MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 07 November 2017 10:36
Belajar di Lereng Merapi
KETUBUHAN: Seni pertunjukan petualangan artistik relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama tadi membantu sekaligus menyaksikan sebuah suguhan memukau, tentang Ruang Ketubuhan yang digelar di eks Dusun Petung, yang terletak di kawasan lereng Merapi Yogyakarta.

Bagi Novyandi, melihat secara langsung pertunjukan tersebut, tentu memberikan warna-warni dalam seni pertunjukan. Ia merasa bahwa hendaknya seniman Banua harus sering melihat rumah sendiri sebagai tempat gelaran karya.

"Era sekarang, teater tubuh mulai jadi primadona dalam jagat teater Dunia. Di Indonesia sendiri mulai menjadi tontonan yang menarik karena menghadirkan tubuh sebagai teks dan konteks. Yang tentunya bisa diaplikasikan di Banua," jelasnya.

Ruang Ketubuhan adalah sebuah petualangan artistik tentang relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu. Sebagai sebuah metode, praktik ketubuhan aktor ini meletakkan tubuh sebagai medium ekspresi yang mumpuni dan efektif untuk mengungkapkan perasaan dan kepekaannya dalam membaca dan melihat sebuah kondisi melekat dan hidup di tempat tertentu.

Galuh Tulus Utama, sebagai pelaku metode keaktoran pada gelaran tersebut, menghadirkan pertunjukan Ruang Ketubuhan dengan cara menenggelamkan tubuhnya ke tanah, hingga tersisa bagian kepalanya saja. Ia berpandangan, melalui seni pertunjukan yang ia lakukan, memberikan peluang bagi aktor untuk mandiri dan tidak tergantung pada kebutuhan ruang pertunjukan konvensional.

"Pertunjukan ini juga diharapkan mampu untuk menjadi sebuah petualangan baru. Guna membaca ruang-ruang nyata dan memberikan respons ketubuhan pada teks-teks yang melekat," paparnya, kepada Radar Banjarmasin belum lama tadi.

Di dusun yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, dipilih sang aktor karena sarat dengan sejarah emosional bekas warganya yang direlokasi. Selain menghadirkan pertunjukan tadi, Galuh juga mengulik objek-objek dan ruang yang benar-benar menjadi bagian dari ingatan emosional peristiwa erupsi, juga kenangan dan harapan masa depan atas rumah dan kehidupan yang ditinggalkan. Misalnya seperti artefak Dusun Petung yang hancur karena erupsi awan panas Merapi yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam proses pemilihan tempat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar karya yang dibawakan maksimal. Galuh sendiri, lebih banyak menggunakan tempat-tempat yang kerap tertimpa masalah dalam setiap pertunjukan seninya.

"Dalam berkarya, aku selalu memakai tempat yang punya masalah seperti Sungai Manggarai Jakarta, Lapindo, Kebun Binatang, hingga karena sudah setahun terakhir tinggal di Jogja, aku tertarik untuk membuat karya di sini," jelasnya.

Maka, sebagai sebuah refleksi dari bencana yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut, ia pun mengajak agar karyanya bisa mewakili serta memberikan semangat bagi para penduduk yang sebelumnya tinggal di kawasan dusun lereng Gunung Merapi.

"Bencana,  bisa kapan saja terjadi. Saya, dan semuanya tentu harus belajar dari peristiwa itu. Saya pribadi melihat orang-orang yang tinggal di dusun di lereng Gunung Merapi sangat kuat secara mental, mereka mengawali hidupnya kembali secara suka cita," jelasnya. (war)


BACA JUGA

Rabu, 08 Agustus 2018 11:07

Tidak Banyak Orang Tahu, ini Manfaat Karaoke Bagi Kesehatan

Di tengah padatnya pekerjaan, hiburan menjadi pilihan untuk menghilangkan suntuk. Dari beberapa hiburan,…

Selasa, 07 Agustus 2018 10:04

Pilah Sampah Dengan Zero Waste

Komunitas Ibu Profesional (IP) Kalsel menggelar sesi berbagi tentang Zero Waste, kemarin (6/8). Acara…

Senin, 06 Agustus 2018 13:17

Wahana di Trans Studio Mini ini Jadi Favorit, Pengunjung Rela Antri Lama

Wahana liburan modern baru di Banjarmasin, Trans Studio Mini dipenuhi pengunjung, kemarin (5/8). Sejak…

Senin, 06 Agustus 2018 10:44

Fasilitas ini Bakal Dibangun di Wisata Hutan Pinus Banjarbaru

BANJARBARU - Mendapat DAK (dana anggaran khusus) Rp1,49 Miliar dari Kementerian Pariwisata. Dinas Pemuda,…

Jumat, 03 Agustus 2018 17:55

Membludak, Tiket Film Si Doel di XXI Duta Mall sampai Sold Out

Si Doel The Movie menjadi salah satu film yang ditunggu-tunggu bagi pencinta film tanah air. Setelah…

Jumat, 03 Agustus 2018 14:50

Jangan Sepelekan Menggosok Gigi Sebelum Tidur, ini Dampaknya

Menggosok gigi secara rutin adalah pola hidup sehat yang wajib dilakukan. Idealnya menggosok gigi dilakukan…

Jumat, 03 Agustus 2018 14:48

Manfaat Mengonsumsi Singkong bagi Kesehatan

Siapa yang tidak kenal singkong. Umbi-umbian yang satu ini begitu familiar di Indonesia. Baik diolah…

Kamis, 02 Agustus 2018 16:27

Dampak Menahan Kentut Terlalu Lama

Dalam kondisi tertentu, biasanya seseorang akan menahan mengeluarkan kentut. Misal sedang berada dalam…

Selasa, 31 Juli 2018 13:31

Manfaat Mengonsumsi Labu Kuning Secara Rutin

Tidak semua orang menyukai sayur-sayuran atau buah-buahan. Meskipun sudah tahu kalau mengonsumsinya…

Rabu, 25 Juli 2018 08:49

Menatap Layar Terlalu Lama Rentan Terkena Penyakit Blepharitis

Selain smartphone, komputer maupun laptop menjelma menjadi benda yang tak terpisahkan di era teknologi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .