MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 07 November 2017 10:36
Belajar di Lereng Merapi
KETUBUHAN: Seni pertunjukan petualangan artistik relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama tadi membantu sekaligus menyaksikan sebuah suguhan memukau, tentang Ruang Ketubuhan yang digelar di eks Dusun Petung, yang terletak di kawasan lereng Merapi Yogyakarta.

Bagi Novyandi, melihat secara langsung pertunjukan tersebut, tentu memberikan warna-warni dalam seni pertunjukan. Ia merasa bahwa hendaknya seniman Banua harus sering melihat rumah sendiri sebagai tempat gelaran karya.

"Era sekarang, teater tubuh mulai jadi primadona dalam jagat teater Dunia. Di Indonesia sendiri mulai menjadi tontonan yang menarik karena menghadirkan tubuh sebagai teks dan konteks. Yang tentunya bisa diaplikasikan di Banua," jelasnya.

Ruang Ketubuhan adalah sebuah petualangan artistik tentang relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu. Sebagai sebuah metode, praktik ketubuhan aktor ini meletakkan tubuh sebagai medium ekspresi yang mumpuni dan efektif untuk mengungkapkan perasaan dan kepekaannya dalam membaca dan melihat sebuah kondisi melekat dan hidup di tempat tertentu.

Galuh Tulus Utama, sebagai pelaku metode keaktoran pada gelaran tersebut, menghadirkan pertunjukan Ruang Ketubuhan dengan cara menenggelamkan tubuhnya ke tanah, hingga tersisa bagian kepalanya saja. Ia berpandangan, melalui seni pertunjukan yang ia lakukan, memberikan peluang bagi aktor untuk mandiri dan tidak tergantung pada kebutuhan ruang pertunjukan konvensional.

"Pertunjukan ini juga diharapkan mampu untuk menjadi sebuah petualangan baru. Guna membaca ruang-ruang nyata dan memberikan respons ketubuhan pada teks-teks yang melekat," paparnya, kepada Radar Banjarmasin belum lama tadi.

Di dusun yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, dipilih sang aktor karena sarat dengan sejarah emosional bekas warganya yang direlokasi. Selain menghadirkan pertunjukan tadi, Galuh juga mengulik objek-objek dan ruang yang benar-benar menjadi bagian dari ingatan emosional peristiwa erupsi, juga kenangan dan harapan masa depan atas rumah dan kehidupan yang ditinggalkan. Misalnya seperti artefak Dusun Petung yang hancur karena erupsi awan panas Merapi yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam proses pemilihan tempat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar karya yang dibawakan maksimal. Galuh sendiri, lebih banyak menggunakan tempat-tempat yang kerap tertimpa masalah dalam setiap pertunjukan seninya.

"Dalam berkarya, aku selalu memakai tempat yang punya masalah seperti Sungai Manggarai Jakarta, Lapindo, Kebun Binatang, hingga karena sudah setahun terakhir tinggal di Jogja, aku tertarik untuk membuat karya di sini," jelasnya.

Maka, sebagai sebuah refleksi dari bencana yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut, ia pun mengajak agar karyanya bisa mewakili serta memberikan semangat bagi para penduduk yang sebelumnya tinggal di kawasan dusun lereng Gunung Merapi.

"Bencana,  bisa kapan saja terjadi. Saya, dan semuanya tentu harus belajar dari peristiwa itu. Saya pribadi melihat orang-orang yang tinggal di dusun di lereng Gunung Merapi sangat kuat secara mental, mereka mengawali hidupnya kembali secara suka cita," jelasnya. (war)


BACA JUGA

Jumat, 09 Februari 2018 13:56

Serunya Bermain RC Car, Beradu Layaknya Mobil Sungguhan

BANJARMASIN - Banyaknya pehobi mobil-mobilan Remote Control (RC) di Banua, membuat para pencintanya…

Selasa, 06 Februari 2018 12:28

Membuat Furniture Cantik Dari Kayu Bekas

BANJARMASIN - Seiring dengan makin tingginya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, segala sesuatu…

Minggu, 28 Januari 2018 17:21

CATAT..! Haul Akbar Guru Sekumpul Jatuh Tanggal 25 Maret

MARTAPURA – Haul Akbar ke-13 Alimul `allamah Al `Arif Billah Asy-Syekh Haji Muhammad Zaini Abdul…

Minggu, 28 Januari 2018 17:09

Sejarah Sasirangan, Banyak yang Belum Tahu

Siapa tak tahu Sasirangan. Motifnya unik. Coraknya juga cerah. Membuat siapapun yang memakainya terlihat…

Rabu, 24 Januari 2018 12:04

Tips Tampil Cantik dengan Daster

BANJARMASIN - Daster pakaian kebesaran ibu-ibu yang kerap mengerjakan semua pekerjaan rumah hingga rapi.…

Sabtu, 20 Januari 2018 10:56

Keren! Atraksi Puluhan Jukung Tampilkan Formasi Bunga Teratai

BANJARMASIN – Parade Jukung Barenteng di Sungai Martapura digelar, kemarin (19/1) sore. Ada 44…

Selasa, 16 Januari 2018 14:35

Kampung Bunga di Sungai Andai, Tempat Asik Berswafoto Ria

Ada satu sudut di Kota Banjarmasin yang belakangan ini jadi perhatian. Sebutannya Kampung Bunga. Berada…

Senin, 15 Januari 2018 12:00

Seruh Nih..!! Ada Sepeda Air di Kampung Pelangi

BANJARBARU - Warga Kampung Pelangi kembali berinovasi untuk menarik para pengunjung. Kini, destinasi…

Senin, 08 Januari 2018 13:11

8 Tips Bangkitkan Rasa Pede pada Anak

Melihat anak tumbuh percaya diri menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Namun bagaimana jika…

Jumat, 05 Januari 2018 11:01

Dua Pantai ini Masih Jadi Primadona

BATULICIN - Pantai Angsana dan Rindu Alam, masih menjadi tujuan wisata bagi warga yang menikmati liburan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .