MANAGED BY:
SELASA
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Senin, 06 November 2017 15:04
Pelajar SMAN 2 Kotabaru Beraksi Seperti di Film Mission Impossible
BERLATIH: Purwanto dan Dewi Vamelia Apriani melatih anak-anak SMAN 2 Kotabaru olahraga alam bebas.

PROKAL.CO, Angin berembus, satu-satu remaja naik dan turun dari ketinggian pohon. Hanya menggunakan tali mereka beraksi seperti di film Mission Impossible yang dibintangi Tom Cruise

---------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi

---------------------------------

Minggu (5/11) pagi kemarin, puluhan pelajar di SMAN 2 Kotabaru menyimak serius materi tali-temali dari gurunya, Dewi Vamelia Apriani dan Purwanto mantan Ketua Mapala di salah satu Fakultas ULM. Dari pasang harness, carabiner, webbing dan lainnya.

Mereka membawa peralatan tali kernmantel jenis dynamic rope. "Tali ini kecil tapi jangan takut. Dia sangat kuat, mampu menahan beban 2,5 ton," ucap Purwanto kepada anak-anak.

Tali itu kemudian dibawa Purwanto ke atas pohon, satu sisi kuat tersimpul pada cabang dan batang pohon, satu sisinya menjuntai tegak lurus. "Ini namanya prusiking, naik tali ke atas," jelasnya.

Dilihat memang mudah, tali dipasang pada harness yang membelit pinggang dan selangkangan. Baru kemudian satu kaki menjejak di simpul, badan ditarik naik. Setelah badan menggantung, simpul dipindah ke posisi lebih tinggi, kaki masuk lagi, badan ditarik lagi, begitu seterusnya sampai posisi ketinggian diinginkan.

"Kuasai teorinya itu. Dan harus tenang. Ini olahraga yang membutuhkan energi dan ketenangan, jangan pandang enteng," suara Dewi tegas mewanti-wanti.

Setelah materi prusiking, di ketinggian Purwanto memperagakan abseiling. Turun tali, terlihat lebih simpel. Dia hanya mengencangkan dan mengendurkan tali bagian bawah, kendur maka badan meluncur, jika dikencangkan maka badan tertahan pada tali.

Setelah usai, satu-satu anak pun mencoba. Tidak semudah yang dibayangkan ternyata. "Susah eh, goyang-goyang talinya. Cepat habis tenaga," kata salah satu pelajar wanita yang mencoba.

Dari puluhan anak yang mencoba, hanya belasan yang bisa prusiking. Mayoritas remaja pria yang bisa beraksi seperti Tom Cruise di film Mission Impossible. "Ini memang olahraga ekstrem. Perlu mental dan fisik yang prima," jelas Dewi.

Pun begitu, para remaja ketagihan. Mereka yang berhasil melakukan naik dan turun temali meminta lagi dan lagi. "Pertama memang takut. Pas ke dua asyik, jadi ketagihan saya," ujar Agus pelajar kelas X.

Agus kemudian menanyakan dimana beli alat-alat itu, dan berapa harganya. "Mahal kalau ini, soalnya kita pakai dynamic rope. Kalau total-totalan, puluhan juta harganya," jawab Purwanto membuat Agus terperangah.

"Ada yang murah, tapi ini kan olahraga yang ekstrem. Kita perlu pakai alat yang profesional," jelas Purwanto lagi

Beranjak siang, angin semakin kencang. Latihan panjat tali-temali pun usai. Para remaja saat ditanya perasaannya rata-rata mengatakan, olahraga itu memacu adrenalin. Menumbuhkan keberanian.

"Itu juga yang saya rasakan waktu pertama belajar saat sekolah dulu. Olahraga ini mengajarkan kita tanggung jawab, disiplin, dan mencintai lingkungan. Alam akan menjadi sahabat kita kalau diperlakukan baik, dan sebaliknya," kelas Dewi kepada murid-muridnya.

Suasana SMAN 2 untuk kegiatan outbond memang cocok. Di halaman belakang sekolah ada semacam hutan pinus. Jika naik ke atas pohon maka bisa melihat indahnya selat Pulau Laut dari ketinggian.

Kepada penulis, Dewi yang juga Pembina OSIS ini menjelaskan. Kegiatan outbond merupakan rangkaian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS-MPK 2017. Kegiatan itu dibuka dan ditutup oleh Kepala Sekolah Abdul Gapur disaksikan Wakasek Kesiswaan Tono Sartono.

Sehari sebelumnya mereka juga mengadakan bakti sosial di Taman Makam Pahlawan Wadah Batuah dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November 2017 bekerja sama dengan Pembina PMR E Dwi Juliani dan Pembina PIK-R Rusni Hilyadah serta Pembina Pramuka.

"Kami gelar kegiatan dari tanggal 4 sampai 5 November. Ada jurit malam juga. Ini kami adakan untuk membentuk mental pelajar, agar memiliki karakter pemimpin," pungkas Dewi.

Sekadar diketahui, SMAN 2 Kotabaru adalah satu dari sekian sekolah yang bekerja sama dengan Radar Banjarmasin dalam program Zetizen. Juga dikenal sebagai sekolah adiwiyata tingkat nasional. (by/ram)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 14:01

Jasa Foto dan Cetak Kilat Hanya 5 Menit di Siring Tendean

Mencetak foto dengan hitungan satu jam sudah biasa. Lalu, percayakah Anda jika ada jasa cetak lima menit?…

Jumat, 16 Februari 2018 14:36

Soetji Nurani sebagai Kelenteng Dewi Kwan Im

Bangunan tempat ibadah, berdiri megah di beberapa ruas jalan di Kota Banjarmasin. Salah satunya adalah…

Kamis, 15 Februari 2018 14:57

Fakta Menarik Di Balik Pesta Perkawinan Anak Bos Binuang

Publik Indonesia tersentak acara pernikahan Muhammad Prayudha anak pengusaha terkenal Tapin, Muhammad…

Rabu, 14 Februari 2018 15:14

Bauntung Evo 04, Mobil Hemat Energi Karya FT ULM

Shell Eco Marathon Asia 2018 akan dihelat 8-11 Maret mendatang di Changi Exhibition Center Singapore.…

Selasa, 13 Februari 2018 14:49

Kala Dekranasda Jawa Barat Kepincut Cara Mewarnai Sasirangan

Corak warna warni dan cara pewarnaan kain sasirangan yang unik membuat Ketua Dewan Kerajinan Nasional…

Senin, 12 Februari 2018 15:01

Melihat Aktivitas Akhir Pekan Anak Desa Nelayan Bajau Pulau Laut

Pernah kangen masa kecil lepas ceria, bermain tanpa harus menunduk melihat hape? Di pesisir Pulau Laut,…

Senin, 12 Februari 2018 12:50

Monolog Luka Persembahan Teater Dapur Kalsel

Luka tidak bicara tentang roman picisan. Tapi bicara tentang luka yang diderita bumi. Tempat kita lahir,…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:39

Kiprah Urang Banua Menjadi Komisioner Komnas HAM

Sudah tiga bulan Hariansyah di ibu kota Jakarta mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Bidang Internal…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:25

Mengenal Komunitas The Kutu Buku, Gelar Lapak Baca, Punya Perpus Binaan

Banyak orang beranggapan membaca itu membosankan. Tapi tidak bagi The Kutu Buku. Sekelompok anak muda…

Jumat, 09 Februari 2018 11:53

Daryll Alfaraby Noorlaksono, Penabuh Drum Cilik Beraliran Cadas

Aliran hard rock dan heavy metal identik dengan kalangan sesepuh. Namun, bagi Daryll Alfaraby Noorlaksono…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .