MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 07 November 2017 10:36
Belajar di Lereng Merapi
KETUBUHAN: Seni pertunjukan petualangan artistik relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama tadi membantu sekaligus menyaksikan sebuah suguhan memukau, tentang Ruang Ketubuhan yang digelar di eks Dusun Petung, yang terletak di kawasan lereng Merapi Yogyakarta.

Bagi Novyandi, melihat secara langsung pertunjukan tersebut, tentu memberikan warna-warni dalam seni pertunjukan. Ia merasa bahwa hendaknya seniman Banua harus sering melihat rumah sendiri sebagai tempat gelaran karya.

"Era sekarang, teater tubuh mulai jadi primadona dalam jagat teater Dunia. Di Indonesia sendiri mulai menjadi tontonan yang menarik karena menghadirkan tubuh sebagai teks dan konteks. Yang tentunya bisa diaplikasikan di Banua," jelasnya.

Ruang Ketubuhan adalah sebuah petualangan artistik tentang relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu. Sebagai sebuah metode, praktik ketubuhan aktor ini meletakkan tubuh sebagai medium ekspresi yang mumpuni dan efektif untuk mengungkapkan perasaan dan kepekaannya dalam membaca dan melihat sebuah kondisi melekat dan hidup di tempat tertentu.

Galuh Tulus Utama, sebagai pelaku metode keaktoran pada gelaran tersebut, menghadirkan pertunjukan Ruang Ketubuhan dengan cara menenggelamkan tubuhnya ke tanah, hingga tersisa bagian kepalanya saja. Ia berpandangan, melalui seni pertunjukan yang ia lakukan, memberikan peluang bagi aktor untuk mandiri dan tidak tergantung pada kebutuhan ruang pertunjukan konvensional.

"Pertunjukan ini juga diharapkan mampu untuk menjadi sebuah petualangan baru. Guna membaca ruang-ruang nyata dan memberikan respons ketubuhan pada teks-teks yang melekat," paparnya, kepada Radar Banjarmasin belum lama tadi.

Di dusun yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, dipilih sang aktor karena sarat dengan sejarah emosional bekas warganya yang direlokasi. Selain menghadirkan pertunjukan tadi, Galuh juga mengulik objek-objek dan ruang yang benar-benar menjadi bagian dari ingatan emosional peristiwa erupsi, juga kenangan dan harapan masa depan atas rumah dan kehidupan yang ditinggalkan. Misalnya seperti artefak Dusun Petung yang hancur karena erupsi awan panas Merapi yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam proses pemilihan tempat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar karya yang dibawakan maksimal. Galuh sendiri, lebih banyak menggunakan tempat-tempat yang kerap tertimpa masalah dalam setiap pertunjukan seninya.

"Dalam berkarya, aku selalu memakai tempat yang punya masalah seperti Sungai Manggarai Jakarta, Lapindo, Kebun Binatang, hingga karena sudah setahun terakhir tinggal di Jogja, aku tertarik untuk membuat karya di sini," jelasnya.

Maka, sebagai sebuah refleksi dari bencana yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut, ia pun mengajak agar karyanya bisa mewakili serta memberikan semangat bagi para penduduk yang sebelumnya tinggal di kawasan dusun lereng Gunung Merapi.

"Bencana,  bisa kapan saja terjadi. Saya, dan semuanya tentu harus belajar dari peristiwa itu. Saya pribadi melihat orang-orang yang tinggal di dusun di lereng Gunung Merapi sangat kuat secara mental, mereka mengawali hidupnya kembali secara suka cita," jelasnya. (war)


BACA JUGA

Sabtu, 10 November 2018 10:50

Terpaut 34 Tahun, Wawan Nikahi Acil Mantili

Jodoh dan nasib seseorang memang tidak ada yang menyangka. Seperti…

Kamis, 08 November 2018 13:13

Seniman Mancanegara Bakal Kumpul di Kiram

BANJARMASIN - Seniman dari sejumlah negara dipastikan hadir pada gelaran…

Rabu, 07 November 2018 11:04

Kisah Muazin Masjid Annur Meninggal di Atas Sajadah: Sempat Ucapkan Kalimat Tauhid

Namanya sama dengan kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthalib. Muazin di…

Rabu, 24 Oktober 2018 12:36

Sampai Kapan? Ijazah Pesantren Masih Belum Diakui

BANJARMASIN - Meski disambut dengan gegap-gempita, ada yang mengganjal setiap…

Rabu, 17 Oktober 2018 16:34

Yuk! Cobain Wisata Baru di HSS ini, Dijamin Instagramable

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memang kaya akan destinasi wisata.…

Selasa, 16 Oktober 2018 02:02
Opini

Mengurai Kemacetan Kendaraan di Kota Banjarmasin

Oleh : Muhammad Reza Hikmatullah* Kota Banjarmasi saat ini di tahun…

Sabtu, 06 Oktober 2018 08:53

Tingkatkan Kompetensi Wartawan Zaman Now

BANJARMASIN – PWI Kalsel terus berupaya meningkatkan kompetensi wartawan di…

Rabu, 03 Oktober 2018 10:20

Belum Berencana Anggarkan Bonus

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) keluar sebagai juara Kompetisi…

Minggu, 30 September 2018 11:24

Pelukis Banjarbaru Raih Penghargaan Internasional

BANJARBARU - Berkarya dengan tulus dan penuh keseriusan sebagai seniman…

Jumat, 28 September 2018 10:09

Pulau Bakut di Bawah Jembatan Barito Segera Dibuka untuk Wisata

MARABAHAN - Direktur Jenderal KSDAE ( Konservasi Sumberdaya Alam dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .