MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 06 November 2017 15:04
Pelajar SMAN 2 Kotabaru Beraksi Seperti di Film Mission Impossible
BERLATIH: Purwanto dan Dewi Vamelia Apriani melatih anak-anak SMAN 2 Kotabaru olahraga alam bebas.

PROKAL.CO, Angin berembus, satu-satu remaja naik dan turun dari ketinggian pohon. Hanya menggunakan tali mereka beraksi seperti di film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise

---------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi

---------------------------------

Minggu (5/11) pagi kemarin, puluhan pelajar di SMAN 2 Kotabaru menyimak serius materi tali-temali dari gurunya, Dewi Vamelia Apriani dan Purwanto mantan Ketua Mapala di salah satu Fakultas ULM. Dari pasang harness, carabiner, webbing dan lainnya.

Mereka membawa peralatan tali kernmantel jenis dynamic rope. "Tali ini kecil tapi jangan takut. Dia sangat kuat, mampu menahan beban 2,5 ton," ucap Purwanto kepada anak-anak.

Tali itu kemudian dibawa Purwanto ke atas pohon, satu sisi kuat tersimpul pada cabang dan batang pohon, satu sisinya menjuntai tegak lurus. "Ini namanya prusiking, naik tali ke atas," jelasnya.

Dilihat memang mudah, tali dipasang pada harness yang membelit pinggang dan selangkangan. Baru kemudian satu kaki menjejak di simpul, badan ditarik naik. Setelah badan menggantung, simpul dipindah ke posisi lebih tinggi, kaki masuk lagi, badan ditarik lagi, begitu seterusnya sampai posisi ketinggian diinginkan.

"Kuasai teorinya itu. Dan harus tenang. Ini olahraga yang membutuhkan energi dan ketenangan, jangan pandang enteng," suara Dewi tegas mewanti-wanti.

Setelah materi prusiking, di ketinggian Purwanto memperagakan abseiling. Turun tali, terlihat lebih simpel. Dia hanya mengencangkan dan mengendurkan tali bagian bawah, kendur maka badan meluncur, jika dikencangkan maka badan tertahan pada tali.

Setelah usai, satu-satu anak pun mencoba. Tidak semudah yang dibayangkan ternyata. "Susah eh, goyang-goyang talinya. Cepat habis tenaga," kata salah satu pelajar wanita yang mencoba.

Dari puluhan anak yang mencoba, hanya belasan yang bisa prusiking. Mayoritas remaja pria yang bisa beraksi seperti Tom Cruise di film Mission Impossible. "Ini memang olahraga ekstrem. Perlu mental dan fisik yang prima," jelas Dewi.

Pun begitu, para remaja ketagihan. Mereka yang berhasil melakukan naik dan turun temali meminta lagi dan lagi. "Pertama memang takut. Pas ke dua asyik, jadi ketagihan saya," ujar Agus pelajar kelas X.

Agus kemudian menanyakan dimana beli alat-alat itu, dan berapa harganya. "Mahal kalau ini, soalnya kita pakai dynamic rope. Kalau total-totalan, puluhan juta harganya," jawab Purwanto membuat Agus terperangah.

"Ada yang murah, tapi ini kan olahraga yang ekstrem. Kita perlu pakai alat yang profesional," jelas Purwanto lagi

Beranjak siang, angin semakin kencang. Latihan panjat tali-temali pun usai. Para remaja saat ditanya perasaannya rata-rata mengatakan, olahraga itu memacu adrenalin. Menumbuhkan keberanian.

"Itu juga yang saya rasakan waktu pertama belajar saat sekolah dulu. Olahraga ini mengajarkan kita tanggung jawab, disiplin, dan mencintai lingkungan. Alam akan menjadi sahabat kita kalau diperlakukan baik, dan sebaliknya," kelas Dewi kepada murid-muridnya.

Suasana SMAN 2 untuk kegiatan outbond memang cocok. Di halaman belakang sekolah ada semacam hutan pinus. Jika naik ke atas pohon maka bisa melihat indahnya selat Pulau Laut dari ketinggian.

Kepada penulis, Dewi yang juga Pembina OSIS ini menjelaskan. Kegiatan outbond merupakan rangkaian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS-MPK 2017. Kegiatan itu dibuka dan ditutup oleh Kepala Sekolah Abdul Gapur disaksikan Wakasek Kesiswaan Tono Sartono.

Sehari sebelumnya mereka juga mengadakan bakti sosial di Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2017 bekerja sama dengan Pembina PMR E Dwi Juliani dan Pembina PIK-R Rusni Hilyadah serta Pembina Pramuka.

"Kami gelar kegiatan dari tanggal 4 sampai 5 November. Ada jurit malam juga. Ini kami adakan untuk membentuk mental pelajar, agar memiliki karakter pemimpin," pungkas Dewi.

Sekadar diketahui, SMAN 2 Kotabaru adalah satu dari sekian sekolah yang bekerja sama dengan Radar Banjarmasin dalam program Zetizen. Juga dikenal sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional. (by/ram)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:57

Kisah Petugas Posko Mudik di Simpang Empat Banjarbaru

Bertugas sebagai anggota piket di posko mudik, para petugas di Pos Pengamanan Simpang Empat Banjarbaru…

Selasa, 19 Juni 2018 14:16

Masjid-Masjid ini Tetap Sediakan Buka Puasa Pasca Ramadan

Ramadan 1439 Hijriyah telah berlalu. Bagi umat muslim, dianjurkan berpuasa enam hari di bulan Syawal.…

Selasa, 19 Juni 2018 14:08

Mengenal Dokter Fairuz yang Setia Mengawal Kaum Pemudik

Bagi kebanyakan orang, lebaran bersinonim dengan liburan. Tapi untuk segelintir orang, lebaran artinya…

Rabu, 13 Juni 2018 13:18

Gerakan Literasi dari Balik Jeruji Penjara

Lapas Teluk Dalam punya perpustakaan, tapi isinya buku hukum melulu. Mobil perpustakaan keliling Dinas…

Minggu, 10 Juni 2018 13:21

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional,…

Jumat, 08 Juni 2018 11:15

Kisah Nanang, Penjual Burung Jalak Keliling di Banjarmasin

Dengan mengayuh ontel tua, Nanang (70) berkeliling Kota Banjarmasin. Menjajakan burung jalak, dikurung…

Rabu, 06 Juni 2018 12:53

Geliat Kerajinan Tanggui Pesisir Utara di Banjarmasin

Di balik sumpeknya kehidupan perkotaan. Tepian Utara Kota Banjarmasin ternyata masih menyimpan kearifan…

Selasa, 05 Juni 2018 14:41

Mengintip Kampung Permainan Tradisonal Pendamai di Teluk Tiram Darat

Bulan Ramadan ini Kampung Permainan Tradisional Pendamai bukannya sepi. Tapi makin ramai dikunjungi.…

Senin, 04 Juni 2018 12:54

Melacak Jejak Musyawaratutthalibin, Pergerakan Islam Asli Kalsel

Mempersatukan kaum terpelajar Muslim Kalsel, pergerakan Islam bernama Moesjawaratoetthalibin pernah…

Minggu, 03 Juni 2018 12:29

Senjakala Sastra Lisan Belamut, Jaya Pada Masanya, Kini Minim Apresiasi

Menjadi seniman lamut sejak puluhan tahun, Gusti Jamhar Akbar akhirnya memutuskan pensiun dari panggung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .