari sisa bangunan lama. Yang berhamburan setelah diterjang angin, atapnya saja melayang terbang hingga sejauh 100 meter. Yang baru adalah strukturnya, dibuat lebih kokoh dengan kayu ulin. "Saya sudah cek material lama, rangkanya mustahil dipakai. Sudah lapuk dan patah," jelasnha.

Proses pembangunan ini pun mendapat sambutan hangat netizen. Foto dan videonya diunggah berulang-ulang di media sosial seperti Instagram. Dengan tagar Rumah Jomblo Reborn, plesetan dari produksi ulang film Warkop Reborn.

Disebutkannya, yang paling peduli dengan proses pembangunan ulang Rumah Jomblo adalah Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi. "Pak Kapolsek setiap hari kemari, selalu menyempatkan waktu untuk singgah. Kemarin beliau naik kemari juga, repot-repot membawakan satu dus air mineral," pungkas Sukri. (fud)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 14:50

Mengunjungi Danau Biru Berwarna Hijau di Desa Pugaan Tabalong

Kabupaten Tabalong memiliki objek wisata buatan yang cukup menjanjikan sebagai destinasi rekreasi keluarga.…

Rabu, 22 November 2017 12:04

Kelas Inspirasi di Tiga Sekolah Sekaligus

BANJARBARU - Kelas Inspirasi, Selasa (21/11) kemarin diisi oleh tiga pimpinan perusahaan sekaligus di…

Rabu, 22 November 2017 09:23
Mengenal Grup Musik Panting Ading Batuah, Angkinang, HSS

Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini

Ada banyak ragam kesenian daerah yang dapat kita nikmati dan hingga kini masih terjaga. Salah satunya…

Selasa, 21 November 2017 13:44

Dewa Pahuluan: Memberi Tidak Meminta

“Boss, Bang Dewa dirawat di RS Ulin. Ulun mau naik pesawat dari CGK”. Begitu telepon Erwin…

Selasa, 21 November 2017 13:15

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 11 Banjarbaru

Senin (20/11) kemarin menjadi giliran Area Manager Lion Air Group, Agung Purnama, untuk mengisi program…

Senin, 20 November 2017 14:38

Melepas Kepergian Fitri Zamzam, Tokoh Penggerak Pemuda Banjarbaru

Kota Banjarbaru berduka. Salah satu tokoh penggerak pemuda di kota Idaman, Fitri Zamzam meninggal dunia,…

Minggu, 19 November 2017 10:39

Jalan Panjang Nelayan Berjuang Merancang Alat Penangkap Ikan

BANJARBARU - Puluhan nelayan kecil yang tergabung dalam Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) Kotabaru beberapa…

Sabtu, 18 November 2017 13:51

Asma, Penulis Cilik Peraih Penghargaan Nasional

Banua patut berbangga karena telah memiliki penulis cilik bernama Asma Taqiyya Jihada Fama. Bocah berusia…

Sabtu, 18 November 2017 13:17

Bangganya..!! Nur Aimah Akan Tampil di Kejuaraan Difabel Asia

Bangga, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Nur Aimah. Betapa tidak, atlet renang difabel…

Jumat, 17 November 2017 13:44

Laporan dari Kelas Inspirasi GMC+ di SMPN 8 Banjarbaru

Meski menjadi pengalaman pertamanya menjadi pembicara di hadapan para siswa, tak membuat GM TIKI Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .