MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 05 November 2017 12:30
Bincang Santai di Sela-Sela Pengerjaan Rumah Jomblo Reborn

Tukang Lebih Takut Ditembak Petir

TANPA PENGAMAN : Sukri, 50 tahun, tanpa rasa takut memaku rangka atap Rumah Jomblo, kemarin. Diperkirakan ikon selfie milik Banjarbaru itu rampung dikerjakan sepekan lagi.

PROKAL.CO, Roboh diterjang angin puting beliung, Rumah Jomblo di Gunung Kupang kembali dibangun. Tukang kayu yang mengerjakannya adalah ayah dan anak asli Cempaka.

---------------------------------------

SYARAFUDDIN, Banjarbaru

---------------------------------------

DARI kejauhan, bentuk Rumah Jomblo sudah mulai terlihat. Dari empat sisi, tiga dinding sudah tersusun. Lantainya juga sudah bisa diinjak. Sekarang, Muhammad Sukri dan putranya Sofwan sedang sibuk mengerjakan bagian atap.

Ketika melihat penulis memotret dari bawah, Sukri rupanya tak sampai hati. Ia menurunkan dua jenjang tangga kayu darurat dan mengajak naik ke atas. Bahkan, bersedia memegangi ujung tangga begitu menyadari kaki penulis yang gemetaran karena takut ketinggian.

"Naik saja, dijamin aman 100 persen. Kapan lagi bisa motret Rumah Jomblo dari atas? Begitu rampung, nanti tidak boleh lagi naik kemari," kata Sukri dengan setengah berteriak.

Rumah Jomblo ambruk pada Rabu siang (25/10), ketika Banjarbaru diguyur hujan deras disertai angin kencang selama dua jam. Pengembang perumahan tempat Rumah Jomblo berada lalu bertekad membangun ulang. Alasannya, banyak yang merasa kehilangan, mengingat Rumah Jomblo sudah menjadi ikon selfie di Banjarbaru.

Sukri lah yang dihubungi developer dan ditawari pekerjaan itu. Ia mulai mengerjakannya sejak Ahad tadi (29/10). "Karena risikonya tinggi, saya hanya berani mengajak anak," kisahnya.

Pekerjaan ini memang ekstrem. Rumah Jomblo berdiri di atas gundukan tanah yang curam dan menjulang setinggi delapan meter. Permukaan tanah di puncaknya hanya seukuran 4x5 meter. Sementara rumah yang dibangun berukuran 3x4 meter. Praktis, tanah di sekeliling rumah yang bisa dipijak tersisa satu meter.

Jika tergelincir dan jatuh ke bawah, cukup untuk mematahkan tulang leher manusia. Tanpa alat pengaman, keduanya bekerja tanpa rasa takut. Memanjat, memaku dan menggergaji di ruang sempit.

"Saya hanya mengerjakan pesanan rumah pribadi untuk ditinggali. Belum pernah mengerjakan gedung atau ruko," imbuhnya.

Sukri, 50 tahun, tinggal di Kertak Baru Kecamatan Cempaka Banjarbaru. Pria hitam legam ini asli orang Cempaka. Menjadi tukang kayu selama 15 tahun terakhir. "Sofwan anak kedua dari lima bersaudara. Semuanya lelaki, makanya saya pengen punya satu anak perempuan," ujarnya.

Sofwan sendiri tak tamat SD, tapi ia bisa membaca, menulis dan berhitung. Umurnya sekarang 19 tahun dan sedang kasmaran. "Belum menikah, tapi saya sudah punya pacar," ujarnya sembari tertawa.

Pagi itu, Sukri mengenakan kemeja hijau khas Hansip. Dengan topi butut berlogo R&R, singkatan dari Rudy dan Ruzaidin. Topi baseball itu hasil pembagian atribut kampanye beberapa tahun silam. Sedangkan Sofwan mengenakan kemeja Sasirangan yang sebenarnya lebih cocok dibawa kondangan.

Ada satu pantangan yang mereka terapkan. Mereka anti bekerja pada hari Jumat. Bagi penganut Islam yang saleh, Jumat adalah hari raya kecil, waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah. "Jumat wajib libur," tegas Sukri.

Ditanya kapan Rumah Jomblo rampung, Sukri memperkirakan setidaknya butuh waktu satu pekan lagi. Tidak mudah, mengingat jika hujan mereka pasti turun. Terlalu nekat jika memaksa bekerja dalam kondisi cuaca buruk. Jika sedang sial bisa diterpa angin kencang atau permukaan tanah mendadak longsor karena guyuran air hujan.

"Sudah terbiasa bekerja di ketinggian, awalnya saja yang gemetaran. Tapi yang paling saya takuti adalah kalau ditembak petir. Makanya kalau mendung gelap, kami pasti turun," tukas Sukri.

Sementara Sofwan, menyebut yang paling sulit dari proyek ini adalah mengangkut material ke atas. Ia harus memegangi tangga dengan satu tangan sementara tangan lainnya memanggul batangan ulin atau bilahan papan.

Sebagian material Rumah Jomblo memang diambil dari sisa bangunan lama. Yang berhamburan setelah diterjang angin, atapnya saja melayang terbang hingga sejauh 100 meter. Yang baru adalah strukturnya, dibuat lebih kokoh dengan kayu ulin. "Saya sudah cek material lama, rangkanya mustahil dipakai. Sudah lapuk dan patah," jelasnha.

Proses pembangunan ini pun mendapat sambutan hangat netizen. Foto dan videonya diunggah berulang-ulang di media sosial seperti Instagram. Dengan tagar Rumah Jomblo Reborn, plesetan dari produksi ulang film Warkop Reborn.

Disebutkannya, yang paling peduli dengan proses pembangunan ulang Rumah Jomblo adalah Kapolsek Banjarbaru Timur AKP Avan Suligi. "Pak Kapolsek setiap hari kemari, selalu menyempatkan waktu untuk singgah. Kemarin beliau naik kemari juga, repot-repot membawakan satu dus air mineral," pungkas Sukri. (fud)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .