MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

RAGAM INFO

Selasa, 07 November 2017 10:36
Belajar di Lereng Merapi
KETUBUHAN: Seni pertunjukan petualangan artistik relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Founder komunitas penggerak seni Kalimantan Selatan, NSA PM, Novyandi Saputra, belum lama tadi membantu sekaligus menyaksikan sebuah suguhan memukau, tentang Ruang Ketubuhan yang digelar di eks Dusun Petung, yang terletak di kawasan lereng Merapi Yogyakarta.

Bagi Novyandi, melihat secara langsung pertunjukan tersebut, tentu memberikan warna-warni dalam seni pertunjukan. Ia merasa bahwa hendaknya seniman Banua harus sering melihat rumah sendiri sebagai tempat gelaran karya.

"Era sekarang, teater tubuh mulai jadi primadona dalam jagat teater Dunia. Di Indonesia sendiri mulai menjadi tontonan yang menarik karena menghadirkan tubuh sebagai teks dan konteks. Yang tentunya bisa diaplikasikan di Banua," jelasnya.

Ruang Ketubuhan adalah sebuah petualangan artistik tentang relasi kontekstual antara tubuh, ruang dan waktu. Sebagai sebuah metode, praktik ketubuhan aktor ini meletakkan tubuh sebagai medium ekspresi yang mumpuni dan efektif untuk mengungkapkan perasaan dan kepekaannya dalam membaca dan melihat sebuah kondisi melekat dan hidup di tempat tertentu.

Galuh Tulus Utama, sebagai pelaku metode keaktoran pada gelaran tersebut, menghadirkan pertunjukan Ruang Ketubuhan dengan cara menenggelamkan tubuhnya ke tanah, hingga tersisa bagian kepalanya saja. Ia berpandangan, melalui seni pertunjukan yang ia lakukan, memberikan peluang bagi aktor untuk mandiri dan tidak tergantung pada kebutuhan ruang pertunjukan konvensional.

"Pertunjukan ini juga diharapkan mampu untuk menjadi sebuah petualangan baru. Guna membaca ruang-ruang nyata dan memberikan respons ketubuhan pada teks-teks yang melekat," paparnya, kepada Radar Banjarmasin belum lama tadi.

Di dusun yang berada tepat di lereng Gunung Merapi itu, dipilih sang aktor karena sarat dengan sejarah emosional bekas warganya yang direlokasi. Selain menghadirkan pertunjukan tadi, Galuh juga mengulik objek-objek dan ruang yang benar-benar menjadi bagian dari ingatan emosional peristiwa erupsi, juga kenangan dan harapan masa depan atas rumah dan kehidupan yang ditinggalkan. Misalnya seperti artefak Dusun Petung yang hancur karena erupsi awan panas Merapi yang ditinggalkan.

Sementara itu, dalam proses pemilihan tempat juga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar karya yang dibawakan maksimal. Galuh sendiri, lebih banyak menggunakan tempat-tempat yang kerap tertimpa masalah dalam setiap pertunjukan seninya.

"Dalam berkarya, aku selalu memakai tempat yang punya masalah seperti Sungai Manggarai Jakarta, Lapindo, Kebun Binatang, hingga karena sudah setahun terakhir tinggal di Jogja, aku tertarik untuk membuat karya di sini," jelasnya.

Maka, sebagai sebuah refleksi dari bencana yang terjadi pada 26 Oktober 2010 tersebut, ia pun mengajak agar karyanya bisa mewakili serta memberikan semangat bagi para penduduk yang sebelumnya tinggal di kawasan dusun lereng Gunung Merapi.

"Bencana,  bisa kapan saja terjadi. Saya, dan semuanya tentu harus belajar dari peristiwa itu. Saya pribadi melihat orang-orang yang tinggal di dusun di lereng Gunung Merapi sangat kuat secara mental, mereka mengawali hidupnya kembali secara suka cita," jelasnya. (war)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 11:37

Manfaat Salat Tarawih Setara Dengan Berolahraga Ringan

Salat Tarawih. Salat sunah yang digelar usai Salat Isya di bulan Ramadan ini tak hanya menambah pahala…

Rabu, 23 Mei 2018 15:27

Waspada Puasa Tanpa Olahraga Picu Berat Badan Bertambah

Berolahraga saat menjalankan ibadah puasa hanya dilakukan beberapa orang saja. Kebanyakan memilih tidak…

Rabu, 23 Mei 2018 15:23

Kolak, Hidangan Berbuka Kaya Nutrisi

Kolak. Makanan manis yang satu ini selalu tak pernah absen dari bulan Ramadan. Biasanya kolak selalu…

Selasa, 22 Mei 2018 12:27

Bahaya Puasa Tanpa Makan Sahur, Penyakit ini Bakal Mengintai

Sering kali bagi beberapa orang malas bangun untuk sahur. Dari ketiduran hingga berasumsi jika tanpa…

Senin, 21 Mei 2018 12:20

Pasar Wadai Jadi Pilihan Ngabuburit Warga Banjarmasin

BANJARMASIN - Ngabuburit dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka. Di Banjarmasin, banyak warga…

Senin, 21 Mei 2018 10:23

Tidur Puasa hingga Siang Hari, Waspada Efeknya!

Banyak yang memilih begadang hingga sahur tiba. Lalu lanjut tidur dan bangun hingga siang hari. Dari…

Jumat, 18 Mei 2018 11:02

Tak Baik Gunakan Earphone Terlalu Lama, Rentan Jadi "Budek"

Mendengarkan musik menenangkan. Apalagi dibantu alat seperti earphone. Suara musik yang dihasilkan jadi…

Kamis, 17 Mei 2018 10:59

Berbuka "Kesetanan", Awas Gangguan Pencernaan

Memasuki hari pertama bulan Ramadan, kegiatan berbuka puasa menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu.…

Rabu, 16 Mei 2018 11:27
Medika

Pengaruh Minum Es Saat Cuaca Terik

BANJARMASIN - Cuaca terik begitu terasa akhir-akhir ini. Keadaan ini membuat kita berpikir bagaimana…

Senin, 14 Mei 2018 15:04

Jijik...! Kuku Sarang Kuman

Dokter Dinda Aulya menyebut kuku adalah tempat bersarangnya kuman-kuman yang bisa menimbulkan penyakit.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .