MANAGED BY:
SABTU
25 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 07 November 2017 10:36
Belajar di Lereng Merapi
KETUBUHAN: Seni pertunjukan petualangan artistik relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama tadi membantu sekaligus menyaksikan sebuah suguhan memukau, tentang Ruang Ketubuhan yang digelar di eks Dusun Petung, yang terletak di kawasan lereng Merapi Yogyakarta.

Bagi Novyandi, melihat secara langsung pertunjukan tersebut, tentu memberikan warna-warni dalam seni pertunjukan. Ia merasa bahwa hendaknya seniman Banua harus sering melihat rumah sendiri sebagai tempat gelaran karya.

"Era sekarang, teater tubuh mulai jadi primadona dalam jagat teater Dunia. Di Indonesia sendiri mulai menjadi tontonan yang menarik karena menghadirkan tubuh sebagai teks dan konteks. Yang tentunya bisa diaplikasikan di Banua," jelasnya.

Ruang Ketubuhan adalah sebuah petualangan artistik tentang relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu. Sebagai sebuah metode, praktik ketubuhan aktor ini meletakkan tubuh sebagai medium ekspresi yang mumpuni dan efektif untuk mengungkapkan perasaan dan kepekaannya dalam membaca dan melihat sebuah kondisi melekat dan hidup di tempat tertentu.

Galuh Tulus Utama, sebagai pelaku metode keaktoran pada gelaran tersebut, menghadirkan pertunjukan Ruang Ketubuhan dengan cara menenggelamkan tubuhnya ke tanah, hingga tersisa bagian kepalanya saja. Ia berpandangan, melalui seni pertunjukan yang ia lakukan, memberikan peluang bagi aktor untuk mandiri dan tidak tergantung pada kebutuhan ruang pertunjukan konvensional.

"Pertunjukan ini juga diharapkan mampu untuk menjadi sebuah petualangan baru. Guna membaca ruang-ruang nyata dan memberikan respons ketubuhan pada teks-teks yang melekat," paparnya, kepada Radar Banjarmasin belum lama tadi.

Di dusun yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, dipilih sang aktor karena sarat dengan sejarah emosional bekas warganya yang direlokasi. Selain menghadirkan pertunjukan tadi, Galuh juga mengulik objek-objek dan ruang yang benar-benar menjadi bagian dari ingatan emosional peristiwa erupsi, juga kenangan dan harapan masa depan atas rumah dan kehidupan yang ditinggalkan. Misalnya seperti artefak Dusun Petung yang hancur karena erupsi awan panas Merapi yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam proses pemilihan tempat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar karya yang dibawakan maksimal. Galuh sendiri, lebih banyak menggunakan tempat-tempat yang kerap tertimpa masalah dalam setiap pertunjukan seninya.

"Dalam berkarya, aku selalu memakai tempat yang punya masalah seperti Sungai Manggarai Jakarta, Lapindo, Kebun Binatang, hingga karena sudah setahun terakhir tinggal di Jogja, aku tertarik untuk membuat karya di sini," jelasnya.

Maka, sebagai sebuah refleksi dari bencana yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut, ia pun mengajak agar karyanya bisa mewakili serta memberikan semangat bagi para penduduk yang sebelumnya tinggal di kawasan dusun lereng Gunung Merapi.

"Bencana,  bisa kapan saja terjadi. Saya, dan semuanya tentu harus belajar dari peristiwa itu. Saya pribadi melihat orang-orang yang tinggal di dusun di lereng Gunung Merapi sangat kuat secara mental, mereka mengawali hidupnya kembali secara suka cita," jelasnya. (war)


BACA JUGA

Sabtu, 25 November 2017 16:46

Naik Truk Militer, Anak TK Kunjungi Gedung Biru

BANJARBARU - Pagi-pagi, Jumat (24/11) kemarin, dua truk militer tiba-tiba memasuki halaman gedung Biru…

Minggu, 19 November 2017 10:22

Masih Ada 43 Rumah Kampung Pelangi Belum Berwarna

BANJARBARU - Digarap sejak pertengahan April 2017, kini Kampung Pelangi menjadi destinasi populer…

Jumat, 17 November 2017 11:46

Sensasi Sesungguhnya Wisata Susur Sungai di Banjarmasin

Wisata susur sungai gencar dipromosikan Pemko Banjarmasin. Seperti apa sesungguhnya sensasi berwisata…

Rabu, 15 November 2017 11:57

Ustaz Somad Akan Datang ke Banjarbaru, Catat Tanggalnya

BANJARBARU – Penggemar Ustaz Abdul Somad di Kalsel yang selama ini hanya menikmati ceramahnya…

Jumat, 10 November 2017 10:31

Serunya Jalan Santai Berkostum Pahlawan

BANJARMASIN – Tak hanya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Walikota Banjarmasin yang…

Kamis, 09 November 2017 11:55

Mahasiswi Bisnis Burung Belibis dengan Omset Jutaan

BANJARBARU - Bisnis kuliner memang bisnis yang menjanjikan jika diseriusi dengan benar.  Pasalnya,…

Rabu, 08 November 2017 12:30

Tambah Keren, Air Mancur Akan Dibangun di Danau Seran

BANJARBARU - Tempat wisata Danau Seran terus berbenah, ada banyak fasilitas baru yang sudah ditambahkan…

Minggu, 05 November 2017 12:35

Taman Ramah Anak di Bawah Jembatan Banua Anyar ini Lagi Ngetren Loh

Taman ramah anak dinamai teknis agak rumit: Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Banua Anyar. Meski…

Sabtu, 04 November 2017 13:41

Defile Kelotok Hias Kafilah di Pembukaan MTQ Kalsel XXX

BANJARMASIN – Kalau pembukaan olahraga, defile kontingen berjalan kaki di lintasan stadion. Berbeda…

Rabu, 01 November 2017 14:25

WOW..! Supermodel Internasional Kenakan Sasirangan di London Fashion Week

PAMOR kain Sasirangan makin mendunia. Berkat kreativitas desainer muda Vivi Zubedi, kain Sasirangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .