MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 05 November 2017 12:30
Bincang Santai di Sela-Sela Pengerjaan Rumah Jomblo Reborn

Tukang Lebih Takut Ditembak Petir

TANPA PENGAMAN : Sukri, 50 tahun, tanpa rasa takut memaku rangka atap Rumah Jomblo, kemarin. Diperkirakan ikon selfie milik Banjarbaru itu rampung dikerjakan sepekan lagi.

PROKAL.CO, Roboh diterjang angin puting beliung, Rumah Jomblo di Gunung Kupang kembali dibangun. Tukang kayu yang mengerjakannya adalah ayah dan anak asli Cempaka.

---------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

---------------------------------------

DARI kejauhan, bentuk Rumah Jomblo sudah mulai terlihat. Dari empat sisi, tiga dinding sudah tersusun. Lantainya juga sudah bisa diinjak. Sekarang, Muhammad Sukri dan putranya Sofwan sedang sibuk mengerjakan bagian atap.

Ketika melihat penulis memotret dari bawah, Sukri rupanya tak sampai hati. Ia menurunkan dua jenjang tangga kayu darurat dan mengajak naik ke atas. Bahkan, bersedia memegangi ujung tangga begitu menyadari kaki penulis yang gemetaran karena takut ketinggian.

"Naik saja, dijamin aman 100 persen. Kapan lagi bisa motret Rumah Jomblo dari atas? Begitu rampung, nanti tidak boleh lagi naik kemari," kata Sukri dengan setengah berteriak.

Rumah Jomblo ambruk pada Rabu siang (25/10), ketika Banjarbaru diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua jam. Pengembang perumahan tempat Rumah Jomblo berada lalu bertekad membangun ulang. Alasannya, banyak yang merasa kehilangan, mengingat Rumah Jomblo sudah menjadi ikon selfie di Banjarbaru.

Sukri lah yang dihubungi developer dan ditawari pekerjaan itu. Ia mulai mengerjakannya sejak Ahad tadi (29/10). "Karena risikonya tinggi, saya hanya berani mengajak anak," kisahnya.

Pekerjaan ini memang ekstrem. Rumah Jomblo berdiri di atas gundukan tanah yang curam dan menjulang setinggi delapan meter. Permukaan tanah di puncaknya hanya seukuran 4x5 meter. Sementara rumah yang dibangun berukuran 3x4 meter. Praktis, tanah di sekeliling rumah yang bisa dipijak tersisa satu meter.

Jika tergelincir dan jatuh ke bawah, cukup untuk mematahkan tulang leher manusia. Tanpa alat pengaman, keduanya bekerja tanpa rasa takut. Memanjat, memaku dan menggergaji di ruang sempit.

"Saya hanya mengerjakan pesanan rumah pribadi untuk ditinggali. Belum pernah mengerjakan gedung atau ruko," imbuhnya.

Sukri, 50 tahun, tinggal di Kertak Baru Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Pria hitam legam ini asli orang Cempaka. Menjadi tukang kayu selama 15 tahun terakhir. "Sofwan anak kedua dari lima bersaudara. Semuanya lelaki, makanya saya pengen punya satu anak perempuan," ujarnya.

Sofwan sendiri tak tamat SD, tapi ia bisa membaca, menulis dan berhitung. Umurnya sekarang 19 tahun dan sedang kasmaran. "Belum menikah, tapi saya sudah punya pacar," ujarnya sembari tertawa.

Pagi itu, Sukri mengenakan kemeja hijau khas Hansip. Dengan topi butut berlogo R&R, singkatan dari Rudy dan Ruzaidin. Topi baseball itu hasil pembagian atribut kampanye beberapa tahun silam. Sedangkan Sofwan mengenakan kemeja Sasirangan yang sebenarnya lebih cocok dibawa kondangan.

Ada satu pantangan yang mereka terapkan. Mereka anti bekerja pada hari Jumat. Bagi penganut Islam yang saleh, Jumat adalah hari raya kecil, waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. "Jumat wajib libur," tegas Sukri.

Ditanya kapan Rumah Jomblo rampung, Sukri memperkirakan setidaknya butuh waktu satu pekan lagi. Tidak mudah, mengingat jika hujan mereka pasti turun. Terlalu nekat jika memaksa bekerja dalam kondisi cuaca buruk. Jika sedang sial bisa diterpa angin kencang atau permukaan tanah mendadak longsor karena guyuran air hujan.

"Sudah terbiasa bekerja di ketinggian, awalnya saja yang gemetaran. Tapi yang paling saya takuti adalah kalau ditembak petir. Makanya kalau mendung gelap, kami pasti turun," tukas Sukri.

Sementara Sofwan, menyebut yang paling sulit dari proyek ini adalah mengangkut material ke atas. Ia harus memegangi tangga dengan satu tangan sementara tangan lainnya memanggul batangan ulin atau bilahan papan.

Sebagian material Rumah Jomblo memang diambil dari sisa bangunan lama. Yang berhamburan setelah diterjang angin, atapnya saja melayang terbang hingga sejauh 100 meter. Yang baru adalah strukturnya, dibuat lebih kokoh dengan kayu ulin. "Saya sudah cek material lama, rangkanya mustahil dipakai. Sudah lapuk dan patah," jelasnha.

Proses pembangunan ini pun mendapat sambutan hangat netizen. Foto dan videonya diunggah berulang-ulang di media sosial seperti Instagram. Dengan tagar Rumah Jomblo Reborn, plesetan dari produksi ulang film Warkop Reborn.

Disebutkannya, yang paling peduli dengan proses pembangunan ulang Rumah Jomblo adalah Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi. "Pak Kapolsek setiap hari kemari, selalu menyempatkan waktu untuk singgah. Kemarin beliau naik kemari juga, repot-repot membawakan satu dus air mineral," pungkas Sukri. (fud)


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 12:05

YS Agus Suseno, Penyair Banjar Yang Berani Menohok Rezim

Meminjam istilah sastrawan Seno Gumira Ajidarma: ketika jurnalisme dibungkam, maka mestinya sastra harus…

Rabu, 12 September 2018 15:23

Kisah Perajin Miniatur Kapal Pinisi dari Sungai Alalak

Salman tak bisa jauh-jauh dari perahu dan sungai. Semasa bujangan, dia menjadi perajin perahu di Pulau…

Sabtu, 08 September 2018 12:51

Menengok Festival Anggrek 2018 di Taman Kamboja

Apa yang dicari-cari dunia jika melancong ke Kalsel? Jawabannya; anggrek. Bukan tanpa alasan, tanaman…

Sabtu, 08 September 2018 12:48

Memanen Kelapa Sawit, Pekebun Malah Menjerit

Memanen kelapa sawit tidak terlalu menggembirakan bagi pekebun di Kotabaru. Bekerja di bawah terik mentari,…

Rabu, 05 September 2018 11:13

Jean, Siswi SMAN 2 Banjarmasin Menang Lomba Monolog di Aceh

Kamera dokumentasi sudah dimatikan. Sebagian penonton juga telah beranjak pulang. Juri pun tampak capek.…

Selasa, 04 September 2018 13:18

Jasa Datu, Perguruan Kuntau yang Sudah Eksis 32 Tahun Lamanya

Pencak silat sedang naik daun di Asian Games 2018. Di Banua, para pendekar silat ternyata sudah lama…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:36

"First Love Never Die"

Hermansyah memutuskan tinggal di panti jompo atas pilihannya sendiri. Sebaliknya, Yulia terpaksa minggat…

Kamis, 30 Agustus 2018 10:33

Yulia Minggat karena Merepotkan

Hermansyah boleh dibilang beruntung. Masih bisa berkumpul keluarga. Masuk panti pun juga atas pilihan…

Rabu, 29 Agustus 2018 10:23

Bosan Tidur di Pengungsian, Pengungsi Lombok Mulai Datangi Kalsel

Pengungsi gempa Lombok mulai berdatangan ke Kalimantan Selatan melalui bandar udara Syamsuddin Noor…

Selasa, 28 Agustus 2018 10:18

Malam terakhir Konser Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Lombok

Konser amal bertajuk Wartawan & Musisi Banua Untuk Palestina dan Penggalangan Dana Gempa Lombok,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .